Tuesday, May 12, 2026

Nikkei Naik 0,44% Dipimpin Real Estate dan Perbankan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (12/05), dengan Nikkei 225 naik 0,44% dipimpin oleh kenaikan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Namun, breadth pasar cenderung lemah karena saham yang turun masih lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo.

Penguatan indeks ditopang lonjakan beberapa emiten besar, dipimpin Furukawa Electric yang melonjak 16,12% dan menorehkan level tertinggi sepanjang masa. Fujikura naik 11,59% dan juga mencetak rekor baru, sementara Shimizu menguat 10,67% pada perdagangan akhir sesi.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada sejumlah saham, dengan LY Corp turun 8,62%, Comsys Holdings melemah 8,50%, dan Yamaha turun 7,63%. Meski demikian, indikator volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 (Nikkei Volatility) turun 7,06% ke 31,75, mengindikasikan meredanya premi risiko jangka pendek di pasar derivatif.

Di pasar global, harga minyak naik, dengan WTI Juni menguat 2,57% ke US$100,59 per barel dan Brent Juli naik 2,16% ke US$106,46, sementara emas berjangka Juni turun 0,49% ke US$4.705,54 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,26% ke 157,52 dan indeks dolar berjangka menguat 0,28% ke 98,10, menambah konteks risk-repricing saat investor menimbang dampak energi dan dolar terhadap aset berisiko. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 11, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor saat Lonjakan Minyak Terjadi

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (11/05), dengan Nikkei 225 turun 0,2% ke sekitar 62.600, terkoreksi dari level rekor terbaru. Tekanan datang saat harga minyak melonjak menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian, membuat Selat Hormuz dinilai tetap efektif tertutup.

Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan membebani sentimen di negara pengimpor minyak seperti Jepang. Dalam konteks ini, biaya input yang lebih tinggi berpotensi menggerus margin korporasi sekaligus mendorong pasar menilai ulang prospek kebijakan dan daya beli, sehingga aset berisiko cenderung kehilangan dukungan.

Di level saham, pelemahan terlihat pada SoftBank Group (-6,3%), Advantest (-2%), dan Furukawa Electric (-1,6%). Nintendo juga turun 8,3% setelah memperingatkan penjualan hardware dan software diperkirakan menurun, sementara kenaikan biaya chip memori menekan profitabilitas.

Di sisi lain, Sony Group naik 8,5% setelah mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar dan memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, ditopang pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar. Ke depan, arah Nikkei kemungkinan tetap sensitif terhadap dinamika harga minyak, perkembangan di Selat Hormuz, serta respons emiten terhadap tekanan biaya dan prospek permintaan global. (asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, May 10, 2026

Nikkei dan Topix Koreksi Tipis, Namun Tetap Cetak Kenaikan Mingguan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Jumat (08/05), dengan Nikkei 225 turun 0,19% ke 62.713 dan Topix turun 0,29% ke 3.829, seiring sentimen pasar tertekan oleh kembalinya eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran geopolitik.

Meski demikian, kinerja mingguan tetap solid. Nikkei naik 5,38% dan Topix menguat 2,7% dalam sepekan, ditopang reli sebelumnya pada saham teknologi dan emiten yang terkait tema AI.

Dari sisi korporasi, Sony mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar serta memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, didorong pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar smartphone. Sementara itu, Nintendo menyatakan akan menaikkan harga ritel Switch 2 setelah memperkirakan penjualan konsol andalannya melemah di tengah kelangkaan chip memori.

Di sektor otomotif, Toyota melaporkan penurunan laba operasi kuartal keempat sebesar 49% akibat dampak tarif AS terhadap kinerja. Ke depan, pelaku pasar cenderung memantau perkembangan risiko geopolitik yang berpotensi mengubah selera risiko, serta dinamika sektor teknologi dan eksportir yang sensitif terhadap sentimen global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Thursday, May 7, 2026

Nikkei Naik Tajam, SoftBank Jadi Teratas!

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 melonjak 5,58% dan ditutup di 62.834 pada perdagangan Kamis (07/05) pasca-libur, menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini mencerminkan aksi “catch-up” saham Jepang terhadap reli global berbasis teknologi.

Sentimen menguat setelah kinerja laba perusahaan teknologi besar memperkuat optimisme terkait adopsi kecerdasan buatan, yang pada gilirannya meningkatkan minat pada saham-saham terkait semikonduktor. SoftBank Group memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 18% ke level tertinggi enam bulan, menjadi performa harian terkuatnya sejak 2020.

Saham-saham rantai pasok chip juga menguat tajam. Advantest naik 6,8% dan Tokyo Electron menguat 9%, sementara penguatan turut terlihat pada nama-nama teknologi besar lain seperti Fujikura, Lasertec, dan Disco Corp.

Dorongan tambahan datang dari laporan bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan memorandum satu halaman berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik, termasuk langkah yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan membangun kerangka negosiasi nuklir yang lebih luas. Jika persepsi risiko geopolitik mereda, tekanan risk premium pada aset berisiko cenderung turun, sehingga mendukung penguatan ekuitas.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan narasi laba sektor teknologi, pergerakan saham semikonduktor, serta perkembangan konkret pembicaraan AS–Iran yang bisa memengaruhi stabilitas jalur energi global dan sentimen risiko secara keseluruhan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, May 6, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, May 5, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker



Monday, May 4, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker