Wednesday, June 17, 2026

Nikkei 225 Cetak Rekor Baru, Berkat Dukungan Sektor Properti dan Perbankan

 


Rifan Financindo - Pasar saham Jepang menutup perdagangan Rabu (17/06) dengan optimisme, dipimpin oleh penguatan saham-saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 melonjak 0,83% dan mencatat level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan sentimen positif investor terhadap ekonomi domestik. Lonjakan ini didorong oleh kinerja gemilang beberapa saham unggulan, termasuk Lasertec Corp yang melonjak 13,16%.

Lasertec Corp (TYO:6920) menjadi bintang sesi ini dengan kenaikan 6.130 poin atau 13,16% ke harga 52.700 yen, sekaligus menembus rekor tertinggi baru. Kawasaki Heavy Industries dan Japan Steel Works masing-masing naik 7,75% dan 7,07%, mencerminkan minat investor yang kuat pada sektor industri berat dan manufaktur teknologi tinggi.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan. T&D Holdings (TYO:8795) turun 3,18%, SoftBank Group melemah 3,13%, dan Olympus turun 3,01%. Meskipun ada aksi jual pada saham-saham tertentu, jumlah saham yang naik tetap dominan, yakni 2.347 saham dibandingkan 1.194 saham yang turun, menunjukkan pasar tetap sehat.

Pergerakan komoditas juga memengaruhi sentimen. Harga minyak mentah untuk kontrak Juli turun 1,03% ke $75,27 per barel, sementara Brent untuk Agustus melemah 0,82% menjadi $78,31 per barel. Emas kontrak Agustus sedikit menurun 0,08% menjadi $4.351,05 per ons troi. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,11% ke 160,25 dan EUR/JPY melemah 0,09% ke 186,02, sementara indeks dolar AS naik tipis 0,05% menjadi 99,32.

Analis menilai bahwa pergerakan saham Jepang mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan sektor teknologi dan industri, serta respons pasar terhadap harga komoditas global. Volatilitas Nikkei menurun 10,61% ke 31,09, menunjukkan risiko pasar yang sedikit mereda dan kepercayaan investor yang meningkat menjelang rilis data ekonomi penting berikutnya. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, June 16, 2026

Saham Jepang Bervariasi, Bank Menguat Saat Teknologi Melemah

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak bervariasi pada Rabu (17/6), dengan sektor perbankan menjadi penopang indeks sementara beberapa saham teknologi melemah. Investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve, sementara penurunan harga minyak akibat optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran membantu menjaga sentimen pasar.

Topix naik 0,1% ke 3.995,22 pada pukul 09.23 waktu Tokyo, sedangkan Nikkei turun 0,2% ke 69.265,13. Dari 1.639 saham dalam indeks Topix, sebanyak 1.105 saham menguat, 465 melemah, dan 69 tidak berubah.

Mizuho Financial Group menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan Topix setelah sahamnya naik 2,5%. Penguatan saham perbankan memberi dukungan bagi pasar di tengah tekanan pada beberapa saham teknologi yang sebelumnya sensitif terhadap valuasi dan ekspektasi suku bunga global.

Kazunori Tatebe, chief strategist Daiwa Asset Management, mengatakan sektor-sektor yang sebelumnya menghadapi tekanan kuat dari situasi Timur Tengah diperkirakan dapat berkinerja relatif lebih baik setelah harga minyak turun. Penurunan crude meredakan kekhawatiran inflasi dan memberi ruang bagi rotasi ke sektor siklikal.

Tatebe juga menilai keputusan kebijakan dan konferensi pers Bank of Japan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi pasar saham. Kenaikan suku bunga masih berada dalam rentang pergerakan terbaru, sementara yen tetap relatif stabil, sehingga dampaknya terhadap ekuitas Jepang terbatas.

Perhatian berikutnya tertuju pada The Fed. Pasar menilai kemungkinan The Fed memberi sinyal kuat kenaikan suku bunga masih rendah, sehingga risiko reaksi negatif besar dari pasar saham juga dinilai terbatas. Namun, nada kebijakan tetap penting karena dapat memengaruhi yield global, yen, dan saham teknologi.

Sentimen terhadap saham berbasis AI diperkirakan tetap menjadi faktor utama setelah pertemuan FOMC. Di saat yang sama, membaiknya situasi Timur Tengah dan turunnya harga minyak dapat mendorong minat beli melebar ke saham siklikal. Fokus pasar akan tertuju pada sinyal The Fed, arah yen, pergerakan harga minyak, dan keberlanjutan rotasi sektor di bursa Jepang.(mrv)* PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, June 14, 2026

Bursa Jepang Menguat, Nikkei Melonjak Ditopang Saham Properti dan Perbankan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (12/06), didorong oleh kenaikan saham-saham di sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 berhasil naik tajam sebesar 2,87% pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Mitsui Mining and Smelting Co. yang melonjak 17,60% ke level 43.900. Saham Disco Corp juga naik kuat 14,09% ke 79.900, sementara Sumitomo Metal Mining menguat 11,67% ke 8.638. Kenaikan saham-saham tersebut menjadi pendorong utama reli Nikkei hari ini.

Meski indeks utama menguat, beberapa saham tetap berada di zona merah. Taiyo Yuden turun 5,44% ke 15.725, Shift Inc melemah 4,92% ke 645,30, dan Murata Manufacturing turun 4,58% ke 8.556. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Tokyo.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melemah. Minyak mentah WTI turun 1,92% ke US$86,03 per barel, sementara Brent turun 2,06% ke US$88,52 per barel. Sebaliknya, emas berjangka justru menguat 2,22% ke US$4.205,40 per troy ounce, menunjukkan minat investor terhadap aset aman masih cukup kuat.

Di pasar valuta asing, USD/JPY naik 0,26% ke 160,32, sementara EUR/JPY menguat 0,22% ke 185,53. Penguatan yen cross dan kenaikan Nikkei menunjukkan pasar Jepang masih mendapatkan dorongan positif, meskipun volatilitas ikut meningkat dengan Nikkei Volatility naik ke level tertinggi satu bulan. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, June 11, 2026

Nikkei Berbalik Menguat Setelah AS Rampungkan Serangan ke Iran

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 berhasil berbalik menguat tipis pada perdagangan Kamis, naik 0,06% dan ditutup di level 64.217. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat jatuh cukup dalam hingga 2,87% pada awal sesi perdagangan.

Sentimen pasar mulai membaik setelah militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa serangan terbaru ke Iran telah selesai dilakukan. Kabar ini memunculkan harapan bahwa ruang negosiasi damai antara pihak-pihak terkait bisa kembali terbuka.

Meski begitu, tekanan masih terasa di sektor teknologi. Investor masih mencermati valuasi saham-saham berbasis AI yang dianggap sudah cukup tinggi, sehingga beberapa saham Jepang yang memiliki eksposur besar terhadap tren AI global masih bergerak terbatas.

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada Bank of Japan. Bank sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pekan depan, seiring meningkatnya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan inflasi.

Secara saham individu, Kioxia Holdings melonjak 7%, Taiyo Yuden naik 6,2%, dan Murata Manufacturing menguat 3,7%. Namun, SoftBank Group turun 1,4%, Fujikura melemah 1,2%, dan Toyota Motor terkoreksi 2,4%. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, June 10, 2026

Nikkei 225 Melemah 1,66%, Saham Jepang Ditutup di Zona Merah

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/06). Indeks Nikkei 225 turun 1,66% setelah tekanan jual melanda sejumlah sektor utama, terutama sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap kondisi pasar yang bergerak cukup volatil.

Meski indeks utama melemah, beberapa saham masih berhasil mencatatkan penguatan. Mitsubishi Estate menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah naik 5,18% ke level 4.162. Oriental Land juga menguat 4,30% ke level 2.292,50, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 4,22% dan ditutup di level 12.980.

Di sisi lain, tekanan besar datang dari saham-saham yang mencatat penurunan tajam. Taiyo Yuden menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 12,91% ke level 15.655. Furukawa Electric turun 11,74% ke level 41.040, sedangkan Sumitomo Electric Industries melemah 11,71% ke level 10.630. Koreksi tajam pada saham-saham tersebut ikut membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.

Secara luas, jumlah saham yang melemah di Bursa Efek Tokyo lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat 1.884 saham bergerak turun, sementara 1.663 saham menguat dan 219 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks volatilitas Nikkei juga naik 0,59% ke level 32,65, menandakan ketidakpastian pasar masih cukup terasa.

Dari pasar komoditas dan valuta asing, harga minyak mentah bergerak tipis melemah, dengan WTI berada di sekitar US$88,17 per barel dan Brent di kisaran US$91,43 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 1,38% ke level US$4.227,30 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik tipis ke 160,38, EUR/JPY menguat ke 185,22, dan indeks dolar AS bergerak sedikit naik ke level 99,91. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id 


Tuesday, June 9, 2026

Nikkei Naik 1,9%, Sektor Bank dan Properti yang Memimpin!

 

PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (09/06), dengan Nikkei 225 naik 1,92%. Penguatan didorong kinerja sektor properti, perbankan, dan tekstil, mencerminkan kembalinya minat risiko di bursa Tokyo setelah pergerakan pasar yang lebih volatil belakangan ini.

Kenaikan dipimpin beberapa saham berkapitalisasi besar. Taiyo Yuden melonjak 20,03% dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara Murata Manufacturing naik 11,26% dan Panasonic menguat 9,79%—Panasonic juga mencatat rekor harga. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik melampaui yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan yang relatif menyebar.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa emiten komoditas dan kesehatan. Mitsui Mining and Smelting turun 4,57%, Sumitomo Metal Mining melemah 3,48%, dan Sumitomo Dainippon Pharma turun 3,47%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih selektif, dengan rotasi terjadi antar-sektor.

Indikator volatilitas juga meningkat. Nikkei Volatility Index naik 14,42% ke 32,46, mengisyaratkan pelaku pasar masih memasang premi perlindungan risiko meski indeks utama menguat.

Dari pasar global, minyak melemah dengan WTI Juli turun ke US$89,92/barel dan Brent Agustus ke US$93,29/barel. Emas berjangka Agustus turun tipis ke US$4.353,95/oz. Di valuta, USD/JPY bertahan di sekitar 160,17, sementara indeks dolar AS berjangka melemah ke 99,64—kombinasi yang membantu menjaga sentimen ekuitas tetap positif, meski volatilitas masih tinggi. (asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Monday, June 8, 2026

Nikkei Anjlok 3,74%, Saham Jepang Tertekan Aksi Jual Luas

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (08/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 3,74% di Tokyo. Tekanan terjadi setelah saham-saham di sektor Paper & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi menjadi pemberat utama pasar. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya aksi jual di tengah sentimen global yang masih rapuh.

Di antara saham yang masih mencatatkan penguatan, Toho Co. menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 6,80% ke level 1.280,50. Sementara itu, Sumitomo Dainippon Pharma naik 5,39% ke 1.514,50, dan Tokio Marine Holdings menguat 3,37% ke 7.232,00. Kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar pada indeks utama.

Saham dengan penurunan terdalam dipimpin oleh SUMCO Corp. yang anjlok 12,84% ke level 3.522,00. Tekanan juga terjadi pada Murata Manufacturing yang turun 10,15% ke 8.711,00, serta Socionext Inc. yang melemah 10,05% ke 2.456,00. Secara keseluruhan, saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan 2.700 saham turun, sementara 909 saham naik dan 168 stagnan.

Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melonjak tajam. Crude oil untuk pengiriman Juli naik 4,59% ke US$94,70 per barel, sementara Brent oil untuk pengiriman Agustus menguat 4,95% ke US$97,70 per barel. Di sisi lain, kontrak emas Agustus justru melemah 0,95% ke US$4.323,84 per troy ounce, menunjukkan pasar masih bergerak selektif di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pasangan USD/JPY turun tipis 0,05% ke 160,24, dan EUR/JPY melemah 0,07% ke 184,57. Indeks Dolar AS Futures juga turun 0,21% ke 99,85. Ke depan, investor akan mencermati arah harga minyak, pergerakan yen, serta sentimen global untuk melihat apakah tekanan pada bursa Jepang masih berlanjut atau mulai mereda dalam sesi berikutnya. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker