Sunday, July 12, 2026

Ketegangan Hormuz Tekan Sentimen Bursa Jepang

 


PT Rifan - Newsmaker.id - Saham Jepang bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,2% ke kisaran 68.400, sedangkan indeks Topix menguat 0,6% menuju level 4.060.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal pada akhir pekan. Konflik tersebut berlangsung di tengah perselisihan mengenai aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3%.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya produksi, memperkuat tekanan inflasi, dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di antara saham individual, Kioxia Holdings turun 1,8%, Taiyo Yuden melemah 4,8%, dan Yaskawa Electric anjlok 14,2%. Sebaliknya, SUMCO Corp naik 7,9%, SoftBank Group menguat 2%, dan Mitsubishi UFJ bertambah 2,4%. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk menguji kekuatan reli saham berbasis kecerdasan buatan.

Dampak terhadap Market :

Bursa Jepang: Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila konflik AS-Iran semakin luas dan harga minyak terus meningkat. Saham transportasi, industri, dan perusahaan dengan konsumsi energi tinggi menjadi kelompok yang paling rentan.

Yen Jepang: Kenaikan biaya impor energi dapat menekan yen karena memperburuk neraca perdagangan Jepang. USD/JPY berpotensi kembali menguat apabila dolar terus diburu sebagai aset aman.

Minyak: Risiko gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat menjaga harga Brent dan WTI tetap tinggi serta meningkatkan volatilitas pasar energi.

Emas: Konflik geopolitik dapat mendukung permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi sehingga membatasi penguatan emas.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, July 9, 2026

Nikkei Menguat Tajam, SoftBank dan Kioxia Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 1,5% ke atas level 68.700 pada perdagangan Jumat (10/7), sementara indeks Topix menguat 0,8% ke posisi 4.052. Bursa Jepang memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut dengan mengikuti penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar ditopang oleh reli saham semikonduktor yang meningkatkan minat investor terhadap sektor teknologi. Penguatan saham chip di Amerika Serikat turut mendorong optimisme bahwa permintaan terhadap industri teknologi dan kecerdasan buatan masih tetap kuat.

Penurunan harga minyak juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham Jepang. Meredanya harga energi membantu menekan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi beban ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan komoditas energi.

Namun, investor tetap mencermati data harga produsen Jepang yang meningkat ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya masih bertahan, terutama akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan rantai pasok global.

Saham teknologi memimpin penguatan dengan SoftBank Group melonjak 7,9%, Murata Manufacturing naik 5,5%, dan Kioxia Holdings menguat 5,4%. Advantest juga naik 3,3%, sementara Tokyo Electron bertambah 2,2%.(CP) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, July 8, 2026

Nikkei Anjlok, Minyak Melonjak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (08/7), tertekan oleh penurunan di sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 1,85% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Beberapa saham masih mencatat penguatan di tengah tekanan pasar. Tokyo Electric Power naik 3,81% ke level 479,90. Mercari menguat 3,39% ke 4.665 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Inpex naik 3,26% ke 3.388, didukung oleh kenaikan harga minyak.

Namun, tekanan besar datang dari saham teknologi dan material. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 8,50% ke 14.965. Hoya melemah 6,77% ke 23.910, sementara Mitsui Mining and Smelting turun 6,12% ke 33.730.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibanding yang menguat di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.217 saham turun, 1.299 saham naik, dan 226 saham tidak berubah. Meski pasar melemah, indeks volatilitas Nikkei justru turun 20,50% ke level 29,70.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik tajam. WTI untuk pengiriman Agustus naik 3,22% ke US$72,71 per barel, sementara Brent September menguat 3,26% ke US$76,58 per barel. Di sisi lain, emas berjangka Agustus turun 0,63% ke US$4.131,20 per troy ounce.

Dari pasar mata uang, USD/JPY naik 0,15% ke 162,22, sementara EUR/JPY menguat 0,16% ke 185,29. Indeks dolar AS futures juga naik tipis 0,01% ke 100,79. Pergerakan ini menunjukkan pasar Jepang masih berada di bawah tekanan, terutama karena kenaikan minyak dan sentimen global yang lebih berhati-hati.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 7, 2026

Saham Jepang Tertekan, Aksi Jual Teknologi Makin Dalam

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, tertekan aksi jual besar di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 2,12 persen ke level 68.257 dan mencatat posisi terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,97 persen ke level 4.062.

Sentimen regional ikut memburuk setelah saham Samsung Electronics di Korea Selatan sempat anjlok hingga 10 persen, meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Di Jepang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Upah nominal naik 3,2 persen pada Mei, tetapi belanja rumah tangga turun 0,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan tekanan terhadap konsumsi domestik masih menjadi perhatian, meskipun pendapatan pekerja mencatat pertumbuhan.

Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham teknologi utama. Kioxia Holdings anjlok 11,3 persen, Taiyo Yuden turun 11 persen, Murata Manufacturing melemah 10,1 persen, Lasertec terkoreksi 6,4 persen, dan Ibiden Co turun 7 persen.

Namun, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham finansial dan konsumsi masih mampu mencatat kinerja lebih baik. Mitsubishi UFJ naik 2,3 persen, sementara Fast Retailing menguat 1,1 persen, membantu menahan tekanan lebih dalam pada pasar Jepang.(asd)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, July 6, 2026

Nikkei Menguat Tipis, Saham Industri Melaju

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (07/6). Indeks Nikkei 225 naik 0,14% di Tokyo, ditopang oleh penguatan sektor real estate, perbankan, dan tekstil.

Saham dengan kinerja terbaik datang dari sektor industri berat. Mitsubishi Heavy Industries melonjak 8,39% ke level 4.110, sementara Japan Steel Works naik 7,48% ke 8.550. IHI Corp juga menguat 7,02% ke level 3.071 pada akhir perdagangan.

Namun, beberapa saham teknologi dan komponen elektronik masih tertekan cukup dalam. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 10,58% ke level 18.385. Ibiden turun 8,37%, sedangkan Murata Manufacturing melemah 7,49%.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.509 saham menguat, 1.036 saham melemah, dan 219 saham tidak berubah. Meski indeks naik tipis, volatilitas pasar meningkat tajam, dengan Nikkei Volatility melonjak 37,87% ke level 34,11.

Di pasar lain, harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus tidak berubah di US$68,69 per barel, sementara Brent September turun tipis 0,17% ke US$72 per barel. Emas berjangka Agustus naik 0,87% ke US$4.161,49 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik 0,56% ke 162,28, sedangkan EUR/JPY menguat 0,43% ke 185,36.(asd)* PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Sunday, July 5, 2026

Nikkei Menguat 1,53%, Sektor Properti dan Perbankan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 1,53%, mencerminkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar saham Jepang.

Dari sisi market analis, penguatan Nikkei ditopang oleh aksi beli pada saham-saham unggulan, terutama di sektor teknologi dan semikonduktor. Rohm Ltd menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 14,18% ke level 5.950. SUMCO Corp. naik 11,30% ke posisi 5.094, sementara Kioxia Holdings menguat 9,23% ke level 83.300.

Meski pasar bergerak positif, beberapa saham tetap mencatat pelemahan. J.Front Retailing turun 3,91% ke level 3.173, Otsuka Holdings melemah 2,54% ke posisi 11.300, dan Resonac Holdings terkoreksi 2,23% menjadi 17.500. Namun, secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah, yaitu 2.692 saham naik, 847 turun, dan 225 tidak berubah.

Saham Rohm berhasil menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun, sementara SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility turun 26,76% ke level 24,74, yang menjadi posisi terendah dalam tiga bulan. Penurunan volatilitas ini menunjukkan tekanan risiko di pasar mulai mereda.

Di pasar komoditas, minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik 0,35% ke US$68,93 per barel, sementara Brent September menguat 0,50% ke US$72,16 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus naik 1,50% ke US$4.187,60 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY turun 0,09% ke 160,87, EUR/JPY naik tipis 0,04% ke 184,24, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,15% ke 100,47. (asd)  PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber: NewsMaker

Thursday, July 2, 2026

Nikkei Anjlok, Jelang NFP Malam ini!

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (02/7). Indeks Nikkei 225 turun 2,33% di Tokyo, tertekan oleh pelemahan sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.

Meski indeks utama turun, beberapa saham masih mencatat penguatan besar. Otsuka Holdings menjadi salah satu saham terbaik setelah naik 8,72% ke level 11.595. Shift Inc juga menguat 7,27%, sementara Mercari naik 6,62% pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari Kioxia Holdings yang anjlok 13,47% ke level 76.260. Mitsui Mining and Smelting juga turun 11,38%, sedangkan Taiyo Yuden melemah 9,95%. Pelemahan saham-saham besar ini ikut menyeret indeks Nikkei ke zona merah.

Namun, secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di Bursa Tokyo masih lebih banyak dibanding saham yang turun. Sebanyak 2.668 saham menguat, 887 saham melemah, dan 208 saham tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 11,80% ke level 33,78, menandakan tekanan ketidakpastian mulai sedikit mereda.

Dari pasar lainnya, harga minyak mentah ikut melemah. WTI turun 1,46% ke US$67,58 per barel, sementara Brent turun 1,34% ke US$70,61 per barel. Emas berjangka Agustus naik tipis 0,08% ke US$4.085,60 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY turun 0,44% ke 161,84, EUR/JPY melemah 0,29% ke 184,40, sementara indeks dolar AS futures turun 0,16% ke 100,99.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, July 1, 2026

Nikkei Naik 0,60%, SUMCO dan Taiyo Yuden Jadi Motor Penguatan

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (01/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 0,60%, mencerminkan sentimen positif yang masih bertahan di pasar saham Jepang.

Penguatan terbesar datang dari saham SUMCO Corp. yang melonjak 17,37% atau 700 poin ke level 4.729. Taiyo Yuden Co., Ltd. juga naik 12,43% atau 2.505 poin ke posisi 22.655, sementara Dainippon Screen Mfg. Co., Ltd. menguat 9,46% atau 1.685 poin menjadi 19.490.

Meski indeks utama bergerak naik, sejumlah saham besar tetap mencatat pelemahan. Furukawa Electric Co., Ltd. turun 8,01% ke level 4.351, Sapporo Holdings Ltd. melemah 7,78% ke posisi 1.872, dan Kawasaki Heavy Industries, Ltd. terkoreksi 7,66% menjadi 2.698,50.

Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, yaitu 1.777 saham turun berbanding 1.727 saham naik. Sementara itu, 243 saham ditutup tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan Nikkei lebih banyak ditopang oleh saham-saham tertentu yang mencatat lonjakan besar.

Saham SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun, sedangkan Taiyo Yuden dan Dainippon Screen mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility, yang mengukur ekspektasi volatilitas opsi Nikkei 225, turun 11,67% ke level 38,30.

Di pasar lainnya, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik tipis 0,09% ke US$69,56 per barel, sementara Brent September menguat 0,16% ke US$73,07 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 1,32% ke US$3.985,37 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,10% ke 162,68, EUR/JPY turun 0,06% ke 185,51, dan indeks dolar AS berjangka menguat 0,12% ke 101,07. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker


Tuesday, June 30, 2026

Saham Jepang Menguat, Sektor Teknologi Jadi Penggerak Utama

 


PT. Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa (30/06), didorong oleh rebound saham teknologi dan emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan atau AI. Indeks Nikkei 225 naik 0,86% ke level 70.062, sementara indeks Topix bertambah 0,32% ke posisi 3.995.

Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya optimisme terhadap ekspansi industri AI secara global. Perusahaan-perusahaan Jepang dinilai memiliki posisi strategis dan investasi yang kuat di sektor tersebut, sehingga kembali menarik minat investor.

Sentimen positif juga datang dari pelemahan yen ke level terendah dalam empat dekade. Kondisi ini membantu meningkatkan prospek pendapatan perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor. Di sisi lain, pasar turut mencermati kelanjutan pembicaraan damai AS-Iran di Doha, Qatar, sementara penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi di Jepang.

Beberapa saham yang mencatat penguatan besar antara lain Taiyo Yuden yang naik 8,3%, Tokyo Electron menguat 3,3%, dan Fujikura melonjak 6,0%. Sepanjang Juni, Nikkei dan Topix juga berhasil mencatat kenaikan bulanan ketiga secara beruntun, masing-masing naik 5,3% dan 1,0%. (asd) PT. Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, June 29, 2026

Nikkei Bangkit, Investor Kembali Borong Saham Murah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang berbalik menguat pada perdagangan Senin (29/06)setelah sempat bergerak melemah di awal sesi. Indeks Nikkei 225 naik 0,15% dan ditutup di level 69.468, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 0,47% ke level 3.982. Kenaikan ini terjadi setelah investor kembali masuk ke pasar untuk membeli saham-saham yang sebelumnya sudah mengalami tekanan.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di sekitar Selat Hormuz. Namun, sentimen pasar sedikit membaik setelah kedua negara sepakat menghentikan serangan lanjutan menjelang rencana pembicaraan damai di Doha, Qatar, pada pekan ini. Kondisi tersebut membuat tekanan geopolitik sedikit mereda, meski risiko masih tetap diperhatikan investor.

Dari dalam negeri, pasar mendapat dorongan dari data penjualan ritel Jepang yang tumbuh 5,3% pada Mei. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan tercepat sejak November 2023. Peningkatan tersebut sebagian besar didukung oleh paket stimulus pemerintah yang membantu mendorong belanja masyarakat, sehingga memberikan sinyal positif terhadap daya beli konsumen Jepang.

Beberapa saham besar ikut menopang penguatan pasar. Taiyo Yuden melonjak 10,9%, Tokyo Electron naik 2,4%, Sony Group menguat 3,1%, Nintendo bertambah 5,3%, dan Disco Corp naik 1,3%. Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali masuk, terutama pada sektor teknologi dan saham unggulan yang sebelumnya tertekan.(asd)*  PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, June 28, 2026

Saham Jepang Melemah, SoftBank Anjlok Tajam

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (26/06), terseret tekanan besar pada saham teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 4,15% dan berakhir di level 69.361, sementara indeks Topix yang lebih luas melemah 1,32% ke posisi 3.963. Pelemahan ini menghapus penguatan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sentimen tersebut membuat saham-saham berbasis teknologi kembali berada di bawah tekanan jual, terutama setelah reli sebelumnya dinilai mulai kehilangan tenaga.

SoftBank Group menjadi sorotan utama setelah sahamnya anjlok hampir 13%. Penurunan tajam ini terjadi setelah muncul laporan bahwa OpenAI berpotensi menunda rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 2027. Kabar tersebut menekan ekspektasi pasar terhadap potensi imbal hasil investasi SoftBank sebagai salah satu investor besar di perusahaan tersebut.

Saham teknologi lainnya juga ikut melemah signifikan. Kioxia Holdings turun 11,2%, Fujikura melemah 4,7%, Advantest merosot 9,6%, Tokyo Electron turun 3,2%, dan Taiyo Yuden terkoreksi 10,8%. Dari sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan inflasi inti Tokyo meningkat untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan masih berpeluang melanjutkan kenaikan suku bunga ke depan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, June 23, 2026

Nikkei Anjlok Tajam di Akhir Perdagangan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, dengan indeks Nikkei 225 turun 3,46% di akhir sesi Tokyo. Tekanan pasar terutama datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi yang menyeret pergerakan saham secara luas. Pelemahan ini menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah tekanan pasar global.

Di antara saham yang masih mampu menguat, Fujikura Ltd. menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,29% ke level 6.487. Meiji Holdings juga menguat 3,52% ke 3.704, sementara Nichirei Corp. naik 3,11% ke 2.103,50. Namun, kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar yang terjadi di pasar secara keseluruhan.

Tekanan terbesar datang dari Furukawa Electric yang anjlok 15,52% ke level 49.000. Kioxia Holdings juga melemah tajam 15,10% ke 92.290, disusul Mitsui Mining and Smelting yang turun 12,62% ke 46.250. Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah mencapai 2.572, jauh lebih banyak dibandingkan 978 saham yang menguat, sementara 216 saham berakhir tidak berubah.

Tekanan di pasar Jepang juga terjadi saat harga komoditas ikut melemah. Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 1,41% ke US$72,82 per barel, sedangkan Brent turun 1,41% ke US$76,43 per barel. Harga emas berjangka Agustus juga melemah 1,57% ke US$4.136,82 per troy ounce. Dari pasar valuta asing, USD/JPY turun tipis ke 161,46, sementara EUR/JPY melemah ke 184,56, menandakan pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap suku bunga global dan volatilitas aset berisiko.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, June 22, 2026

Saham Jepang Naik, Nikkei Sentuh Rekor!

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin (22/06), didorong kenaikan di sektor properti, perbankan, dan tekstil. Penguatan tersebut membawa indeks Nikkei 225 naik 1,86 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di Bursa Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Fujikura Ltd. yang melonjak 19,38 persen atau 1.000 poin ke level 6.161. Saham J.Front Retailing Co., Ltd. juga naik tajam 15,90 persen ke 2.905 dan sekaligus menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Toppan Printing Co., Ltd. menguat 11,43 persen ke posisi 5.031.

Meski indeks utama menguat, sejumlah saham tetap mengalami tekanan. Taiyo Yuden Co., Ltd. menjadi salah satu penekan terbesar setelah turun 9,14 persen ke 17.550. Tokyo Electric Power Co., Inc. melemah 7,10 persen ke 477,50, sedangkan JGC Corp. terkoreksi 3,64 persen ke 2.618. Di Bursa Tokyo, jumlah saham yang menguat tercatat sebanyak 1.846, lebih banyak dibandingkan 1.672 saham yang melemah, sementara 257 saham lainnya stagnan.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melemah. Minyak mentah pengiriman Agustus turun 0,67 persen ke level 75,34 dolar AS per barel, sementara Brent pengiriman September melemah 1,66 persen ke 78,72 dolar AS per barel. Di sisi lain, kontrak emas berjangka Agustus naik 1,03 persen ke 4.215,95 dolar AS per troy ounce. Sementara itu, USD/JPY menguat 0,23 persen ke 161,68, EUR/JPY naik 0,16 persen ke 185,30, dan Indeks Dolar AS berjangka naik tipis 0,05 persen ke 100,67. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, June 21, 2026

Saham Jepang Menguat, Nikkei 225 Naik 0,52%

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/06). Indeks Nikkei 225 naik 0,52% di Tokyo, didorong oleh penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap sejumlah sektor domestik masih cukup kuat, meskipun pergerakan pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya merata.

Saham Fujikura Ltd. menjadi penggerak utama dengan lonjakan 15,69% atau 700 poin ke level 5.161. Furukawa Electric Co., Ltd. juga menguat tajam 15,10% ke 53.360, sementara Kioxia Holdings Corp naik 12,07% ke 108.600 dan mencetak level tertinggi sepanjang masa. Penguatan saham-saham tersebut membantu menopang kinerja indeks utama Jepang pada akhir perdagangan.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. menjadi salah satu penekan utama setelah turun 7,18% ke 8.607. Nomura Research Institute Ltd. melemah 6,38% ke 4.358, sedangkan Daiichi Sankyo Co., Ltd. turun 6,08% ke 2.541,50. Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah mencapai 2.144, lebih banyak dibandingkan 1.394 saham yang menguat, sementara 223 saham lainnya tidak berubah.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah untuk pengiriman Juli naik 1,17% ke US$77,50 per barel, sementara Brent untuk pengiriman Agustus menguat tipis 0,08% ke US$79,91 per barel. Sebaliknya, kontrak emas berjangka Agustus turun 1,71% ke US$4.173,45 per troy ounce. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun tipis 0,07% ke 161,25, EUR/JPY melemah 0,21% ke 184,61, sementara indeks dolar AS berjangka naik 0,05% ke 100,67. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, June 18, 2026

Saham Jepang Melonjak Didukung Penurunan Harga Minyak dan Kesepakatan Damai AS-Iran

 


Rifan Financindo - Pasar saham Jepang mencatatkan penguatan pada perdagangan terbaru, didorong oleh saham-saham terkait AI, seiring sentimen investor yang membaik akibat penurunan harga minyak setelah tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks Topix naik 0,3% ke level 4.079,47 pada pukul 09:07 waktu Tokyo, sementara Nikkei 225 melonjak 1,1% menjadi 71.801,64. Saham SoftBank Group Corp. menjadi kontributor utama penguatan Topix dengan kenaikan 3,9%. Dari total 1.639 saham di indeks, 988 saham naik, 550 turun, dan 101 saham tidak bergerak.

“Saham-saham terkait AI dan semikonduktor kemungkinan besar akan diminati, dan pasar diperkirakan akan dipimpin oleh kenaikan Nikkei 225,” kata Masahiro Ichikawa, kepala strategi pasar di Sumitomo Mitsui DS Asset Management. “Banyak investor memperkirakan keuntungan lebih tinggi dengan terus membeli saham AI dan semikonduktor dibandingkan membeli saham yang tertinggal.”

Sentimen positif di sektor ini diperkuat setelah saham Intel Corp. melonjak pada Kamis, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perusahaan chip tersebut akan bekerja sama dengan Apple Inc. untuk merancang dan memproduksi semikonduktor secara domestik.

Meski begitu, kekhawatiran mengenai intervensi mata uang diperkirakan tidak terlalu tinggi. Banyak perusahaan memproyeksikan nilai tukar yen terhadap dolar sekitar 152–153, sehingga kenaikan yen sebesar 5 poin akibat intervensi masih memungkinkan keuntungan perusahaan melampaui ekspektasi. Yen saat ini berada di level terlemah dalam empat dekade terhadap dolar, dengan USD/JPY sempat naik 0,7% ke 161,81 pada Kamis. Level kunci berikutnya adalah 161,95 per dolar, yang jika ditembus akan membawa yen ke level terendah sejak Desember 1986.(mrv)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, June 17, 2026

Nikkei 225 Cetak Rekor Baru, Berkat Dukungan Sektor Properti dan Perbankan

 


Rifan Financindo - Pasar saham Jepang menutup perdagangan Rabu (17/06) dengan optimisme, dipimpin oleh penguatan saham-saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 melonjak 0,83% dan mencatat level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan sentimen positif investor terhadap ekonomi domestik. Lonjakan ini didorong oleh kinerja gemilang beberapa saham unggulan, termasuk Lasertec Corp yang melonjak 13,16%.

Lasertec Corp (TYO:6920) menjadi bintang sesi ini dengan kenaikan 6.130 poin atau 13,16% ke harga 52.700 yen, sekaligus menembus rekor tertinggi baru. Kawasaki Heavy Industries dan Japan Steel Works masing-masing naik 7,75% dan 7,07%, mencerminkan minat investor yang kuat pada sektor industri berat dan manufaktur teknologi tinggi.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan. T&D Holdings (TYO:8795) turun 3,18%, SoftBank Group melemah 3,13%, dan Olympus turun 3,01%. Meskipun ada aksi jual pada saham-saham tertentu, jumlah saham yang naik tetap dominan, yakni 2.347 saham dibandingkan 1.194 saham yang turun, menunjukkan pasar tetap sehat.

Pergerakan komoditas juga memengaruhi sentimen. Harga minyak mentah untuk kontrak Juli turun 1,03% ke $75,27 per barel, sementara Brent untuk Agustus melemah 0,82% menjadi $78,31 per barel. Emas kontrak Agustus sedikit menurun 0,08% menjadi $4.351,05 per ons troi. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,11% ke 160,25 dan EUR/JPY melemah 0,09% ke 186,02, sementara indeks dolar AS naik tipis 0,05% menjadi 99,32.

Analis menilai bahwa pergerakan saham Jepang mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan sektor teknologi dan industri, serta respons pasar terhadap harga komoditas global. Volatilitas Nikkei menurun 10,61% ke 31,09, menunjukkan risiko pasar yang sedikit mereda dan kepercayaan investor yang meningkat menjelang rilis data ekonomi penting berikutnya. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, June 16, 2026

Saham Jepang Bervariasi, Bank Menguat Saat Teknologi Melemah

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak bervariasi pada Rabu (17/6), dengan sektor perbankan menjadi penopang indeks sementara beberapa saham teknologi melemah. Investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve, sementara penurunan harga minyak akibat optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran membantu menjaga sentimen pasar.

Topix naik 0,1% ke 3.995,22 pada pukul 09.23 waktu Tokyo, sedangkan Nikkei turun 0,2% ke 69.265,13. Dari 1.639 saham dalam indeks Topix, sebanyak 1.105 saham menguat, 465 melemah, dan 69 tidak berubah.

Mizuho Financial Group menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan Topix setelah sahamnya naik 2,5%. Penguatan saham perbankan memberi dukungan bagi pasar di tengah tekanan pada beberapa saham teknologi yang sebelumnya sensitif terhadap valuasi dan ekspektasi suku bunga global.

Kazunori Tatebe, chief strategist Daiwa Asset Management, mengatakan sektor-sektor yang sebelumnya menghadapi tekanan kuat dari situasi Timur Tengah diperkirakan dapat berkinerja relatif lebih baik setelah harga minyak turun. Penurunan crude meredakan kekhawatiran inflasi dan memberi ruang bagi rotasi ke sektor siklikal.

Tatebe juga menilai keputusan kebijakan dan konferensi pers Bank of Japan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi pasar saham. Kenaikan suku bunga masih berada dalam rentang pergerakan terbaru, sementara yen tetap relatif stabil, sehingga dampaknya terhadap ekuitas Jepang terbatas.

Perhatian berikutnya tertuju pada The Fed. Pasar menilai kemungkinan The Fed memberi sinyal kuat kenaikan suku bunga masih rendah, sehingga risiko reaksi negatif besar dari pasar saham juga dinilai terbatas. Namun, nada kebijakan tetap penting karena dapat memengaruhi yield global, yen, dan saham teknologi.

Sentimen terhadap saham berbasis AI diperkirakan tetap menjadi faktor utama setelah pertemuan FOMC. Di saat yang sama, membaiknya situasi Timur Tengah dan turunnya harga minyak dapat mendorong minat beli melebar ke saham siklikal. Fokus pasar akan tertuju pada sinyal The Fed, arah yen, pergerakan harga minyak, dan keberlanjutan rotasi sektor di bursa Jepang.(mrv)* PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, June 14, 2026

Bursa Jepang Menguat, Nikkei Melonjak Ditopang Saham Properti dan Perbankan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (12/06), didorong oleh kenaikan saham-saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 berhasil naik tajam sebesar 2,87% pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Mitsui Mining and Smelting Co. yang melonjak 17,60% ke level 43.900. Saham Disco Corp juga naik kuat 14,09% ke 79.900, sementara Sumitomo Metal Mining menguat 11,67% ke 8.638. Kenaikan saham-saham tersebut menjadi pendorong utama reli Nikkei hari ini.

Meski indeks utama menguat, beberapa saham tetap berada di zona merah. Taiyo Yuden turun 5,44% ke 15.725, Shift Inc melemah 4,92% ke 645,30, dan Murata Manufacturing turun 4,58% ke 8.556. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Tokyo.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melemah. Minyak mentah WTI turun 1,92% ke US$86,03 per barel, sementara Brent turun 2,06% ke US$88,52 per barel. Sebaliknya, emas berjangka justru menguat 2,22% ke US$4.205,40 per troy ounce, menunjukkan minat investor terhadap aset aman masih cukup kuat.

Di pasar valuta asing, USD/JPY naik 0,26% ke 160,32, sementara EUR/JPY menguat 0,22% ke 185,53. Penguatan yen cross dan kenaikan Nikkei menunjukkan pasar Jepang masih mendapatkan dorongan positif, meskipun volatilitas ikut meningkat dengan Nikkei Volatility naik ke level tertinggi satu bulan. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, June 11, 2026

Nikkei Berbalik Menguat Setelah AS Rampungkan Serangan ke Iran

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 berhasil berbalik menguat tipis pada perdagangan Kamis, naik 0,06% dan ditutup di level 64.217. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat jatuh cukup dalam hingga 2,87% pada awal sesi perdagangan.

Sentimen pasar mulai membaik setelah militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa serangan terbaru ke Iran telah selesai dilakukan. Kabar ini memunculkan harapan bahwa ruang negosiasi damai antara pihak-pihak terkait bisa kembali terbuka.

Meski begitu, tekanan masih terasa di sektor teknologi. Investor masih mencermati valuasi saham-saham berbasis AI yang dianggap sudah cukup tinggi, sehingga beberapa saham Jepang yang memiliki eksposur besar terhadap tren AI global masih bergerak terbatas.

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada Bank of Japan. Bank sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pekan depan, seiring meningkatnya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan inflasi.

Secara saham individu, Kioxia Holdings melonjak 7%, Taiyo Yuden naik 6,2%, dan Murata Manufacturing menguat 3,7%. Namun, SoftBank Group turun 1,4%, Fujikura melemah 1,2%, dan Toyota Motor terkoreksi 2,4%. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, June 10, 2026

Nikkei 225 Melemah 1,66%, Saham Jepang Ditutup di Zona Merah

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/06). Indeks Nikkei 225 turun 1,66% setelah tekanan jual melanda sejumlah sektor utama, terutama sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap kondisi pasar yang bergerak cukup volatil.

Meski indeks utama melemah, beberapa saham masih berhasil mencatatkan penguatan. Mitsubishi Estate menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah naik 5,18% ke level 4.162. Oriental Land juga menguat 4,30% ke level 2.292,50, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 4,22% dan ditutup di level 12.980.

Di sisi lain, tekanan besar datang dari saham-saham yang mencatat penurunan tajam. Taiyo Yuden menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 12,91% ke level 15.655. Furukawa Electric turun 11,74% ke level 41.040, sedangkan Sumitomo Electric Industries melemah 11,71% ke level 10.630. Koreksi tajam pada saham-saham tersebut ikut membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.

Secara luas, jumlah saham yang melemah di Bursa Efek Tokyo lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat 1.884 saham bergerak turun, sementara 1.663 saham menguat dan 219 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks volatilitas Nikkei juga naik 0,59% ke level 32,65, menandakan ketidakpastian pasar masih cukup terasa.

Dari pasar komoditas dan valuta asing, harga minyak mentah bergerak tipis melemah, dengan WTI berada di sekitar US$88,17 per barel dan Brent di kisaran US$91,43 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 1,38% ke level US$4.227,30 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik tipis ke 160,38, EUR/JPY menguat ke 185,22, dan indeks dolar AS bergerak sedikit naik ke level 99,91. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id 


Tuesday, June 9, 2026

Nikkei Naik 1,9%, Sektor Bank dan Properti yang Memimpin!

 

PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (09/06), dengan Nikkei 225 naik 1,92%. Penguatan didorong kinerja sektor properti, perbankan, dan tekstil, mencerminkan kembalinya minat risiko di bursa Tokyo setelah pergerakan pasar yang lebih volatil belakangan ini.

Kenaikan dipimpin beberapa saham berkapitalisasi besar. Taiyo Yuden melonjak 20,03% dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara Murata Manufacturing naik 11,26% dan Panasonic menguat 9,79%—Panasonic juga mencatat rekor harga. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik melampaui yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan yang relatif menyebar.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa emiten komoditas dan kesehatan. Mitsui Mining and Smelting turun 4,57%, Sumitomo Metal Mining melemah 3,48%, dan Sumitomo Dainippon Pharma turun 3,47%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih selektif, dengan rotasi terjadi antar-sektor.

Indikator volatilitas juga meningkat. Nikkei Volatility Index naik 14,42% ke 32,46, mengisyaratkan pelaku pasar masih memasang premi perlindungan risiko meski indeks utama menguat.

Dari pasar global, minyak melemah dengan WTI Juli turun ke US$89,92/barel dan Brent Agustus ke US$93,29/barel. Emas berjangka Agustus turun tipis ke US$4.353,95/oz. Di valuta, USD/JPY bertahan di sekitar 160,17, sementara indeks dolar AS berjangka melemah ke 99,64—kombinasi yang membantu menjaga sentimen ekuitas tetap positif, meski volatilitas masih tinggi. (asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Monday, June 8, 2026

Nikkei Anjlok 3,74%, Saham Jepang Tertekan Aksi Jual Luas

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (08/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 3,74% di Tokyo. Tekanan terjadi setelah saham-saham di sektor Paper & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi menjadi pemberat utama pasar. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya aksi jual di tengah sentimen global yang masih rapuh.

Di antara saham yang masih mencatatkan penguatan, Toho Co. menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 6,80% ke level 1.280,50. Sementara itu, Sumitomo Dainippon Pharma naik 5,39% ke 1.514,50, dan Tokio Marine Holdings menguat 3,37% ke 7.232,00. Kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar pada indeks utama.

Saham dengan penurunan terdalam dipimpin oleh SUMCO Corp. yang anjlok 12,84% ke level 3.522,00. Tekanan juga terjadi pada Murata Manufacturing yang turun 10,15% ke 8.711,00, serta Socionext Inc. yang melemah 10,05% ke 2.456,00. Secara keseluruhan, saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan 2.700 saham turun, sementara 909 saham naik dan 168 stagnan.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melonjak tajam. Crude oil untuk pengiriman Juli naik 4,59% ke US$94,70 per barel, sementara Brent oil untuk pengiriman Agustus menguat 4,95% ke US$97,70 per barel. Di sisi lain, kontrak emas Agustus justru melemah 0,95% ke US$4.323,84 per troy ounce, menunjukkan pasar masih bergerak selektif di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pasangan USD/JPY turun tipis 0,05% ke 160,24, dan EUR/JPY melemah 0,07% ke 184,57. Indeks Dolar AS Futures juga turun 0,21% ke 99,85. Ke depan, investor akan mencermati arah harga minyak, pergerakan yen, serta sentimen global untuk melihat apakah tekanan pada bursa Jepang masih berlanjut atau mulai mereda dalam sesi berikutnya. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, June 7, 2026

Nikkei 225 Turun 1,26% Dipimpin Pelemahan Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo - Nikkei 225 ditutup melemah 1,26% pada Jumat (05/06) di Tokyo, dengan tekanan terutama datang dari sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication. Kenaikan volatilitas turut menyertai pelemahan, dengan Nikkei Volatility naik 0,51% ke 29,46.

Di sisi saham individu, penguat utama indeks dipimpin Japan Steel Works yang naik 8,99% ke 7.930, diikuti Trend Micro yang menguat 7,28% ke 6.678. T&D Holdings juga menguat 6,42% ke 4.390 dan menyentuh level tertinggi lima tahun.

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari SUMCO yang turun 7,44% ke 4.041, disusul Ibiden yang melemah 6,92% ke 18.760. Tokyo Electron turun 6,61% ke 59.450, mempertegas tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Secara keseluruhan, saham yang naik masih lebih banyak daripada yang turun di Tokyo Stock Exchange, dengan 2.701 saham menguat, 861 melemah, dan 204 tidak berubah. Namun, pelemahan pada beberapa konstituen besar tetap cukup untuk menyeret indeks utama ke zona negatif.

Di pasar lain, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli turun 0,29% ke US$92,77/barel, sementara Brent untuk Agustus relatif stabil di US$95,07/barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 0,56% ke US$4.479,57/oz. Di valuta asing, USD/JPY nyaris datar di 159,94, sementara indeks dolar berjangka turun tipis ke 99,33. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, June 4, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Tekanan AI Seret Nikkei dari Rekor

 

Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada perdagangan Kamis (04/06), dengan Nikkei 225 turun 1,36% ke level 67.470, sementara indeks Topix terkoreksi 1,11% ke 3.952. Pelemahan ini terjadi setelah pasar saham Jepang sebelumnya berada di area rekor tertinggi, sehingga investor mulai melakukan aksi ambil untung di tengah tekanan global.

Tekanan utama datang dari pelemahan sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Bursa Jepang mengikuti sentimen negatif dari pasar global, terutama setelah prospek lemah dari produsen chip Amerika Serikat, Broadcom, membuat kekhawatiran terhadap sektor semikonduktor kembali meningkat.

Selain faktor teknologi, ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah tekanan ke pasar. Kondisi ini menurunkan harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai, sekaligus mendorong harga energi lebih tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi dan arah suku bunga kembali menjadi perhatian utama investor.

Di antara saham utama, SoftBank Group anjlok 11,3% karena eksposurnya yang besar terhadap investasi berbasis AI. Saham lain yang ikut melemah antara lain Kioxia Holdings turun 1,5%, Fujikura turun 3,9%, Murata Manufacturing turun 5%, Taiyo Yuden turun 3,9%, dan Furukawa Electric melemah 3,8%. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, June 3, 2026

Rali Teknologi Dorong Nikkei Cetak Rekor

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 2% pada Rabu dan ditutup di atas 68.000 untuk pertama kalinya. Penutupan ini mencetak rekor baru, didorong rali berlanjut pada saham-saham teknologi.

Optimisme terhadap peluang bisnis terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi penopang utama. Pelaku pasar menilai perusahaan Jepang punya peran penting dalam perluasan infrastruktur AI global, sehingga berpotensi diuntungkan dari pertumbuhan sektor tersebut.

Di sektor teknologi, Tokyo Electron melesat 13,4% dan Advantest naik 5,1%. Saham lain yang ikut menguat antara lain Kioxia Holdings (+0,7%), Fujikura (+9,3%), dan Furukawa Electric (+4,3%).

Meski sentimen AI mendominasi, investor masih memantau perkembangan negosiasi damai AS–Iran. Sinyal yang berubah-ubah dari kedua pihak menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.(asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker

Tuesday, June 2, 2026

Nikkei Turun 0,49% Dipicu Pelemahan Sektor Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Selasa (02/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 0,49% di akhir sesi Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh tekanan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong sentimen pasar cenderung hati-hati.

Tekanan pasar terlihat cukup luas. Di Bursa Tokyo, jumlah saham yang turun mengungguli yang naik, dengan 2.580 saham melemah, 994 menguat, dan 199 stagnan. Gambaran ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada segelintir saham, tetapi menyebar ke banyak emiten.

Meski indeks ditutup negatif, beberapa saham mencatat penguatan tajam. AGC Inc melesat 9,09% dan menyentuh level tertinggi 5 tahun, sementara Shift Inc naik 8,81%. Isetan Mitsukoshi Holdings juga menguat 6,96% dan mencapai level tertinggi 52 minggu, menandakan masih ada minat selektif pada saham tertentu di tengah koreksi pasar.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari beberapa emiten yang terkoreksi dalam. Nippon Electric Glass turun 9,97%, Mitsui Mining and Smelting melemah 7,97%, dan Yaskawa Electric turun 7,25%. Pada saat yang sama, Nikkei Volatility naik 9,60% ke 28,54, mengindikasikan pasar mulai memasang premi risiko yang lebih tinggi.

Pergerakan lintas aset turut memberi konteks pada sentimen hari ini. Minyak melemah, dengan WTI Juli turun ke US$91,44/barel dan Brent Agustus ke US$94,31/barel, sementara emas berjangka Agustus naik 1,34%. Di pasar valuta asing, USD/JPY relatif stabil di 159,72 dan EUR/JPY naik ke 186,07, sementara indeks dolar AS sedikit melemah. Kombinasi pelemahan saham dan kenaikan volatilitas menjadi sinyal bahwa pelaku pasar sedang menyeimbangkan kembali posisi risiko di tengah perubahan dinamika global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Monday, June 1, 2026

Nikkei 225 Cetak Rekor Baru, Ditopang Real Estat dan Perbankan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin (01/06), dengan indeks Nikkei 225 naik 0,90% dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan dipimpin sektor real estat, perbankan, dan tekstil, menandai sesi yang solid di Bursa Tokyo.

Penguatan indeks ditopang lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar. SoftBank Group melonjak 14,02% dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, sementara Kioxia Holdings naik 10,10% juga ke rekor tertinggi, dan SUMCO menguat 9,46% ke level tertinggi lima tahun.

Di sisi lain, tekanan muncul pada beberapa emiten defensif dan industri. Denka turun 7,33%, Mitsubishi Electric melemah 7,17%, dan Shiseido turun 6,96%, mencerminkan rotasi yang selektif di dalam pasar meski indeks utama menguat.

Lebarnya partisipasi pasar cenderung positif, dengan jumlah saham naik melampaui yang turun (2.617 berbanding 982), sementara volatilitas tersirat melemah. Indeks Volatilitas Nikkei turun 3,38% ke 26,04, level terendah dalam tiga bulan, mengindikasikan premi risiko jangka pendek yang lebih terkendali.

Dari sisi lintas aset, minyak menguat tajam dengan WTI naik 3,13% ke US$90,09 per barel dan Brent naik 2,83% ke US$93,70, sementara emas berjangka turun 1,33%. Yen melemah tipis dengan USD/JPY naik ke 159,42, dan indeks dolar berjangka menguat terbatas—kombinasi yang menjaga dukungan bagi aset berisiko, sembari pasar memantau pergerakan energi, kurs yen, dan dinamika volatilitas sebagai penentu kelanjutan sentimen. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, May 28, 2026

Nikkei Turun, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang!

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada Kamis (28/05), dengan Nikkei 225 turun 0,47% dan ditutup di 64.693, sementara Topix turun 0,41% ke 3.902. Koreksi ini terjadi setelah reli yang membawa indeks ke rekor, ketika tekanan kembali muncul di saham-saham teknologi.

Sentimen global ikut menambah kehati-hatian setelah laporan serangan terbaru AS ke Iran. Di saat yang sama, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan udara AS tanpa menyebut lokasi, membuat pasar kembali menilai risiko eskalasi meski pembicaraan masih berjalan.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda sebelumnya memperingatkan tekanan inflasi yang meningkat akibat harga minyak yang lebih tinggi, namun tidak memberi sinyal jelas apakah BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Kombinasi inflasi energi dan ketidakpastian kebijakan menjaga pasar cenderung defensif.

Sektor teknologi memimpin pelemahan. SoftBank Group turun 2%, Fujikura melemah 2,4%, Advantest turun 2,9%, dan Lasertec jatuh 3,4%, menandai aksi ambil untung dan rotasi yang lebih selektif setelah reli kuat. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 25, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Naik 3,0% Dipimpin Real Estate dan Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (25/05), dengan Nikkei 225 naik 3,04% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, menandai perbaikan sentimen risiko di bursa Tokyo.

Di jajaran penggerak utama, Taiyo Yuden melonjak 16,51% ke rekor tertinggi, sementara Fujikura naik 14,43% dan Kioxia Holdings menguat 14,02% juga ke rekor. Sebaliknya, tekanan terlihat pada Archion yang turun 8,41%, serta Pan Pacific International (-4,88%) dan Aeon (-4,76%) yang masing-masing menyentuh level terendah 52 minggu.

Dari lebar pasar, saham yang turun masih lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, mencerminkan reli yang kuat namun tetap selektif. Nikkei Volatility tercatat stabil di 28,35, mengindikasikan pasar opsi belum menambah premi volatilitas meski indeks berada di puncak baru.

Pergerakan aset global turut memberi konteks. Minyak melemah tajam, dengan WTI Juli turun 5,42% ke US$91,36 dan Brent Agustus turun 4,81% ke US$95,39, sementara kontrak emas Agustus naik 0,91% ke US$4.597,70 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,16% ke 158,94, sedangkan EUR/JPY naik 0,16% ke 185,02. Kontrak berjangka US Dollar Index juga melemah 0,23% ke 98,96, menjaga latar “risk-on” yang mendukung ekuitas Jepang, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perbaikan sentimen. (asd) PT Rifan.

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, May 24, 2026

Nikkei Naik 1,8%, Cetak Rekor Intraday

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Stock Average menguat 1,8% ke 64.463,08 dan sempat menyentuh rekor intraday di 64.515,84. Penguatan didorong meningkatnya harapan pasar terhadap potensi kesepakatan damai AS-Iran, yang meredakan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan dipimpin saham chip dan konstruksi. Kioxia Holdings naik 5,3%, sementara Taisei menguat 7,8%, mencerminkan minat beli pada sektor yang sensitif terhadap sentimen risiko dan prospek aktivitas ekonomi.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 158,91 yen, sedikit lebih rendah dibanding 159,07 yen pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat. Pergerakan yen yang menguat tipis ini terjadi seiring investor menyesuaikan posisi terhadap berita geopolitik dan arah dolar.

Pelaku pasar tetap memantau perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan ia tidak terburu-buru untuk merampungkan kesepakatan mengakhiri perang dengan Iran. Nada “tidak tergesa-gesa” ini membuat investor menunggu kejelasan lanjutan, meski untuk sementara sentimen pasar masih mendukung aset berisiko seperti saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Thursday, May 21, 2026

Nikkei Naik Didorong Lonjakan SoftBank dan Saham Teknologi

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang menguat pada perdagangan Kamis (21/05), dengan Nikkei 5225 Index melonjak 3,14% menutup di 61.684 dan Topix Index naik 1,64% ke 3.854. Kenaikan ini menandai rebound setelah penurunan awal pekan dan didorong oleh optimisme baru terhadap permintaan terkait kecerdasan buatan.

Sentimen investor juga mendapat dorongan dari kinerja laba kuat Nidia yang memengaruhi pasar teknologi global, serta kabar bahwa Samsung Electronics berhasil menghindari potensi mogok kerja, yang mendukung saham-saham terkait semikonduktor. Di Jepang, SoftBank Group memimpin reli dengan lonjakan hampir 20% setelah laporan mengenai persiapan OpenAI untuk penawaran saham publik.

Saham teknologi lain juga mencatatkan kenaikan signifikan, termasuk Kioxia Holdings (7,9%), Fujikura (4,8%), Advantest (4,4%), Ibiden (14,3%), dan Tokyo Electron (5,9%). Pergerakan ini menunjukkan fokus investor pada sektor teknologi sebagai pendorong utama penguatan pasar domestik.

Selain faktor industri, berita geopolitik turut memengaruhi pasar, dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Iran. Hal ini meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz yang strategis dapat segera dibuka kembali, menambah sentimen positif bagi saham Jepang secara luas. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, May 20, 2026

Saham Jepang Turun 1,34% di Tengah Kerugian Sektor, Tekanan Minyak dan Valuta Asing

 


Rifan Financindo - Saham Jepang berakhir lebih rendah pada hari Rabu, dengan Nikkei 225 turun 1,34% karena sentimen pasar yang lebih luas melemah. Kerugian terkonsentrasi di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan posisi investor yang hati-hati menjelang pergerakan komoditas dan mata uang global.

Ube Industries memimpin kenaikan di Nikkei 225, melonjak 20,92% menjadi 2.890,50, sementara Ryohin Keikaku dan Archion Corp masing-masing naik 3,48% dan 3,13%. Sebaliknya, Okuma Corp. turun 9,99% menjadi 4.055,00, Fujikura Ltd. turun 8,52%, dan Taisei Corp. kehilangan 6,12%, menyoroti kinerja sektor yang tidak merata. Secara keseluruhan, saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik dengan rasio lebih dari 4 banding 1, dengan 2.937 saham turun dibandingkan 686 saham yang naik, sementara 159 saham tetap tidak berubah.

Perkembangan komoditas dan mata uang menambah tekanan pada ekuitas. Minyak mentah WTI Juli turun 1,08% menjadi $102,89 per barel, minyak mentah Brent turun 0,93% menjadi $109,95, dan emas berjangka Juni turun 0,12% menjadi $4.479,84 per ons. USD/JPY turun 0,08% menjadi 158,95, sementara EUR/JPY turun 0,14% menjadi 184,35. Indeks Volatilitas Nikkei naik tipis 0,49% menjadi 30,94, mencerminkan ketidakpastian pasar berbasis opsi yang meningkat.

Pasar sekarang mengamati interaksi antara tren harga minyak, pergeseran mata uang, dan sentimen risiko, yang dapat memengaruhi rotasi sektor dan arah ekuitas secara keseluruhan. Investor dapat memantau data komoditas yang akan datang dan petunjuk keuangan global untuk mengukur momentum pasar lebih lanjut. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, May 19, 2026

Nikkei 225 Turun 0,12% Dibebani oleh Sektor Transportasi dan Komunikasi

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah pada Selasa (19/05), dengan Nikkei 225 turun 0,12% di akhir perdagangan Tokyo. Tekanan datang terutama dari pelemahan di sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication, yang menahan indeks tetap di zona negatif meski ada sejumlah penguatan saham individual.

Di level saham, penguatan terbesar dipimpin Konami yang naik 9,18% ke 20.455, diikuti BayCurrent Consulting yang menguat 8,24% ke 5.756 dan Archion naik 8,19% ke 383. Di sisi lain, pelemahan tajam terlihat pada Fujikura yang turun 16,95% ke 4.695, sementara Furukawa Electric melemah 8,37% ke 50.250 dan DOWA Holdings turun 6,79% ke 10.370.

Di pasar yang lebih luas, jumlah saham yang naik sebenarnya lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo, dengan 2.303 saham menguat berbanding 1.265 melemah, sementara 202 tidak berubah. Namun, ukuran indeks yang sensitif terhadap bobot saham-saham tertentu membuat pergerakan beberapa emiten besar yang melemah tetap cukup untuk menahan indeks.

Sinyal kehati-hatian juga tercermin dari kenaikan Nikkei Volatility sebesar 3,64% ke 30,79, menunjukkan premi volatilitas opsi meningkat. Di saat yang sama, komoditas cenderung melemah: WTI Juli turun 0,53% ke US$103,83/barel dan Brent Juli turun 1,33% ke US$110,61/barel, sementara emas berjangka Juni turun 0,20% ke US$4.548,70/ons.

Di pasar valas, USD/JPY naik 0,20% ke 159,09 dan EUR/JPY menguat tipis 0,01% ke 185,13, sementara US Dollar Index Futures turun 0,04% ke 99,07. Ke depan, pelaku pasar biasanya memantau apakah kenaikan volatilitas berlanjut, arah pergerakan yen terhadap dolar, serta bagaimana kombinasi sentimen risiko dan pergerakan energi memengaruhi rotasi sektor di bursa Tokyo. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 18, 2026

Nikkei Turun, Volatilitas Naik Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Senin, dengan indeks Nikkei 225 turun 1,08%. Pelemahan dipimpin oleh sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, sementara jumlah saham turun lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo.

Di sisi penggerak indeks, beberapa saham justru melonjak. Terumo naik 18,57%, Recruit Holdings menguat 16,58%, dan Kioxia Holdings naik 15,75% serta mencetak all-time high.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari Marui Group yang turun 8,53% dan menyentuh level terendah 52 minggu, disusul Nikon turun 7,95% dan Subaru melemah 7,11%.

Dari pasar lain, volatilitas Nikkei naik tipis ke 29,71. Harga minyak menguat, dengan WTI Juli naik ke sekitar US$102,77/barel dan Brent Juli naik ke US$110,88/barel, sementara emas berjangka turun ke sekitar US$4.549,60/ons; USD/JPY naik tipis ke 158,89.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, May 17, 2026

Nikkei Turun Tiga Sesi

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada Senin, mengikuti penurunan Wall Street dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah yang menjaga harga minyak tetap tinggi.

Indeks Nikkei 225 turun 0,7% ke sekitar 61.000, sementara Topix melemah 0,5% ke 3.845. Pasar menilai risiko inflasi kembali menguat seiring gangguan geopolitik yang berpotensi mempertahankan harga energi di level tinggi.

Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Washington kian menipis. Media Iran juga melaporkan kedua pihak masih berjauhan dalam negosiasi, memperpanjang ketidakpastian terkait konflik.

Sentimen juga terbebani oleh kenaikan yield obligasi AS pada Jumat, setelah aksi jual tajam di pasar Treasury. Lonjakan yield itu didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk meredam tekanan inflasi yang terkait konflik Iran.

Kenaikan yield biasanya memperketat kondisi finansial dan menekan valuasi saham, terutama sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan. Dalam kondisi ini, reli harga minyak memperkuat narasi “suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama” yang menjadi hambatan bagi aset berisiko.

Di bursa Tokyo, saham teknologi memimpin pelemahan. Kioxia Holdings turun 8,3%, Fujikura melemah 2,4%, dan SoftBank Group turun 1,7%.

Pada sisi korporasi, Mizuho Financial jatuh hampir 7% setelah laporan menyebut perusahaan mempertimbangkan potensi investasi di Rakuten Bank. Pasar akan memantau arah harga minyak, pergerakan yield AS, serta perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai penentu sentimen berikutnya.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber: NewsMaker


Tuesday, May 12, 2026

Nikkei Naik 0,44% Dipimpin Real Estate dan Perbankan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (12/05), dengan Nikkei 225 naik 0,44% dipimpin oleh kenaikan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Namun, breadth pasar cenderung lemah karena saham yang turun masih lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo.

Penguatan indeks ditopang lonjakan beberapa emiten besar, dipimpin Furukawa Electric yang melonjak 16,12% dan menorehkan level tertinggi sepanjang masa. Fujikura naik 11,59% dan juga mencetak rekor baru, sementara Shimizu menguat 10,67% pada perdagangan akhir sesi.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada sejumlah saham, dengan LY Corp turun 8,62%, Comsys Holdings melemah 8,50%, dan Yamaha turun 7,63%. Meski demikian, indikator volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 (Nikkei Volatility) turun 7,06% ke 31,75, mengindikasikan meredanya premi risiko jangka pendek di pasar derivatif.

Di pasar global, harga minyak naik, dengan WTI Juni menguat 2,57% ke US$100,59 per barel dan Brent Juli naik 2,16% ke US$106,46, sementara emas berjangka Juni turun 0,49% ke US$4.705,54 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,26% ke 157,52 dan indeks dolar berjangka menguat 0,28% ke 98,10, menambah konteks risk-repricing saat investor menimbang dampak energi dan dolar terhadap aset berisiko. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 11, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor saat Lonjakan Minyak Terjadi

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (11/05), dengan Nikkei 225 turun 0,2% ke sekitar 62.600, terkoreksi dari level rekor terbaru. Tekanan datang saat harga minyak melonjak menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian, membuat Selat Hormuz dinilai tetap efektif tertutup.

Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan membebani sentimen di negara pengimpor minyak seperti Jepang. Dalam konteks ini, biaya input yang lebih tinggi berpotensi menggerus margin korporasi sekaligus mendorong pasar menilai ulang prospek kebijakan dan daya beli, sehingga aset berisiko cenderung kehilangan dukungan.

Di level saham, pelemahan terlihat pada SoftBank Group (-6,3%), Advantest (-2%), dan Furukawa Electric (-1,6%). Nintendo juga turun 8,3% setelah memperingatkan penjualan hardware dan software diperkirakan menurun, sementara kenaikan biaya chip memori menekan profitabilitas.

Di sisi lain, Sony Group naik 8,5% setelah mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar dan memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, ditopang pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar. Ke depan, arah Nikkei kemungkinan tetap sensitif terhadap dinamika harga minyak, perkembangan di Selat Hormuz, serta respons emiten terhadap tekanan biaya dan prospek permintaan global. (asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, May 10, 2026

Nikkei dan Topix Koreksi Tipis, Namun Tetap Cetak Kenaikan Mingguan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Jumat (08/05), dengan Nikkei 225 turun 0,19% ke 62.713 dan Topix turun 0,29% ke 3.829, seiring sentimen pasar tertekan oleh kembalinya eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran geopolitik.

Meski demikian, kinerja mingguan tetap solid. Nikkei naik 5,38% dan Topix menguat 2,7% dalam sepekan, ditopang reli sebelumnya pada saham teknologi dan emiten yang terkait tema AI.

Dari sisi korporasi, Sony mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar serta memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, didorong pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar smartphone. Sementara itu, Nintendo menyatakan akan menaikkan harga ritel Switch 2 setelah memperkirakan penjualan konsol andalannya melemah di tengah kelangkaan chip memori.

Di sektor otomotif, Toyota melaporkan penurunan laba operasi kuartal keempat sebesar 49% akibat dampak tarif AS terhadap kinerja. Ke depan, pelaku pasar cenderung memantau perkembangan risiko geopolitik yang berpotensi mengubah selera risiko, serta dinamika sektor teknologi dan eksportir yang sensitif terhadap sentimen global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Thursday, May 7, 2026

Nikkei Naik Tajam, SoftBank Jadi Teratas!

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 melonjak 5,58% dan ditutup di 62.834 pada perdagangan Kamis (07/05) pasca-libur, menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini mencerminkan aksi “catch-up” saham Jepang terhadap reli global berbasis teknologi.

Sentimen menguat setelah kinerja laba perusahaan teknologi besar memperkuat optimisme terkait adopsi kecerdasan buatan, yang pada gilirannya meningkatkan minat pada saham-saham terkait semikonduktor. SoftBank Group memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 18% ke level tertinggi enam bulan, menjadi performa harian terkuatnya sejak 2020.

Saham-saham rantai pasok chip juga menguat tajam. Advantest naik 6,8% dan Tokyo Electron menguat 9%, sementara penguatan turut terlihat pada nama-nama teknologi besar lain seperti Fujikura, Lasertec, dan Disco Corp.

Dorongan tambahan datang dari laporan bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan memorandum satu halaman berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik, termasuk langkah yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan membangun kerangka negosiasi nuklir yang lebih luas. Jika persepsi risiko geopolitik mereda, tekanan risk premium pada aset berisiko cenderung turun, sehingga mendukung penguatan ekuitas.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan narasi laba sektor teknologi, pergerakan saham semikonduktor, serta perkembangan konkret pembicaraan AS–Iran yang bisa memengaruhi stabilitas jalur energi global dan sentimen risiko secara keseluruhan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker