Tuesday, April 21, 2026

Saham Jepang Melemah, Talks AS-Iran Gagal?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah pada perdagangan pagi setelah rencana putaran baru pembicaraan damai AS-Iran dilaporkan gagal, meski Presiden AS menyerukan gencatan senjata tanpa batas waktu hingga negosiasi selesai. Topix turun 0,8% ke 3.741,06 (09.20 Tokyo), sementara Nikkei 225 turun 0,1% ke 59.270,89.

Tekanan jual meluas di pasar, dengan Toyota Motor menjadi kontributor terbesar pelemahan Topix setelah turun 2,2%. Dari 1.651 saham anggota indeks, 1.206 melemah, 367 menguat, dan 78 tidak berubah, sementara saham terkait AI termasuk produsen kabel ikut terkoreksi dan sektor sensitif makro seperti otomotif serta trading houses juga melemah.

Pelaku pasar juga mencermati faktor kebijakan domestik, termasuk ekspektasi yang menurun terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan pada April yang berpotensi menekan saham perbankan. Chief strategist Daiwa Asset Management Kazunori Tatebe menilai meski pertempuran tidak berlanjut, proses kesepakatan yang lebih lama dapat menunda stabilisasi harga minyak dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.(Asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 20, 2026

Saham Jepang Lanjut Menguat, Chip dan AI Pimpin Reli

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat untuk hari kedua seiring munculnya sinyal Iran akan bergabung dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat menjelang tenggat gencatan senjata konflik Timur Tengah. Sentimen pasar terbantu oleh harapan de-eskalasi, meski risiko tetap tinggi karena negosiasi belum sepenuhnya pasti.

Pada perdagangan Selasa pagi, Topix naik 0,1% ke 3.779,91 (09.42 Tokyo), sementara Nikkei menguat 1% ke 59.401,00. Dari 1.651 saham anggota Topix, 850 menguat, 711 turun, dan 90 tidak berubah, menunjukkan penguatan yang relatif selektif.

Dari sisi sektoral, electric appliances dan nonferrous metals memimpin kenaikan, sementara perbankan dan otomotif termasuk yang melemah. Saham terkait semikonduktor seperti Tokyo Electron dan Advantest menjadi kontributor utama, mengikuti penguatan SOX index di Wall Street.

Katalis geopolitik tetap menjadi perhatian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kecil kemungkinan memperpanjang gencatan senjata dua pekan dengan Iran, sehingga urgensi kesepakatan meningkat. Hideyuki Ishiguro, chief strategist Nomura Asset Management, menilai ekspektasi dimulainya putaran kedua negosiasi AS-Iran mendukung pasar karena memunculkan harapan perang berakhir, sementara kenaikan saham semikonduktor di AS ikut mengangkat minat pada saham chip dan AI di Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 19, 2026

Saham Jepang Menguat, Harapan Perundingan AS-Iran Angkat Sentimen

 


Rifan Financindo - Saham Jepang dibuka menguat seiring membaiknya sentimen pasar setelah muncul harapan akan putaran baru pembicaraan damai antara AS dan Iran. Kenaikan dipimpin sektor peralatan listrik dan mesin, saat investor memantau perkembangan diplomatik yang berpotensi meredakan ketegangan kawasan.

Indeks Topix naik 0,7% ke 3.788,93 per pukul 09.19 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,6% ke 58.814,06. Pergerakan mengindikasikan minat risiko kembali membaik di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Kontributor terbesar terhadap kenaikan Topix datang dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. yang naik 4,4%. Dari 1.651 saham anggota indeks, 968 menguat, 596 turun, dan 87 tidak berubah, menunjukkan mayoritas saham bergerak positif pada sesi pagi.

Shoji Hirakawa, Chief Global Strategist Tokai Tokyo Intelligence Lab, menyatakan fokus pasar saat ini adalah apakah pembicaraan AS-Iran benar-benar terealisasi. Ia menilai kecil kemungkinan Iran pada akhirnya membatalkan rencana perundingan, sehingga meski investor masih berhati-hati, pasar juga sulit mengambil posisi yang cenderung bearish.

Menurut Hirakawa, keputusan Iran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz serta peluang putaran kedua pembicaraan AS-Iran menjadi perkembangan yang mendukung sentimen. Meski masih ada sejumlah berita negatif, ia menilai secara keseluruhan prospek jangka pendek “sedikit positif” bagi pasar Jepang.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, April 16, 2026

Nikkei Cetak Rekor Baru, Sentimen Risiko Membaik Usai Reli Wall Street

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,38% dan ditutup di 59.518 pada Kamis (16/04), mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan didorong optimisme pasar atas peluang kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, setelah laporan menyebut Washington dan Teheran mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata dua minggu guna memberi ruang negosiasi.

Meski ada harapan de-eskalasi, pasar tetap mencermati risiko Selat Hormuz yang disebut masih efektif tertutup di bawah situasi blokade ganda. Kondisi ini menjaga sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan potensi gangguan energi, meski fokus risk appetite pada sesi ini lebih dominan.

Saham Jepang juga mengikuti reli Wall Street semalam yang mencetak rekor, ditopang kombinasi laba bank yang solid dan kembalinya minat pada saham teknologi. Sektor teknologi dan saham bertema AI memimpin penguatan, dengan SoftBank Group naik 5,1%, Kioxia Holdings 4,5%, dan Fujikura 4,7%.

Di luar tema teknologi, Daikin Industries melesat 9,1% setelah investor aktivis Elliott Investment Management mengungkap kepemilikan saham dan mendorong reformasi untuk membuka nilai pemegang saham. Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen di Nikkei tidak hanya ditopang faktor global, tetapi juga katalis korporasi spesifik yang menarik aliran beli selektif. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 15, 2026

Topix Menguat, Arus Dana Asing Berbalik Masuk ke Saham Jepang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Topix melanjutkan penguatan dan menuju sesi kenaikan selama tiga nkali berturut-turut, ditopang arus masuk besar dari investor asing. Data awal Kementerian Keuangan Jepang (MOF) menunjukkan dana luar negeri membukukan pembelian bersih saham Jepang dalam jumlah rekor pada pekan lalu, memperkuat dorongan terhadap indeks.

Arus beli tersebut menandai pembalikan penting pada kuartal II, setelah sebelumnya terjadi arus keluar pada Maret ketika perang Iran memicu pelepasan aset berisiko. Pergeseran aliran dana ini dinilai memperbaiki sentimen, karena pasar membaca minat asing kembali menguat di tengah berkurangnya tekanan jual yang sempat dominan saat eskalasi konflik.

Secara teknikal, Topix kini hanya sekitar 3% dari puncak yang tercatat pada Februari. Kedekatan ke level puncak itu berpotensi menambah keyakinan pasar, terutama saat saham AS berada di rekor tertinggi, yang ikut memperkuat nada risk-on global.

Ke depan, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Bank of Japan, yang secara luas diperkirakan menahan suku bunga bulan ini. Kombinasi arus dana asing yang menguat, dukungan sentimen global, dan ekspektasi kebijakan yang stabil menjadi faktor utama yang dipantau untuk menentukan apakah reli Topix dapat berlanjut atau mulai kehilangan momentum. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 14, 2026

Nikkei Naik 2,44% ke Level Tertinggi Sebulan Terakhir

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang (Nikkei 2255) ditutup menguat pada Selasa (14/04), sebesar 2,44%. Pertumbuhan ini juga mencetak level penutupan tertinggi selama satu bulan terakhir. Penguatan tersebut dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko di pasar domestik di tengah pergerakan komoditas dan mata uang yang lebih stabil.

Dari sisi konstituen, SoftBank Group menjadi pendorong utama setelah melonjak 12,70% dan ditutup di 4.242, diikuti Advantest yang naik 8,52% ke 27.000 serta Renesas Electronics yang menguat 7,96% ke 2.732,5. Kinerja saham-saham berorientasi pertumbuhan dan teknologi ini memberi dorongan besar pada indeks sepanjang sesi.

Di sisi lain, tekanan muncul pada sejumlah emiten, dengan Haseko turun 5,65% ke 2.722, Archion melemah 4,67% ke 408, dan Toho turun 4,56% ke 1.582. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak daripada yang turun di Bursa Tokyo, menunjukkan kenaikan bersifat cukup luas meski tidak merata.

Indikator risiko pasar juga cenderung mereda. Nikkei Volatility Index turun 1,78% ke 32,03, mengindikasikan permintaan lindung nilai (hedging) melemah saat investor lebih nyaman menambah eksposur. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,26% ke 159,03, sementara EUR/JPY relatif datar di 187,48.

Dari sisi komoditas, minyak melemah: WTI Mei turun 2,19% ke US$96,91/barel dan Brent Juni turun 0,61% ke US$98,75/barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas Juni naik 0,93% ke US$4.811,51/oz, selaras dengan pelemahan Dollar Index Futures yang turun 0,21% ke 97,96, menambah dukungan bagi aset berdenominasi dolar. (asd)* PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 13, 2026

Nikkei Ditutup Turun, Saham Jepang Tertekan di Akhir Sesi

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin, (13/04) dengan indeks Nikkei 225 turun 0,62% di Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh penurunan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong indeks bergerak di zona negatif hingga penutupan.

Di level saham, Dentsu menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,10% ke 3.155. Archion menguat 7,54% ke 428, sementara Yaskawa Electric naik 7,05% ke 5.239, menahan penurunan indeks agar tidak lebih dalam.

Tekanan terbesar datang dari TOTO yang merosot 7,15% ke 5.322. Ibiden turun 5,08% ke 9.386 dan Yokohama Rubber melemah 4,79% ke 6.040, mencerminkan pelebaran tekanan di beberapa saham besar pada sesi tersebut.

Secara luas, saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik di Tokyo Stock Exchange, dengan 1.767 saham melemah dan 974 menguat, sementara 179 stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 3,66% ke 32,61, menandakan meredanya implied volatility opsi Nikkei meski indeks ditutup negatif.

Di pasar komoditas, minyak bergerak menguat tajam: WTI kontrak Mei naik 6,80% ke US$103,14 per barel, sementara Brent kontrak Juni naik 6,40% ke US$101,29. Emas berjangka Juni turun 0,58% ke US$4.759,72 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,24% ke 159,68, sementara EUR/JPY turun tipis 0,03% ke 186,65. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker