Thursday, September 24, 2026

Nikkei Menguat Saham Teknologi dan Keuangan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (24/09), dengan indeks Nikkei 225 berada di area 65.875 naik 0,88%. Penguatan ini didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor utama seperti teknologi, properti, dan perbankan, yang membantu menjaga sentimen investor tetap positif.

Saham teknologi menjadi salah satu penggerak utama setelah beberapa perusahaan mencatat kenaikan signifikan. Socionext menjadi saham dengan performa terbaik dengan kenaikan 15%, disusul Ibiden yang naik 14,57% dan Resonac Holdings menguat 6,94%. Pergerakan ini menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap sektor yang berkaitan dengan semikonduktor dan teknologi.

Di sisi lain, tidak semua saham bergerak positif. Recruit Holdings menjadi salah satu saham dengan tekanan terbesar, turun 7,78%, sementara Kansai Electric Power dan MS&AD Insurance Group juga mengalami pelemahan. Meski demikian, jumlah saham yang naik masih sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi pasar global, pergerakan yen juga menjadi perhatian investor. Pasangan USD/JPY naik tipis ke area 158,43, menunjukkan dolar AS masih mendapatkan dukungan terhadap yen. Sementara itu, harga emas futures sedikit melemah ke sekitar US$4.311 per troy ounce karena investor mulai mengurangi permintaan aset safe haven. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, September 23, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, September 22, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan.

Sumber : NewsMaker


Monday, September 21, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, September 20, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, September 17, 2026

Saham Chip Angkat Nikkei

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan Jumat (18/9/2026), menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan. Pada pukul 09.09 waktu Tokyo atau 07.09 WIB, indeks Nikkei 225 naik 487,45 poin atau 0,76% menjadi 64.623,70. Angka tersebut merupakan posisi intraday pada sesi pagi.

Saham terkait semikonduktor menjadi penggerak utama kenaikan pasar. Lasertec menguat sekitar 5,3%, sementara Advantest naik 3,9% pada awal sesi. Penguatan berlangsung ketika turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran mengenai tekanan pasokan energi dari Timur Tengah.

Sentimen global turut membaik setelah Wall Street mencatat penguatan pada Kamis. Nasdaq melonjak 1,7%, S&P 500 naik 1,1%, dan Dow Jones bertambah 316 poin. Penurunan harga minyak serta imbal hasil Treasury membantu meredakan tekanan terhadap saham, meskipun Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga.

Dari pasar valuta asing, dolar diperdagangkan sekitar 156,15 yen, dibandingkan 155,58 yen saat penutupan pasar Tokyo sebelumnya. Pelemahan yen berpotensi mendukung perusahaan Jepang yang memperoleh pendapatan dari luar negeri karena meningkatkan nilai pendapatan tersebut ketika dikonversi ke mata uang domestik.

Namun, perhatian utama investor tertuju pada BOJ yang diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Karena langkah tersebut sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, komentar Gubernur Kazuo Ueda mengenai waktu dan kecepatan kenaikan berikutnya akan menjadi sorotan. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 16, 2026

Nikkei Menguat, Saham Jepang Bangkit

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada perdagangan Kamis (17/9). Indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,63% ke kisaran 64.325, melanjutkan penguatan setelah pada sesi sebelumnya ditutup naik 0,69% di level 63.923.

Penguatan Nikkei ditopang oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Pasangan USD/JPY bergerak di sekitar 156, sehingga memberikan sentimen positif bagi saham perusahaan berorientasi ekspor karena berpotensi meningkatkan nilai pendapatan mereka dari luar negeri.

Sentimen pasar juga membaik setelah harga minyak melanjutkan penurunan. Meredanya tekanan harga energi memberikan kelegaan bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor, sekaligus membantu mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan biaya operasional perusahaan.

Namun, investor masih mencermati dampak keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. The Fed juga membuka peluang kenaikan bunga tambahan sebelum akhir tahun untuk menekan inflasi yang masih tinggi.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan Bank of Japan pada Jumat. BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, untuk merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi dan pelemahan yen. Reuters

Pergerakan Nikkei sepanjang sesi diperkirakan tetap fluktuatif. Pelemahan yen dan turunnya harga minyak menjadi penopang pasar, tetapi prospek pengetatan kebijakan BOJ serta kenaikan yield obligasi global dapat membatasi penguatan saham Jepang. PT Rifan.

Sumber: NewsMaker