Monday, September 28, 2026

Nikkei Tertekan, Yield AS dan Minyak Jadi Beban Pasar


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melemah 0,8% ke bawah level 65.500, sementara indeks Topix turun 1,4% ke sekitar 4.055 pada perdagangan Selasa(29/9). Pelemahan ini memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya akibat kenaikan imbal hasil obligasi global yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kebijakan moneter lebih ketat.

Tekanan terhadap saham Jepang mengikuti pergerakan negatif Wall Street setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali menembus 5,2%, sementara yield obligasi 30 tahun berada di sekitar 5,55%. Kenaikan imbal hasil tersebut mencerminkan meningkatnya ekspektasi pasar bahwa inflasi yang didorong oleh harga energi dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Dari sisi eksternal, harga minyak kembali melanjutkan penguatan setelah muncul laporan bahwa pejabat Iran mulai meragukan tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat sebelum pemilu sela AS pada November. Ketidakpastian tersebut meningkat setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Tehran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kenaikan biaya energi menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan inflasi global dan memengaruhi prospek kebijakan moneter. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan terhadap saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga, terutama sektor teknologi, keuangan, dan konsumer.

Sejumlah saham unggulan Jepang mengalami penurunan, termasuk SoftBank Group yang turun 2,1%, Mitsubishi UFJ melemah 2,5%, dan Toyota Motor terkoreksi 2,7%. Ke depan, investor akan mencermati perkembangan yield global, harga minyak, serta arah kebijakan bank sentral utama sebagai faktor utama yang menentukan pergerakan pasar saham Jepang.(gn) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 27, 2026

Saham Chip Angkat Nikkei 0,8%

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 menguat sekitar 0,8% ke level 66.877,70 pada perdagangan Senin (28/09) , mengikuti sentimen positif dari Wall Street pada akhir pekan lalu. Meredanya tekanan jual di pasar obligasi Treasury AS turut memperbaiki selera risiko investor di pasar saham Jepang.

Saham-saham terkait industri semikonduktor menjadi penopang utama kenaikan pasar. Advantest menguat sekitar 3,3%, SoftBank Group naik 2,5%, sementara Screen Holdings melonjak sekitar 4,3%, mencerminkan kembali meningkatnya minat investor terhadap sektor teknologi.

Sentimen positif dari Amerika Serikat muncul setelah saham-saham Wall Street ditutup menguat pada Jumat. Tekanan terhadap obligasi pemerintah AS mulai mereda, memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko, termasuk saham teknologi yang sebelumnya tertekan oleh kenaikan imbal hasil.

Sementara itu, dolar AS diperdagangkan di sekitar 157,58 yen, melemah dibandingkan posisi 158,15 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pendapatan perusahaan-perusahaan eksportir Jepang.

Meski Nikkei bergerak menguat, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran terkait gencatan senjata selama tujuh hari. Ketidakpastian geopolitik tersebut masih menjadi risiko bagi sentimen pasar, terutama jika kembali memicu lonjakan harga energi dan volatilitas di pasar global. PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, September 24, 2026

Nikkei Menguat Saham Teknologi dan Keuangan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (24/09), dengan indeks Nikkei 225 berada di area 65.875 naik 0,88%. Penguatan ini didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor utama seperti teknologi, properti, dan perbankan, yang membantu menjaga sentimen investor tetap positif.

Saham teknologi menjadi salah satu penggerak utama setelah beberapa perusahaan mencatat kenaikan signifikan. Socionext menjadi saham dengan performa terbaik dengan kenaikan 15%, disusul Ibiden yang naik 14,57% dan Resonac Holdings menguat 6,94%. Pergerakan ini menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap sektor yang berkaitan dengan semikonduktor dan teknologi.

Di sisi lain, tidak semua saham bergerak positif. Recruit Holdings menjadi salah satu saham dengan tekanan terbesar, turun 7,78%, sementara Kansai Electric Power dan MS&AD Insurance Group juga mengalami pelemahan. Meski demikian, jumlah saham yang naik masih sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi pasar global, pergerakan yen juga menjadi perhatian investor. Pasangan USD/JPY naik tipis ke area 158,43, menunjukkan dolar AS masih mendapatkan dukungan terhadap yen. Sementara itu, harga emas futures sedikit melemah ke sekitar US$4.311 per troy ounce karena investor mulai mengurangi permintaan aset safe haven. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, September 23, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, September 22, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan.

Sumber : NewsMaker


Monday, September 21, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 20, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker