Thursday, August 27, 2026

Nvidia Kuat, Nikkei Malah Terkoreksi

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang mengakhiri perdagangan Kamis (27/08) dengan pelemahan tipis setelah gagal mempertahankan lonjakan pada awal sesi. Nikkei 225 berada di sekitar 66.126,84, turun 0,20%, setelah dibuka di 66.775,78 dan sempat mencapai 66.954,69. Indeks bahkan sempat turun hingga 65.782,59 sebelum memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan.


Pasar sempat mendapat dorongan kuat dari laporan keuangan Nvidia. Raksasa chip AS tersebut mencatat pendapatan kuartalan yang lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan memberikan outlook yang kuat, memperkuat keyakinan bahwa belanja infrastruktur kecerdasan buatan masih berlanjut. Saham Nvidia melonjak sekitar 4,7% pada perdagangan setelah jam reguler.


Namun, optimisme AI tidak mampu bertahan penuh di Tokyo. Advantest, salah satu pemasok Nvidia dan saham dengan bobot besar pada Nikkei, berbalik turun setelah sempat menguat di awal perdagangan. SoftBank Group juga kehilangan momentum, membuat indeks Nikkei tertinggal dibanding sejumlah pasar teknologi Asia lainnya.


Di sisi lain, sebagian saham terkait AI tetap mencatat kenaikan. Kioxia mendapat dukungan dari prospek permintaan memori, sementara Fujikura ikut menguat. Saham perbankan seperti Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui juga memperoleh aliran dana ketika investor mulai melakukan rotasi dari saham growth menuju saham value.


Sentimen investor turut dibatasi oleh inflasi AS yang masih tinggi. Data PCE terbaru menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda, membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat. Perhatian kini bergeser ke pidato Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, yang berpotensi menentukan arah yield, dolar, dan saham teknologi global. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker


Wednesday, August 26, 2026

Nikkei Rises 0.58%, Supported by Property and Banking Stocks

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei 225 naik 0,58%. Penguatan terutama ditopang saham sektor properti, perbankan, dan tekstil, sementara jumlah saham yang naik mencapai 1.927 dibandingkan 1.516 saham yang melemah di Bursa Tokyo.

Saham Furukawa Electric menjadi salah satu penggerak utama setelah melonjak 10,34%, disusul Ibiden yang naik 6,30% dan Fujikura menguat 5,50%. Sebaliknya, Tokyo Electric Power turun 3,40%, Yokohama Rubber melemah 3,36%, dan Nissan Motor terkoreksi 3,05%.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari penurunan volatilitas, dengan Nikkei Volatility turun 0,88% ke 28,13. Namun, penguatan dolar terhadap yen masih menjadi perhatian setelah USD/JPY naik ke sekitar 159,41, sementara Dollar Index Futures berada di sekitar 99,03.

Dari pasar komoditas, minyak kembali melemah dengan WTI berada di sekitar US$84,26 per barel, sementara Brent turun ke US$89,72. Emas berjangka Desember relatif stabil di sekitar US$4.695,40 per troy ons.

Analisis Newsmaker: kenaikan Nikkei menunjukkan minat beli masih bertahan meski sentimen global dibayangi volatilitas teknologi dan geopolitik. Pelemahan yen dapat membantu saham eksportir Jepang, tetapi USD/JPY yang semakin tinggi juga meningkatkan kemungkinan respons kebijakan dari Jepang. Untuk jangka pendek, arah yen dan sentimen Wall Street tetap menjadi katalis utama Nikkei. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, August 25, 2026

Nikkei Rises 0.58%, Supported by Property and Banking Stocks

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei 225 naik 0,58%. Penguatan terutama ditopang saham sektor properti, perbankan, dan tekstil, sementara jumlah saham yang naik mencapai 1.927 dibandingkan 1.516 saham yang melemah di Bursa Tokyo.

Saham Furukawa Electric menjadi salah satu penggerak utama setelah melonjak 10,34%, disusul Ibiden yang naik 6,30% dan Fujikura menguat 5,50%. Sebaliknya, Tokyo Electric Power turun 3,40%, Yokohama Rubber melemah 3,36%, dan Nissan Motor terkoreksi 3,05%.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari penurunan volatilitas, dengan Nikkei Volatility turun 0,88% ke 28,13. Namun, penguatan dolar terhadap yen masih menjadi perhatian setelah USD/JPY naik ke sekitar 159,41, sementara Dollar Index Futures berada di sekitar 99,03.

Dari pasar komoditas, minyak kembali melemah dengan WTI berada di sekitar US$84,26 per barel, sementara Brent turun ke US$89,72. Emas berjangka Desember relatif stabil di sekitar US$4.695,40 per troy ons.

Analisis Newsmaker: kenaikan Nikkei menunjukkan minat beli masih bertahan meski sentimen global dibayangi volatilitas teknologi dan geopolitik. Pelemahan yen dapat membantu saham eksportir Jepang, tetapi USD/JPY yang semakin tinggi juga meningkatkan kemungkinan respons kebijakan dari Jepang. Untuk jangka pendek, arah yen dan sentimen Wall Street tetap menjadi katalis utama Nikkei. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Sunday, August 23, 2026

Indeks Nikkei Anjlok 3,16% Akibat Aksi Jual Saham Teknologi di Pasar Jepang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,16% dan ditutup pada level 65.326 pada hari Rabu, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 3,09% ke posisi 4.012. Saham-saham Jepang melemah selama dua sesi berturut-turut seiring meningkatnya tekanan jual pada saham sektor semikonduktor dan teknologi.

Penurunan ini terjadi menyusul pelemahan di Wall Street, di mana perusahaan pembuat cip terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan jual yang kuat. Sentimen investor juga tertekan oleh tingginya imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga minyak, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam sekitar 30 tahun pada pekan ini.

Saham-saham yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok AI global mencatat penurunan paling tajam. Kioxia Holdings merosot 12,6%, Furukawa Electric anjlok 13,7%, Advantest turun 2,3%, Tokyo Electron melemah 3,1%, dan Fujikura turun 9,7%. Aksi jual juga merembet ke saham sektor keuangan dan konsumer, dengan Mitsubishi UFJ turun 4,4% dan Toyota Motor melemah 2,7%. PT Rifan Financindo Berjangka.

Source : NewsMaker

Thursday, August 20, 2026

Nikkei 225 Naik 1,46%; Sektor Properti dan Perbankan Memimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (20 Agustus), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,46%. Kenaikan indeks ini didorong oleh lonjakan harga saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil, serta membaiknya sentimen pasar yang dipicu oleh kinerja positif sejumlah saham berkapitalisasi besar (*large-cap*).

Sumitomo Metal Mining menjadi penggerak utama dengan lonjakan sebesar 10,76% menjadi 10.630 yen. Kenaikan juga terjadi pada saham Sumitomo Dainippon Pharma yang naik 8,48% menjadi 1.465 yen, serta Kansai Electric Power yang menguat 8,37% menjadi 2.557,50 yen.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan penurunan. Aozora Bank turun 3,11% menjadi 3.238 yen, Ibiden melemah 2,87% menjadi 19.150 yen, dan Nippon Steel turun 2,20% menjadi 663 yen. Kendati demikian, jumlah saham yang mengalami kenaikan jauh melampaui jumlah saham yang turun di bursa Tokyo.

Sebanyak 2.907 saham mencatatkan kenaikan dibandingkan dengan 612 saham yang turun, sementara 226 saham tidak mengalami perubahan harga. Hal ini menunjukkan kekuatan pasar yang menyeluruh, meskipun volatilitas Nikkei meningkat 6,33% menjadi 32,44, yang mengisyaratkan bahwa investor tetap berhati-hati terhadap potensi fluktuasi pasar.

Sentimen komoditas juga cenderung positif. Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,64% menjadi sekitar US$84,93 per barel, sementara minyak mentah Brent untuk bulan Oktober menguat 0,70% menjadi sekitar US$92,26 per barel. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember naik tipis 0,12% menjadi sekitar US$4.550,86 per troy ounce. Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY naik 0,11% menjadi 158,36, sedangkan EUR/JPY menguat 0,21% menjadi 185,09. Sementara itu, kontrak berjangka indeks dolar AS turun tipis 0,06% ke level 98,67. Kombinasi antara pelemahan dolar dan kenaikan saham domestik turut menopang sentimen positif di pasar Jepang, meskipun para investor tetap mencermati volatilitas global serta perkembangan kebijakan moneter. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, August 19, 2026

Nikkei Anjlok 2,45%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup turun tajam sekitar 2,45% pada perdagangan Selasa (18/08), dengan tekanan terbesar datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini membuat sentimen pasar Jepang memburuk setelah sebelumnya indeks sempat bergerak dekat level tinggi.

Tekanan paling besar terlihat pada sejumlah saham teknologi dan elektronik. Taiyo Yuden jatuh sekitar 11,5%, Murata Manufacturing turun sekitar 9,6%, sementara Kioxia Holdings melemah sekitar 7,6%. Koreksi tajam di saham-saham tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyeret Nikkei lebih rendah.

Di sisi lain, saham pelayaran justru mencatat penguatan. Nippon Yusen naik sekitar 4,5% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa, sementara Mitsui O.S.K. Lines menguat sekitar 3,8%. Nippon Steel juga naik lebih dari 3%, menunjukkan penguatan masih terjadi secara selektif di tengah tekanan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding saham yang menguat di Bursa Tokyo. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten besar, tetapi cukup menyebar di berbagai sektor.

Di pasar komoditas, harga minyak tetap tinggi dengan WTI berada di sekitar US$84,38 per barel dan Brent di sekitar US$91,33. Sementara kontrak berjangka emas Desember turun tipis ke kisaran US$4.454 per troy ons. Tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik turut menjadi faktor yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Analisis Newsmaker: Penurunan tajam Nikkei menunjukkan investor mulai mengurangi risiko, terutama pada saham teknologi yang sebelumnya mencatat kenaikan kuat. Selama harga minyak tetap tinggi, yield global bertahan tinggi, dan ketegangan Timur Tengah belum mereda, tekanan terhadap saham Jepang masih berpotensi berlanjut. Namun, penguatan saham pelayaran menunjukkan sektor yang diuntungkan dari kenaikan tarif angkut dan risiko geopolitik masih dapat menjadi penopang terbatas.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 18, 2026

Nikkei Anjlok 2,45%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup turun tajam sekitar 2,45% pada perdagangan Selasa (18/08), dengan tekanan terbesar datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini membuat sentimen pasar Jepang memburuk setelah sebelumnya indeks sempat bergerak dekat level tinggi.

Tekanan paling besar terlihat pada sejumlah saham teknologi dan elektronik. Taiyo Yuden jatuh sekitar 11,5%, Murata Manufacturing turun sekitar 9,6%, sementara Kioxia Holdings melemah sekitar 7,6%. Koreksi tajam di saham-saham tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyeret Nikkei lebih rendah.

Di sisi lain, saham pelayaran justru mencatat penguatan. Nippon Yusen naik sekitar 4,5% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa, sementara Mitsui O.S.K. Lines menguat sekitar 3,8%. Nippon Steel juga naik lebih dari 3%, menunjukkan penguatan masih terjadi secara selektif di tengah tekanan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding saham yang menguat di Bursa Tokyo. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten besar, tetapi cukup menyebar di berbagai sektor.

Di pasar komoditas, harga minyak tetap tinggi dengan WTI berada di sekitar US$84,38 per barel dan Brent di sekitar US$91,33. Sementara kontrak berjangka emas Desember turun tipis ke kisaran US$4.454 per troy ons. Tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik turut menjadi faktor yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Analisis Newsmaker: Penurunan tajam Nikkei menunjukkan investor mulai mengurangi risiko, terutama pada saham teknologi yang sebelumnya mencatat kenaikan kuat. Selama harga minyak tetap tinggi, yield global bertahan tinggi, dan ketegangan Timur Tengah belum mereda, tekanan terhadap saham Jepang masih berpotensi berlanjut. Namun, penguatan saham pelayaran menunjukkan sektor yang diuntungkan dari kenaikan tarif angkut dan risiko geopolitik masih dapat menjadi penopang terbatas.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, August 17, 2026

Nikkei Melemah, Konflik Timur Tengah Tekan Sentimen

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,7% ke level 68.732,71 pada perdagangan Selasa (18/08), mengikuti pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya. Investor cenderung berhati-hati karena ketegangan Timur Tengah kembali meningkat dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih mengalami kebuntuan.

Sentimen pasar memburuk setelah pejabat Iran kembali memberi sinyal bahwa eskalasi dapat meningkat jika jalur diplomasi gagal. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan kembali memperhitungkan potensi gangguan terhadap pasar energi global.

Tekanan cukup besar terlihat pada sejumlah saham teknologi Jepang. Screen Holdings turun sekitar 2,9%, Lasertec melemah 2,8%, sementara Nippon Building Fund kehilangan sekitar 2,4%, sehingga ikut menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.

Pelemahan Nikkei juga mengikuti koreksi di Wall Street, di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan yield obligasi AS dan harga minyak yang tetap tinggi akibat risiko geopolitik. Kombinasi tersebut meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi.

Di pasar valuta asing, yen bergerak relatif stabil dengan USD/JPY berada di sekitar 159,38, sedikit lebih rendah dibanding posisi akhir perdagangan New York sebelumnya di 159,45.

Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei saat ini lebih banyak dipicu sentimen eksternal, terutama pelemahan Wall Street dan meningkatnya risiko konflik AS-Iran. Selama ketegangan Timur Tengah belum mereda, volatilitas saham Jepang berpotensi tetap tinggi, terutama pada sektor teknologi dan saham yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.(asd)  PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Thursday, August 13, 2026

Nikkei Naik 1,24%, Saham Properti dan Bank Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (13/08), dengan indeks Nikkei 225 naik sekitar 1,24%. Penguatan terutama ditopang oleh sektor properti, perbankan, dan tekstil yang membantu menjaga sentimen positif di pasar Tokyo.

Sejumlah saham mencatat kenaikan tajam. Toppan Printing melonjak 10,78%, Murata Manufacturing naik 10,25%, sementara Taiyo Yuden menguat 6,53%. Kenaikan saham-saham tersebut menjadi salah satu pendorong utama indeks sepanjang sesi perdagangan.

Sebaliknya, beberapa saham masih berada di zona merah. Kao Corp turun 3,58%, Fanuc melemah 3,20%, dan Shift Inc terkoreksi 2,99%. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang turun.

Data Bursa Tokyo menunjukkan sebanyak 2.075 saham menguat, 1.391 saham melemah, dan 276 saham ditutup tidak berubah. Meski indeks naik, Nikkei Volatility melonjak sekitar 28,29% ke 32,06, menunjukkan investor masih memperhitungkan risiko pergerakan besar dalam jangka pendek.

Di pasar lainnya, harga minyak melemah dengan WTI turun ke sekitar US$82,72 per barel dan Brent ke US$88,45. Kontrak berjangka emas juga turun ke sekitar US$4.436,97 per troy ons. Sementara USD/JPY relatif stabil di sekitar 159,39, menjaga yen tetap dekat area yang sebelumnya meningkatkan spekulasi intervensi.

Analisis Newsmaker: Kenaikan Nikkei menunjukkan minat terhadap saham Jepang masih kuat, terutama pada sektor perbankan dan perusahaan teknologi. Namun, lonjakan volatilitas dan yen yang masih berada dekat level 160 menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Jika yen melemah lebih jauh, ancaman intervensi dapat kembali meningkat dan memicu volatilitas pada pasar saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, August 12, 2026

Nikkei Menguat 0,8%, Saham Teknologi dan Bank Jadi Penopang

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,83% ke level 67.524 pada perdagangan Rabu setelah libur, sementara indeks Topix naik 0,94% ke 4.139. Kenaikan ini memperpanjang penguatan pekan berjalan, didukung oleh saham teknologi dan sektor keuangan.

Sentimen positif di sektor teknologi muncul setelah CoreWeave dan Super Micro Computer memberikan prospek bisnis yang kuat. Kedua perusahaan mendapat dorongan dari tingginya belanja global untuk infrastruktur kecerdasan buatan, yang ikut meningkatkan optimisme terhadap saham teknologi Jepang.

Sejumlah saham teknologi mencatat kenaikan signifikan, termasuk Kioxia Holdings dan Fujikura yang masing-masing naik 3,9%, Taiyo Yuden melonjak 7,5%, Murata Manufacturing naik 3,2%, dan Ibiden bertambah 3%.

Sektor perbankan juga ikut menopang pasar. Mitsubishi UFJ naik 2,7%, Sumitomo Mitsui menguat 3,4%, dan Mizuho Financial bertambah 3,1%, menunjukkan minat investor terhadap saham finansial masih cukup kuat.

Dari sisi geopolitik, investor terus memantau peluang tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Optimisme sempat meningkat setelah Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan Washington dan Teheran mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan.(mrv)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 11, 2026

Hang Seng Turun 1,1%, Saham Teknologi Jadi Pemberat

 


Rifan Financindo - Bursa Jepang menguat pada perdagangan Rabu (12/08) setelah libur, dengan Nikkei 225 naik sekitar 0,1% ke atas 67.000, sementara Topix menguat 0,3% ke 4.113. Kenaikan melanjutkan tren positif pekan ini, didukung saham teknologi dan sektor keuangan.

Sentimen terhadap saham teknologi membaik setelah CoreWeave dan Super Micro Computer memberikan prospek bisnis yang positif. Keduanya masih mendapat manfaat dari tingginya belanja infrastruktur kecerdasan buatan.

Sejumlah saham teknologi mencatat kenaikan, termasuk Kioxia Holdings naik 2,7%, Advantest 0,8%, dan Recruit Holdings 2,6%. Penguatan ini membantu menopang indeks di tengah perdagangan yang relatif hati-hati.

Sektor perbankan juga ikut menguat. Mitsubishi UFJ naik 2,2%, Sumitomo Mitsui 2,5%, dan Mizuho Financial 1,8%, mencerminkan minat investor terhadap saham finansial masih cukup kuat.

Dari sisi geopolitik, investor terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran mengenai Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan Washington dan Teheran mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan, meski pasar masih menunggu bukti konkret.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih ditopang kombinasi sentimen positif dari sektor teknologi dan perbankan. Namun, arah pasar berikutnya tetap sensitif terhadap perkembangan Hormuz, pergerakan yen, dan data CPI AS. Jika sentimen global tetap kondusif, Nikkei berpeluang mempertahankan momentum di atas 67.000.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, August 10, 2026

Nikkei Melonjak 2%, Saham Jepang Kembali Bergairah!

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Senin (08/10). Indeks Nikkei 225 naik 2,22%, didorong penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Jumlah saham yang naik juga jauh lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Tokyo.

Recruit Holdings menjadi salah satu penggerak terbesar setelah melonjak 22,79% ke level tertinggi sepanjang masa di 16.165. Sumitomo Metal Mining naik 11,85%, sementara Olympus menguat sekitar 10,1%.

Di sisi lain, beberapa saham masih mengalami tekanan besar. CyberAgent anjlok 16,68%, Mitsui Mining and Smelting turun 13,55%, sedangkan Secom melemah sekitar 7,3%.

Sentimen pasar Jepang juga mendapat dukungan dari kondisi pasar global yang lebih positif. Investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan pelemahan.

Di pasar lainnya, Brent bergerak di sekitar US$83,85 per barel dan WTI di US$78,34. Emas berjangka Desember berada di sekitar US$4.413,92, sementara USD/JPY naik ke sekitar 158,45.

Analisis Newsmaker: Penguatan Nikkei menunjukkan minat terhadap saham Jepang kembali meningkat, terutama setelah tekanan suku bunga AS berkurang. Namun, pelemahan yen dan harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi risiko karena dapat meningkatkan biaya impor perusahaan Jepang dan membatasi reli pasar berikutnya.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, August 9, 2026

Nikkei Melaju, Saham AI Jadi Penggerak Utama

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (20/08), mengikuti reli Wall Street setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Indeks Nikkei 225 naik sekitar 1,4% ke atas level 66.500, sementara Topix menguat 0,5% ke sekitar 4.095. Keduanya bergerak di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan.

Sentimen positif datang dari data tenaga kerja AS yang melemah. Pasar menilai kondisi tersebut dapat membuat The Fed lebih berhati-hati untuk menaikkan suku bunga, sehingga membantu meningkatkan minat terhadap saham berisiko, terutama sektor teknologi.

Namun, investor tetap memantau perkembangan Timur Tengah. Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, meskipun Washington sebelumnya mengatakan kesepakatan terkait Selat Hormuz semakin dekat.

Dari dalam negeri, surplus transaksi berjalan Jepang menyempit pada Juni. Ekspor elektronik berbasis AI masih kuat, tetapi kenaikan impor minyak mentah membuat nilai impor meningkat dan membatasi surplus.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih mendapat momentum bullish dari turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan reli saham teknologi. Fujikura, Furukawa Electric, Advantest, Ibiden, dan Tokyo Electron menjadi penggerak utama. Namun, kenaikan harga minyak dan ketidakpastian Hormuz tetap menjadi risiko bagi pasar Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Thursday, August 6, 2026

Saham Teknologi Seret Nikkei

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,93% ke level 65.683 pada perdagangan Kamis (06/08). Pelemahan ini memangkas sebagian kenaikan yang tercatat pada sesi sebelumnya.

Tekanan utama datang dari saham produsen cip dan perusahaan teknologi. Investor kembali khawatir bahwa kenaikan saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI sudah terlalu tinggi dan mulai rentan mengalami koreksi.

Sejumlah saham teknologi mencatat penurunan tajam. Kioxia Holdings turun 10,2%, Taiyo Yuden melemah 11%, Murata Manufacturing merosot 5,2%, Ibiden turun 6,5%, dan Tokyo Electron kehilangan 5,5%.

Saham SoftBank Group juga turun 4,4% menjelang rilis laporan keuangannya. Investor menunggu informasi terbaru mengenai investasi dan prospek bisnis AI perusahaan tersebut.

Penurunan Nikkei terjadi meskipun harga minyak kembali melemah setelah Iran dan Oman menyepakati jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Turunnya minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi tekanan pada saham teknologi.

Di sisi lain, Nintendo melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Penjualan gim untuk konsol Switch 2 dan pengembalian tarif impor dari Amerika Serikat membantu mendukung pendapatan perusahaan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, August 5, 2026

Nikkei Melesat 3,6%, Saham AI Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melonjak pada perdagangan Rabu (05/08). Nikkei 225 naik 3,60% ke kisaran 66.250, didukung penguatan sektor real estat, perbankan, tekstil, serta kembali meningkatnya minat investor terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan.

Ibiden menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 24,49% ke 20.330 yen. Yamaha Motor menguat 19,46% ke 1.805 yen dan mencetak rekor tertinggi, sedangkan SoftBank Group melesat 13,96% ke 5.958 yen. Reli SoftBank dan Ibiden memperlihatkan kuatnya kembali minat pasar terhadap ekosistem AI Jepang.

Sebaliknya, Yokogawa Electric turun 10,04%, IHI melemah 6,53%, dan Daikin Industries terkoreksi 6,31%. Meski beberapa saham besar tertekan, kenaikan pasar cukup luas dengan 2.329 saham menguat, dibandingkan 1.145 saham yang melemah.

Sentimen global turut menopang Nikkei setelah Wall Street mencetak rekor baru dan saham teknologi kembali diburu. Penurunan harga minyak juga menguntungkan Jepang sebagai negara pengimpor energi, sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya produksi.

Brent bergerak di sekitar US$78,85 per barel, sedangkan WTI berada dekat US$75,09 karena optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. USD/JPY relatif stabil di sekitar 157,63, sementara penurunan yield obligasi mendorong emas spot naik ke sekitar US$4.140 per troy ons.

Analisis Newsmaker: Momentum Nikkei masih bullish selama saham AI mempertahankan reli, harga minyak tetap rendah, dan yen tidak menguat tajam. Area 67.000 menjadi resistance psikologis berikutnya. Namun, kenaikan 3,6% dalam satu sesi meningkatkan risiko profit-taking menuju 65.500–65.000, terutama jika yen menguat atau saham teknologi AS kembali terkoreksi.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 4, 2026

Nikkei Naik Tipis, Saham Otomotif Jadi Penopang

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa(4/8). Indeks naik 85 poin atau 0,13% ke level 63.840, setelah bergerak terbatas di tengah pergerakan saham yang bervariasi.

Saham Yamaha Motor menjadi penguat terbesar dengan lonjakan 11,89%. Furukawa Electric menyusul dengan kenaikan 11,84%, sementara Mitsubishi Heavy Industries menguat 8,32%.

Di sisi lain, tekanan datang dari NH Foods yang anjlok 8,23%. Saham AGC turun 7,42%, sedangkan Mitsui Engineering & Shipbuilding melemah 7,32%.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih selektif dalam memilih saham. Kenaikan tajam beberapa emiten berhasil menjaga Nikkei di zona hijau, meski tekanan jual pada saham lainnya membatasi penguatan indeks.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih mampu bertahan positif, tetapi kenaikan yang sangat tipis menunjukkan momentum pasar belum kuat. Arah selanjutnya akan dipengaruhi pergerakan yen, laporan kinerja perusahaan, dan sentimen terhadap saham industri serta teknologi Jepang.(gn) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, August 3, 2026

Nikkei Terpukul, Saham Jepang Balik Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin (03/08). Indeks Nikkei 225 turun 1,02%, tertekan oleh pelemahan saham sektor kertas, transportasi, dan komunikasi setelah mencatat lonjakan tajam pada perdagangan sebelumnya.

Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham teknologi tetap melesat. Renesas Electronics melonjak 13,45%, Lasertec naik 7,91%, sedangkan Socionext menguat 6,07%, menunjukkan minat investor terhadap sektor semikonduktor masih terjaga.

Tekanan terbesar datang dari Nippon Electric Glass yang anjlok 17,45%. Saham Fanuc turun 14,31%, sementara TOTO melemah 11,97%. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat di Bursa Tokyo.

Sentimen pasar turut dipengaruhi penguatan yen. Pasangan USD/JPY turun ke sekitar 156,76, sedangkan EUR/JPY melemah ke 180,69. Yen yang lebih kuat dapat menekan prospek pendapatan perusahaan Jepang yang banyak bergantung pada ekspor.

Harga minyak yang jatuh tajam belum cukup mengangkat pasar saham. WTI turun ke sekitar US$79,11 per barel, sedangkan Brent melemah ke US$82,82. Sementara itu, emas berjangka naik ke sekitar US$4.117,80 per troy ounce.

Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei menunjukkan aksi ambil untung mulai muncul setelah reli besar sebelumnya. Penguatan yen masih menjadi risiko bagi saham eksportir, tetapi penurunan harga energi dan kuatnya minat terhadap saham cip dapat membantu membatasi pelemahan pasar Jepang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, August 2, 2026

Nikkei Bangkit Ditopang Laba Emiten, Topix Tertekan Saham Bank

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei Jepang menguat pada perdagangan Kamis (30/07) setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar mendorong aksi beli. Nikkei naik 0,7% ke 61.867,43, sedangkan Topix turun 0,5% menjadi 3.952,50.

Penguatan Nikkei dipimpin saham Advantest yang melonjak hingga 17% setelah menaikkan proyeksi laba di atas perkiraan pasar. NEC dan Hitachi juga menguat berkat laporan kinerja yang positif.

Saham Kioxia naik 2,9% setelah bergerak sangat fluktuatif, sempat melonjak 17% sebelum berbalik turun 6%. Sementara itu, saham terkait AI seperti Taiyo Yuden dan Fujikura masih bergerak melemah.

Kinerja perusahaan yang solid memicu pembelian kembali saham AI setelah aksi jual tajam sepanjang pekan. Namun, kekhawatiran mengenai tingginya valuasi dan keberlanjutan investasi AI masih membatasi minat risiko investor.

Topix tertahan oleh pelemahan saham perbankan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Ekspektasi Bank of Japan juga akan menahan kebijakan membuat investor belum agresif membeli saham sektor keuangan.

Saham Tamron menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 26% setelah perusahaan menerima proposal akuisisi tidak mengikat dari Sony Group. Dampaknya, Nikkei masih berpeluang menguat apabila laporan keuangan terus positif, tetapi tekanan saham AI dan perbankan dapat menjaga pasar Jepang tetap fluktuatif.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 30, 2026

Nikkei Bangkit Ditopang Laba Emiten, Topix Tertekan Saham Bank

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei Jepang menguat pada perdagangan Kamis (30/07) setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar mendorong aksi beli. Nikkei naik 0,7% ke 61.867,43, sedangkan Topix turun 0,5% menjadi 3.952,50.

Penguatan Nikkei dipimpin saham Advantest yang melonjak hingga 17% setelah menaikkan proyeksi laba di atas perkiraan pasar. NEC dan Hitachi juga menguat berkat laporan kinerja yang positif.

Saham Kioxia naik 2,9% setelah bergerak sangat fluktuatif, sempat melonjak 17% sebelum berbalik turun 6%. Sementara itu, saham terkait AI seperti Taiyo Yuden dan Fujikura masih bergerak melemah.

Kinerja perusahaan yang solid memicu pembelian kembali saham AI setelah aksi jual tajam sepanjang pekan. Namun, kekhawatiran mengenai tingginya valuasi dan keberlanjutan investasi AI masih membatasi minat risiko investor.

Topix tertahan oleh pelemahan saham perbankan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Ekspektasi Bank of Japan juga akan menahan kebijakan membuat investor belum agresif membeli saham sektor keuangan.

Saham Tamron menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 26% setelah perusahaan menerima proposal akuisisi tidak mengikat dari Sony Group. Dampaknya, Nikkei masih berpeluang menguat apabila laporan keuangan terus positif, tetapi tekanan saham AI dan perbankan dapat menjaga pasar Jepang tetap fluktuatif.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, July 29, 2026

Nikkei Jatuh 1%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/7). Indeks Nikkei 225 turun 1,03% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan, tertekan oleh sektor kertas, transportasi, dan komunikasi.

Saham Dainippon Screen menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 17,25%. Kioxia Holdings turun 13,85%, sedangkan Murata Manufacturing melemah 12,89% di tengah tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor.

Di sisi lain, sejumlah saham masih mencatat kenaikan kuat. Konami melonjak 12,74%, Keyence naik 9,36%, dan Komatsu menguat 7,63% pada akhir perdagangan.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.960 saham menguat, 1.573 melemah, dan 214 tidak berubah. Namun, indeks volatilitas Nikkei melonjak 26,94% menjadi 41,14, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor.

Harga minyak turut menguat, dengan WTI naik ke US$82,09 per barel dan Brent mencapai US$84,64. Sementara itu, emas relatif stabil di US$4.039,90 dan USD/JPY turun ke 163,53. Tekanan pada saham teknologi berpotensi menjaga Nikkei tetap berfluktuasi dalam perdagangan berikutnya. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 28, 2026

Nikkei 225 Anjlok 3,83%, Saham Jepang Sentuh Level Terendah Sebulan

 


PT Rifan - Pasar saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (28/07). Indeks Nikkei 225 merosot 3,83% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan, dipimpin pelemahan sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.

Tekanan jual terlihat luas di Bursa Efek Tokyo. Jumlah saham yang melemah mencapai 2.470 saham, jauh melampaui 1.032 saham yang menguat, sedangkan 256 saham lainnya ditutup stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen investor terhadap pasar Jepang masih cenderung negatif.

Kioxia Holdings menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 18,33%, disusul SUMCO yang merosot 16,53%dan Lasertec turun 14,05%. Sebaliknya, Shift menguat 7,69%, Fujitsu naik 6,26%, dan Nitori Holdings bertambah 4,15%.

Pelemahan pasar Jepang terjadi di tengah penurunan harga minyak dan emas. Minyak mentah turun ke US$80,91 per barel, Brent melemah ke US$84,01 per barel, sedangkan emas berjangka turun ke US$4.048,20 per troy ounce. Sementara itu, pasangan USD/JPY relatif stabil di sekitar163,71.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 27, 2026

Nikkei Naik 0,66%, Saham Properti dan Perbankan Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin. Indeks Nikkei 225 naik 0,66%, mendorong kenaikan saham sektor properti, perbankan, dan tekstil.

Saham Shift melonjak 9,32%, BayCurrent Consulting naik 8,95%, dan Shiseido menguat 7,62%. Sebaliknya, Shin-Etsu Chemical turun 8,30%, Chugai Pharmaceutical melemah 7,66%, dan Fujikura turun 5,83%.

Sentimen pasar secara keseluruhan cukup positif, dengan 2.836 saham menguat, 682 melemah, dan 243 tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 5,57% menjadi 32,88, menandakan kecemasan investor mulai mereda.

Harga minyak yang turun tajam juga mendukung pasar Jepang. WTI melemah 6,47% menjadi US$83,53 per barel dan Brent turun 5,81% menjadi US$86,35, sementara emas naik menjadi US$4.099,65 per troy ounce dan USD/JPY melemah ke 163,52.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 26, 2026

Bursa Jepang Menguat, Turunnya Minyak Angkat Sentimen

 


PT Rifan Financindo - Indeks Topix Jepang naik 0,8% ke level 4.043,10 pada perdagangan Senin pagi (27/07). Indeks Nikkei juga menguat 0,5% menjadi 64.941,98, didorong kenaikan saham elektronik dan otomotif.

Sentimen pasar membaik setelah harga minyak turun menyusul jeda serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Iran juga menahan serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Saham Hitachi menjadi pendorong terbesar Topix setelah naik 3,3%. Dari total 1.636 saham dalam indeks, sebanyak 1.380 saham menguat, 226 melemah, dan 30 bergerak stabil.

Meski demikian, sejumlah saham semikonduktor seperti Kioxia Holdings dan Advantest masih menekan Nikkei. Pasar berharap jeda konflik dapat membuka jalan menuju perundingan dan menjaga sentimen positif di bursa Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 23, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Penopang

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/07), didukung kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 0,39% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Saham Sumitomo Metal Mining menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,07% ke level 7.902. Lasertec juga menguat 4,98% ke 45.130, sementara Advantest naik 4,11% ke 30.800.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Takashimaya menjadi salah satu pemberat terbesar setelah turun 6,14% ke 2.255. J.Front Retailing melemah 5,39%, sedangkan Isetan Mitsukoshi turun 4,65%.

Secara keseluruhan, saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik di Tokyo Stock Exchange. Sebanyak 1.726 saham turun, 1.723 saham menguat, dan 294 saham bergerak stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 1,45% ke level 32,59.

Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat tajam. WTI naik 2,12% ke US$88,67 per barel, sementara Brent melonjak 2,93% ke US$96,83 per barel. Sebaliknya, kontrak emas Agustus turun 0,72% ke US$4.121,90 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor masih masuk ke saham Jepang, terutama sektor teknologi dan material. Namun, kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko karena dapat memicu inflasi dan menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang. Yen yang masih berada di sekitar 163 per dolar juga membuat pasar tetap waspada terhadap peluang intervensi pemerintah Jepang.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 22, 2026

Nikkei Melemah Tipis, Reli Saham Semikonduktor Mulai Tertahan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7) setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Indeks Nikkei 225 turun 0,18% ke level 66.115, berbalik dari penguatan sebelumnya karena reli saham semikonduktor mulai kehilangan tenaga.

Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk Alphabet dan Tesla. Hasil kinerja emiten tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk membaca prospek sektor teknologi global.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, sementara Presiden Donald Trump meredam peluang pembicaraan dalam waktu dekat dengan Teheran. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan inflasi energi tetap tinggi.

Dari pergerakan saham individu, Tokyo Electron turun 0,9%, SoftBank Group melemah 0,8%, dan Fast Retailing terkoreksi 2,8%. Sebaliknya, beberapa saham masih mencatat penguatan, seperti Kioxia Holdings yang naik 5,3%, Taiyo Yuden menguat 6,7%, dan Murata Manufacturing bertambah 4%.

Dari sisi dampak market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih selektif terhadap saham teknologi Jepang setelah reli sebelumnya. Kenaikan minyak dan konflik AS-Iran dapat menambah tekanan inflasi, sementara defisit neraca dagang Jepang pada Juni menjadi beban tambahan bagi sentimen. Jika laporan big tech AS mengecewakan, tekanan pada saham teknologi Jepang berpotensi berlanjut. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, July 21, 2026

Nikkei Melonjak 3,29%, Saham Chip Jepang Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (21/07), didorong kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 3,29% pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Kioxia Holdings yang melonjak 17,18% atau 8.950 poin ke level 61.060. Saham Ibiden juga menguat 11,03% ke 17.415, sementara Socionext naik 9,11% ke 2.472,50 pada akhir perdagangan.

Meski pasar menguat, beberapa saham masih mencatat tekanan. Nintendo turun 4,13% ke 6.993, Kikkoman melemah 2,49% ke 1.625,50, dan CyberAgent turun 2,36% ke 1.448,50.

Secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.746 saham naik, 805 saham turun, dan 215 saham tidak berubah. Namun, indeks Nikkei Volatility naik 14,22% ke 36,86, menunjukkan bahwa kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar masih cukup tinggi.

Dari sisi komoditas, minyak WTI turun tipis ke US$82,42 per barel, sementara Brent melemah ke US$88,82 per barel. Kontrak emas berjangka justru naik 1,65% ke US$4.082,17 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY bergerak tipis ke 162,54, sedangkan EUR/JPY naik ke 185,71.

Dari sisi dampak market, lonjakan Nikkei menunjukkan sentimen risiko di pasar Jepang mulai membaik, terutama pada saham chip dan teknologi. Namun, kenaikan volatilitas menandakan reli belum sepenuhnya aman. Jika yen tetap lemah, saham eksportir Jepang bisa mendapat dukungan, tetapi investor tetap perlu mencermati harga minyak, emas, dan arah dolar AS karena faktor global masih berpotensi memicu pergerakan tajam. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Monday, July 20, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 19, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 



Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 16, 2026

Saham Jepang Tertekan, Nikkei Jatuh 2,8%


PT Rifan - Saham Jepang bergerak melemah tajam pada perdagangan Jumat, mengikuti penurunan Wall Street semalam. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 2,8% ke bawah level 65.000, sedangkan indeks Topix melemah 1,3% ke kisaran 3.975.

Tekanan terutama datang dari saham teknologi dan semikonduktor setelah indeks saham chip Philadelphia di Wall Street anjlok 4,3%. Nasdaq juga turun 1,47% karena investor kembali melakukan aksi jual terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya telah mencatat kenaikan tinggi.

Di Jepang, saham Kioxia Holdings merosot sekitar 15%, SoftBank Group turun 6,3%, Advantest melemah 5,9%, dan Tokyo Electron kehilangan 4,5%. Investor mulai mempertanyakan apakah valuasi tinggi perusahaan chip dan kecerdasan buatan masih sejalan dengan prospek pertumbuhan industrinya.

Selain pelemahan sektor teknologi, meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk sentimen pasar. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak lebih tinggi serta menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga global. Nikkei kini mengarah pada penurunan mingguan hampir 6%, sementara Topix berpotensi turun sekitar 2%.

Penyebab utama: aksi jual saham semikonduktor di Wall Street, kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham AI, serta meningkatnya risiko geopolitik dan inflasi akibat konflik Amerika Serikat–Iran.(CP) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 15, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Melaju

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/7), didorong oleh kenaikan sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 1,49% pada penutupan perdagangan di Tokyo, menunjukkan sentimen positif kembali masuk ke pasar Jepang.

Saham Lasertec menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,18% ke level 49.690. Ibiden juga menguat 7,56% ke 19.340, sementara Fujikura naik 7,19% ke 5.145. Kenaikan saham-saham tersebut membantu memperkuat laju indeks sepanjang sesi.

Meski pasar ditutup hijau, beberapa saham tetap mencatat tekanan. Nichirei turun 8,17% ke level 1.940, BayCurrent Consulting melemah 6,79%, dan Fujitsu turun 4,74%. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi volatilitas, Nikkei Volatility turun 4,94% ke level 35,39, menandakan tekanan ketidakpastian mulai mereda. Di pasar komoditas, minyak mentah ikut menguat, dengan WTI naik ke US$80,24 per barel dan Brent naik ke US$85,91 per barel. Sementara itu, kontrak emas berjangka turun ke sekitar US$4.038 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor mulai kembali mengambil risiko, terutama di saham teknologi dan sektor siklikal. Namun, pasar tetap perlu mencermati pergerakan yen, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed, karena ketiganya masih bisa memengaruhi sentimen saham Jepang dalam jangka pendek.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 14, 2026

Nikkei Bangkit, Saham Chip Jepang Rebound

 

PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang berbalik menguat pada perdagangan Selasa (14/7) setelah sebelumnya sempat melemah. Indeks Nikkei 225 naik 0,74% dan ditutup di level 67.743, didorong oleh rebound saham semikonduktor dan teknologi.

Kenaikan ini terjadi karena investor mulai melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham yang dianggap sudah turun terlalu dalam. Saham-saham teknologi Jepang mampu bergerak positif meskipun Wall Street sebelumnya tertekan oleh pelemahan saham chip.

Beberapa saham teknologi yang menjadi penopang Nikkei antara lain Kioxia Holdings yang naik 3%, SoftBank Group menguat 3,3%, Advantest naik 3,3%, SUMCO Corp bertambah 3,4%, dan SCREEN Holdings menguat 2,3%.

Meski begitu, investor masih mencermati risiko dari Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan blokade terhadap kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini membuat harga minyak melonjak tajam dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Dampaknya ke market, rebound saham teknologi membantu menopang bursa Jepang dalam jangka pendek. Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi kembali menjadi ancaman, bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya lagi. Kondisi ini masih bisa membatasi kenaikan indeks ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 13, 2026

Nikkei Tertekan, Tech Jepang Memerah

 

Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (13/07) setelah sentimen pasar Asia memburuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membuat investor mengurangi risiko, terutama di saham-saham teknologi.

Indeks Topix turun 0,7% ke level 4.007,49 pada penutupan perdagangan Tokyo. Dari 1.637 saham dalam indeks tersebut, sebanyak 999 saham melemah, 585 saham menguat, dan 53 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks Nikkei anjlok 1,9% ke level 67.242,73.

Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan manufaktur. Murata Manufacturing menjadi salah satu penekan utama Topix setelah turun 8,1%. Di indeks Nikkei, Yaskawa Electric juga menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah merosot 14%, usai laporan laba operasional kuartal pertama perusahaan berada di bawah estimasi analis.

Sentimen negatif juga terasa di kawasan Asia lainnya. Kospi Korea Selatan sempat jatuh hingga 9,3% setelah awalnya dibuka menguat. Perubahan arah yang tajam ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran dan ketidakpastian status Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan energi global.

Meski indeks utama melemah, sejumlah saham masih mencatat penguatan. Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, melonjak 17% setelah menaikkan proyeksi laba operasional setahun penuh dan melampaui ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ruang kenaikan indeks besar masih terbatas, pergerakan saham individu tetap berpotensi aktif mengikuti kinerja masing-masing emiten.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Sunday, July 12, 2026

Ketegangan Hormuz Tekan Sentimen Bursa Jepang

 


PT Rifan - Newsmaker.id - Saham Jepang bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,2% ke kisaran 68.400, sedangkan indeks Topix menguat 0,6% menuju level 4.060.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal pada akhir pekan. Konflik tersebut berlangsung di tengah perselisihan mengenai aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3%.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya produksi, memperkuat tekanan inflasi, dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di antara saham individual, Kioxia Holdings turun 1,8%, Taiyo Yuden melemah 4,8%, dan Yaskawa Electric anjlok 14,2%. Sebaliknya, SUMCO Corp naik 7,9%, SoftBank Group menguat 2%, dan Mitsubishi UFJ bertambah 2,4%. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk menguji kekuatan reli saham berbasis kecerdasan buatan.

Dampak terhadap Market :

Bursa Jepang: Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila konflik AS-Iran semakin luas dan harga minyak terus meningkat. Saham transportasi, industri, dan perusahaan dengan konsumsi energi tinggi menjadi kelompok yang paling rentan.

Yen Jepang: Kenaikan biaya impor energi dapat menekan yen karena memperburuk neraca perdagangan Jepang. USD/JPY berpotensi kembali menguat apabila dolar terus diburu sebagai aset aman.

Minyak: Risiko gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat menjaga harga Brent dan WTI tetap tinggi serta meningkatkan volatilitas pasar energi.

Emas: Konflik geopolitik dapat mendukung permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi sehingga membatasi penguatan emas.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, July 9, 2026

Nikkei Menguat Tajam, SoftBank dan Kioxia Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 1,5% ke atas level 68.700 pada perdagangan Jumat (10/7), sementara indeks Topix menguat 0,8% ke posisi 4.052. Bursa Jepang memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut dengan mengikuti penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar ditopang oleh reli saham semikonduktor yang meningkatkan minat investor terhadap sektor teknologi. Penguatan saham chip di Amerika Serikat turut mendorong optimisme bahwa permintaan terhadap industri teknologi dan kecerdasan buatan masih tetap kuat.

Penurunan harga minyak juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham Jepang. Meredanya harga energi membantu menekan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi beban ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan komoditas energi.

Namun, investor tetap mencermati data harga produsen Jepang yang meningkat ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya masih bertahan, terutama akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan rantai pasok global.

Saham teknologi memimpin penguatan dengan SoftBank Group melonjak 7,9%, Murata Manufacturing naik 5,5%, dan Kioxia Holdings menguat 5,4%. Advantest juga naik 3,3%, sementara Tokyo Electron bertambah 2,2%.(CP) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, July 8, 2026

Nikkei Anjlok, Minyak Melonjak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (08/7), tertekan oleh penurunan di sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 1,85% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Beberapa saham masih mencatat penguatan di tengah tekanan pasar. Tokyo Electric Power naik 3,81% ke level 479,90. Mercari menguat 3,39% ke 4.665 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Inpex naik 3,26% ke 3.388, didukung oleh kenaikan harga minyak.

Namun, tekanan besar datang dari saham teknologi dan material. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 8,50% ke 14.965. Hoya melemah 6,77% ke 23.910, sementara Mitsui Mining and Smelting turun 6,12% ke 33.730.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibanding yang menguat di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.217 saham turun, 1.299 saham naik, dan 226 saham tidak berubah. Meski pasar melemah, indeks volatilitas Nikkei justru turun 20,50% ke level 29,70.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik tajam. WTI untuk pengiriman Agustus naik 3,22% ke US$72,71 per barel, sementara Brent September menguat 3,26% ke US$76,58 per barel. Di sisi lain, emas berjangka Agustus turun 0,63% ke US$4.131,20 per troy ounce.

Dari pasar mata uang, USD/JPY naik 0,15% ke 162,22, sementara EUR/JPY menguat 0,16% ke 185,29. Indeks dolar AS futures juga naik tipis 0,01% ke 100,79. Pergerakan ini menunjukkan pasar Jepang masih berada di bawah tekanan, terutama karena kenaikan minyak dan sentimen global yang lebih berhati-hati.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 7, 2026

Saham Jepang Tertekan, Aksi Jual Teknologi Makin Dalam

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, tertekan aksi jual besar di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 2,12 persen ke level 68.257 dan mencatat posisi terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,97 persen ke level 4.062.

Sentimen regional ikut memburuk setelah saham Samsung Electronics di Korea Selatan sempat anjlok hingga 10 persen, meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Di Jepang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Upah nominal naik 3,2 persen pada Mei, tetapi belanja rumah tangga turun 0,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan tekanan terhadap konsumsi domestik masih menjadi perhatian, meskipun pendapatan pekerja mencatat pertumbuhan.

Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham teknologi utama. Kioxia Holdings anjlok 11,3 persen, Taiyo Yuden turun 11 persen, Murata Manufacturing melemah 10,1 persen, Lasertec terkoreksi 6,4 persen, dan Ibiden Co turun 7 persen.

Namun, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham finansial dan konsumsi masih mampu mencatat kinerja lebih baik. Mitsubishi UFJ naik 2,3 persen, sementara Fast Retailing menguat 1,1 persen, membantu menahan tekanan lebih dalam pada pasar Jepang.(asd)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, July 6, 2026

Nikkei Menguat Tipis, Saham Industri Melaju

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (07/6). Indeks Nikkei 225 naik 0,14% di Tokyo, ditopang oleh penguatan sektor real estate, perbankan, dan tekstil.

Saham dengan kinerja terbaik datang dari sektor industri berat. Mitsubishi Heavy Industries melonjak 8,39% ke level 4.110, sementara Japan Steel Works naik 7,48% ke 8.550. IHI Corp juga menguat 7,02% ke level 3.071 pada akhir perdagangan.

Namun, beberapa saham teknologi dan komponen elektronik masih tertekan cukup dalam. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 10,58% ke level 18.385. Ibiden turun 8,37%, sedangkan Murata Manufacturing melemah 7,49%.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.509 saham menguat, 1.036 saham melemah, dan 219 saham tidak berubah. Meski indeks naik tipis, volatilitas pasar meningkat tajam, dengan Nikkei Volatility melonjak 37,87% ke level 34,11.

Di pasar lain, harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus tidak berubah di US$68,69 per barel, sementara Brent September turun tipis 0,17% ke US$72 per barel. Emas berjangka Agustus naik 0,87% ke US$4.161,49 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik 0,56% ke 162,28, sedangkan EUR/JPY menguat 0,43% ke 185,36.(asd)* PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Sunday, July 5, 2026

Nikkei Menguat 1,53%, Sektor Properti dan Perbankan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 1,53%, mencerminkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar saham Jepang.

Dari sisi market analis, penguatan Nikkei ditopang oleh aksi beli pada saham-saham unggulan, terutama di sektor teknologi dan semikonduktor. Rohm Ltd menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 14,18% ke level 5.950. SUMCO Corp. naik 11,30% ke posisi 5.094, sementara Kioxia Holdings menguat 9,23% ke level 83.300.

Meski pasar bergerak positif, beberapa saham tetap mencatat pelemahan. J.Front Retailing turun 3,91% ke level 3.173, Otsuka Holdings melemah 2,54% ke posisi 11.300, dan Resonac Holdings terkoreksi 2,23% menjadi 17.500. Namun, secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah, yaitu 2.692 saham naik, 847 turun, dan 225 tidak berubah.

Saham Rohm berhasil menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun, sementara SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility turun 26,76% ke level 24,74, yang menjadi posisi terendah dalam tiga bulan. Penurunan volatilitas ini menunjukkan tekanan risiko di pasar mulai mereda.

Di pasar komoditas, minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik 0,35% ke US$68,93 per barel, sementara Brent September menguat 0,50% ke US$72,16 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus naik 1,50% ke US$4.187,60 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY turun 0,09% ke 160,87, EUR/JPY naik tipis 0,04% ke 184,24, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,15% ke 100,47. (asd)  PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber: NewsMaker

Thursday, July 2, 2026

Nikkei Anjlok, Jelang NFP Malam ini!

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (02/7). Indeks Nikkei 225 turun 2,33% di Tokyo, tertekan oleh pelemahan sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.

Meski indeks utama turun, beberapa saham masih mencatat penguatan besar. Otsuka Holdings menjadi salah satu saham terbaik setelah naik 8,72% ke level 11.595. Shift Inc juga menguat 7,27%, sementara Mercari naik 6,62% pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari Kioxia Holdings yang anjlok 13,47% ke level 76.260. Mitsui Mining and Smelting juga turun 11,38%, sedangkan Taiyo Yuden melemah 9,95%. Pelemahan saham-saham besar ini ikut menyeret indeks Nikkei ke zona merah.

Namun, secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di Bursa Tokyo masih lebih banyak dibanding saham yang turun. Sebanyak 2.668 saham menguat, 887 saham melemah, dan 208 saham tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 11,80% ke level 33,78, menandakan tekanan ketidakpastian mulai sedikit mereda.

Dari pasar lainnya, harga minyak mentah ikut melemah. WTI turun 1,46% ke US$67,58 per barel, sementara Brent turun 1,34% ke US$70,61 per barel. Emas berjangka Agustus naik tipis 0,08% ke US$4.085,60 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY turun 0,44% ke 161,84, EUR/JPY melemah 0,29% ke 184,40, sementara indeks dolar AS futures turun 0,16% ke 100,99.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, July 1, 2026

Nikkei Naik 0,60%, SUMCO dan Taiyo Yuden Jadi Motor Penguatan

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (01/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 0,60%, mencerminkan sentimen positif yang masih bertahan di pasar saham Jepang.

Penguatan terbesar datang dari saham SUMCO Corp. yang melonjak 17,37% atau 700 poin ke level 4.729. Taiyo Yuden Co., Ltd. juga naik 12,43% atau 2.505 poin ke posisi 22.655, sementara Dainippon Screen Mfg. Co., Ltd. menguat 9,46% atau 1.685 poin menjadi 19.490.

Meski indeks utama bergerak naik, sejumlah saham besar tetap mencatat pelemahan. Furukawa Electric Co., Ltd. turun 8,01% ke level 4.351, Sapporo Holdings Ltd. melemah 7,78% ke posisi 1.872, dan Kawasaki Heavy Industries, Ltd. terkoreksi 7,66% menjadi 2.698,50.

Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, yaitu 1.777 saham turun berbanding 1.727 saham naik. Sementara itu, 243 saham ditutup tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan Nikkei lebih banyak ditopang oleh saham-saham tertentu yang mencatat lonjakan besar.

Saham SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun, sedangkan Taiyo Yuden dan Dainippon Screen mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility, yang mengukur ekspektasi volatilitas opsi Nikkei 225, turun 11,67% ke level 38,30.

Di pasar lainnya, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik tipis 0,09% ke US$69,56 per barel, sementara Brent September menguat 0,16% ke US$73,07 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 1,32% ke US$3.985,37 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,10% ke 162,68, EUR/JPY turun 0,06% ke 185,51, dan indeks dolar AS berjangka menguat 0,12% ke 101,07. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker


Tuesday, June 30, 2026

Saham Jepang Menguat, Sektor Teknologi Jadi Penggerak Utama

 


PT. Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa (30/06), didorong oleh rebound saham teknologi dan emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan atau AI. Indeks Nikkei 225 naik 0,86% ke level 70.062, sementara indeks Topix bertambah 0,32% ke posisi 3.995.

Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya optimisme terhadap ekspansi industri AI secara global. Perusahaan-perusahaan Jepang dinilai memiliki posisi strategis dan investasi yang kuat di sektor tersebut, sehingga kembali menarik minat investor.

Sentimen positif juga datang dari pelemahan yen ke level terendah dalam empat dekade. Kondisi ini membantu meningkatkan prospek pendapatan perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor. Di sisi lain, pasar turut mencermati kelanjutan pembicaraan damai AS-Iran di Doha, Qatar, sementara penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi di Jepang.

Beberapa saham yang mencatat penguatan besar antara lain Taiyo Yuden yang naik 8,3%, Tokyo Electron menguat 3,3%, dan Fujikura melonjak 6,0%. Sepanjang Juni, Nikkei dan Topix juga berhasil mencatat kenaikan bulanan ketiga secara beruntun, masing-masing naik 5,3% dan 1,0%. (asd) PT. Rifan.


Sumber : NewsMaker