Wednesday, February 11, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Tapi Rali Jepang Dinilai Rentan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yang lebih agresif. Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis baru melewati 56.000, 57.000, dan bahkan mendekati 58.000—dalam rali yang sering disebut pasar sebagai “Takaichi trade”.

Namun, sejumlah pengamat menilai rali ini berpotensi rapuh karena muncul jarak antara lonjakan harga saham dan kondisi fundamental ekonomi. Pada Selasa, Nikkei sempat menyentuh kisaran 57.960 dan indeks disebut sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, tetapi sebagian analis menilai penguatan tersebut lebih banyak digerakkan oleh sentimen, likuiditas, dan narasi kebijakan, bukan perbaikan data ekonomi yang solid.

Katalis utamanya adalah keyakinan bahwa mandat politik yang kuat akan membuka ruang untuk belanja fiskal lebih besar, keringanan pajak, dan dorongan investasi—khususnya sektor-sektor yang dianggap strategis. Pasar pada dasarnya menyukai kepastian politik, apalagi bila disertai prospek stimulus dan agenda pro-pertumbuhan.

Meski begitu, euforia tersebut dinilai bisa berjalan lebih cepat daripada kejelasan mengenai “biaya” dan sumber pendanaan kebijakan. Jepang berada dalam tekanan karena beban utang pemerintah yang sangat tinggi, sehingga ekspansi fiskal berisiko memperbesar kekhawatiran pasar obligasi dan memicu volatilitas nilai tukar—dua faktor yang bisa cepat mengguncang saham jika arah pasar berubah

Dari sisi data, ekonomi Jepang sempat menunjukkan pelemahan pada pertengahan 2025: PDB riil kuartal Juli–September 2025 tercatat turun 0,4% (qoq) atau -1,8% annualized, kontraksi pertama dalam enam kuartal. Artinya, fondasi makro belum sepenuhnya menguat meski bursa bergerak sangat agresif. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Nikkei Pecah Rekor Lagi, “Sanaenomics” Mulai Dipercaya

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all-time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terutama setelah hasil pemilu majelis rendah yang dinilai memperkuat peluang pemerintahannya bertahan lebih lama.

J.P. Morgan memperkirakan pemerintahan Takaichi berpotensi berlangsung panjang dan mendorong percepatan kebijakan yang disebut “Sanaenomics”. Konsep ini mengarah pada kebijakan fiskal yang proaktif namun tetap memperhatikan suku bunga dan nilai tukar, mendorong investasi korporasi, serta mempercepat reformasi perusahaan.

Secara sektoral, penguatan Nikkei ditopang lonjakan sejumlah saham unggulan. Furukawa Electric melesat 23%, sementara Nissan Chemical naik 17%, mencerminkan minat beli yang kuat pada saham-saham yang dinilai akan diuntungkan dari dorongan investasi dan reformasi.

Nikkei ditutup naik 2,3% ke level 57.650,54. Sementara itu, yen menguat terhadap dolar AS, dengan USD/JPY berada di 155,33, dibanding 156,40 pada penutupan pasar saham Tokyo sehari sebelumnya—memberi sinyal arus risiko masih masuk meski pasar tetap mencermati dinamika nilai tukar.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Nikkei Naik 1,5%, Saham Teknologi Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada hari Selasa, melanjutkan euforia setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasar mulai memasang ekspektasi lebih besar pada arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan baru, yang dinilai dapat mendorong belanja dan dukungan terhadap strategi sektor-sektor.

Indeks Nikkei 225 naik 1,5% menjadi 57.205,64, dengan penguatan saham yang dipimpin teknologi, elektronik, dan mesin. Sektor-sektor ini menjadi sorotan karena biasanya paling cepat diuntungkan saat pasar berharap ada stimulus atau dukungan kebijakan untuk industri.

Sejumlah saham besar melesat: SoftBank Group menguat 5,8%, IHI Corp naik 5,9%, dan NEC Corp naik 5,5%. Lonjakan ini menunjukkan pasar bukan hanya naik tipis merata, tapi benar-benar memilih “pemenang” dari sektor yang dianggap paling punya peluang.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,20, sedikit lebih rendah dibandingkan 156,40 saat penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Yen yang bergerak sensitif belakangan ini masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan fiskal Jepang, serta kemungkinan respons otoritas jika pelemahan yen kembali berlebihan.

Ke depan, investor masih menunggu detail lebih jelas soal paket kebijakan Takaichi, sambil menyatukan musim rilis laporan keuangan emiten. Kombinasi “janji kebijakan” dan kinerja korporasi inilah yang akan menentukan apakah reli ini bisa bertahan, atau hanya euforia awal yang cepat memudar.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangkat indeks Nikkei 225 hingga mencetak rekor baru, sementara Topix ikut menembus puncak tertinggi.

Pada perdagangan pagi, Nikkei sempat naik sekitar 4% dan Topix menguat lebih dari 2%. Kenaikan dipimpin sektor elektronik dan perbankan, seiring perburuan investor terhadap saham-saham yang dinilai paling diuntungkan jika pemerintah membuka keran belanja untuk strategi industri seperti pemerintah dan AI.

Koalisi penguasa yang dipimpin Takaichi meraih mayoritas besar di parlemen, memberi ruang kebijakan yang lebih luas untuk mendorong stimulus fiskal. Janji kampanyenya soal penghentian sementara konsumsi pajak untuk makanan juga ikut menyulut minat di saham ritel dalam beberapa pekan terakhir.

Analis menilai hasil pemilu ini melampaui perkiraan awal dan bisa menjadi “pemantik” untuk gelombang kebijakan ekspansif berikutnya. Fokus pasar mengarah ke emiten pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, saham-saham terkait ruang angkasa, sektor keuangan, hingga perusahaan yang dekat dengan rantai pasok pangan.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 



PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Saham Jepang Rebound Tipis, Pasar Fokus ke Pemilu Akhir Pekan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tipis pada Kamis, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya ketika perhatian investor mulai terkunci ke pemilu majelis rendah yang digelar akhir pekan ini. Nikkei 225 naik sekitar 0,2%, sementara Topix menguat lebih solid 0,4%—menggambarkan sentimen yang mulai stabil setelah volatilitas di sektor global, terutama teknologi.

Fokus utama pasar adalah langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang memanggil pemilu dadakan untuk mengamankan dukungan terhadap agenda kebijakan, termasuk peningkatan belanja dan prioritas fiskal lainnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai pasang posisi jelang rilis PDB Jepang kuartal IV pekan depan, yang diperkirakan rebound setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

Dari pergerakan saham, penguatan dipimpin oleh nama-nama besar yang punya bobot tinggi di indeks. Toyota melaju sekitar +1,7%, disusul Hitachi +1,1%, Lasertec +0,8%, Shin-Etsu Chemical +0,7%, dan JX Advanced Metals +2,3%. Kinerja saham-saham ini membantu menahan pasar tetap hijau meski investor masih cenderung selektif.

Di ranah korporasi, sorotan datang dari Renesas Electronics yang melonjak sekitar +7% setelah mengumumkan rencana menjual bisnis Timing ke SiTime senilai US$3 miliar. Aksi korporasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk merapikan portofolio dan memperkuat fokus bisnis inti.

Kesimpulannya, pasar Jepang sedang masuk fase “wait and see”: pemilu dan PDB menjadi dua katalis terdekat yang bisa menentukan arah yen, obligasi, dan saham—terutama karena kebijakan fiskal (belanja/pajak) berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan Jepang ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 3, 2026

Nikkei Siap Koreksi Setelah Cetak Rekor, Ada Apa?

 


Indeks saham Jepang diperkirakan melemah setelah reli kencang yang mengantarkan pasar ke rekor tertinggi pada Selasa. Setelah euforia, pelaku pasar mulai mengantisipasi aksi ambil untung—apalagi ketika sentimen global mulai kurang ramah.

Tekanan datang dari Wall Street: saham teknologi AS turun semalam, dan itu bisa “menular” ke sektor teknologi di Jepang yang sebelumnya ikut jadi mesin penggerak reli.

Sinyal awal sudah terlihat di pasar derivatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 turun 1,0% ke 54.025 di Singapore Exchange—indikasi pasar membuka hari dengan nada lebih hati-hati.

Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY berada di 155,78, menguat dibanding 155,43 saat penutupan pasar saham Tokyo pada Selasa. Pergerakan yen bisa ikut memengaruhi saham eksportir dan sentimen risiko secara keseluruhan.

Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan. Dua emiten besar yang dinanti hari Rabu adalah Marubeni dan Mitsubishi Heavy Industries—hasilnya bisa jadi “penentu arah” setelah indeks sudah naik terlalu cepat.

Sebagai konteks, pada Selasa Nikkei Stock Average melesat 3,9% dan menutup hari di level tertinggi sepanjang masa 54.720,66. Setelah lonjakan segila itu, pasar biasanya masuk fase uji: koreksi sehat dulu, atau justru lanjut terbang?(asd) Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker