Wednesday, June 10, 2026

Nikkei 225 Melemah 1,66%, Saham Jepang Ditutup di Zona Merah

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/06). Indeks Nikkei 225 turun 1,66% setelah tekanan jual melanda sejumlah sektor utama, terutama sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap kondisi pasar yang bergerak cukup volatil.

Meski indeks utama melemah, beberapa saham masih berhasil mencatatkan penguatan. Mitsubishi Estate menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah naik 5,18% ke level 4.162. Oriental Land juga menguat 4,30% ke level 2.292,50, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 4,22% dan ditutup di level 12.980.

Di sisi lain, tekanan besar datang dari saham-saham yang mencatat penurunan tajam. Taiyo Yuden menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 12,91% ke level 15.655. Furukawa Electric turun 11,74% ke level 41.040, sedangkan Sumitomo Electric Industries melemah 11,71% ke level 10.630. Koreksi tajam pada saham-saham tersebut ikut membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.

Secara luas, jumlah saham yang melemah di Bursa Efek Tokyo lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat 1.884 saham bergerak turun, sementara 1.663 saham menguat dan 219 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks volatilitas Nikkei juga naik 0,59% ke level 32,65, menandakan ketidakpastian pasar masih cukup terasa.

Dari pasar komoditas dan valuta asing, harga minyak mentah bergerak tipis melemah, dengan WTI berada di sekitar US$88,17 per barel dan Brent di kisaran US$91,43 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 1,38% ke level US$4.227,30 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik tipis ke 160,38, EUR/JPY menguat ke 185,22, dan indeks dolar AS bergerak sedikit naik ke level 99,91. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id 


Tuesday, June 9, 2026

Nikkei Naik 1,9%, Sektor Bank dan Properti yang Memimpin!

 

PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (09/06), dengan Nikkei 225 naik 1,92%. Penguatan didorong kinerja sektor properti, perbankan, dan tekstil, mencerminkan kembalinya minat risiko di bursa Tokyo setelah pergerakan pasar yang lebih volatil belakangan ini.

Kenaikan dipimpin beberapa saham berkapitalisasi besar. Taiyo Yuden melonjak 20,03% dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara Murata Manufacturing naik 11,26% dan Panasonic menguat 9,79%—Panasonic juga mencatat rekor harga. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik melampaui yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan yang relatif menyebar.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa emiten komoditas dan kesehatan. Mitsui Mining and Smelting turun 4,57%, Sumitomo Metal Mining melemah 3,48%, dan Sumitomo Dainippon Pharma turun 3,47%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih selektif, dengan rotasi terjadi antar-sektor.

Indikator volatilitas juga meningkat. Nikkei Volatility Index naik 14,42% ke 32,46, mengisyaratkan pelaku pasar masih memasang premi perlindungan risiko meski indeks utama menguat.

Dari pasar global, minyak melemah dengan WTI Juli turun ke US$89,92/barel dan Brent Agustus ke US$93,29/barel. Emas berjangka Agustus turun tipis ke US$4.353,95/oz. Di valuta, USD/JPY bertahan di sekitar 160,17, sementara indeks dolar AS berjangka melemah ke 99,64—kombinasi yang membantu menjaga sentimen ekuitas tetap positif, meski volatilitas masih tinggi. (asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Monday, June 8, 2026

Nikkei Anjlok 3,74%, Saham Jepang Tertekan Aksi Jual Luas

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (08/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 3,74% di Tokyo. Tekanan terjadi setelah saham-saham di sektor Paper & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi menjadi pemberat utama pasar. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya aksi jual di tengah sentimen global yang masih rapuh.

Di antara saham yang masih mencatatkan penguatan, Toho Co. menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 6,80% ke level 1.280,50. Sementara itu, Sumitomo Dainippon Pharma naik 5,39% ke 1.514,50, dan Tokio Marine Holdings menguat 3,37% ke 7.232,00. Kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar pada indeks utama.

Saham dengan penurunan terdalam dipimpin oleh SUMCO Corp. yang anjlok 12,84% ke level 3.522,00. Tekanan juga terjadi pada Murata Manufacturing yang turun 10,15% ke 8.711,00, serta Socionext Inc. yang melemah 10,05% ke 2.456,00. Secara keseluruhan, saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan 2.700 saham turun, sementara 909 saham naik dan 168 stagnan.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melonjak tajam. Crude oil untuk pengiriman Juli naik 4,59% ke US$94,70 per barel, sementara Brent oil untuk pengiriman Agustus menguat 4,95% ke US$97,70 per barel. Di sisi lain, kontrak emas Agustus justru melemah 0,95% ke US$4.323,84 per troy ounce, menunjukkan pasar masih bergerak selektif di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pasangan USD/JPY turun tipis 0,05% ke 160,24, dan EUR/JPY melemah 0,07% ke 184,57. Indeks Dolar AS Futures juga turun 0,21% ke 99,85. Ke depan, investor akan mencermati arah harga minyak, pergerakan yen, serta sentimen global untuk melihat apakah tekanan pada bursa Jepang masih berlanjut atau mulai mereda dalam sesi berikutnya. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, June 7, 2026

Nikkei 225 Turun 1,26% Dipimpin Pelemahan Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo - Nikkei 225 ditutup melemah 1,26% pada Jumat (05/06) di Tokyo, dengan tekanan terutama datang dari sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication. Kenaikan volatilitas turut menyertai pelemahan, dengan Nikkei Volatility naik 0,51% ke 29,46.

Di sisi saham individu, penguat utama indeks dipimpin Japan Steel Works yang naik 8,99% ke 7.930, diikuti Trend Micro yang menguat 7,28% ke 6.678. T&D Holdings juga menguat 6,42% ke 4.390 dan menyentuh level tertinggi lima tahun.

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari SUMCO yang turun 7,44% ke 4.041, disusul Ibiden yang melemah 6,92% ke 18.760. Tokyo Electron turun 6,61% ke 59.450, mempertegas tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Secara keseluruhan, saham yang naik masih lebih banyak daripada yang turun di Tokyo Stock Exchange, dengan 2.701 saham menguat, 861 melemah, dan 204 tidak berubah. Namun, pelemahan pada beberapa konstituen besar tetap cukup untuk menyeret indeks utama ke zona negatif.

Di pasar lain, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli turun 0,29% ke US$92,77/barel, sementara Brent untuk Agustus relatif stabil di US$95,07/barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 0,56% ke US$4.479,57/oz. Di valuta asing, USD/JPY nyaris datar di 159,94, sementara indeks dolar berjangka turun tipis ke 99,33. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, June 4, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Tekanan AI Seret Nikkei dari Rekor

 

Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada perdagangan Kamis (04/06), dengan Nikkei 225 turun 1,36% ke level 67.470, sementara indeks Topix terkoreksi 1,11% ke 3.952. Pelemahan ini terjadi setelah pasar saham Jepang sebelumnya berada di area rekor tertinggi, sehingga investor mulai melakukan aksi ambil untung di tengah tekanan global.

Tekanan utama datang dari pelemahan sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Bursa Jepang mengikuti sentimen negatif dari pasar global, terutama setelah prospek lemah dari produsen chip Amerika Serikat, Broadcom, membuat kekhawatiran terhadap sektor semikonduktor kembali meningkat.

Selain faktor teknologi, ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah tekanan ke pasar. Kondisi ini menurunkan harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai, sekaligus mendorong harga energi lebih tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi dan arah suku bunga kembali menjadi perhatian utama investor.

Di antara saham utama, SoftBank Group anjlok 11,3% karena eksposurnya yang besar terhadap investasi berbasis AI. Saham lain yang ikut melemah antara lain Kioxia Holdings turun 1,5%, Fujikura turun 3,9%, Murata Manufacturing turun 5%, Taiyo Yuden turun 3,9%, dan Furukawa Electric melemah 3,8%. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, June 3, 2026

Rali Teknologi Dorong Nikkei Cetak Rekor

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 2% pada Rabu dan ditutup di atas 68.000 untuk pertama kalinya. Penutupan ini mencetak rekor baru, didorong rali berlanjut pada saham-saham teknologi.

Optimisme terhadap peluang bisnis terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi penopang utama. Pelaku pasar menilai perusahaan Jepang punya peran penting dalam perluasan infrastruktur AI global, sehingga berpotensi diuntungkan dari pertumbuhan sektor tersebut.

Di sektor teknologi, Tokyo Electron melesat 13,4% dan Advantest naik 5,1%. Saham lain yang ikut menguat antara lain Kioxia Holdings (+0,7%), Fujikura (+9,3%), dan Furukawa Electric (+4,3%).

Meski sentimen AI mendominasi, investor masih memantau perkembangan negosiasi damai AS–Iran. Sinyal yang berubah-ubah dari kedua pihak menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.(asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker

Tuesday, June 2, 2026

Nikkei Turun 0,49% Dipicu Pelemahan Sektor Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Selasa (02/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 0,49% di akhir sesi Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh tekanan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong sentimen pasar cenderung hati-hati.

Tekanan pasar terlihat cukup luas. Di Bursa Tokyo, jumlah saham yang turun mengungguli yang naik, dengan 2.580 saham melemah, 994 menguat, dan 199 stagnan. Gambaran ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada segelintir saham, tetapi menyebar ke banyak emiten.

Meski indeks ditutup negatif, beberapa saham mencatat penguatan tajam. AGC Inc melesat 9,09% dan menyentuh level tertinggi 5 tahun, sementara Shift Inc naik 8,81%. Isetan Mitsukoshi Holdings juga menguat 6,96% dan mencapai level tertinggi 52 minggu, menandakan masih ada minat selektif pada saham tertentu di tengah koreksi pasar.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari beberapa emiten yang terkoreksi dalam. Nippon Electric Glass turun 9,97%, Mitsui Mining and Smelting melemah 7,97%, dan Yaskawa Electric turun 7,25%. Pada saat yang sama, Nikkei Volatility naik 9,60% ke 28,54, mengindikasikan pasar mulai memasang premi risiko yang lebih tinggi.

Pergerakan lintas aset turut memberi konteks pada sentimen hari ini. Minyak melemah, dengan WTI Juli turun ke US$91,44/barel dan Brent Agustus ke US$94,31/barel, sementara emas berjangka Agustus naik 1,34%. Di pasar valuta asing, USD/JPY relatif stabil di 159,72 dan EUR/JPY naik ke 186,07, sementara indeks dolar AS sedikit melemah. Kombinasi pelemahan saham dan kenaikan volatilitas menjadi sinyal bahwa pelaku pasar sedang menyeimbangkan kembali posisi risiko di tengah perubahan dinamika global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker