Sunday, June 7, 2026

Nikkei 225 Turun 1,26% Dipimpin Pelemahan Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo - Nikkei 225 ditutup melemah 1,26% pada Jumat (05/06) di Tokyo, dengan tekanan terutama datang dari sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication. Kenaikan volatilitas turut menyertai pelemahan, dengan Nikkei Volatility naik 0,51% ke 29,46.

Di sisi saham individu, penguat utama indeks dipimpin Japan Steel Works yang naik 8,99% ke 7.930, diikuti Trend Micro yang menguat 7,28% ke 6.678. T&D Holdings juga menguat 6,42% ke 4.390 dan menyentuh level tertinggi lima tahun.

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari SUMCO yang turun 7,44% ke 4.041, disusul Ibiden yang melemah 6,92% ke 18.760. Tokyo Electron turun 6,61% ke 59.450, mempertegas tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Secara keseluruhan, saham yang naik masih lebih banyak daripada yang turun di Tokyo Stock Exchange, dengan 2.701 saham menguat, 861 melemah, dan 204 tidak berubah. Namun, pelemahan pada beberapa konstituen besar tetap cukup untuk menyeret indeks utama ke zona negatif.

Di pasar lain, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli turun 0,29% ke US$92,77/barel, sementara Brent untuk Agustus relatif stabil di US$95,07/barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 0,56% ke US$4.479,57/oz. Di valuta asing, USD/JPY nyaris datar di 159,94, sementara indeks dolar berjangka turun tipis ke 99,33. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, June 4, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Tekanan AI Seret Nikkei dari Rekor

 

Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada perdagangan Kamis (04/06), dengan Nikkei 225 turun 1,36% ke level 67.470, sementara indeks Topix terkoreksi 1,11% ke 3.952. Pelemahan ini terjadi setelah pasar saham Jepang sebelumnya berada di area rekor tertinggi, sehingga investor mulai melakukan aksi ambil untung di tengah tekanan global.

Tekanan utama datang dari pelemahan sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Bursa Jepang mengikuti sentimen negatif dari pasar global, terutama setelah prospek lemah dari produsen chip Amerika Serikat, Broadcom, membuat kekhawatiran terhadap sektor semikonduktor kembali meningkat.

Selain faktor teknologi, ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah tekanan ke pasar. Kondisi ini menurunkan harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai, sekaligus mendorong harga energi lebih tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi dan arah suku bunga kembali menjadi perhatian utama investor.

Di antara saham utama, SoftBank Group anjlok 11,3% karena eksposurnya yang besar terhadap investasi berbasis AI. Saham lain yang ikut melemah antara lain Kioxia Holdings turun 1,5%, Fujikura turun 3,9%, Murata Manufacturing turun 5%, Taiyo Yuden turun 3,9%, dan Furukawa Electric melemah 3,8%. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, June 3, 2026

Rali Teknologi Dorong Nikkei Cetak Rekor

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 2% pada Rabu dan ditutup di atas 68.000 untuk pertama kalinya. Penutupan ini mencetak rekor baru, didorong rali berlanjut pada saham-saham teknologi.

Optimisme terhadap peluang bisnis terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi penopang utama. Pelaku pasar menilai perusahaan Jepang punya peran penting dalam perluasan infrastruktur AI global, sehingga berpotensi diuntungkan dari pertumbuhan sektor tersebut.

Di sektor teknologi, Tokyo Electron melesat 13,4% dan Advantest naik 5,1%. Saham lain yang ikut menguat antara lain Kioxia Holdings (+0,7%), Fujikura (+9,3%), dan Furukawa Electric (+4,3%).

Meski sentimen AI mendominasi, investor masih memantau perkembangan negosiasi damai AS–Iran. Sinyal yang berubah-ubah dari kedua pihak menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.(asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker

Tuesday, June 2, 2026

Nikkei Turun 0,49% Dipicu Pelemahan Sektor Transport dan Komunikasi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Selasa (02/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 0,49% di akhir sesi Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh tekanan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong sentimen pasar cenderung hati-hati.

Tekanan pasar terlihat cukup luas. Di Bursa Tokyo, jumlah saham yang turun mengungguli yang naik, dengan 2.580 saham melemah, 994 menguat, dan 199 stagnan. Gambaran ini menunjukkan pelemahan tidak hanya terjadi pada segelintir saham, tetapi menyebar ke banyak emiten.

Meski indeks ditutup negatif, beberapa saham mencatat penguatan tajam. AGC Inc melesat 9,09% dan menyentuh level tertinggi 5 tahun, sementara Shift Inc naik 8,81%. Isetan Mitsukoshi Holdings juga menguat 6,96% dan mencapai level tertinggi 52 minggu, menandakan masih ada minat selektif pada saham tertentu di tengah koreksi pasar.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari beberapa emiten yang terkoreksi dalam. Nippon Electric Glass turun 9,97%, Mitsui Mining and Smelting melemah 7,97%, dan Yaskawa Electric turun 7,25%. Pada saat yang sama, Nikkei Volatility naik 9,60% ke 28,54, mengindikasikan pasar mulai memasang premi risiko yang lebih tinggi.

Pergerakan lintas aset turut memberi konteks pada sentimen hari ini. Minyak melemah, dengan WTI Juli turun ke US$91,44/barel dan Brent Agustus ke US$94,31/barel, sementara emas berjangka Agustus naik 1,34%. Di pasar valuta asing, USD/JPY relatif stabil di 159,72 dan EUR/JPY naik ke 186,07, sementara indeks dolar AS sedikit melemah. Kombinasi pelemahan saham dan kenaikan volatilitas menjadi sinyal bahwa pelaku pasar sedang menyeimbangkan kembali posisi risiko di tengah perubahan dinamika global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Monday, June 1, 2026

Nikkei 225 Cetak Rekor Baru, Ditopang Real Estat dan Perbankan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin (01/06), dengan indeks Nikkei 225 naik 0,90% dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan dipimpin sektor real estat, perbankan, dan tekstil, menandai sesi yang solid di Bursa Tokyo.

Penguatan indeks ditopang lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar. SoftBank Group melonjak 14,02% dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, sementara Kioxia Holdings naik 10,10% juga ke rekor tertinggi, dan SUMCO menguat 9,46% ke level tertinggi lima tahun.

Di sisi lain, tekanan muncul pada beberapa emiten defensif dan industri. Denka turun 7,33%, Mitsubishi Electric melemah 7,17%, dan Shiseido turun 6,96%, mencerminkan rotasi yang selektif di dalam pasar meski indeks utama menguat.

Lebarnya partisipasi pasar cenderung positif, dengan jumlah saham naik melampaui yang turun (2.617 berbanding 982), sementara volatilitas tersirat melemah. Indeks Volatilitas Nikkei turun 3,38% ke 26,04, level terendah dalam tiga bulan, mengindikasikan premi risiko jangka pendek yang lebih terkendali.

Dari sisi lintas aset, minyak menguat tajam dengan WTI naik 3,13% ke US$90,09 per barel dan Brent naik 2,83% ke US$93,70, sementara emas berjangka turun 1,33%. Yen melemah tipis dengan USD/JPY naik ke 159,42, dan indeks dolar berjangka menguat terbatas—kombinasi yang menjaga dukungan bagi aset berisiko, sembari pasar memantau pergerakan energi, kurs yen, dan dinamika volatilitas sebagai penentu kelanjutan sentimen. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, May 28, 2026

Nikkei Turun, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang!

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada Kamis (28/05), dengan Nikkei 225 turun 0,47% dan ditutup di 64.693, sementara Topix turun 0,41% ke 3.902. Koreksi ini terjadi setelah reli yang membawa indeks ke rekor, ketika tekanan kembali muncul di saham-saham teknologi.

Sentimen global ikut menambah kehati-hatian setelah laporan serangan terbaru AS ke Iran. Di saat yang sama, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan udara AS tanpa menyebut lokasi, membuat pasar kembali menilai risiko eskalasi meski pembicaraan masih berjalan.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda sebelumnya memperingatkan tekanan inflasi yang meningkat akibat harga minyak yang lebih tinggi, namun tidak memberi sinyal jelas apakah BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Kombinasi inflasi energi dan ketidakpastian kebijakan menjaga pasar cenderung defensif.

Sektor teknologi memimpin pelemahan. SoftBank Group turun 2%, Fujikura melemah 2,4%, Advantest turun 2,9%, dan Lasertec jatuh 3,4%, menandai aksi ambil untung dan rotasi yang lebih selektif setelah reli kuat. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 25, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Naik 3,0% Dipimpin Real Estate dan Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (25/05), dengan Nikkei 225 naik 3,04% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, menandai perbaikan sentimen risiko di bursa Tokyo.

Di jajaran penggerak utama, Taiyo Yuden melonjak 16,51% ke rekor tertinggi, sementara Fujikura naik 14,43% dan Kioxia Holdings menguat 14,02% juga ke rekor. Sebaliknya, tekanan terlihat pada Archion yang turun 8,41%, serta Pan Pacific International (-4,88%) dan Aeon (-4,76%) yang masing-masing menyentuh level terendah 52 minggu.

Dari lebar pasar, saham yang turun masih lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, mencerminkan reli yang kuat namun tetap selektif. Nikkei Volatility tercatat stabil di 28,35, mengindikasikan pasar opsi belum menambah premi volatilitas meski indeks berada di puncak baru.

Pergerakan aset global turut memberi konteks. Minyak melemah tajam, dengan WTI Juli turun 5,42% ke US$91,36 dan Brent Agustus turun 4,81% ke US$95,39, sementara kontrak emas Agustus naik 0,91% ke US$4.597,70 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,16% ke 158,94, sedangkan EUR/JPY naik 0,16% ke 185,02. Kontrak berjangka US Dollar Index juga melemah 0,23% ke 98,96, menjaga latar “risk-on” yang mendukung ekuitas Jepang, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perbaikan sentimen. (asd) PT Rifan.

Sumber: Newsmaker.id