Thursday, March 26, 2026

Saham Jepang Melemah Hari Kedua, Pasar Ragu De-eskalasi Cepat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat pagi, seiring pasar masih menimbang ketidakpastian perang Iran dan dampaknya terhadap harga minyak. Topix turun 0,5% ke 3.622,85 pada 09:12 waktu Tokyo, sementara Nikkei 225 melemah 1,2% ke 52.934,51.

Pergerakan indeks kali ini cenderung tipis dan terbelah: dari 1.655 saham anggota Topix, 777 menguat, 785 turun, dan 93 stagnan. Tokyo Electron menjadi pemberat terbesar pada Topix setelah turun 3,9%, mencerminkan tekanan yang lebih kuat pada saham-saham teknologi.

Tekanan pada teknologi terjadi meski Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran. Namun reli minyak yang kuat sepanjang bulan ini—di tengah volatilitas ekstrem—membuat pasar Jepang tetap defensif karena Jepang sangat sensitif terhadap biaya impor energi dan risiko inflasi.

Sumitomo Mitsui DS Asset Management menilai reaksi pasar terhadap perpanjangan tenggat AS terbatas, karena negosiasi diperkirakan akan berjalan panjang dan pelaku pasar belum melihat alasan kuat untuk optimistis. Dengan latar tersebut, pergerakan minyak diperkirakan tetap menjadi pendorong utama sentimen ekuitas Jepang dalam jangka dekat. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Topix Menguat Terbatas, Pasar Masih Selektif di Tengah Konflik Iran

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Kamis pagi, mengikuti kenaikan Wall Street setelah optimisme soal upaya gencatan senjata konflik Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun reli dibatasi oleh harga minyak yang masih tinggi, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi energi dan dampaknya ke biaya impor Jepang.

Topix naik 0,5% ke 3.670,43 pada 09:25 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,7% ke 54.122,55. Kenaikan berlangsung tidak merata: dari 1.655 saham Topix, 781 naik dan 775 turun, mencerminkan pasar yang masih selektif.

SoftBank Group menjadi penopang utama, sempat naik hingga 7,2%. Penguatan juga terlihat pada otomotif, mesin, kimia, dan trading house. Sektor pertambangan, pelayaran, dan produk minyak ikut menguat, sementara farmasi dan ritel tertinggal.

Nomura menilai meski penyelesaian perang masih jauh, ada langkah-langkah untuk menghindari skenario terburuk. Namun pasar tetap meragukan efektivitas pembicaraan karena AS tetap mengirim pasukan ke kawasan. Dalam kondisi ini, saham terkait semikonduktor mulai dipandang lebih “defensif” karena dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi konflik Iran dan harga minyak. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Nikkei-Topix Melonjak, Pasar Mencium Gencatan Senjata AS–Iran

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Rabu pagi seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah, setelah ekspektasi pasar mengarah pada upaya AS mendorong gencatan senjata satu bulan dengan Iran. Perbaikan sentimen ini mendorong risk appetite kembali masuk ke ekuitas Asia.

Indeks Topix naik 2,3% ke 3.642,45 pada 09:23 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 2,7% ke 53.648,87. Kenaikan berlangsung luas, dengan 1.555 dari 1.657 saham anggota Topix menguat, hanya 79 yang turun, dan 23 tidak berubah.

Kontributor terbesar datang dari Toyota Motor yang naik 3,1%, membantu mengangkat indeks. Pelaku pasar menilai saham-saham yang sebelumnya banyak dijual mulai mendapat perhatian kembali, terutama kelompok yang sensitif terhadap sentimen makro.

Strategis Daiwa Asset Management, Kazunori Tatebe, menilai ada tanda-tanda eskalasi AS–Iran mereda. Ia menyebut pasar Jepang cenderung “menguji rebound” secara hati-hati, dengan saham yang sebelumnya tertekan—termasuk yang terkait semikonduktor—berpeluang memimpin pemulihan.

Di kawasan, MSCI AC Asia Pacific naik 1,3%, menunjukkan pemulihan risiko yang lebih luas. Secara kinerja, Topix tercatat naik 6,8% year-to-date, melampaui MSCI AC Asia Pacific yang naik 4,1%, menandakan saham Jepang relatif lebih kuat dibanding rata-rata regional.

Dari sisi valuasi, saham anggota Topix diperdagangkan di sekitar 16,3 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. Ke depan, pasar akan tetap sangat peka terhadap headline diplomasi dan stabilitas energi; harapan gencatan senjata bisa menopang reli, tetapi ketidakpastian geopolitik tetap berpotensi menjaga volatilitas. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 16, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Nikkei Turun di Tengah Lonjakan Minyak, Volatilitas Opsi Naik Tajam

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis(12/3), dengan indeks Nikkei 225 turun 1,05% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, mencerminkan sentimen yang kembali defensif di tengah kenaikan harga energi.

Di antara saham yang menguat, Shin-Etsu Chemical naik 4,08% ke 6.401 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. Kawasaki Heavy Industries menguat 3,82% ke 16.715, sementara Mitsubishi Heavy Industries naik 3,57% ke 4.781.

Di sisi pelemahan, Denka turun 6,01% ke 3.346, Japan Exchange Group melemah 5,58% ke 1.861,50, dan SUMCO turun 4,87% ke 1.623. Secara keseluruhan, breadth pasar sangat negatif: 3.128 saham turun versus 536 saham naik, dengan 142 tidak berubah.

Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 31,92% ke 42,94, menandakan premi risiko di pasar opsi meningkat setelah sesi-sesi sebelumnya yang bergejolak. Lonjakan volatilitas ini sejalan dengan pergerakan tajam lintas aset dan sensitivitas pasar terhadap headline energi dan geopolitik.

Di komoditas, WTI April melonjak 5,42% ke US$91,98 per barel dan Brent Mei naik 5,86% ke US$97,37, memperkuat tekanan biaya energi yang berpotensi membebani sentimen ekuitas. Emas berjangka April turun tipis 0,13% ke US$5.172,59 per troy ons. Di FX, USD/JPY relatif datar di 158,94 dan EUR/JPY turun 0,16% ke 183,57, sementara indeks dolar berjangka naik 0,16% ke 99,39.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Nikkei Naik Dipimpin Real Estat dan Bank, Volatilitas Opsi Turun Tajam

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(11/3), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,51% di Tokyo. Kenaikan didorong penguatan sektor real estat, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko setelah sesi-sesi pasar yang berfluktuasi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar memimpin penguatan. Resonac Holdings melonjak 10,42% ke 11.925, Nintendo naik 8,90% ke 9.932, sementara Furukawa Electric menguat 8,36% ke 29.750 pada penutupan.

Di sisi pelemahan, Olympus turun 4,97% ke 1.349 dan menyentuh level terendah lima tahun. NEC melemah 4,20% ke 4.311 dan Shift turun 3,83% ke 688,10.

Secara keseluruhan, breadth pasar positif dengan 2.393 saham naik, 1.179 turun, dan 244 tidak berubah. Indeks Volatilitas Nikkei yang mengukur volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 merosot 42,89% ke 32,55, mengindikasikan pasar opsi menurunkan premi risiko setelah periode pergerakan tajam.

Di pasar lain, WTI April stabil di US$83,45 per barel, sementara Brent Mei turun 0,62% ke US$87,26. Emas berjangka April terkoreksi 0,72% ke US$5.204,26 per troy ons. Pada FX, USD/JPY turun tipis ke 157,99, EUR/JPY naik ke 183,79, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,06% ke 98,75.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker