PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Nikkei 225 turun 302,62 poin atau sekitar 0,48% ke level 63.190,37, melanjutkan tekanan setelah indeks ditutup di 63.492,99 pada perdagangan sebelumnya.
Sentimen pasar masih dibayangi pelemahan saham teknologi global. Wall Street ditutup lebih rendah pada Senin karena aksi jual saham semikonduktor dan kekhawatiran terhadap investasi kecerdasan buatan, sehingga tekanan terhadap saham teknologi Jepang masih menjadi perhatian investor.
Tekanan lain datang dari tingginya yield obligasi Amerika Serikat. Yield Treasury tenor 10 tahun sempat menembus 5% sebelum berakhir di sekitar 4,96%. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini sangat tinggi, membuat investor cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.
Investor Jepang juga menunggu keputusan Bank of Japan. BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. Prospek kenaikan bunga tersebut membuat saham yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan pergerakan yen tetap berpotensi volatil.
Nikkei memulai sesi dengan sentimen defensif karena pasar menghadapi kombinasi tekanan saham teknologi, yield tinggi, harga energi, dan dua keputusan bank sentral besar. Selama ketidakpastian The Fed dan BOJ belum terjawab, pergerakan Nikkei berpotensi tetap volatil dengan investor cenderung menahan posisi agresif. PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker