Wednesday, August 26, 2026

Nikkei Rises 0.58%, Supported by Property and Banking Stocks

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei 225 naik 0,58%. Penguatan terutama ditopang saham sektor properti, perbankan, dan tekstil, sementara jumlah saham yang naik mencapai 1.927 dibandingkan 1.516 saham yang melemah di Bursa Tokyo.

Saham Furukawa Electric menjadi salah satu penggerak utama setelah melonjak 10,34%, disusul Ibiden yang naik 6,30% dan Fujikura menguat 5,50%. Sebaliknya, Tokyo Electric Power turun 3,40%, Yokohama Rubber melemah 3,36%, dan Nissan Motor terkoreksi 3,05%.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari penurunan volatilitas, dengan Nikkei Volatility turun 0,88% ke 28,13. Namun, penguatan dolar terhadap yen masih menjadi perhatian setelah USD/JPY naik ke sekitar 159,41, sementara Dollar Index Futures berada di sekitar 99,03.

Dari pasar komoditas, minyak kembali melemah dengan WTI berada di sekitar US$84,26 per barel, sementara Brent turun ke US$89,72. Emas berjangka Desember relatif stabil di sekitar US$4.695,40 per troy ons.

Analisis Newsmaker: kenaikan Nikkei menunjukkan minat beli masih bertahan meski sentimen global dibayangi volatilitas teknologi dan geopolitik. Pelemahan yen dapat membantu saham eksportir Jepang, tetapi USD/JPY yang semakin tinggi juga meningkatkan kemungkinan respons kebijakan dari Jepang. Untuk jangka pendek, arah yen dan sentimen Wall Street tetap menjadi katalis utama Nikkei. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, August 25, 2026

Nikkei Rises 0.58%, Supported by Property and Banking Stocks

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei 225 naik 0,58%. Penguatan terutama ditopang saham sektor properti, perbankan, dan tekstil, sementara jumlah saham yang naik mencapai 1.927 dibandingkan 1.516 saham yang melemah di Bursa Tokyo.

Saham Furukawa Electric menjadi salah satu penggerak utama setelah melonjak 10,34%, disusul Ibiden yang naik 6,30% dan Fujikura menguat 5,50%. Sebaliknya, Tokyo Electric Power turun 3,40%, Yokohama Rubber melemah 3,36%, dan Nissan Motor terkoreksi 3,05%.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari penurunan volatilitas, dengan Nikkei Volatility turun 0,88% ke 28,13. Namun, penguatan dolar terhadap yen masih menjadi perhatian setelah USD/JPY naik ke sekitar 159,41, sementara Dollar Index Futures berada di sekitar 99,03.

Dari pasar komoditas, minyak kembali melemah dengan WTI berada di sekitar US$84,26 per barel, sementara Brent turun ke US$89,72. Emas berjangka Desember relatif stabil di sekitar US$4.695,40 per troy ons.

Analisis Newsmaker: kenaikan Nikkei menunjukkan minat beli masih bertahan meski sentimen global dibayangi volatilitas teknologi dan geopolitik. Pelemahan yen dapat membantu saham eksportir Jepang, tetapi USD/JPY yang semakin tinggi juga meningkatkan kemungkinan respons kebijakan dari Jepang. Untuk jangka pendek, arah yen dan sentimen Wall Street tetap menjadi katalis utama Nikkei. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Sunday, August 23, 2026

Indeks Nikkei Anjlok 3,16% Akibat Aksi Jual Saham Teknologi di Pasar Jepang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,16% dan ditutup pada level 65.326 pada hari Rabu, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 3,09% ke posisi 4.012. Saham-saham Jepang melemah selama dua sesi berturut-turut seiring meningkatnya tekanan jual pada saham sektor semikonduktor dan teknologi.

Penurunan ini terjadi menyusul pelemahan di Wall Street, di mana perusahaan pembuat cip terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan jual yang kuat. Sentimen investor juga tertekan oleh tingginya imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga minyak, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam sekitar 30 tahun pada pekan ini.

Saham-saham yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok AI global mencatat penurunan paling tajam. Kioxia Holdings merosot 12,6%, Furukawa Electric anjlok 13,7%, Advantest turun 2,3%, Tokyo Electron melemah 3,1%, dan Fujikura turun 9,7%. Aksi jual juga merembet ke saham sektor keuangan dan konsumer, dengan Mitsubishi UFJ turun 4,4% dan Toyota Motor melemah 2,7%. PT Rifan Financindo Berjangka.

Source : NewsMaker

Thursday, August 20, 2026

Nikkei 225 Naik 1,46%; Sektor Properti dan Perbankan Memimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Kamis (20 Agustus), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,46%. Kenaikan indeks ini didorong oleh lonjakan harga saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil, serta membaiknya sentimen pasar yang dipicu oleh kinerja positif sejumlah saham berkapitalisasi besar (*large-cap*).

Sumitomo Metal Mining menjadi penggerak utama dengan lonjakan sebesar 10,76% menjadi 10.630 yen. Kenaikan juga terjadi pada saham Sumitomo Dainippon Pharma yang naik 8,48% menjadi 1.465 yen, serta Kansai Electric Power yang menguat 8,37% menjadi 2.557,50 yen.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan penurunan. Aozora Bank turun 3,11% menjadi 3.238 yen, Ibiden melemah 2,87% menjadi 19.150 yen, dan Nippon Steel turun 2,20% menjadi 663 yen. Kendati demikian, jumlah saham yang mengalami kenaikan jauh melampaui jumlah saham yang turun di bursa Tokyo.

Sebanyak 2.907 saham mencatatkan kenaikan dibandingkan dengan 612 saham yang turun, sementara 226 saham tidak mengalami perubahan harga. Hal ini menunjukkan kekuatan pasar yang menyeluruh, meskipun volatilitas Nikkei meningkat 6,33% menjadi 32,44, yang mengisyaratkan bahwa investor tetap berhati-hati terhadap potensi fluktuasi pasar.

Sentimen komoditas juga cenderung positif. Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,64% menjadi sekitar US$84,93 per barel, sementara minyak mentah Brent untuk bulan Oktober menguat 0,70% menjadi sekitar US$92,26 per barel. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember naik tipis 0,12% menjadi sekitar US$4.550,86 per troy ounce. Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY naik 0,11% menjadi 158,36, sedangkan EUR/JPY menguat 0,21% menjadi 185,09. Sementara itu, kontrak berjangka indeks dolar AS turun tipis 0,06% ke level 98,67. Kombinasi antara pelemahan dolar dan kenaikan saham domestik turut menopang sentimen positif di pasar Jepang, meskipun para investor tetap mencermati volatilitas global serta perkembangan kebijakan moneter. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, August 19, 2026

Nikkei Anjlok 2,45%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup turun tajam sekitar 2,45% pada perdagangan Selasa (18/08), dengan tekanan terbesar datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini membuat sentimen pasar Jepang memburuk setelah sebelumnya indeks sempat bergerak dekat level tinggi.

Tekanan paling besar terlihat pada sejumlah saham teknologi dan elektronik. Taiyo Yuden jatuh sekitar 11,5%, Murata Manufacturing turun sekitar 9,6%, sementara Kioxia Holdings melemah sekitar 7,6%. Koreksi tajam di saham-saham tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyeret Nikkei lebih rendah.

Di sisi lain, saham pelayaran justru mencatat penguatan. Nippon Yusen naik sekitar 4,5% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa, sementara Mitsui O.S.K. Lines menguat sekitar 3,8%. Nippon Steel juga naik lebih dari 3%, menunjukkan penguatan masih terjadi secara selektif di tengah tekanan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding saham yang menguat di Bursa Tokyo. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten besar, tetapi cukup menyebar di berbagai sektor.

Di pasar komoditas, harga minyak tetap tinggi dengan WTI berada di sekitar US$84,38 per barel dan Brent di sekitar US$91,33. Sementara kontrak berjangka emas Desember turun tipis ke kisaran US$4.454 per troy ons. Tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik turut menjadi faktor yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Analisis Newsmaker: Penurunan tajam Nikkei menunjukkan investor mulai mengurangi risiko, terutama pada saham teknologi yang sebelumnya mencatat kenaikan kuat. Selama harga minyak tetap tinggi, yield global bertahan tinggi, dan ketegangan Timur Tengah belum mereda, tekanan terhadap saham Jepang masih berpotensi berlanjut. Namun, penguatan saham pelayaran menunjukkan sektor yang diuntungkan dari kenaikan tarif angkut dan risiko geopolitik masih dapat menjadi penopang terbatas.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 18, 2026

Nikkei Anjlok 2,45%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup turun tajam sekitar 2,45% pada perdagangan Selasa (18/08), dengan tekanan terbesar datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini membuat sentimen pasar Jepang memburuk setelah sebelumnya indeks sempat bergerak dekat level tinggi.

Tekanan paling besar terlihat pada sejumlah saham teknologi dan elektronik. Taiyo Yuden jatuh sekitar 11,5%, Murata Manufacturing turun sekitar 9,6%, sementara Kioxia Holdings melemah sekitar 7,6%. Koreksi tajam di saham-saham tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyeret Nikkei lebih rendah.

Di sisi lain, saham pelayaran justru mencatat penguatan. Nippon Yusen naik sekitar 4,5% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa, sementara Mitsui O.S.K. Lines menguat sekitar 3,8%. Nippon Steel juga naik lebih dari 3%, menunjukkan penguatan masih terjadi secara selektif di tengah tekanan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibanding saham yang menguat di Bursa Tokyo. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa emiten besar, tetapi cukup menyebar di berbagai sektor.

Di pasar komoditas, harga minyak tetap tinggi dengan WTI berada di sekitar US$84,38 per barel dan Brent di sekitar US$91,33. Sementara kontrak berjangka emas Desember turun tipis ke kisaran US$4.454 per troy ons. Tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik turut menjadi faktor yang meningkatkan kehati-hatian investor.

Analisis Newsmaker: Penurunan tajam Nikkei menunjukkan investor mulai mengurangi risiko, terutama pada saham teknologi yang sebelumnya mencatat kenaikan kuat. Selama harga minyak tetap tinggi, yield global bertahan tinggi, dan ketegangan Timur Tengah belum mereda, tekanan terhadap saham Jepang masih berpotensi berlanjut. Namun, penguatan saham pelayaran menunjukkan sektor yang diuntungkan dari kenaikan tarif angkut dan risiko geopolitik masih dapat menjadi penopang terbatas.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, August 17, 2026

Nikkei Melemah, Konflik Timur Tengah Tekan Sentimen

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,7% ke level 68.732,71 pada perdagangan Selasa (18/08), mengikuti pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya. Investor cenderung berhati-hati karena ketegangan Timur Tengah kembali meningkat dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih mengalami kebuntuan.

Sentimen pasar memburuk setelah pejabat Iran kembali memberi sinyal bahwa eskalasi dapat meningkat jika jalur diplomasi gagal. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan kembali memperhitungkan potensi gangguan terhadap pasar energi global.

Tekanan cukup besar terlihat pada sejumlah saham teknologi Jepang. Screen Holdings turun sekitar 2,9%, Lasertec melemah 2,8%, sementara Nippon Building Fund kehilangan sekitar 2,4%, sehingga ikut menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.

Pelemahan Nikkei juga mengikuti koreksi di Wall Street, di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan yield obligasi AS dan harga minyak yang tetap tinggi akibat risiko geopolitik. Kombinasi tersebut meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi.

Di pasar valuta asing, yen bergerak relatif stabil dengan USD/JPY berada di sekitar 159,38, sedikit lebih rendah dibanding posisi akhir perdagangan New York sebelumnya di 159,45.

Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei saat ini lebih banyak dipicu sentimen eksternal, terutama pelemahan Wall Street dan meningkatnya risiko konflik AS-Iran. Selama ketegangan Timur Tengah belum mereda, volatilitas saham Jepang berpotensi tetap tinggi, terutama pada sektor teknologi dan saham yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.(asd)  PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker