Monday, February 2, 2026

Nikkei Lompat 2,2% Dipimpin Elektronik & Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat luas pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei naik sekitar 2,2% ke 53.808,67. Sentimen membaik karena data aktivitas pabrik AS menunjukkan pemulihan yang kuat, ditambah yen yang melemah sehingga menguntungkan emiten yang berorientasi ekspor.

Dorongan utama datang dari data manufaktur AS: indeks manufaktur Institute for Supply Management naik ke 52,6 (zona perluasan) dari 47,9. Angka ini membuat pasar menilai ekonomi AS masih cukup “sehat”, sehingga minat risiko kembali naik.

Di pasar valas, yen melemah—USD/JPY berada di sekitar 155,5, naik dari penutupan Tokyo sebelumnya. Yen yang lebih lemah biasanya membantu pendapatan perusahaan Jepang (karena nilai ekspor naik saat konversi), sehingga saham-saham elektronik ikut kencang.

Di level saham, Kioxia Holdings melesat sekitar 11%, sementara Japan Post Bank naik sekitar 4–5%. Penguatan Kioxia juga terbantu ekspektasi jelang rilis laporan keuangan yang dijadwalkan 12 Februari 2026.

Pasar juga menunggu rilis kinerja emiten besar hari ini: Denso diperkirakan melaporkan pendapatan pada Selasa, 3 Februari 2026, sementara Mitsui & Co. mengumumkan hasil untuk periode sembilan bulan pada 3 Februari 2026 (12:00 JST). Kombinasi data AS + arah yen + musim laporan keuangan inilah yang membuat Jepang jadi salah satu pasar paling “hidup” pagi ini. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, February 1, 2026

Nikkei Hijau Tipis, Saham Auto & Pharma Ngebut

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin, dengan Nikkei naik 0,4% ke 53.534,49. Pendorong utamanya datang dari pelemahan yen yang membuat prospek laba perusahaan exportir terlihat lebih menarik.

Yen yang lebih lemah biasanya jadi “angin belakang” untuk emiten Jepang, karena pendapatan luar negeri saat dikonversi ke yen bisa terlihat lebih besar. Hari ini, USD/JPY berada di 154,92, naik dari 153,89 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat—dan pasar langsung merespons dengan bias positif.

Sektor otomotif memimpin kenaikan, mencerminkan optimisme bahwa pelemahan yen bisa membantu kinerja perusahaan yang banyak menjual produk ke luar negeri. Toyota Motor menjadi salah satu motor penggerak setelah sahamnya naik 2,9%.

Dari sisi defensif, sektor farmasi ikut menguat—tanda investor tidak sepenuhnya “risk-on” membabi buta, tapi tetap pilih saham yang dianggap punya daya tahan. Saham Shionogi naik 2,3%, ikut menopang  Fokus pasar sekarang mengarah ke musim laporan keuangan kuartalan. Investor memantau rilis earnings yang bisa mengubah mood pasar dalam hitungan jam, termasuk dari Daiwa Securities Group dan Murata Manufacturing yang dijadwalkan merilis hasil kinerja pada hari yang sama.

Di luar faktor yen dan earnings, perhatian juga tertuju pada arah kebijakan ekonomi. Rencana ekonomi dari **Sanae Takaichi ikut jadi bahan pertimbangan pelaku pasar menjelang pemilihan umum pada 8 Februari, karena kebijakan fiskal/industri bisa memengaruhi sentimen sektor-sektor kunci.

Intinya, kenaikan Nikkei hari ini lebih didorong kombinasi “yen melemah + harapan earnings” ketimbang euforia baru. Pasar terlihat sedang cari alasan untuk lanjut naik, tapi tetap sensitif: kalau laporan kinerja mengecewakan atau yen mendadak berbalik menguat, momentum bisa cepat berubah.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, January 28, 2026

Nikkei Hijau, Tapi Pasar Jepang Masih “Tarik Ulur”

 


PT Rifan Financindo - Di pergerakan saham, Japan Post Bank melesat 3,3% dan Kioxia Holdings naik 6,0%. Sebaliknya, Aeon Co. turun 3,2% dan Recruit Holdings melemah 3,3%. Sementara itu, indeks yang lebih luas Topix justru turun 0,4% ke 3.521,08, menandakan penguatan pasar tidak merata.

Di pasar mata uang, USD/JPY berada di 153,08, naik dari 152,62 pada penutupan bursa Tokyo Rabu. Investor kini menanti musim laporan keuangan, dengan Takeda Pharmaceutical, Fujitsu, dan Canon dijadwalkan merilis hasil hari ini. Selain itu, pasar juga memantau arah rencana ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang pemilu awal Februari. (az) PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 27, 2026

Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 26, 2026

Yen Menguat, Nikkei Kepeleset Tipis

 


PT Rifan - Saham Jepang dibuka melemah tipis karena penguatan yen bikin investor khawatir laba perusahaan—terutama eksportir—bisa tertekan. Nikkei turun sekitar 0,2% ke 52.780,86 pada perdagangan awal.

Sektor otomotif dan farmasi memimpin penurunan. Nissan turun sekitar 2,2%, sementara Otsuka Holdings melemah sekitar 4,0%. Penguatan yen biasanya jadi “rem” buat emiten yang banyak jualan ke luar negeri karena pendapatan ekspor bisa terlihat lebih kecil saat dikonversi.

Di pasar mata uang, USD/JPY berada di sekitar 154,16, sedikit di bawah level penutupan pasar saham Tokyo pada Senin. Pelaku pasar sekarang fokus memantau komentar pejabat Jepang soal yen dan menunggu detail rencana ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang pemilu umum awal Februari.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 25, 2026

Yen Menguat, Saham Jepang Tumbang—Ada Sinyal Intervensi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang turun pada awal perdagangan, terutama saham-saham eksportir seperti produsen mobil. Penyebab utamanya: yen menguat terhadap dolar, memicu kekhawatiran laba perusahaan eksportir bisa tertekan.

Topix Index turun 1,8% ke 3,563.37 pada 9:11 a.m. waktu Tokyo. Sementara Nikkei melemah 1,7% ke 52,914.77.

Tekanan paling terasa di saham besar. Toyota Motor Corp. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah sahamnya jatuh 3,9%.

Gambaran pasarnya juga lagi berat sebelah: dari 1,663 saham di Topix, hanya 173 yang naik, 1,460 turun, dan 30 tidak berubah. Artinya, penurunan ini cukup merata, bukan cuma di satu sektor.

Menurut Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab, penguatan yen memang cenderung “membebani” saham Jepang. Ia juga menilai yen berpotensi menguat sampai 145 per dolar, jadi investor bakal ekstra fokus ke pergerakan yen.

Selain mata uang, sentimen juga ditekan isu politik. Kekhawatiran soal pemilu dadakan Jepang ikut membayangi, apalagi sejumlah polling media lokal menunjukkan dukungan terhadap kabinet PM Sanae Takaichi mulai menurun.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Thursday, January 22, 2026

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan. Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI.

Performa terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut. Saham-saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kerangka kerja untuk perjanjian di masa depan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker