Monday, March 9, 2026

Nikkei Rebound, Minyak Koreksi Redakan Kekhawatiran Stagflasi


 

PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,8% menembus 54.000 pada Selasa(10/3), sementara Topix naik 2% ke 3.650, memulihkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dipicu turunnya harga minyak kembali ke bawah US$100 per barel yang membantu meredakan kekhawatiran stagflasi di pasar global.

Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal perang Iran dapat segera berakhir dan mengungkap rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Di saat yang sama, menteri keuangan negara G7 menyatakan kelompok tersebut “siap” melepas minyak dari cadangan strategis bila diperlukan, memperkuat persepsi bahwa otoritas akan berupaya menahan lonjakan biaya energi.

Sebelumnya, saham global tertekan di tengah ketidakpastian konflik Iran, sementara reli harga minyak memicu kekhawatiran dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi. Penurunan minyak kali ini menekan premi risiko energi dan memberi ruang bagi pelaku pasar untuk kembali mengambil risiko pada ekuitas, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya input dan suku bunga.

Dari sisi domestik, revisi naik pertumbuhan PDB Jepang kuartal IV menjadi 0,3% dari estimasi awal 0,1%—didukung permintaan domestik yang kuat—ikut memperkuat narasi pemulihan. Saham teknologi memimpin reli, dengan Kioxia Holdings naik 11%, Fujikura 10%, dan Advantest 5,5%. Saham unggulan di sektor keuangan, konsumen, dan pertahanan juga menguat.

Ke depan, pasar akan memantau arah konflik Iran dan tindak lanjut kebijakan untuk menstabilkan harga minyak, termasuk potensi pelepasan cadangan strategis. Pergerakan minyak tetap menjadi variabel kunci karena berpengaruh langsung pada ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global, yang pada gilirannya menentukan daya tahan reli ekuitas Jepang.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Nikkei Naik, Sektor Energi dan Perbankan Memimpin Kenaikan Saham Tokyo

 

Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (5/3), dengan Nikkei 225 naik 1,72%, didorong oleh kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Kenaikan tersebut bersifat luas, tercermin dalam dominasi saham yang naik di Bursa Saham Tokyo: 3.438 saham naik, 300 turun, dan 85 tidak berubah.

Di antara pendorong indeks, Inpex melonjak 7,46% menjadi 4.161, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Nippon Electric Glass naik 7,05% menjadi 6.740, sementara Resona Holdings naik 6,52% menjadi 1.788,5, menyoroti peran saham energi dan keuangan dalam memicu reli tersebut.

Namun, tidak semua saham bergerak ke arah yang sama. Nitori turun 3,59% menjadi 2.819, Kyowa Kirin melemah 3,00% menjadi 2.164, dan Nexon turun 2,90% menjadi 2.983, menunjukkan rotasi selektif di tengah penguatan indeks utama.

Di balik kenaikan harga saham, ukuran ketidakpastian pasar justru meningkat. Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 76,95% menjadi 53,05, level tertinggi dalam enam bulan, menunjukkan pelaku pasar masih memberikan premi pada risiko meskipun indeks ditutup lebih tinggi.

Di pasar global, komoditas memberikan latar belakang yang mendukung untuk energi: WTI untuk April naik 2,57% menjadi US$76,58 per barel dan Brent untuk Mei naik 0,79% menjadi US$83,16. Emas untuk April naik 0,83% menjadi US$5.177,26 per troy ounce. Sementara itu, USD/JPY sedikit turun 0,03% menjadi 157,02, dengan indeks dolar berjangka naik 0,25% menjadi 98,97. (alg) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Bursa Jepang Terkoreksi, Sektor Transport Terpukul

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah tajam pada Rabu(4/3), dengan Nikkei 225 turun 3,70%. Tekanan jual dipimpin oleh sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan sentimen risk-off yang masih kuat di pasar global.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham tetap mencatat kinerja positif. BayCurrent Consulting memimpin penguatan dengan naik sekitar 5,61%, diikuti ZOZO dan Oriental Land yang menguat moderat hingga penutupan.

Namun tekanan terbesar datang dari saham-saham yang anjlok tajam. Kyowa Kirin turun sekitar 18,31%, sementara DOWA Holdings dan Sumitomo Metal Mining merosot lebih dari 10%. Secara keseluruhan, saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Efek Tokyo, menegaskan pelemahan yang bersifat luas.

Dari sisi indikator risiko, Nikkei Volatility Index justru turun sekitar 14,32% ke 29,98, menandakan ekspektasi volatilitas tersirat mulai mereda meski harga saham jatuh. Di pasar komoditas, WTI April naik ke sekitar $76,71/barel dan Brent Mei ke $83,95/barel, sementara emas April menguat ke sekitar $5.170/ons—kenaikan energi yang biasanya menambah tekanan bagi pasar saham melalui risiko inflasi dan biaya.

Di pasar valas, USD/JPY melemah tipis ke 157,44 dan EUR/JPY turun ke 182,81, sementara Dollar Index Futures relatif stabil di sekitar 99,03. Ke depan, arah Nikkei akan sangat bergantung pada kombinasi pergerakan harga energi, perkembangan geopolitik, dan perubahan selera risiko global—jika minyak bertahan tinggi, tekanan pada saham Jepang berpotensi berlanjut.(alg) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Nikkei terpukul saat minyak naik; risiko inflasi mengaburkan jalur kebijakan BOJ

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah tajam pada Selasa, dengan Nikkei 225 turun 3,06% ke 56.279 dan Topix terkoreksi 3,24% ke 3.772, memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya ketika eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi global.

Tekanan ini menempatkan Jepang pada kombinasi yang tidak nyaman: risiko pertumbuhan yang melambat bersamaan dengan tekanan harga yang tetap bertahan. Bagi pasar, lonjakan energi bukan sekadar isu komoditas ia langsung menyasar neraca impor energi Jepang, menekan daya beli rumah tangga, dan berpotensi memperumit disinflasi yang diharapkan.

Di sisi kebijakan, narasi menjadi semakin “dua arah”. Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino sebelumnya menyampaikan bank sentral berniat melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap menuju stance yang lebih netral, sejalan dengan penilaian bahwa inflasi dasar bergerak naik meski belum “pasti” bertahan di 2%. Namun, eskalasi geopolitik dan gejolak pasar belakangan membuat sebagian pelaku pasar menilai BOJ berpotensi lebih berhati-hati; Reuters melaporkan sumber-sumber yang menyebut peluang BOJ menahan suku bunga pada pertemuan 18–19 Maret meningkat, dengan ekspektasi kenaikan bergeser ke April.

Penurunan di bursa Tokyo bersifat luas. Hampir semua sektor ikut melemah, dengan tekanan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar mulai dari manufaktur dan otomotif hingga teknologi mencerminkan repricing cepat terhadap risiko biaya energi, margin, dan permintaan global.

Yang akan dipantau pasar dari sini bukan hanya arah Nikkei, melainkan indikator transmisi: apakah reli minyak bertahan (dan sejauh mana memicu kekhawatiran inflasi), respons yen terhadap risk-off, serta nada BOJ yang menyeimbangkan normalisasi kebijakan dengan risiko “stagflation-lite” domestik.(Cp) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 2, 2026

Nikkei Jatuh 2,3%: Jepang Tersungkur

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah tajam pada awal pekan, terseret kekhawatiran pasar soal stabilitas di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Sentimen risk-off bikin investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap ketidakpastian global.

Tekanan paling berat datang dari sektor keuangan dan maskapai, yang langsung kena imbas saat risiko geopolitik naik dan biaya energi diperkirakan makin mahal. Nomura Holdings anjlok 7,3%, sementara Japan Airlines turun 6,2%.

Di sisi lain, saham energi justru jadi pengecualian. Inpex melonjak 12% karena harga minyak yang menguat memberi prospek pendapatan lebih baik bagi perusahaan eksplorasi migas.

Di pasar valuta, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat, menandakan demand dolar naik saat investor cari aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, Nikkei tercatat turun 2,3% ke 57.478,55, dengan pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah dan pergerakan minyak.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 1, 2026

Nikkei Cetak Rekor Lagi, Real Estat & Bank Angkat Indeks

 



Rifan Financindo - Saham-saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat, didorong penguatan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Nikkei 225 naik 0,36% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru di akhir sesi.

Penguatan juga terlihat dari breadth pasar yang sangat dominan: jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 3.064 : 600, sementara 167 saham stagnan. Namun, di balik kenaikan indeks, volatilitas justru ikut meningkat. Nikkei Volatility Index melonjak 16,07% ke 31,21, menandakan pasar tetap sensitif terhadap pergerakan tajam antar-sektor.

Di papan top gainers, Sumitomo Metal Mining (5713) melesat 11,28% ke 12.625, disusul DOWA Holdings (5714) yang naik 10,63% ke 11.550, serta JGC Corp (1963) yang menguat 8,02% ke 2.477. Sejumlah saham bahkan dilaporkan menyentuh level tertinggi baru (all-time high/level tinggi multi-tahun), menegaskan rotasi minat beli masih aktif pada saham-saham tertentu.

Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham terkait teknologi/semikonduktor. Advantest (6857) turun 4,53% ke 26.850, Disco (6146) melemah 4,51% ke 75.500, dan Dainippon Screen (7735) turun 3,23% ke 22.925. Koreksi ini menunjukkan pasar tidak bergerak seragam meski indeks menguat.

Di pasar komoditas, minyak ikut menguat: WTI April naik 0,83% ke $65,75/barel, sementara Brent Mei naik 0,66% ke $71,31/barel. Emas berjangka April naik tipis 0,16% ke $5.202,50 per troy ounce, menjaga bias defensif tetap ada.

Dari pasar valuta asing, USD/JPY melemah tipis 0,12% ke 155,95 dan EUR/JPY turun 0,04% ke 184,06. Sementara Indeks Dolar AS Berjangka turun tipis 0,04% ke 97,70, memberi sedikit ruang bagi aset berisiko di Asia namun belum cukup untuk menghapus kenaikan volatilitas.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker