Monday, September 7, 2026

Nikkei Terkoreksi, Penguatan Yen Tekan Saham Eksportir


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia, Selasa (8/9), turun sekitar 0,6% ke area 66.019. Pelemahan terjadi setelah indeks saham utama Jepang tersebut melonjak lebih dari 2% pada perdagangan sebelumnya, memicu aksi ambil untung terutama pada saham-saham yang sebelumnya memimpin reli.

Tekanan terlihat pada sektor elektronik, mesin, dan otomotif. Murata Manufacturing turun sekitar 4,1%, Mitsubishi Heavy Industries melemah 2,5%, sedangkan Toyota Motor kehilangan sekitar 2,3%. Koreksi tersebut membuat reli saham teknologi dan industri yang sebelumnya menopang Nikkei mulai kehilangan momentum.

Penguatan yen turut membebani pasar saham Jepang. Dolar AS turun hingga sekitar 153,80 yen, dibandingkan 155,69 yen pada penutupan perdagangan Tokyo sebelumnya. Yen yang lebih kuat cenderung menjadi sentimen negatif bagi perusahaan eksportir Jepang karena dapat mengurangi nilai pendapatan yang diperoleh dari luar negeri ketika dikonversikan ke mata uang domestik.

Di sisi domestik, ekonomi Jepang pada kuartal II direvisi tumbuh 1,4% secara tahunan, naik dari estimasi awal 1,1%. Perbaikan tersebut memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga, setelah sebelumnya membawa suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Ekspektasi pengetatan BOJ menjadi faktor tambahan yang menopang yen sekaligus membatasi ruang kenaikan saham.

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan Nikkei berpotensi tetap volatil di sekitar level psikologis 66.000. Pasar akan mencermati pergerakan yen, harga minyak, perkembangan konflik Iran-AS serta ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ. Selama yen tetap kuat dan aksi ambil untung berlanjut, peluang Nikkei untuk kembali mengejar kenaikan besar seperti sesi sebelumnya masih relatif terbatas.(CP) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, September 6, 2026

Nikkei Melonjak, Saham Teknologi Jepang Pimpin Reli

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (7/9), dengan indeks Nikkei 225 melonjak hampir 2% dan bergerak di atas level 66.000. Kenaikan ini memperpanjang reli untuk sesi kedua berturut-turut, didorong terutama oleh saham teknologi dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Data Trading Economics menunjukkan indeks JP225 bergerak sekitar 66.280 pada perdagangan pagi, naik sekitar 1,94%.

Reli saham Jepang mengikuti penguatan saham chip dan teknologi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Optimisme terhadap prospek permintaan semikonduktor dan AI kembali mengangkat sentimen terhadap sektor teknologi Asia. SoftBank Group termasuk salah satu penggerak utama dengan kenaikan sekitar 6%, sementara saham terkait semikonduktor seperti Advantest, Tokyo Electron, Fujikura, dan Kioxia Holdings juga mencatat penguatan kuat.

Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan masih dibayangi perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu kembali meningkatkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Ekspektasi bunga yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global dan berpotensi menjadi tekanan bagi saham-saham dengan valuasi tinggi, termasuk sektor teknologi.

Di Jepang, perhatian investor juga tertuju pada Bank of Japan. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September semakin besar karena tekanan inflasi masih bertahan dan pergerakan yen tetap menjadi perhatian utama pembuat kebijakan. Ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah Jepang, sementara investor terus memantau apakah BOJ akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

Di tengah reli teknologi, tidak semua sektor bergerak positif. Saham keuangan dan konsumer cenderung tertinggal, dengan Mitsubishi UFJ dan Nintendo mengalami tekanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks masih cukup terkonsentrasi pada saham teknologi dan AI, sementara sebagian investor tetap berhati-hati menghadapi risiko kenaikan suku bunga baik di AS maupun Jepang.  PT Rifan.


Sumber : Newsmaker

Thursday, September 3, 2026

The Fed Reda, Nikkei Bangkit

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 menguat 0,6% ke atas level 64.500 pada perdagangan Jumat (04/09). Kenaikan tersebut mengakhiri pelemahan selama empat hari berturut-turut setelah pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.

Sentimen membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya dapat mendukung suku bunga tetap apabila tekanan inflasi terus mereda. Pernyataan tersebut menurunkan imbal hasil obligasi AS dan kembali meningkatkan minat investor terhadap saham berisiko.

Di Jepang, perhatian pasar masih tertuju pada peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan bulan ini. Investor juga mengawasi pergerakan yen yang menguat hingga sekitar 3% dalam dua sesi karena penguatan tajam mata uang tersebut dapat menekan pendapatan perusahaan eksportir.

Saham teknologi memimpin pemulihan Nikkei, dengan Kioxia Holdings naik 1,8%, SoftBank Group melonjak 5,8%, dan Fujikura bertambah 1,2%. Sebaliknya, Mitsubishi UFJ melemah 1,1%, sedangkan Toyota Motor turun 0,6%.

Nikkei berpeluang mempertahankan rebound apabila yield global terus turun dan yen mulai stabil. Namun, indeks masih menuju penurunan mingguan lebih dari 2% akibat tingginya harga minyak, volatilitas obligasi, dan kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan BOJ. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker


Wednesday, September 2, 2026

Nikkei Rontok Hampir 3%!

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 2,96% pada perdagangan Rabu karena tekanan jual melanda bursa Jepang. Saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, dengan perbandingan 3.047 berbanding 513.

Lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan biaya impor Jepang. WTI diperdagangkan di sekitar US$90,64 per barel, sedangkan Brent mencapai US$95,49 akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.

Sumitomo Metal Mining menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah ambruk 11,55%. Kyowa Kirin merosot 11,05%, sedangkan Mitsubishi Materials kehilangan 9,80% pada akhir perdagangan.

Sebaliknya, sejumlah saham farmasi bertahan di zona hijau. Sumitomo Dainippon Pharma naik 2,74%, Daiichi Sankyo menguat 1,14%, dan Shionogi bertambah 1,08%. Yen juga menguat terhadap dolar AS ke sekitar 159,60.

Nikkei masih berisiko tertekan apabila harga minyak, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga terus meningkat. Penguatan yen dapat menambah tekanan terhadap saham eksportir, sementara sektor defensif seperti farmasi berpotensi menjadi tempat berlindung investor. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, September 1, 2026

Yield 3% Hantam Nikkei

 

'' failed to upload. Invalid response: RpcError

Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 merosot 2,5% ke bawah level 64.600 pada perdagangan Rabu (02/09), menyentuh posisi terendah dalam empat pekan. Indeks Topix juga turun 1,6% ke level 4.115 karena lonjakan imbal hasil obligasi dan harga minyak menekan pasar saham Jepang.

Harga minyak melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga akibat meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi tersebut memperbesar risiko gangguan pasokan energi sekaligus memicu kekhawatiran bahwa inflasi global akan kembali meningkat.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mencapai 3% untuk pertama kalinya sejak 1996. Kenaikan tersebut turut dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada bulan ini untuk meredam tekanan inflasi.

Saham teknologi dan kecerdasan buatan memimpin penurunan. Tokyo Electron serta SoftBank Group masing-masing anjlok 4,6%, Advantest turun 2,3%, Fujikura melemah 1,4%, dan Kioxia Holdings kehilangan 1,1%. Saham keuangan, konsumen, dan industri juga mencatat penurunan tajam.

Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila harga minyak dan imbal hasil obligasi terus meningkat. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dapat memberikan dukungan kepada yen, tetapi pada saat yang sama berisiko menekan valuasi saham teknologi dan meningkatkan biaya pendanaan perusahaan. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, August 31, 2026

Nikkei Langsung Tersungkur!

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (31/08) di level 65.668,51, turun sekitar 1,1% dari penutupan Jumat di 66.405,56. Tekanan jual kemudian membesar dan sempat membawa indeks merosot lebih dari 2% dalam beberapa menit pertama perdagangan.

Pelemahan terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham teknologi dan semikonduktor setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat tetap tinggi atau kembali dinaikkan. Advantest, SoftBank Group, dan Tokyo Electron menjadi beberapa saham yang mengalami tekanan besar.

Dolar AS juga menguat hingga mendekati 160 yen, sementara investor kembali mencermati konflik Iran dan perkembangan di Selat Hormuz. Pelemahan yen biasanya mendukung saham eksportir Jepang, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi aksi jual saham teknologi dan meningkatnya kehati-hatian pasar.

Menurut analisis Newsmaker, pembukaan negatif ini menunjukkan sentimen risk-off masih mendominasi pasar Jepang. Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila imbal hasil obligasi AS naik dan aksi jual saham teknologi berlanjut, meski pelemahan yen dapat memberikan bantalan bagi saham otomotif serta eksportir. PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Sunday, August 30, 2026

Nikkei Langsung Tersungkur!

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (31/08) di level 65.668,51, turun sekitar 1,1% dari penutupan Jumat di 66.405,56. Tekanan jual kemudian membesar dan sempat membawa indeks merosot lebih dari 2% dalam beberapa menit pertama perdagangan.

Pelemahan terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham teknologi dan semikonduktor setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat tetap tinggi atau kembali dinaikkan. Advantest, SoftBank Group, dan Tokyo Electron menjadi beberapa saham yang mengalami tekanan besar.

Dolar AS juga menguat hingga mendekati 160 yen, sementara investor kembali mencermati konflik Iran dan perkembangan di Selat Hormuz. Pelemahan yen biasanya mendukung saham eksportir Jepang, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi aksi jual saham teknologi dan meningkatnya kehati-hatian pasar.

Menurut analisis Newsmaker, pembukaan negatif ini menunjukkan sentimen risk-off masih mendominasi pasar Jepang. Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila imbal hasil obligasi AS naik dan aksi jual saham teknologi berlanjut, meski pelemahan yen dapat memberikan bantalan bagi saham otomotif serta eksportir. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker