PT Rifan Financindo - Saham Jepang melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada Senin, mengikuti penurunan Wall Street dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
Indeks Nikkei 225 turun 0,7% ke sekitar 61.000, sementara Topix melemah 0,5% ke 3.845. Pasar menilai risiko inflasi kembali menguat seiring gangguan geopolitik yang berpotensi mempertahankan harga energi di level tinggi.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Washington kian menipis. Media Iran juga melaporkan kedua pihak masih berjauhan dalam negosiasi, memperpanjang ketidakpastian terkait konflik.
Sentimen juga terbebani oleh kenaikan yield obligasi AS pada Jumat, setelah aksi jual tajam di pasar Treasury. Lonjakan yield itu didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk meredam tekanan inflasi yang terkait konflik Iran.
Kenaikan yield biasanya memperketat kondisi finansial dan menekan valuasi saham, terutama sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan. Dalam kondisi ini, reli harga minyak memperkuat narasi “suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama” yang menjadi hambatan bagi aset berisiko.
Di bursa Tokyo, saham teknologi memimpin pelemahan. Kioxia Holdings turun 8,3%, Fujikura melemah 2,4%, dan SoftBank Group turun 1,7%.
Pada sisi korporasi, Mizuho Financial jatuh hampir 7% setelah laporan menyebut perusahaan mempertimbangkan potensi investasi di Rakuten Bank. Pasar akan memantau arah harga minyak, pergerakan yield AS, serta perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai penentu sentimen berikutnya.(asd) PT Rifan Financindo.
Sumber: NewsMaker