Thursday, April 9, 2026

Saham Jepang Menguat, Pasar Pantau Timur Tengah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang menguat pada perdagangan Jumat (10/4), didukung sentimen risk-on setelah pasar kembali berharap ada penyelesaian konflik AS-Iran. Penguatan ini terjadi di tengah fokus investor pada perkembangan terbaru di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap harga minyak.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,2% ke 56.591,12, dengan saham teknologi dan elektronik memimpin kenaikan. Penguatan sektor ini mencerminkan minat beli pada emiten berorientasi siklus ketika kekhawatiran geopolitik dinilai sedikit mereda.

Di kelompok saham individual, Kioxia Holdings menguat 6,4% dan Fanuc naik 4,0%, mencatatkan kinerja menonjol di antara saham-saham berkapitalisasi besar. Kenaikan pada emiten elektronik memperkuat kontribusi sektor terhadap pergerakan indeks.

Sementara itu, Fast Retailing naik 6,6% setelah pemilik merek Uniqlo tersebut menaikkan proyeksi laba. Revisi panduan kinerja perusahaan ikut menjadi katalis yang memperluas penguatan, terutama pada saham consumer besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 159,17 yen, dibanding 158,89 yen pada penutupan bursa saham Tokyo sehari sebelumnya. Pergerakan yen menjadi salah satu variabel yang dipantau pelaku pasar, mengingat sensitivitas pendapatan eksportir Jepang terhadap arah kurs.

Ke depan, perhatian pasar tetap tertuju pada berita-berita dari Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga minyak mentah, yang dapat memengaruhi inflasi, biaya input, serta selera risiko global. Arah lanjutan Nikkei diperkirakan tetap dipandu oleh kombinasi perkembangan geopolitik, pergerakan energi, dan dinamika nilai tukar. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 8, 2026

Risk-On Kembali, Nikkei Melonjak ke Level Sebulan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang melonjak pada Rabu (8/4) setelah AS, Iran, dan Israel menyepakati gencatan senjata dua pekan untuk membuka ruang negosiasi menuju potensi kesepakatan mengakhiri perang. Nikkei 225 melesat 5,39% dan ditutup di 56.308, sementara Topix naik 3,32% ke 3.775, dengan keduanya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran dalam apa yang ia sebut “double-sided ceasefire”. Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz selama dua pekan, dengan ketentuan transit dikoordinasikan dengan Angkatan Bersenjata Iran. Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi disebut mengupayakan pembicaraan terpisah dengan pemimpin AS dan Iran, seiring dorongan menjaga perdamaian dan keamanan pasokan energi Jepang.

Penguatan dipimpin saham teknologi seiring risk appetite kembali. Kioxia Holdings melonjak 18,6%, Advantest 13,6%, Fujikura 11,6%, Disco Corp 7,3%, dan SoftBank Group 7,2%. Saham utilitas listrik, perbankan, dan otomotif juga ikut reli, mencerminkan perbaikan sentimen setelah pasar menilai risiko gangguan energi dari kawasan Teluk mereda, setidaknya untuk sementara. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 7, 2026

Ceasefire AS–Iran Angkat Nikkei, Pasar Jepang Putar Haluan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang diperkirakan menghentikan kampanye militer AS–Israel, dengan imbal balik Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong perbaikan sentimen risiko, seiring pasar menilai peluang eskalasi konflik dan gangguan energi mereda, meski sifatnya masih sementara.

Pada perdagangan Rabu (8/04) pagi di Tokyo, Topix naik 3,3% ke 3.773,70 (pukul 09.06 waktu setempat), sementara Nikkei melonjak 4,1% ke 55.624,89. Kenaikan bersifat luas: dari 1.652 saham anggota Topix, sebanyak 1.514 menguat, 39 melemah, dan 99 stagnan, mencerminkan penguatan risk appetite yang menyebar di berbagai sektor.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Topix setelah naik 3,9%. Di pasar valuta asing, yen menguat terhadap dolar AS setelah penundaan serangan, selaras dengan pergeseran posisi investor dari aset defensif ke aset berisiko di kawasan, sekaligus merespons perubahan arah berita geopolitik.

Masahiro Ichikawa, chief market strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management, menilai syarat pembukaan Selat Hormuz yang disebut Trump sebagai kondisi gencatan senjata sebagai hal yang “mengejutkan”. Meski jeda serangan hanya dua pekan, ia menyebut langkah tersebut tetap jelas mengangkat sentimen investor karena menurunkan ketidakpastian jangka pendek yang sebelumnya membebani pasar.

Kazunori Tatebe dari Daiwa Asset Management menambahkan, tenggat dua pekan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa perkembangan konkret bisa muncul dalam periode itu. Ia menilai fokus berpotensi kembali ke sektor siklikal, tema kecerdasan buatan, dan logam non-ferrous yang sempat tertekan sejak konflik Iran. Di tingkat regional, MSCI AC Asia Pacific naik 2,4%; Topix tercatat naik 11% sepanjang tahun berjalan dibanding MSCI AC Asia Pacific naik 6,5%, sementara valuasi anggota Topix berada di sekitar 16,7 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 6, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 5, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 1, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 31, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker