Wednesday, April 1, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 31, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


Rifan Financindo - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, March 26, 2026

Saham Jepang Melemah Hari Kedua, Pasar Ragu De-eskalasi Cepat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat pagi, seiring pasar masih menimbang ketidakpastian perang Iran dan dampaknya terhadap harga minyak. Topix turun 0,5% ke 3.622,85 pada 09:12 waktu Tokyo, sementara Nikkei 225 melemah 1,2% ke 52.934,51.

Pergerakan indeks kali ini cenderung tipis dan terbelah: dari 1.655 saham anggota Topix, 777 menguat, 785 turun, dan 93 stagnan. Tokyo Electron menjadi pemberat terbesar pada Topix setelah turun 3,9%, mencerminkan tekanan yang lebih kuat pada saham-saham teknologi.

Tekanan pada teknologi terjadi meski Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran. Namun reli minyak yang kuat sepanjang bulan ini—di tengah volatilitas ekstrem—membuat pasar Jepang tetap defensif karena Jepang sangat sensitif terhadap biaya impor energi dan risiko inflasi.

Sumitomo Mitsui DS Asset Management menilai reaksi pasar terhadap perpanjangan tenggat AS terbatas, karena negosiasi diperkirakan akan berjalan panjang dan pelaku pasar belum melihat alasan kuat untuk optimistis. Dengan latar tersebut, pergerakan minyak diperkirakan tetap menjadi pendorong utama sentimen ekuitas Jepang dalam jangka dekat. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Topix Menguat Terbatas, Pasar Masih Selektif di Tengah Konflik Iran

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Kamis pagi, mengikuti kenaikan Wall Street setelah optimisme soal upaya gencatan senjata konflik Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun reli dibatasi oleh harga minyak yang masih tinggi, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi energi dan dampaknya ke biaya impor Jepang.

Topix naik 0,5% ke 3.670,43 pada 09:25 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,7% ke 54.122,55. Kenaikan berlangsung tidak merata: dari 1.655 saham Topix, 781 naik dan 775 turun, mencerminkan pasar yang masih selektif.

SoftBank Group menjadi penopang utama, sempat naik hingga 7,2%. Penguatan juga terlihat pada otomotif, mesin, kimia, dan trading house. Sektor pertambangan, pelayaran, dan produk minyak ikut menguat, sementara farmasi dan ritel tertinggal.

Nomura menilai meski penyelesaian perang masih jauh, ada langkah-langkah untuk menghindari skenario terburuk. Namun pasar tetap meragukan efektivitas pembicaraan karena AS tetap mengirim pasukan ke kawasan. Dalam kondisi ini, saham terkait semikonduktor mulai dipandang lebih “defensif” karena dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi konflik Iran dan harga minyak. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Nikkei-Topix Melonjak, Pasar Mencium Gencatan Senjata AS–Iran

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Rabu pagi seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah, setelah ekspektasi pasar mengarah pada upaya AS mendorong gencatan senjata satu bulan dengan Iran. Perbaikan sentimen ini mendorong risk appetite kembali masuk ke ekuitas Asia.

Indeks Topix naik 2,3% ke 3.642,45 pada 09:23 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 2,7% ke 53.648,87. Kenaikan berlangsung luas, dengan 1.555 dari 1.657 saham anggota Topix menguat, hanya 79 yang turun, dan 23 tidak berubah.

Kontributor terbesar datang dari Toyota Motor yang naik 3,1%, membantu mengangkat indeks. Pelaku pasar menilai saham-saham yang sebelumnya banyak dijual mulai mendapat perhatian kembali, terutama kelompok yang sensitif terhadap sentimen makro.

Strategis Daiwa Asset Management, Kazunori Tatebe, menilai ada tanda-tanda eskalasi AS–Iran mereda. Ia menyebut pasar Jepang cenderung “menguji rebound” secara hati-hati, dengan saham yang sebelumnya tertekan—termasuk yang terkait semikonduktor—berpeluang memimpin pemulihan.

Di kawasan, MSCI AC Asia Pacific naik 1,3%, menunjukkan pemulihan risiko yang lebih luas. Secara kinerja, Topix tercatat naik 6,8% year-to-date, melampaui MSCI AC Asia Pacific yang naik 4,1%, menandakan saham Jepang relatif lebih kuat dibanding rata-rata regional.

Dari sisi valuasi, saham anggota Topix diperdagangkan di sekitar 16,3 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. Ke depan, pasar akan tetap sangat peka terhadap headline diplomasi dan stabilitas energi; harapan gencatan senjata bisa menopang reli, tetapi ketidakpastian geopolitik tetap berpotensi menjaga volatilitas. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker