Sunday, September 20, 2026

Saham Chip Melesat, Nikkei Tutup di Atas 65.000

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.

Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.

Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.

Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Thursday, September 17, 2026

Saham Chip Angkat Nikkei

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan Jumat (18/9/2026), menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan. Pada pukul 09.09 waktu Tokyo atau 07.09 WIB, indeks Nikkei 225 naik 487,45 poin atau 0,76% menjadi 64.623,70. Angka tersebut merupakan posisi intraday pada sesi pagi.

Saham terkait semikonduktor menjadi penggerak utama kenaikan pasar. Lasertec menguat sekitar 5,3%, sementara Advantest naik 3,9% pada awal sesi. Penguatan berlangsung ketika turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran mengenai tekanan pasokan energi dari Timur Tengah.

Sentimen global turut membaik setelah Wall Street mencatat penguatan pada Kamis. Nasdaq melonjak 1,7%, S&P 500 naik 1,1%, dan Dow Jones bertambah 316 poin. Penurunan harga minyak serta imbal hasil Treasury membantu meredakan tekanan terhadap saham, meskipun Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga.

Dari pasar valuta asing, dolar diperdagangkan sekitar 156,15 yen, dibandingkan 155,58 yen saat penutupan pasar Tokyo sebelumnya. Pelemahan yen berpotensi mendukung perusahaan Jepang yang memperoleh pendapatan dari luar negeri karena meningkatkan nilai pendapatan tersebut ketika dikonversi ke mata uang domestik.

Namun, perhatian utama investor tertuju pada BOJ yang diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Karena langkah tersebut sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, komentar Gubernur Kazuo Ueda mengenai waktu dan kecepatan kenaikan berikutnya akan menjadi sorotan. Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, September 16, 2026

Nikkei Menguat, Saham Jepang Bangkit

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada perdagangan Kamis (17/9). Indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,63% ke kisaran 64.325, melanjutkan penguatan setelah pada sesi sebelumnya ditutup naik 0,69% di level 63.923.

Penguatan Nikkei ditopang oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Pasangan USD/JPY bergerak di sekitar 156, sehingga memberikan sentimen positif bagi saham perusahaan berorientasi ekspor karena berpotensi meningkatkan nilai pendapatan mereka dari luar negeri.

Sentimen pasar juga membaik setelah harga minyak melanjutkan penurunan. Meredanya tekanan harga energi memberikan kelegaan bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor, sekaligus membantu mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan biaya operasional perusahaan.

Namun, investor masih mencermati dampak keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. The Fed juga membuka peluang kenaikan bunga tambahan sebelum akhir tahun untuk menekan inflasi yang masih tinggi.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan Bank of Japan pada Jumat. BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, untuk merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi dan pelemahan yen. Reuters

Pergerakan Nikkei sepanjang sesi diperkirakan tetap fluktuatif. Pelemahan yen dan turunnya harga minyak menjadi penopang pasar, tetapi prospek pengetatan kebijakan BOJ serta kenaikan yield obligasi global dapat membatasi penguatan saham Jepang. PT Rifan.

Sumber: NewsMaker

Tuesday, September 15, 2026

Nikkei Dibuka Hijau, Fed dan BOJ Jadi Penentu

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada perdagangan Rabu (9/16). Nikkei 225 average perdagangan di level 63,758.50, naik sekitar 0.43% dibandingkan penutupan sebelumnya di 63,484.10. Namun, pergerakan awal tetap volatil dan indeks sempat kehilangan sebagian kenaikannya setelah pembukaan.

Sentimen investor masih dibayangi pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya. Dow Jones ditutup turun 0.63%, S&P 500 melemah 0.45%, sementara Nasdaq kehilangan 0.78% setelah lonjakan yield Treasury dan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta suku bunga global.

Dari domestik, data perdagangan Jepang menunjukkan defisit sebesar 1,105 triliun yen pada Agustus, lebih besar dari perkiraan 1,052 triliun yen dan melebar dari defisit 638.3 miliar yen pada Juli. Impor melonjak 28% secara tahunan, terutama akibat kenaikan tajam biaya energi, sementara ekspor tumbuh 19.3%.

Lonjakan biaya impor energi menjadi perhatian karena Jepang sangat bergantung pada pasokan minyak dari luar negeri. Tingginya harga minyak berpotensi menjaga tekanan inflasi dan memperbesar ekspektasi bahwa Bank of Japan akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Jumat. Pada saat yang sama, pass juga menunggu keputusan Federal Reserve yang diperkirakan menaikkan bunga lebih dulu pada Rabu. PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Monday, September 14, 2026

Nikkei Kembali Merah, Saham Teknologi Masih Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Nikkei 225 turun 302,62 poin atau sekitar 0,48% ke level 63.190,37, melanjutkan tekanan setelah indeks ditutup di 63.492,99 pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar masih dibayangi pelemahan saham teknologi global. Wall Street ditutup lebih rendah pada Senin karena aksi jual saham semikonduktor dan kekhawatiran terhadap investasi kecerdasan buatan, sehingga tekanan terhadap saham teknologi Jepang masih menjadi perhatian investor.

Tekanan lain datang dari tingginya yield obligasi Amerika Serikat. Yield Treasury tenor 10 tahun sempat menembus 5% sebelum berakhir di sekitar 4,96%. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini sangat tinggi, membuat investor cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.

Investor Jepang juga menunggu keputusan Bank of Japan. BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Prospek kenaikan bunga tersebut membuat saham yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan pergerakan yen tetap berpotensi volatil.

Nikkei memulai sesi dengan sentimen defensif karena pasar menghadapi kombinasi tekanan saham teknologi, yield tinggi, harga energi, dan dua keputusan bank sentral besar. Selama ketidakpastian The Fed dan BOJ belum terjawab, pergerakan Nikkei berpotensi tetap volatil dengan investor cenderung menahan posisi agresif. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, September 13, 2026

Nikkei Turun 1,6%, Perang Iran dan The Fed Tekan Pasar

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang bergerak melemah pada awal perdagangan Senin (14/09) karena investor masih khawatir terhadap perkembangan perang Iran dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Nikkei 225 turun sekitar 1,6% ke level 62.977,54.

Saham teknologi dan logam menjadi pemberat utama pasar. Kioxia Holdings anjlok sekitar 7,9%, sementara Mitsui Kinzoku turun 5,8%. Tekanan terhadap saham-saham tersebut menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Yen juga menguat terhadap dolar AS. USD/JPY berada di sekitar 153,50, dibandingkan 154,09 pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat. Penguatan yen dapat menjadi tekanan tambahan bagi saham perusahaan eksportir Jepang karena berpotensi mengurangi nilai pendapatan mereka dari luar negeri.

Investor kini fokus pada perkembangan konflik di Timur Tengah, harga minyak, serta pergerakan yield obligasi. Ketegangan geopolitik yang terus meningkat berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi dan menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, September 10, 2026

Nikkei Turun Tiga Sesi, Minyak Tinggi dan Yen Jadi Beban

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 menutup perdagangan Kamis (10/9) dengan pelemahan sekitar 1% ke bawah level 64.600, memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Indeks Topix juga melemah sekitar 0,65% ke kisaran 4.020, seiring investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah kenaikan harga energi dan yield obligasi global.

Tekanan utama datang dari harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel akibat konflik AS–Iran dan gangguan pelayaran di Timur Tengah. Lonjakan energi meningkatkan kekhawatiran inflasi sekaligus memperbesar risiko biaya produksi bagi perusahaan Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.

Sentimen pasar juga terbebani kenaikan yield Treasury AS. Yield 10 tahun bertahan di sekitar 4,84% setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 2023, sementara rencana buyback Treasury AS hingga US$6 miliar dinilai belum cukup besar untuk menenangkan pasar obligasi. Pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya turut menekan perdagangan saham Asia.

Di dalam negeri, investor semakin memperhitungkan kemungkinan Bank of Japan kembali menaikkan suku bunga. Anggota Dewan BOJ Kazuyuki Masu mengatakan bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih cepat apabila tekanan inflasi meningkat. Ekspektasi kebijakan yang lebih ketat turut menopang yen, tetapi menjadi tekanan bagi saham eksportir dan perusahaan dengan pendapatan besar dari luar negeri.

Saham teknologi dan konsumsi menjadi beberapa penekan terbesar, dengan Fujikura turun 4,4%, Furukawa Electric melemah 4,9%, Ibiden kehilangan 3,1%, Nintendo turun 3,8%, dan Fast Retailing melemah 1,5%. Analisa Newsmaker: kombinasi minyak di atas US$100, yield global tinggi, yen yang kuat, serta ekspektasi kenaikan bunga BOJ masih membuat prospek Nikkei rentan dalam jangka pendek. PT Rifan.


Sumber : Newsmaker