PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,7% ke level 68.732,71 pada perdagangan Selasa (18/08), mengikuti pelemahan Wall Street pada sesi sebelumnya. Investor cenderung berhati-hati karena ketegangan Timur Tengah kembali meningkat dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih mengalami kebuntuan.
Sentimen pasar memburuk setelah pejabat Iran kembali memberi sinyal bahwa eskalasi dapat meningkat jika jalur diplomasi gagal. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan kembali memperhitungkan potensi gangguan terhadap pasar energi global.
Tekanan cukup besar terlihat pada sejumlah saham teknologi Jepang. Screen Holdings turun sekitar 2,9%, Lasertec melemah 2,8%, sementara Nippon Building Fund kehilangan sekitar 2,4%, sehingga ikut menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.
Pelemahan Nikkei juga mengikuti koreksi di Wall Street, di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan yield obligasi AS dan harga minyak yang tetap tinggi akibat risiko geopolitik. Kombinasi tersebut meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi.
Di pasar valuta asing, yen bergerak relatif stabil dengan USD/JPY berada di sekitar 159,38, sedikit lebih rendah dibanding posisi akhir perdagangan New York sebelumnya di 159,45.
Analisis Newsmaker: Koreksi Nikkei saat ini lebih banyak dipicu sentimen eksternal, terutama pelemahan Wall Street dan meningkatnya risiko konflik AS-Iran. Selama ketegangan Timur Tengah belum mereda, volatilitas saham Jepang berpotensi tetap tinggi, terutama pada sektor teknologi dan saham yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker