PT Rifan - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.
Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).
Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv) PT Rifan.
Sumber : NewsMaker