Monday, July 27, 2026

Nikkei Naik 0,66%, Saham Properti dan Perbankan Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin. Indeks Nikkei 225 naik 0,66%, mendorong kenaikan saham sektor properti, perbankan, dan tekstil.

Saham Shift melonjak 9,32%, BayCurrent Consulting naik 8,95%, dan Shiseido menguat 7,62%. Sebaliknya, Shin-Etsu Chemical turun 8,30%, Chugai Pharmaceutical melemah 7,66%, dan Fujikura turun 5,83%.

Sentimen pasar secara keseluruhan cukup positif, dengan 2.836 saham menguat, 682 melemah, dan 243 tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 5,57% menjadi 32,88, menandakan kecemasan investor mulai mereda.

Harga minyak yang turun tajam juga mendukung pasar Jepang. WTI melemah 6,47% menjadi US$83,53 per barel dan Brent turun 5,81% menjadi US$86,35, sementara emas naik menjadi US$4.099,65 per troy ounce dan USD/JPY melemah ke 163,52.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 26, 2026

Bursa Jepang Menguat, Turunnya Minyak Angkat Sentimen

 


PT Rifan Financindo - Indeks Topix Jepang naik 0,8% ke level 4.043,10 pada perdagangan Senin pagi (27/07). Indeks Nikkei juga menguat 0,5% menjadi 64.941,98, didorong kenaikan saham elektronik dan otomotif.

Sentimen pasar membaik setelah harga minyak turun menyusul jeda serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Iran juga menahan serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Saham Hitachi menjadi pendorong terbesar Topix setelah naik 3,3%. Dari total 1.636 saham dalam indeks, sebanyak 1.380 saham menguat, 226 melemah, dan 30 bergerak stabil.

Meski demikian, sejumlah saham semikonduktor seperti Kioxia Holdings dan Advantest masih menekan Nikkei. Pasar berharap jeda konflik dapat membuka jalan menuju perundingan dan menjaga sentimen positif di bursa Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 23, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Penopang

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/07), didukung kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 0,39% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Saham Sumitomo Metal Mining menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,07% ke level 7.902. Lasertec juga menguat 4,98% ke 45.130, sementara Advantest naik 4,11% ke 30.800.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Takashimaya menjadi salah satu pemberat terbesar setelah turun 6,14% ke 2.255. J.Front Retailing melemah 5,39%, sedangkan Isetan Mitsukoshi turun 4,65%.

Secara keseluruhan, saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik di Tokyo Stock Exchange. Sebanyak 1.726 saham turun, 1.723 saham menguat, dan 294 saham bergerak stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 1,45% ke level 32,59.

Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat tajam. WTI naik 2,12% ke US$88,67 per barel, sementara Brent melonjak 2,93% ke US$96,83 per barel. Sebaliknya, kontrak emas Agustus turun 0,72% ke US$4.121,90 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor masih masuk ke saham Jepang, terutama sektor teknologi dan material. Namun, kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko karena dapat memicu inflasi dan menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang. Yen yang masih berada di sekitar 163 per dolar juga membuat pasar tetap waspada terhadap peluang intervensi pemerintah Jepang.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 22, 2026

Nikkei Melemah Tipis, Reli Saham Semikonduktor Mulai Tertahan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7) setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Indeks Nikkei 225 turun 0,18% ke level 66.115, berbalik dari penguatan sebelumnya karena reli saham semikonduktor mulai kehilangan tenaga.

Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk Alphabet dan Tesla. Hasil kinerja emiten tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk membaca prospek sektor teknologi global.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, sementara Presiden Donald Trump meredam peluang pembicaraan dalam waktu dekat dengan Teheran. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan inflasi energi tetap tinggi.

Dari pergerakan saham individu, Tokyo Electron turun 0,9%, SoftBank Group melemah 0,8%, dan Fast Retailing terkoreksi 2,8%. Sebaliknya, beberapa saham masih mencatat penguatan, seperti Kioxia Holdings yang naik 5,3%, Taiyo Yuden menguat 6,7%, dan Murata Manufacturing bertambah 4%.

Dari sisi dampak market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih selektif terhadap saham teknologi Jepang setelah reli sebelumnya. Kenaikan minyak dan konflik AS-Iran dapat menambah tekanan inflasi, sementara defisit neraca dagang Jepang pada Juni menjadi beban tambahan bagi sentimen. Jika laporan big tech AS mengecewakan, tekanan pada saham teknologi Jepang berpotensi berlanjut. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, July 21, 2026

Nikkei Melonjak 3,29%, Saham Chip Jepang Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (21/07), didorong kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 3,29% pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Kioxia Holdings yang melonjak 17,18% atau 8.950 poin ke level 61.060. Saham Ibiden juga menguat 11,03% ke 17.415, sementara Socionext naik 9,11% ke 2.472,50 pada akhir perdagangan.

Meski pasar menguat, beberapa saham masih mencatat tekanan. Nintendo turun 4,13% ke 6.993, Kikkoman melemah 2,49% ke 1.625,50, dan CyberAgent turun 2,36% ke 1.448,50.

Secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.746 saham naik, 805 saham turun, dan 215 saham tidak berubah. Namun, indeks Nikkei Volatility naik 14,22% ke 36,86, menunjukkan bahwa kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar masih cukup tinggi.

Dari sisi komoditas, minyak WTI turun tipis ke US$82,42 per barel, sementara Brent melemah ke US$88,82 per barel. Kontrak emas berjangka justru naik 1,65% ke US$4.082,17 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY bergerak tipis ke 162,54, sedangkan EUR/JPY naik ke 185,71.

Dari sisi dampak market, lonjakan Nikkei menunjukkan sentimen risiko di pasar Jepang mulai membaik, terutama pada saham chip dan teknologi. Namun, kenaikan volatilitas menandakan reli belum sepenuhnya aman. Jika yen tetap lemah, saham eksportir Jepang bisa mendapat dukungan, tetapi investor tetap perlu mencermati harga minyak, emas, dan arah dolar AS karena faktor global masih berpotensi memicu pergerakan tajam. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Monday, July 20, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 19, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 



Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker