Wednesday, February 25, 2026

Nikkei Menguat Tajam, Volatilitas Ikut Naik

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(25/2), didorong kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Pada penutupan perdagangan di Tokyo, indeks Nikkei 225 melonjak 2,22% dan mencetak rekor tertinggi baru, mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap aset berisiko di bursa Jepang.

Dari sisi emiten, penguatan dipimpin saham Mitsui Mining and Smelting yang naik 8,17% ke 35.740. Sumitomo Metal Mining menguat 7,77% ke 11.650, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 7,57% ke 23.370. Sejumlah saham tersebut juga dilaporkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, mempertegas kuatnya momentum reli pada sesi ini.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa saham besar. Nippon Steel turun 5,51% ke 627,30, Resona Holdings melemah 5,01% ke 1.830,00, dan Takashimaya turun 4,62% ke 2.107,50. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan bersifat cukup luas meski ada kantong-kantong koreksi.

Pasar juga mencermati indikator volatilitas. Indeks Volatilitas Nikkei naik 15,10% ke 30,80, mengindikasikan ekspektasi fluktuasi yang lebih tinggi. Di pasar komoditas, WTI naik ke sekitar $66,04/barel dan Brent menguat ke $71,00/barel, sementara emas berjangka naik ke sekitar $5.213,81/oz. Di pasar valas, USD/JPY turun tipis ke 155,70 dan indeks dolar AS berjangka melemah ke 97,59, mencerminkan pergerakan dolar yang cenderung lebih lunak pada sesi tersebut.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 24, 2026

Bursa Jepang Menguat, Nikkei Terdorong Properti & Keuangan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa(24/2), ditopang kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil yang mendorong sentimen pasar. Di Tokyo, Nikkei 225 naik 0,83%, menandai sesi yang solid setelah aksi beli kembali mengalir ke sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Di jajaran penggerak utama, Furukawa Electric melonjak 15,32% ke 26.910 dan menyentuh level tertinggi lima tahun, sementara Murata Manufacturing naik 10,07% ke 4.045 (tertinggi tiga tahun). Fujikura juga menguat 10,00% ke 25.190 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menegaskan rotasi minat ke saham-saham yang sensitif terhadap siklus dan belanja modal.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa nama besar. Trend Micro anjlok 13,75% ke 4.906 dan jatuh ke level terendah lima tahun, sedangkan Sumitomo Dainippon Pharma turun 9,47% ke 2.241. Fujitsu melemah 8,73% ke 3.313, menjadi salah satu penekan utama di sisi negatif indeks.

Secara keseluruhan, bursa Tokyo menunjukkan bias positif: jumlah saham yang naik (2.076) melampaui yang turun (1.571), sementara 184 saham ditutup stagnan. Dari sisi sentimen, Nikkei Volatility Index turun 7,95% ke 26,76, mencetak level terendah baru dalam satu bulan—menggambarkan meredanya permintaan proteksi (hedging) di pasar opsi.

Di pasar komoditas, WTI naik 0,69% ke $66,77/barel dan Brent bertambah 0,68% ke $71,59/barel. Sementara itu, emas berjangka April terkoreksi 0,63% ke $5.192,94/oz, sejalan dengan pergeseran risk appetite. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,22% ke 154,98 dan EUR/JPY menguat 0,17% ke 182,57, sementara indeks dolar AS berjangka naik tipis 0,10% ke 97,74.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, February 23, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.

Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.

Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).

Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, February 22, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.


Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.


Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.


Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).


Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 19, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Sentimen Risiko Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang melemah pada Jumat (20/2), mengakhiri reli dua hari sebelumnya, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi dan perbankan. Indeks Nikkei 225 turun 1% ke sekitar 56.900, sementara Topix melemah 1,2% ke 3.805, seiring investor kembali mengurangi eksposur risiko.

Sentimen global memburuk di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran pasar, ketika Presiden Donald Trump disebut mempertimbangkan opsi tindakan untuk menekan Teheran agar lebih serius di meja perundingan. Kondisi ini menahan selera risiko dan mendorong pasar Asia bergerak lebih defensif.

Investor juga cenderung menunggu rilis data ekonomi penting AS yang dapat membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. Kewaspadaan meningkat setelah risalah rapat terbaru menunjukkan sebagian pejabat masih membuka peluang suku bunga dinaikkan lagi apabila inflasi tetap bertahan tinggi, sehingga arah suku bunga ke depan kembali menjadi faktor besar bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi utama dan inflasi inti Jepang melambat pada Januari, mencerminkan efek kebijakan pemerintah untuk meredakan tekanan biaya hidup. Di level saham, pelemahan dipimpin oleh Tokyo Electron (-3,5%), SoftBank Group (-3,3%), dan Mitsubishi UFJ (-2,2%). Meski terkoreksi pada Jumat, kedua indeks acuan masih berada di jalur untuk menutup pekan relatif stabil.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 18, 2026

Nikkei Rebound, Ekspor Kuat Angkat Sentimen Jepang

 


PT Rifan Financindo - Indeks saham Jepang menguat pada Rabu(18/2), dengan Nikkei 225 naik 1,02% dan ditutup di 57.144, sementara Topix melesat 1,21% ke 3.807. Penguatan ini membantu pasar memulihkan kerugian di awal pekan, setelah Jepang melaporkan pertumbuhan ekspor yang kuat—faktor yang memperbaiki prospek ekonomi dan menopang sentimen investor.

Dari sisi politik, Perdana Menteri Sanae Takaichi resmi terpilih kembali usai kemenangan pemilu yang menentukan. Fokus pemerintah kini bergeser ke percepatan pembahasan anggaran serta implementasi kesepakatan dagang yang telah dicapai dengan Presiden AS Donald Trump. Takaichi juga mengonfirmasi tahap awal proyek dari komitmen investasi Jepang senilai $550 miliar yang dikaitkan dengan kesepakatan bilateral tersebut.

Di sisi lain, IMF mendorong Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dan menghindari pelonggaran fiskal, sembari mengingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi dapat “mengikis ruang fiskal” dan meningkatkan risiko fiskal. Terlepas dari peringatan tersebut, pasar tetap solid, dengan saham sektor keuangan memimpin reli—termasuk Mitsubishi UFJ, Mizuho, dan Sumitomo Mitsui yang menguat sekitar 0,5% hingga 2,8%.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 17, 2026

AI Tak Lagi Menakutkan? Bursa Tokyo Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan yang memicu perkembangan kecerdasan buatan (AI), setidaknya untuk sementara waktu. Penguatan ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko, dengan mengembalikan investor pada sektor-sektor yang dinilai diuntungkan.

Kenaikan dipimpin oleh saham-saham finansial. Dai-ichi Life Holdings tercatat naik 2,4%, sementara Resona Holdings menguat 2,9%, menandai minat beli yang kuat pada emiten perbankan dan asuransi.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 153,11, dibandingkan 152,88 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Selasa. Pergerakan yen ini juga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi prospek laba perusahaan dan arah aliran dana asing ke ekuitas Jepang.

Investor juga mencermati langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi, termasuk rincian rencana investasi Jepang senilai $36 miliar di Amerika Serikat. Investasi tersebut meliputi sektor mineral kritis, infrastruktur minyak dan gas, serta pembangkit listrik, yang dinilai berpotensi berdampak pada strategi industri dan energi Jepang ke depan.

Sejalan dengan sentimen positif tersebut, Nikkei Stock Average naik 0,8% ke level 57.017,46. Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan pemerintah dan arus investasi lintas negara, yang dapat menentukan penguatan indeks dalam beberapa sesi mendatang.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker