Tuesday, August 11, 2026

Hang Seng Turun 1,1%, Saham Teknologi Jadi Pemberat

 


Rifan Financindo - Bursa Jepang menguat pada perdagangan Rabu (12/08) setelah libur, dengan Nikkei 225 naik sekitar 0,1% ke atas 67.000, sementara Topix menguat 0,3% ke 4.113. Kenaikan melanjutkan tren positif pekan ini, didukung saham teknologi dan sektor keuangan.

Sentimen terhadap saham teknologi membaik setelah CoreWeave dan Super Micro Computer memberikan prospek bisnis yang positif. Keduanya masih mendapat manfaat dari tingginya belanja infrastruktur kecerdasan buatan.

Sejumlah saham teknologi mencatat kenaikan, termasuk Kioxia Holdings naik 2,7%, Advantest 0,8%, dan Recruit Holdings 2,6%. Penguatan ini membantu menopang indeks di tengah perdagangan yang relatif hati-hati.

Sektor perbankan juga ikut menguat. Mitsubishi UFJ naik 2,2%, Sumitomo Mitsui 2,5%, dan Mizuho Financial 1,8%, mencerminkan minat investor terhadap saham finansial masih cukup kuat.

Dari sisi geopolitik, investor terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran mengenai Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan Washington dan Teheran mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan, meski pasar masih menunggu bukti konkret.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih ditopang kombinasi sentimen positif dari sektor teknologi dan perbankan. Namun, arah pasar berikutnya tetap sensitif terhadap perkembangan Hormuz, pergerakan yen, dan data CPI AS. Jika sentimen global tetap kondusif, Nikkei berpeluang mempertahankan momentum di atas 67.000.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Monday, August 10, 2026

Nikkei Melonjak 2%, Saham Jepang Kembali Bergairah!

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Senin (08/10). Indeks Nikkei 225 naik 2,22%, didorong penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Jumlah saham yang naik juga jauh lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Tokyo.

Recruit Holdings menjadi salah satu penggerak terbesar setelah melonjak 22,79% ke level tertinggi sepanjang masa di 16.165. Sumitomo Metal Mining naik 11,85%, sementara Olympus menguat sekitar 10,1%.

Di sisi lain, beberapa saham masih mengalami tekanan besar. CyberAgent anjlok 16,68%, Mitsui Mining and Smelting turun 13,55%, sedangkan Secom melemah sekitar 7,3%.

Sentimen pasar Jepang juga mendapat dukungan dari kondisi pasar global yang lebih positif. Investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan pelemahan.

Di pasar lainnya, Brent bergerak di sekitar US$83,85 per barel dan WTI di US$78,34. Emas berjangka Desember berada di sekitar US$4.413,92, sementara USD/JPY naik ke sekitar 158,45.

Analisis Newsmaker: Penguatan Nikkei menunjukkan minat terhadap saham Jepang kembali meningkat, terutama setelah tekanan suku bunga AS berkurang. Namun, pelemahan yen dan harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi risiko karena dapat meningkatkan biaya impor perusahaan Jepang dan membatasi reli pasar berikutnya.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, August 9, 2026

Nikkei Melaju, Saham AI Jadi Penggerak Utama

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin (20/08), mengikuti reli Wall Street setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Indeks Nikkei 225 naik sekitar 1,4% ke atas level 66.500, sementara Topix menguat 0,5% ke sekitar 4.095. Keduanya bergerak di dekat level tertinggi dalam beberapa pekan.

Sentimen positif datang dari data tenaga kerja AS yang melemah. Pasar menilai kondisi tersebut dapat membuat The Fed lebih berhati-hati untuk menaikkan suku bunga, sehingga membantu meningkatkan minat terhadap saham berisiko, terutama sektor teknologi.

Namun, investor tetap memantau perkembangan Timur Tengah. Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, meskipun Washington sebelumnya mengatakan kesepakatan terkait Selat Hormuz semakin dekat.

Dari dalam negeri, surplus transaksi berjalan Jepang menyempit pada Juni. Ekspor elektronik berbasis AI masih kuat, tetapi kenaikan impor minyak mentah membuat nilai impor meningkat dan membatasi surplus.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih mendapat momentum bullish dari turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan reli saham teknologi. Fujikura, Furukawa Electric, Advantest, Ibiden, dan Tokyo Electron menjadi penggerak utama. Namun, kenaikan harga minyak dan ketidakpastian Hormuz tetap menjadi risiko bagi pasar Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Thursday, August 6, 2026

Saham Teknologi Seret Nikkei

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,93% ke level 65.683 pada perdagangan Kamis (06/08). Pelemahan ini memangkas sebagian kenaikan yang tercatat pada sesi sebelumnya.

Tekanan utama datang dari saham produsen cip dan perusahaan teknologi. Investor kembali khawatir bahwa kenaikan saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI sudah terlalu tinggi dan mulai rentan mengalami koreksi.

Sejumlah saham teknologi mencatat penurunan tajam. Kioxia Holdings turun 10,2%, Taiyo Yuden melemah 11%, Murata Manufacturing merosot 5,2%, Ibiden turun 6,5%, dan Tokyo Electron kehilangan 5,5%.

Saham SoftBank Group juga turun 4,4% menjelang rilis laporan keuangannya. Investor menunggu informasi terbaru mengenai investasi dan prospek bisnis AI perusahaan tersebut.

Penurunan Nikkei terjadi meskipun harga minyak kembali melemah setelah Iran dan Oman menyepakati jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Turunnya minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi tekanan pada saham teknologi.

Di sisi lain, Nintendo melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Penjualan gim untuk konsol Switch 2 dan pengembalian tarif impor dari Amerika Serikat membantu mendukung pendapatan perusahaan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, August 5, 2026

Nikkei Melesat 3,6%, Saham AI Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melonjak pada perdagangan Rabu (05/08). Nikkei 225 naik 3,60% ke kisaran 66.250, didukung penguatan sektor real estat, perbankan, tekstil, serta kembali meningkatnya minat investor terhadap saham teknologi dan kecerdasan buatan.

Ibiden menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 24,49% ke 20.330 yen. Yamaha Motor menguat 19,46% ke 1.805 yen dan mencetak rekor tertinggi, sedangkan SoftBank Group melesat 13,96% ke 5.958 yen. Reli SoftBank dan Ibiden memperlihatkan kuatnya kembali minat pasar terhadap ekosistem AI Jepang.

Sebaliknya, Yokogawa Electric turun 10,04%, IHI melemah 6,53%, dan Daikin Industries terkoreksi 6,31%. Meski beberapa saham besar tertekan, kenaikan pasar cukup luas dengan 2.329 saham menguat, dibandingkan 1.145 saham yang melemah.

Sentimen global turut menopang Nikkei setelah Wall Street mencetak rekor baru dan saham teknologi kembali diburu. Penurunan harga minyak juga menguntungkan Jepang sebagai negara pengimpor energi, sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya produksi.

Brent bergerak di sekitar US$78,85 per barel, sedangkan WTI berada dekat US$75,09 karena optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz. USD/JPY relatif stabil di sekitar 157,63, sementara penurunan yield obligasi mendorong emas spot naik ke sekitar US$4.140 per troy ons.

Analisis Newsmaker: Momentum Nikkei masih bullish selama saham AI mempertahankan reli, harga minyak tetap rendah, dan yen tidak menguat tajam. Area 67.000 menjadi resistance psikologis berikutnya. Namun, kenaikan 3,6% dalam satu sesi meningkatkan risiko profit-taking menuju 65.500–65.000, terutama jika yen menguat atau saham teknologi AS kembali terkoreksi.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, August 4, 2026

Nikkei Naik Tipis, Saham Otomotif Jadi Penopang

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa(4/8). Indeks naik 85 poin atau 0,13% ke level 63.840, setelah bergerak terbatas di tengah pergerakan saham yang bervariasi.

Saham Yamaha Motor menjadi penguat terbesar dengan lonjakan 11,89%. Furukawa Electric menyusul dengan kenaikan 11,84%, sementara Mitsubishi Heavy Industries menguat 8,32%.

Di sisi lain, tekanan datang dari NH Foods yang anjlok 8,23%. Saham AGC turun 7,42%, sedangkan Mitsui Engineering & Shipbuilding melemah 7,32%.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih selektif dalam memilih saham. Kenaikan tajam beberapa emiten berhasil menjaga Nikkei di zona hijau, meski tekanan jual pada saham lainnya membatasi penguatan indeks.

Analisis Newsmaker: Nikkei masih mampu bertahan positif, tetapi kenaikan yang sangat tipis menunjukkan momentum pasar belum kuat. Arah selanjutnya akan dipengaruhi pergerakan yen, laporan kinerja perusahaan, dan sentimen terhadap saham industri serta teknologi Jepang.(gn) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, August 3, 2026

Nikkei Terpukul, Saham Jepang Balik Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin (03/08). Indeks Nikkei 225 turun 1,02%, tertekan oleh pelemahan saham sektor kertas, transportasi, dan komunikasi setelah mencatat lonjakan tajam pada perdagangan sebelumnya.

Meski indeks terkoreksi, sejumlah saham teknologi tetap melesat. Renesas Electronics melonjak 13,45%, Lasertec naik 7,91%, sedangkan Socionext menguat 6,07%, menunjukkan minat investor terhadap sektor semikonduktor masih terjaga.

Tekanan terbesar datang dari Nippon Electric Glass yang anjlok 17,45%. Saham Fanuc turun 14,31%, sementara TOTO melemah 11,97%. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat di Bursa Tokyo.

Sentimen pasar turut dipengaruhi penguatan yen. Pasangan USD/JPY turun ke sekitar 156,76, sedangkan EUR/JPY melemah ke 180,69. Yen yang lebih kuat dapat menekan prospek pendapatan perusahaan Jepang yang banyak bergantung pada ekspor.

Harga minyak yang jatuh tajam belum cukup mengangkat pasar saham. WTI turun ke sekitar US$79,11 per barel, sedangkan Brent melemah ke US$82,82. Sementara itu, emas berjangka naik ke sekitar US$4.117,80 per troy ounce.

Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei menunjukkan aksi ambil untung mulai muncul setelah reli besar sebelumnya. Penguatan yen masih menjadi risiko bagi saham eksportir, tetapi penurunan harga energi dan kuatnya minat terhadap saham cip dapat membantu membatasi pelemahan pasar Jepang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker