Sunday, November 30, 2025

Nikkei Melemah, Ada Awan Gelap di Atas Pasar Jepang?

 


PT Rifan - Pasar saham Jepang dibuka lesu dan langsung terseret turun oleh kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat serta prospek pendapatan perusahaan di dalam negeri. Sektor elektronik dan farmasi menjadi penekan terbesar, dengan NEC Corp. turun 2,2% dan Sumitomo Pharma merosot 4,3%. Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke 155,85, lebih rendah dibanding penutupan hari Jumat di 156,39, menambah tekanan pada sentimen pasar.

Para investor kini menunggu sinyal jelas dari pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, terutama terkait rencananya memperkuat ekonomi Jepang dan menghangatkan hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Namun ketidakpastian global masih mendominasi, membuat Indeks Nikkei terkoreksi 0,3% ke 50.094,96. Dengan kondisi yang rapuh ini, pasar disebut berada dalam mode “waspada penuh.” (az) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, November 27, 2025

Indeks Hang Seng Ditutup Menguat Tipis di Penutupan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menguat 18 poin, atau sekitar 0,1%, pada perdagangan Kamis (27/11), menandai penguatan selama empat sesi berturut-turut yang terutama ditopang oleh saham-saham sektor keuangan.

Sentimen pasar mendapat dukungan dari rencana baru Beijing untuk mendorong konsumsi, termasuk program peningkatan barang konsumsi di pedesaan serta dukungan untuk sektor seperti hewan peliharaan dan mainan. Kenaikan tipis di bursa saham Tiongkok daratan juga membantu selera risiko, di tengah optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) domestik. Namun, dari sisi data, angka bulan Oktober menunjukkan laba industri Tiongkok turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, mencerminkan lemahnya permintaan dalam negeri dan tantangan ekspor.

Aktivitas perdagangan cenderung sepi karena pasar AS tutup untuk libur Thanksgiving dan hanya akan buka setengah hari pada Jumat. Dari sisi korporasi, pengembang properti milik negara China Vanke mengajukan penundaan pembayaran obligasi onshore untuk pertama kalinya, sehingga kembali memicu kekhawatiran terhadap sektor properti. Beberapa saham yang menonjol antara lain Pop Mart International yang naik 7,1%, Smoore Holdings naik 4,3%, Laopu Gold naik 4,1%, dan Akeso Inc. menguat 3,8%.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 26, 2025

Nikkei Tembus Lagi 50.000, Saham Jepang Ikut Panas

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang dibuka menguat pada Kamis pagi, mengikuti sentimen positif dari Wall Street setelah data ekonomi AS makin menguatkan alasan bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga. Indeks Topix naik 0,7% ke level 3.378,59 pada pukul 09.40 waktu Tokyo, dengan 1.057 saham menguat, 512 melemah, dan 96 stagnan. SoftBank Group menjadi pendorong utama kenaikan indeks, dengan lonjakan harga saham sekitar 5,5%.

Indeks Nikkei juga menguat 1,4% ke 50.267,12 dan kembali bertahan di atas level psikologis 50.000 untuk pertama kalinya dalam sepekan. Saham-saham sektor peralatan listrik, perbankan, dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI) ramai diborong pelaku pasar. Kenaikan ini selaras dengan penguatan saham teknologi AS, khususnya perusahaan semikonduktor yang memberikan efek rambatan positif ke sektor terkait di Jepang.

Menurut Takashi Ito, senior strategist di Nomura Securities, data ekonomi AS terbaru sedikit memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, sehingga membantu menopang Nikkei di area 50.000. Ia menambahkan, lonjakan tajam saham semikonduktor AS berpotensi terus menguntungkan saham-saham chip dan teknologi Jepang dalam jangka pendek, selama narasi “rate cut” The Fed tetap terjaga.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 25, 2025

Ada Apa di Balik Reli Saham Jepang?

 


Rifan Financindo - Saham-saham Jepang naik di awal sesi karena pasar masih berharap The Fed bakal menurunkan suku bunga, setelah Wall Street juga menguat semalam. Sektor elektronik dan teknologi jadi motor penggerak, dengan saham Lasertec naik 2,8%, Murata Manufacturing naik 2,7%, dan SoftBank Group juga ikut rebound naik 2,3% setelah sebelumnya sempat melemah.


Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY bergerak di sekitar level 156,16, turun sedikit dari 156,74 pada penutupan pasar Tokyo hari Selasa. Investor juga terus memperhatikan kebijakan ekonomi dari Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk melihat arah penguatan ekonomi Jepang ke depan. Secara keseluruhan, indeks Nikkei naik sekitar 0,9% dan berada di level 49.119,64. (az) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 24, 2025

Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei dibuka menguat sekitar 0,7% ke level 48.976,51 pada awal perdagangan Selasa, mengikuti rebound saham teknologi di Wall Street semalam. Kenaikan indeks dipimpin saham-saham chip yang jadi buruan investor.

Kioxia Holdings melonjak sekitar 11%, sementara Advantest naik sekitar 5,3%, mencerminkan kuatnya minat pasar pada sektor semikonduktor. Di pasar mata uang, USD/JPY bergerak stabil di kisaran 156,85, nyaris tak berubah dibanding posisi akhir perdagangan Senin.

Investor juga mencermati perkembangan kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi yang ditunggu pasar untuk mendorong pertumbuhan. Kombinasi sentimen positif global dan harapan stimulus domestik membuat ruang penguatan Nikkei masih terbuka.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 23, 2025

Nikkei Plunges 2.3%, But Why Are More Stocks Rising?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - The Japanese stock market closed lower on Friday, with the Nikkei 225 index falling 2.30%. The paper & pulp, transportation, and communications sectors were the main drags on the index. Despite the steep decline, the market mood wasn't entirely negative, as several large stocks still rallied.

Among the top gainers, M3 Inc rose 6.9%, Obayashi Corp surged nearly 5% to hit an all-time high of 3,125, and Nitori Holdings rallied around 4.1%. Overall, the number of stocks rising was far greater: 2,522 rose, 1,117 fell, and 190 remained unchanged on the Tokyo Stock Exchange. This means that the main pressure on the index came more from the sharp declines of a few large stocks, rather than from the overall market.

On the other hand, three major stocks that weighed heavily on the Nikkei were Mitsui Mining and Smelting, which fell 12.28%, Advantest, which fell 12.10%, and SoftBank Group, which plummeted 10.90%. Interestingly, the Nikkei volatility index actually fell 18.41% to 29.83, indicating that market participants did not view this turmoil as a major panic, but rather as a sharp correction in several major names.

In terms of commodities and exchange rates, oil prices also weakened: WTI crude for January delivery fell 1.51% to $58.11 per barrel, and Brent for January delivery fell 1.37% to $62.51 per barrel. December gold futures also fell 0.78% to around $4,028 per troy ounce. In the forex market, USD/JPY fell slightly to 157.12 and EUR/JPY weakened to 181.35, while US Dollar Index futures were nearly flat at around 100.04, reflecting a cautious global market sentiment. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Source : NewsMaker


Thursday, November 20, 2025

Nikkei Turun 2,2% Ikuti Kejatuhan Wall Street

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei Jepang melemah 2,2% ke level 48.720,59 pada perdagangan pagi, mengikuti penurunan tajam di Wall Street semalam. Sentimen negatif masih dipicu kekhawatiran baru soal potensi “gelembung” saham-saham berbasis AI, yang mendorong investor mengurangi eksposur di aset berisiko.

Sektor teknologi dan perbankan menjadi penekan utama indeks. Saham Panasonic turun sekitar 1,2%, sementara Mizuho Financial melemah 0,8% dan Mitsubishi UFJ Financial tergelincir 1,5%. Beberapa saham konsumsi juga ikut tertekan, dengan Fast Retailing turun 0,4%.

Di pasar valuta asing, pergerakan mata uang relatif tenang. Pasangan USD/JPY tercatat bergerak datar di sekitar 157,42, menandakan belum ada reaksi besar dari pasar yen terhadap koreksi di bursa saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 19, 2025

Saham Jepang Melejit Usai Laba Nvidia Redakan Panik AI

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat tajam pada Kamis, memutus tren penurunan empat hari, setelah laporan laba Nvidia yang kuat kembali menghidupkan minat pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Indeks Nikkei 225 sempat naik hingga 3,7% ke sekitar 50.343,25, kenaikan harian terbesar sejak awal Oktober. Indeks Topix yang lebih luas juga menguat hingga 2,3% di awal sesi Tokyo.

Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan. Saham SoftBank Group sempat melompat lebih dari 9%, sementara produsen peralatan chip seperti Tokyo Electron dan Ibiden masing-masing naik lebih dari 7%. Kenaikan ini mengikuti lonjakan lebih dari 4% pada saham Nvidia di perdagangan after-market setelah perusahaan tersebut merilis proyeksi pendapatan kuartal Januari yang jauh di atas perkiraan pasar.

Takashi Ito, Senior Strategist di Nomura Securities, menyebut hasil Nvidia “hampir tanpa cela” dan sangat disambut baik oleh investor. Menurutnya, laporan tersebut berpotensi memicu rebound yang kuat di pasar saham Jepang setelah sebelumnya tertekan kekhawatiran gelembung belanja AI. Hasil ini juga meredakan ketakutan bahwa laju investasi di sektor AI akan melambat dalam waktu dekat.

Sebelum rilis laba Nvidia, saham-saham teknologi menjadi salah satu penekan terbesar di bursa Jepang, seiring koreksi global yang dipicu kekhawatiran valuasi yang sudah terlalu tinggi. Kini, laporan Nvidia memberikan sinyal bahwa “kecepatan belanja AI bukan masalah untuk saat ini”, sehingga sebagian tekanan di sektor teknologi mulai mereda.

Meski demikian, risiko untuk saham Jepang belum sepenuhnya hilang. Investor masih menunggu detail paket stimulus ekonomi yang akan diumumkan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Jumat. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sudah naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade, sementara yen kembali melemah ke kisaran 157 per dolar. Selain itu, ketegangan diplomatik Tokyo–Beijing tetap menjadi faktor risiko tambahan yang membuat pelaku pasar tetap waspada.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 18, 2025

Nikkei Terseret Sentimen Takut, Buru Diskon Kalah Kuat

 


PT Rifan - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,9% ke level 48.281,47 pada perdagangan hari ini, menghapus seluruh penguatan di awal sesi. Sentimen risk-off kembali mendominasi, sehingga minat beli murah (bargain hunting) tidak cukup kuat menahan tekanan jual. Pasar saham global sendiri dalam beberapa hari terakhir memang berada di bawah tekanan yang cukup berat.

Analis Global Macro FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengatakan pasar dunia sedang berada di bawah tekanan intens. Salah satu pemicu sentimen negatif di sektor teknologi adalah kekhawatiran menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang akan keluar pada Rabu waktu setempat. Investor memilih bersikap hati-hati dan cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Sejumlah saham besar di indeks Nikkei tercatat jadi pemberat utama. Saham MODEC Inc. anjlok sekitar 8,0%, Kioxia Holdings turun 5,6%, dan Ebara merosot 7,3%. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY bergerak relatif stabil di kisaran 155,43, tidak jauh berbeda dari level akhir perdagangan Selasa di New York yang berada di sekitar 155,52.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 17, 2025

Nikkei Tergelincir 0,9%, Investor Jepang Waspada Menjelang Laporan Nvidia


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,9% ke level 49.890,32, mengikuti pelemahan Wall Street pada perdagangan Senin. Tekanan jual terasa di hampir seluruh pasar saham Jepang, seiring munculnya kembali sentimen risk-off atau kecenderungan investor untuk menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian global.

Analis pasar senior StoneX, Matt Simpson, menjelaskan bahwa pelaku pasar kembali berhati-hati setelah penurunan saham-saham di Wall Street. Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis laporan keuangan Nvidia yang akan diumumkan pada hari Rabu, karena hasil kinerja raksasa chip itu berpotensi memberi dampak besar pada saham-saham teknologi dan arah Wall Street secara keseluruhan.

Di antara saham-saham yang paling terpukul di indeks utama Jepang, Organo Corp. turun 4,1%, M3 Inc. melemah 3,9%, dan Fujikura merosot 3,7%. Koreksi tajam pada beberapa emiten ini ikut menarik turun kinerja keseluruhan Nikkei, menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi di sektor tertentu, tetapi cukup meluas.

Di pasar valas, pergerakan mata uang relatif tenang. Pasangan USD/JPY berada di kisaran 155,29, sedikit berubah dibanding posisi 155,26 pada akhir perdagangan Senin di New York. Stabilnya yen terhadap dolar menunjukkan bahwa untuk sementara waktu, reaksi pasar lebih banyak tercermin di bursa saham dibandingkan di pasar mata uang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 16, 2025

Saham Jepang Turun, Ketegangan dengan China Tekan Sektor Ritel

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang dibuka melemah seiring meningkatnya ketegangan dengan China yang menekan saham-saham terkait ritel dan pariwisata. Indeks Topix turun 0,8% ke 3.333,98, sementara Nikkei melemah 0,9% ke 49.942,24 pada awal sesi perdagangan di Tokyo.

Penurunan ini dipicu peringatan China kepada para pelajar yang ingin studi di Jepang terkait meningkatnya risiko bagi warga negara mereka, setelah komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi soal Taiwan memicu gesekan diplomatik. Sentimen ini langsung memukul saham-saham yang bergantung pada kedatangan wisatawan dan belanja dari China.

Analis pasar menyebut, ketegangan Jepang–China saat ini menjadi sentimen negatif bagi saham-saham inbound seperti emiten ritel, travel, dan hospitality yang selama ini diuntungkan dari kunjungan turis China. Investor cenderung mengurangi eksposur di sektor-sektor tersebut sambil menunggu kejelasan perkembangan hubungan dua negara.

Di sisi lain, saham-saham keuangan justru menguat setelah bank-bank besar Jepang menaikkan proyeksi laba tahunan ke rekor baru dan mengumumkan rencana buyback saham. Namun secara keseluruhan, tekanan jual masih dominan: dari 1.672 saham di Topix, hanya 424 yang naik, 1.169 turun, dan 79 stagnan, dengan Sony Group menjadi salah satu penekan utama indeks setelah turun 3,1%.(Asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, November 13, 2025

Nikkei Tiba-Tiba Turun Tajam, Saham Chip dan Logam Jadi Biang Kerok

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei turun 1,7% ke level 50.428,33 pada awal perdagangan hari Jumat. Sentimen negatif ini datang setelah saham teknologi AS jatuh tajam semalam, sehingga menular ke pasar Jepang. Tekanan jual langsung terasa di sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global.

Saham logam dan emiten terkait chip jadi penekan utama indeks. JX Advanced Metals turun sekitar 4,6%, Tokyo Electron melemah 4,9%, dan SoftBank Group anjlok sekitar 7,3%. Pergerakan tajam di saham-saham besar ini membuat Nikkei sulit bertahan di level tingginya.

Di sisi nilai tukar, USD/JPY bergerak di sekitar 154,72, sedikit lebih rendah dibanding penutupan Kamis di 154,95. Pergerakan yen yang tidak terlalu liar menunjukkan pasar lebih fokus ke pergerakan saham dan sentimen risiko, bukan ke gejolak mata uang.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati laporan keuangan dari Toray Industries dan Dai-ichi Life Holdings yang akan dirilis hari ini. Selain itu, investor juga menunggu langkah kebijakan dari PM Sanae Takaichi untuk mendukung ekonomi. Hasil kinerja emiten dan arah kebijakan pemerintah akan sangat menentukan apakah tekanan di Nikkei berlanjut atau mulai mereda dalam waktu dekat. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, November 12, 2025

Nikkei Datar, Tapi Ada Kekuatan Tersembunyi di Baliknya

 


PT Rifan - Indeks Saham Nikkei Jepang datar di level 51.063,78 karena kenaikan saham keuangan mengimbangi penurunan saham teknologi dan energi. Nomura Holdings naik 2,7% dan Mitsubishi UFJ Financial Group naik 2,0%, sementara SoftBank Group turun 2,2% dan Eneos Holdings turun 1,1%. Indeks pasar yang lebih luas, Topix, naik 0,4% ke level 3.372,55.

USD/JPY berada di level 154,84, dibandingkan dengan 154,66 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Rabu. Investor mencermati laporan keuangan perusahaan kuartalan. Daiwa House Industry dan SMC dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada Kamis malam. (az) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 11, 2025

Momentum Positif Berlanjut, Hang Seng Mantap di Akhir Sesi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Momentum Positif Berlanjut, Hang Seng Mantap di Akhir Sesi

Indeks Hang Seng menguat 47 poin, atau 0,2%, dan ditutup pada level 26.696 pada hari Selasa (11/11), membalikkan kerugian pagi di tengah penguatan saham properti dan keuangan.

Pasar ditutup di zona hijau untuk hari kedua, didukung oleh kelegaan atas berakhirnya penutupan pemerintah AS, setelah Senat mengesahkan kesepakatan pendanaan. Di saat yang sama, muncul harapan bahwa aktivitas domestik di Tiongkok akan tetap tangguh menjelang akhir tahun seiring Beijing melanjutkan upayanya untuk mendukung ekonomi yang lesu.

Sementara itu, angka PDB kuartal ketiga Hong Kong akan dirilis akhir pekan ini dan mungkin menunjukkan sedikit peningkatan, menurut perkiraan awal. Produsen kendaraan listrik Xpeng melonjak hampir 18% ke level tertinggi sejak Juli 2022, didorong oleh momentum penjualan yang kuat, dengan pengiriman bulanan Oktober mencapai rekor 42.013 kendaraan.

Saham-saham berkinerja terbaik lainnya termasuk H World Group (3,2%), KE Holdings (2,7%), Laopu Gold (2,1%), dan Galaxy Entertainment (1,6%). Sebaliknya, SMIC turun 3,0%, tertekan oleh kekhawatiran mengenai reli AI yang terlalu panas. (Arl) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, November 10, 2025

Nikkei +0,8%: Tech Gaspol!

 


PT Rifan Financindo - Bursa Jepang naik 0,8% dengan Nikkei di 51.336,61. Kenaikan dipimpin saham teknologi dan elektronik, di tengah pelemahan yen yang mendongkrak prospek laba eksportir. USD/JPY bergerak di 154,16, dari 153,96 pada penutupan Senin. 

Di sektor teknologi, minat beli menonjol pada SoftBank Group dan Lasertec. Sentimen untuk Lasertec masih ditopang narasi pemulihan belanja chip pasca-pembaruan produk/riset terbaru, sementara SoftBank terbantu eksposur tema AI. 

Pelemahan yen memberi angin bagi saham berbasis ekspor dan menambah harapan pada kinerja kuartalan domestik. Pergerakan kurs yang relatif bersahabat menjaga selera risiko di Tokyo pagi ini. 

Fokus berikutnya ke rilis hasil kuartal: Sony Group dan Kawasaki Heavy Industries dijadwalkan melaporkan kinerja pada Selasa ini waktu Tokyo. Hasilnya berpotensi menjadi penggerak berikutnya untuk sentimen sektor teknologi dan industri.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 9, 2025

Ekspor, Impor Melemah — Hang Seng Balik Arah

 


Rifan Financindo - Indeks Hang Seng melemah 244 poin atau 0,9% dan ditutup di level 26.242 pada hari Jumat (7/11), membalikkan reli 2% pada sesi sebelumnya setelah data perdagangan Tiongkok yang lemah.

Ekspor turun 1,1% secara tahunan (yoy) pada bulan Oktober, penurunan pertama sejak Februari, terbebani oleh efek dasar yang tinggi dan menurunnya permintaan asing setelah berbulan-bulan mengalami peningkatan permintaan (front-loading). Impor tumbuh 1,0%, terendah dalam lima bulan, karena permintaan domestik yang lemah. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data IHK/PPI Tiongkok yang akan dirilis akhir pekan ini, dengan risiko deflasi yang masih ada.

Sebagian besar sektor melemah, dipimpin oleh saham teknologi karena keraguan meningkat atas keberlanjutan kenaikan yang didorong oleh AI baru-baru ini, sementara saham konsumen merosot karena ketidakpastian tentang dukungan kebijakan lebih lanjut dari Beijing.

Saham Pop Mart Intl anjlok 6,4%, diikuti Kuaishou Tech yang anjlok 6,2%, Innovent Biologics (-3,5%), dan Chow Tai Fook (-2,4%). Meskipun demikian, indeks naik 1,3% sepanjang pekan ini, pulih dari penurunan pekan sebelumnya, didorong oleh arus masuk modal asing yang kuat ke saham-saham Tiongkok daratan pada kuartal ketiga dan optimisme atas hubungan AS-Tiongkok menyusul perpanjangan gencatan senjata perdagangan. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, November 6, 2025

Yen Menguat, Nikkei Terseret

 


PT Rifan - Bursa Jepang melemah pada Jumat(7/11) setelah kejatuhan saham teknologi AS semalam. Penguatan yen ikut menekan sentimen, dengan saham-saham terkait chip memimpin pelemahan. Renesas Electronics turun 3,9%, SoftBank Group merosot 7,3%, dan Advantest jatuh 6,1%.

Di pasar valas, USD/JPY bergerak ke 152,95 dari 153,87 pada penutupan Kamis di Tokyo. Penguatan yen biasanya membebani eksportir karena pendapatan luar negeri tergerus saat dikonversi, sehingga menekan sektor teknologi dan komponen chip.

Investor kini menunggu rilis laporan keuangan dan detail langkah ekonomi dari Perdana Menteri Sanae Takaichi. Sorotan juga tertuju pada Mitsubishi Heavy Industries yang akan melaporkan kinerja keuangannya hari ini untuk mencari petunjuk prospek kuartal berikutnya.

Hingga sesi pagi, Indeks Nikkei turun 1,4% ke 50.186,27. Pelemahan ini mencerminkan kombinasi tekanan eksternal dari Wall Street dan faktor domestik berupa penguatan yen serta kewaspadaan jelang serangkaian rilis kinerja emiten. (az) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 5, 2025

Kekhawatiran Valuasi, Hang Seng Kehilangan Daya Tarik

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei naik 1,5% ke 50.979,20 pada awal perdagangan, didorong pelemahan yen dan pemulihan saham teknologi AS semalam. Sentimen positif cepat menyebar ke saham-saham terkait semikonduktor, memberi dorongan kuat di pembukaan pasar.

Saham Kioxia Holdings melonjak 6,0%, sementara SoftBank Group naik 2,5%, memimpin penguatan sektor teknologi. Pelemahan yen juga membantu prospek eksportir; USD/JPY berada di 154,03, dari 153,64 pada penutupan Rabu, sehingga potensi pendapatan perusahaan berbasis ekspor terlihat lebih menarik.

Investor kini mencermati rilis kinerja dan sinyal kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi. Fujifilm Holdings dan Suzuki Motor dijadwalkan merilis laporan keuangan hari ini, yang bisa menjadi penentu arah berikutnya-apakah reli berlanjut atau pasar kembali selektif menilai valuasi dan prospek laba. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, November 4, 2025

Nikkei Turun 1,9%, Saham Chip dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang mengalami penurunan tajam pada hari Rabu, dipimpin oleh saham-saham chip dan elektronik yang tertekan akibat kelemahan di saham teknologi AS semalam. Indeks Nikkei Stock Average turun 1,9% menjadi 50.523,00. Saham-saham seperti Kioxia Holdings turun 11%, SoftBank Group jatuh 9,1%, dan Advantest merosot 8,1%. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian di pasar Jepang terkait dengan sektor teknologi global.

Mata uang yen Jepang juga sedikit melemah terhadap dolar AS, dengan USD/JPY diperdagangkan pada 153,62, sedikit lebih tinggi dari 153,55 pada penutupan pasar Tokyo hari sebelumnya. Investor kini fokus pada laporan pendapatan perusahaan dan bagaimana langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mempengaruhi pasar.

Saham-saham teknologi menjadi fokus utama pasar global, dengan ketidakpastian atas kinerja sektor ini memengaruhi sentimen investor di seluruh dunia. Hal ini menciptakan ketegangan di pasar saham Jepang, yang semakin dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan sektor elektronik dan chip.

Sementara itu, Toyota Motor diperkirakan akan mengumumkan hasil keuangannya pada hari itu, yang akan menjadi perhatian investor untuk melihat dampak ekonomi di sektor otomotif Jepang. Para investor akan mengamati dengan seksama bagaimana langkah-langkah ekonomi pemerintah Jepang dapat mendukung pemulihan ekonomi dan sektor industri di tengah ketidakpastian global.(Asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 3, 2025

Saham Jepang Turun, Apa yang Mendorong Penurunan Ini?

 


Rifan Financindo - Saham Jepang mengalami penurunan pada hari Selasa (11/04), setelah kenaikan tajam sebelumnya. Indeks Nikkei turun 0,5%, mencapai level 52,136.68, dengan sektor ritel dan teknologi menjadi penyumbang utama kerugian. Saham Aeon Co. jatuh 4,6%, sementara Recruit Holdings turun 3,6%, menunjukkan aksi ambil untung setelah beberapa waktu naik signifikan.

Meskipun pasar Jepang tengah mengalami penurunan, para investor tetap memperhatikan perkembangan kebijakan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi. Langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah Jepang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah ekonomi negara tersebut. Investor masih mencari sinyal positif yang bisa mendorong saham kembali naik dalam waktu dekat.

Sementara itu, pasangan mata uang USD/JPY tercatat di 154,31, sedikit menguat dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di 154,21. Ini menunjukkan bahwa dolar AS tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar saham Jepang.

Dengan banyaknya fokus yang tertuju pada kebijakan domestik dan kondisi ekonomi, para pelaku pasar akan terus memantau apakah penurunan ini hanya sementara atau akan berlanjut dalam waktu dekat.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 2, 2025

Nikkei Ditutup Menguat, Dipimpin Saham Teknologi

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada Kamis (31/10/25), didorong kenaikan kuat saham teknologi dan elektronik. Sentimen positif muncul setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga kebijakan, sementara pelemahan yen membantu prospek laba emiten berbasis ekspor.


Saham-saham besar seperti kelompok chip, perangkat elektronik, dan internet memimpin penguatan. Investor juga menilai meredanya tensi dagang AS–Tiongkok usai pertemuan Trump–Xi, yang membantu selera risiko meski belum memberi kepastian jangka panjang.


Secara keseluruhan, Nikkei berakhir naik sekitar 1% dan bertahan di area 52,4. Ke depan, pasar akan memantau langkah lanjutan kebijakan pemerintah Jepang untuk mendorong pertumbuhan, pergerakan yen, serta sinyal the Fed terkait arah suku bunga yang bisa mempengaruhi arus dana ke aset berisiko.(Asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker