Thursday, May 28, 2026

Nikkei Turun, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang!

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada Kamis (28/05), dengan Nikkei 225 turun 0,47% dan ditutup di 64.693, sementara Topix turun 0,41% ke 3.902. Koreksi ini terjadi setelah reli yang membawa indeks ke rekor, ketika tekanan kembali muncul di saham-saham teknologi.

Sentimen global ikut menambah kehati-hatian setelah laporan serangan terbaru AS ke Iran. Di saat yang sama, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan udara AS tanpa menyebut lokasi, membuat pasar kembali menilai risiko eskalasi meski pembicaraan masih berjalan.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda sebelumnya memperingatkan tekanan inflasi yang meningkat akibat harga minyak yang lebih tinggi, namun tidak memberi sinyal jelas apakah BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Kombinasi inflasi energi dan ketidakpastian kebijakan menjaga pasar cenderung defensif.

Sektor teknologi memimpin pelemahan. SoftBank Group turun 2%, Fujikura melemah 2,4%, Advantest turun 2,9%, dan Lasertec jatuh 3,4%, menandai aksi ambil untung dan rotasi yang lebih selektif setelah reli kuat. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 25, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Naik 3,0% Dipimpin Real Estate dan Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (25/05), dengan Nikkei 225 naik 3,04% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, menandai perbaikan sentimen risiko di bursa Tokyo.

Di jajaran penggerak utama, Taiyo Yuden melonjak 16,51% ke rekor tertinggi, sementara Fujikura naik 14,43% dan Kioxia Holdings menguat 14,02% juga ke rekor. Sebaliknya, tekanan terlihat pada Archion yang turun 8,41%, serta Pan Pacific International (-4,88%) dan Aeon (-4,76%) yang masing-masing menyentuh level terendah 52 minggu.

Dari lebar pasar, saham yang turun masih lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, mencerminkan reli yang kuat namun tetap selektif. Nikkei Volatility tercatat stabil di 28,35, mengindikasikan pasar opsi belum menambah premi volatilitas meski indeks berada di puncak baru.

Pergerakan aset global turut memberi konteks. Minyak melemah tajam, dengan WTI Juli turun 5,42% ke US$91,36 dan Brent Agustus turun 4,81% ke US$95,39, sementara kontrak emas Agustus naik 0,91% ke US$4.597,70 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,16% ke 158,94, sedangkan EUR/JPY naik 0,16% ke 185,02. Kontrak berjangka US Dollar Index juga melemah 0,23% ke 98,96, menjaga latar “risk-on” yang mendukung ekuitas Jepang, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perbaikan sentimen. (asd) PT Rifan.

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, May 24, 2026

Nikkei Naik 1,8%, Cetak Rekor Intraday

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Stock Average menguat 1,8% ke 64.463,08 dan sempat menyentuh rekor intraday di 64.515,84. Penguatan didorong meningkatnya harapan pasar terhadap potensi kesepakatan damai AS-Iran, yang meredakan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan dipimpin saham chip dan konstruksi. Kioxia Holdings naik 5,3%, sementara Taisei menguat 7,8%, mencerminkan minat beli pada sektor yang sensitif terhadap sentimen risiko dan prospek aktivitas ekonomi.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 158,91 yen, sedikit lebih rendah dibanding 159,07 yen pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat. Pergerakan yen yang menguat tipis ini terjadi seiring investor menyesuaikan posisi terhadap berita geopolitik dan arah dolar.

Pelaku pasar tetap memantau perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan ia tidak terburu-buru untuk merampungkan kesepakatan mengakhiri perang dengan Iran. Nada “tidak tergesa-gesa” ini membuat investor menunggu kejelasan lanjutan, meski untuk sementara sentimen pasar masih mendukung aset berisiko seperti saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Thursday, May 21, 2026

Nikkei Naik Didorong Lonjakan SoftBank dan Saham Teknologi

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang menguat pada perdagangan Kamis (21/05), dengan Nikkei 5225 Index melonjak 3,14% menutup di 61.684 dan Topix Index naik 1,64% ke 3.854. Kenaikan ini menandai rebound setelah penurunan awal pekan dan didorong oleh optimisme baru terhadap permintaan terkait kecerdasan buatan.

Sentimen investor juga mendapat dorongan dari kinerja laba kuat Nidia yang memengaruhi pasar teknologi global, serta kabar bahwa Samsung Electronics berhasil menghindari potensi mogok kerja, yang mendukung saham-saham terkait semikonduktor. Di Jepang, SoftBank Group memimpin reli dengan lonjakan hampir 20% setelah laporan mengenai persiapan OpenAI untuk penawaran saham publik.

Saham teknologi lain juga mencatatkan kenaikan signifikan, termasuk Kioxia Holdings (7,9%), Fujikura (4,8%), Advantest (4,4%), Ibiden (14,3%), dan Tokyo Electron (5,9%). Pergerakan ini menunjukkan fokus investor pada sektor teknologi sebagai pendorong utama penguatan pasar domestik.

Selain faktor industri, berita geopolitik turut memengaruhi pasar, dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Iran. Hal ini meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz yang strategis dapat segera dibuka kembali, menambah sentimen positif bagi saham Jepang secara luas. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, May 20, 2026

Saham Jepang Turun 1,34% di Tengah Kerugian Sektor, Tekanan Minyak dan Valuta Asing

 


Rifan Financindo - Saham Jepang berakhir lebih rendah pada hari Rabu, dengan Nikkei 225 turun 1,34% karena sentimen pasar yang lebih luas melemah. Kerugian terkonsentrasi di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan posisi investor yang hati-hati menjelang pergerakan komoditas dan mata uang global.

Ube Industries memimpin kenaikan di Nikkei 225, melonjak 20,92% menjadi 2.890,50, sementara Ryohin Keikaku dan Archion Corp masing-masing naik 3,48% dan 3,13%. Sebaliknya, Okuma Corp. turun 9,99% menjadi 4.055,00, Fujikura Ltd. turun 8,52%, dan Taisei Corp. kehilangan 6,12%, menyoroti kinerja sektor yang tidak merata. Secara keseluruhan, saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik dengan rasio lebih dari 4 banding 1, dengan 2.937 saham turun dibandingkan 686 saham yang naik, sementara 159 saham tetap tidak berubah.

Perkembangan komoditas dan mata uang menambah tekanan pada ekuitas. Minyak mentah WTI Juli turun 1,08% menjadi $102,89 per barel, minyak mentah Brent turun 0,93% menjadi $109,95, dan emas berjangka Juni turun 0,12% menjadi $4.479,84 per ons. USD/JPY turun 0,08% menjadi 158,95, sementara EUR/JPY turun 0,14% menjadi 184,35. Indeks Volatilitas Nikkei naik tipis 0,49% menjadi 30,94, mencerminkan ketidakpastian pasar berbasis opsi yang meningkat.

Pasar sekarang mengamati interaksi antara tren harga minyak, pergeseran mata uang, dan sentimen risiko, yang dapat memengaruhi rotasi sektor dan arah ekuitas secara keseluruhan. Investor dapat memantau data komoditas yang akan datang dan petunjuk keuangan global untuk mengukur momentum pasar lebih lanjut. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, May 19, 2026

Nikkei 225 Turun 0,12% Dibebani oleh Sektor Transportasi dan Komunikasi

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah pada Selasa (19/05), dengan Nikkei 225 turun 0,12% di akhir perdagangan Tokyo. Tekanan datang terutama dari pelemahan di sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication, yang menahan indeks tetap di zona negatif meski ada sejumlah penguatan saham individual.

Di level saham, penguatan terbesar dipimpin Konami yang naik 9,18% ke 20.455, diikuti BayCurrent Consulting yang menguat 8,24% ke 5.756 dan Archion naik 8,19% ke 383. Di sisi lain, pelemahan tajam terlihat pada Fujikura yang turun 16,95% ke 4.695, sementara Furukawa Electric melemah 8,37% ke 50.250 dan DOWA Holdings turun 6,79% ke 10.370.

Di pasar yang lebih luas, jumlah saham yang naik sebenarnya lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo, dengan 2.303 saham menguat berbanding 1.265 melemah, sementara 202 tidak berubah. Namun, ukuran indeks yang sensitif terhadap bobot saham-saham tertentu membuat pergerakan beberapa emiten besar yang melemah tetap cukup untuk menahan indeks.

Sinyal kehati-hatian juga tercermin dari kenaikan Nikkei Volatility sebesar 3,64% ke 30,79, menunjukkan premi volatilitas opsi meningkat. Di saat yang sama, komoditas cenderung melemah: WTI Juli turun 0,53% ke US$103,83/barel dan Brent Juli turun 1,33% ke US$110,61/barel, sementara emas berjangka Juni turun 0,20% ke US$4.548,70/ons.

Di pasar valas, USD/JPY naik 0,20% ke 159,09 dan EUR/JPY menguat tipis 0,01% ke 185,13, sementara US Dollar Index Futures turun 0,04% ke 99,07. Ke depan, pelaku pasar biasanya memantau apakah kenaikan volatilitas berlanjut, arah pergerakan yen terhadap dolar, serta bagaimana kombinasi sentimen risiko dan pergerakan energi memengaruhi rotasi sektor di bursa Tokyo. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 18, 2026

Nikkei Turun, Volatilitas Naik Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Senin, dengan indeks Nikkei 225 turun 1,08%. Pelemahan dipimpin oleh sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, sementara jumlah saham turun lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo.

Di sisi penggerak indeks, beberapa saham justru melonjak. Terumo naik 18,57%, Recruit Holdings menguat 16,58%, dan Kioxia Holdings naik 15,75% serta mencetak all-time high.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari Marui Group yang turun 8,53% dan menyentuh level terendah 52 minggu, disusul Nikon turun 7,95% dan Subaru melemah 7,11%.

Dari pasar lain, volatilitas Nikkei naik tipis ke 29,71. Harga minyak menguat, dengan WTI Juli naik ke sekitar US$102,77/barel dan Brent Juli naik ke US$110,88/barel, sementara emas berjangka turun ke sekitar US$4.549,60/ons; USD/JPY naik tipis ke 158,89.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker