Monday, March 16, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Nikkei Turun di Tengah Lonjakan Minyak, Volatilitas Opsi Naik Tajam

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis(12/3), dengan indeks Nikkei 225 turun 1,05% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, mencerminkan sentimen yang kembali defensif di tengah kenaikan harga energi.

Di antara saham yang menguat, Shin-Etsu Chemical naik 4,08% ke 6.401 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. Kawasaki Heavy Industries menguat 3,82% ke 16.715, sementara Mitsubishi Heavy Industries naik 3,57% ke 4.781.

Di sisi pelemahan, Denka turun 6,01% ke 3.346, Japan Exchange Group melemah 5,58% ke 1.861,50, dan SUMCO turun 4,87% ke 1.623. Secara keseluruhan, breadth pasar sangat negatif: 3.128 saham turun versus 536 saham naik, dengan 142 tidak berubah.

Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 31,92% ke 42,94, menandakan premi risiko di pasar opsi meningkat setelah sesi-sesi sebelumnya yang bergejolak. Lonjakan volatilitas ini sejalan dengan pergerakan tajam lintas aset dan sensitivitas pasar terhadap headline energi dan geopolitik.

Di komoditas, WTI April melonjak 5,42% ke US$91,98 per barel dan Brent Mei naik 5,86% ke US$97,37, memperkuat tekanan biaya energi yang berpotensi membebani sentimen ekuitas. Emas berjangka April turun tipis 0,13% ke US$5.172,59 per troy ons. Di FX, USD/JPY relatif datar di 158,94 dan EUR/JPY turun 0,16% ke 183,57, sementara indeks dolar berjangka naik 0,16% ke 99,39.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Nikkei Naik Dipimpin Real Estat dan Bank, Volatilitas Opsi Turun Tajam

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(11/3), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,51% di Tokyo. Kenaikan didorong penguatan sektor real estat, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko setelah sesi-sesi pasar yang berfluktuasi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar memimpin penguatan. Resonac Holdings melonjak 10,42% ke 11.925, Nintendo naik 8,90% ke 9.932, sementara Furukawa Electric menguat 8,36% ke 29.750 pada penutupan.

Di sisi pelemahan, Olympus turun 4,97% ke 1.349 dan menyentuh level terendah lima tahun. NEC melemah 4,20% ke 4.311 dan Shift turun 3,83% ke 688,10.

Secara keseluruhan, breadth pasar positif dengan 2.393 saham naik, 1.179 turun, dan 244 tidak berubah. Indeks Volatilitas Nikkei yang mengukur volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 merosot 42,89% ke 32,55, mengindikasikan pasar opsi menurunkan premi risiko setelah periode pergerakan tajam.

Di pasar lain, WTI April stabil di US$83,45 per barel, sementara Brent Mei turun 0,62% ke US$87,26. Emas berjangka April terkoreksi 0,72% ke US$5.204,26 per troy ons. Pada FX, USD/JPY turun tipis ke 157,99, EUR/JPY naik ke 183,79, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,06% ke 98,75.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Nikkei Tembus 55.000, Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Jepang

 


PT Rifan - Saham Jepang kembali menguat pada perdagangan Rabu, mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,1% hingga menembus level 55.000, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 1,6% ke 3.723. Penguatan ini didorong oleh turunnya harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang kembali meningkat.

Harga minyak bergerak turun lebih lanjut setelah International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya. Langkah ini bahkan disebut melampaui pelepasan 182 juta barel yang pernah dilakukan pada 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina. Penurunan harga energi tersebut ikut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Saham-saham teknologi Jepang menjadi pemimpin kenaikan setelah Oracle melonjak hampir 9% dalam perdagangan lanjutan, didukung pendapatan yang kuat dan meningkatkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Beberapa saham yang mencatat kenaikan besar antara lain Kioxia Holdings yang naik 6,3%, SoftBank Group 5%, dan Fujikura 4,8%.

Selain itu, Nintendo ikut melonjak 6% setelah mengajukan keluhan resmi untuk meminta pengembalian dana atas tarif yang dipungut Amerika Serikat. Sementara itu, Japan Display kembali melesat 30% setelah muncul laporan bahwa AS dan Jepang sedang mempertimbangkan rencana pembangunan pabrik display di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, kombinasi turunnya harga minyak dan kuatnya sentimen teknologi memberi dorongan besar bagi bursa Jepang.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 9, 2026

Nikkei Rebound, Minyak Koreksi Redakan Kekhawatiran Stagflasi


 

PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,8% menembus 54.000 pada Selasa(10/3), sementara Topix naik 2% ke 3.650, memulihkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dipicu turunnya harga minyak kembali ke bawah US$100 per barel yang membantu meredakan kekhawatiran stagflasi di pasar global.

Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal perang Iran dapat segera berakhir dan mengungkap rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Di saat yang sama, menteri keuangan negara G7 menyatakan kelompok tersebut “siap” melepas minyak dari cadangan strategis bila diperlukan, memperkuat persepsi bahwa otoritas akan berupaya menahan lonjakan biaya energi.

Sebelumnya, saham global tertekan di tengah ketidakpastian konflik Iran, sementara reli harga minyak memicu kekhawatiran dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi. Penurunan minyak kali ini menekan premi risiko energi dan memberi ruang bagi pelaku pasar untuk kembali mengambil risiko pada ekuitas, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya input dan suku bunga.

Dari sisi domestik, revisi naik pertumbuhan PDB Jepang kuartal IV menjadi 0,3% dari estimasi awal 0,1%—didukung permintaan domestik yang kuat—ikut memperkuat narasi pemulihan. Saham teknologi memimpin reli, dengan Kioxia Holdings naik 11%, Fujikura 10%, dan Advantest 5,5%. Saham unggulan di sektor keuangan, konsumen, dan pertahanan juga menguat.

Ke depan, pasar akan memantau arah konflik Iran dan tindak lanjut kebijakan untuk menstabilkan harga minyak, termasuk potensi pelepasan cadangan strategis. Pergerakan minyak tetap menjadi variabel kunci karena berpengaruh langsung pada ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global, yang pada gilirannya menentukan daya tahan reli ekuitas Jepang.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker