Wednesday, July 15, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Melaju

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/7), didorong oleh kenaikan sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 1,49% pada penutupan perdagangan di Tokyo, menunjukkan sentimen positif kembali masuk ke pasar Jepang.

Saham Lasertec menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,18% ke level 49.690. Ibiden juga menguat 7,56% ke 19.340, sementara Fujikura naik 7,19% ke 5.145. Kenaikan saham-saham tersebut membantu memperkuat laju indeks sepanjang sesi.

Meski pasar ditutup hijau, beberapa saham tetap mencatat tekanan. Nichirei turun 8,17% ke level 1.940, BayCurrent Consulting melemah 6,79%, dan Fujitsu turun 4,74%. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi volatilitas, Nikkei Volatility turun 4,94% ke level 35,39, menandakan tekanan ketidakpastian mulai mereda. Di pasar komoditas, minyak mentah ikut menguat, dengan WTI naik ke US$80,24 per barel dan Brent naik ke US$85,91 per barel. Sementara itu, kontrak emas berjangka turun ke sekitar US$4.038 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor mulai kembali mengambil risiko, terutama di saham teknologi dan sektor siklikal. Namun, pasar tetap perlu mencermati pergerakan yen, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed, karena ketiganya masih bisa memengaruhi sentimen saham Jepang dalam jangka pendek.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 14, 2026

Nikkei Bangkit, Saham Chip Jepang Rebound

 

PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang berbalik menguat pada perdagangan Selasa (14/7) setelah sebelumnya sempat melemah. Indeks Nikkei 225 naik 0,74% dan ditutup di level 67.743, didorong oleh rebound saham semikonduktor dan teknologi.

Kenaikan ini terjadi karena investor mulai melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham yang dianggap sudah turun terlalu dalam. Saham-saham teknologi Jepang mampu bergerak positif meskipun Wall Street sebelumnya tertekan oleh pelemahan saham chip.

Beberapa saham teknologi yang menjadi penopang Nikkei antara lain Kioxia Holdings yang naik 3%, SoftBank Group menguat 3,3%, Advantest naik 3,3%, SUMCO Corp bertambah 3,4%, dan SCREEN Holdings menguat 2,3%.

Meski begitu, investor masih mencermati risiko dari Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan blokade terhadap kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini membuat harga minyak melonjak tajam dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Dampaknya ke market, rebound saham teknologi membantu menopang bursa Jepang dalam jangka pendek. Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi kembali menjadi ancaman, bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya lagi. Kondisi ini masih bisa membatasi kenaikan indeks ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 13, 2026

Nikkei Tertekan, Tech Jepang Memerah

 

Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (13/07) setelah sentimen pasar Asia memburuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membuat investor mengurangi risiko, terutama di saham-saham teknologi.

Indeks Topix turun 0,7% ke level 4.007,49 pada penutupan perdagangan Tokyo. Dari 1.637 saham dalam indeks tersebut, sebanyak 999 saham melemah, 585 saham menguat, dan 53 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks Nikkei anjlok 1,9% ke level 67.242,73.

Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan manufaktur. Murata Manufacturing menjadi salah satu penekan utama Topix setelah turun 8,1%. Di indeks Nikkei, Yaskawa Electric juga menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah merosot 14%, usai laporan laba operasional kuartal pertama perusahaan berada di bawah estimasi analis.

Sentimen negatif juga terasa di kawasan Asia lainnya. Kospi Korea Selatan sempat jatuh hingga 9,3% setelah awalnya dibuka menguat. Perubahan arah yang tajam ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran dan ketidakpastian status Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan energi global.

Meski indeks utama melemah, sejumlah saham masih mencatat penguatan. Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, melonjak 17% setelah menaikkan proyeksi laba operasional setahun penuh dan melampaui ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ruang kenaikan indeks besar masih terbatas, pergerakan saham individu tetap berpotensi aktif mengikuti kinerja masing-masing emiten.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Sunday, July 12, 2026

Ketegangan Hormuz Tekan Sentimen Bursa Jepang

 


PT Rifan - Newsmaker.id - Saham Jepang bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,2% ke kisaran 68.400, sedangkan indeks Topix menguat 0,6% menuju level 4.060.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal pada akhir pekan. Konflik tersebut berlangsung di tengah perselisihan mengenai aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3%.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya produksi, memperkuat tekanan inflasi, dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di antara saham individual, Kioxia Holdings turun 1,8%, Taiyo Yuden melemah 4,8%, dan Yaskawa Electric anjlok 14,2%. Sebaliknya, SUMCO Corp naik 7,9%, SoftBank Group menguat 2%, dan Mitsubishi UFJ bertambah 2,4%. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk menguji kekuatan reli saham berbasis kecerdasan buatan.

Dampak terhadap Market :

Bursa Jepang: Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila konflik AS-Iran semakin luas dan harga minyak terus meningkat. Saham transportasi, industri, dan perusahaan dengan konsumsi energi tinggi menjadi kelompok yang paling rentan.

Yen Jepang: Kenaikan biaya impor energi dapat menekan yen karena memperburuk neraca perdagangan Jepang. USD/JPY berpotensi kembali menguat apabila dolar terus diburu sebagai aset aman.

Minyak: Risiko gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat menjaga harga Brent dan WTI tetap tinggi serta meningkatkan volatilitas pasar energi.

Emas: Konflik geopolitik dapat mendukung permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi sehingga membatasi penguatan emas.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, July 9, 2026

Nikkei Menguat Tajam, SoftBank dan Kioxia Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 1,5% ke atas level 68.700 pada perdagangan Jumat (10/7), sementara indeks Topix menguat 0,8% ke posisi 4.052. Bursa Jepang memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut dengan mengikuti penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar ditopang oleh reli saham semikonduktor yang meningkatkan minat investor terhadap sektor teknologi. Penguatan saham chip di Amerika Serikat turut mendorong optimisme bahwa permintaan terhadap industri teknologi dan kecerdasan buatan masih tetap kuat.

Penurunan harga minyak juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham Jepang. Meredanya harga energi membantu menekan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi beban ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan komoditas energi.

Namun, investor tetap mencermati data harga produsen Jepang yang meningkat ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya masih bertahan, terutama akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan rantai pasok global.

Saham teknologi memimpin penguatan dengan SoftBank Group melonjak 7,9%, Murata Manufacturing naik 5,5%, dan Kioxia Holdings menguat 5,4%. Advantest juga naik 3,3%, sementara Tokyo Electron bertambah 2,2%.(CP) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, July 8, 2026

Nikkei Anjlok, Minyak Melonjak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (08/7), tertekan oleh penurunan di sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 1,85% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Beberapa saham masih mencatat penguatan di tengah tekanan pasar. Tokyo Electric Power naik 3,81% ke level 479,90. Mercari menguat 3,39% ke 4.665 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Inpex naik 3,26% ke 3.388, didukung oleh kenaikan harga minyak.

Namun, tekanan besar datang dari saham teknologi dan material. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 8,50% ke 14.965. Hoya melemah 6,77% ke 23.910, sementara Mitsui Mining and Smelting turun 6,12% ke 33.730.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibanding yang menguat di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.217 saham turun, 1.299 saham naik, dan 226 saham tidak berubah. Meski pasar melemah, indeks volatilitas Nikkei justru turun 20,50% ke level 29,70.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik tajam. WTI untuk pengiriman Agustus naik 3,22% ke US$72,71 per barel, sementara Brent September menguat 3,26% ke US$76,58 per barel. Di sisi lain, emas berjangka Agustus turun 0,63% ke US$4.131,20 per troy ounce.

Dari pasar mata uang, USD/JPY naik 0,15% ke 162,22, sementara EUR/JPY menguat 0,16% ke 185,29. Indeks dolar AS futures juga naik tipis 0,01% ke 100,79. Pergerakan ini menunjukkan pasar Jepang masih berada di bawah tekanan, terutama karena kenaikan minyak dan sentimen global yang lebih berhati-hati.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 7, 2026

Saham Jepang Tertekan, Aksi Jual Teknologi Makin Dalam

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, tertekan aksi jual besar di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 2,12 persen ke level 68.257 dan mencatat posisi terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,97 persen ke level 4.062.

Sentimen regional ikut memburuk setelah saham Samsung Electronics di Korea Selatan sempat anjlok hingga 10 persen, meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Di Jepang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Upah nominal naik 3,2 persen pada Mei, tetapi belanja rumah tangga turun 0,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan tekanan terhadap konsumsi domestik masih menjadi perhatian, meskipun pendapatan pekerja mencatat pertumbuhan.

Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham teknologi utama. Kioxia Holdings anjlok 11,3 persen, Taiyo Yuden turun 11 persen, Murata Manufacturing melemah 10,1 persen, Lasertec terkoreksi 6,4 persen, dan Ibiden Co turun 7 persen.

Namun, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham finansial dan konsumsi masih mampu mencatat kinerja lebih baik. Mitsubishi UFJ naik 2,3 persen, sementara Fast Retailing menguat 1,1 persen, membantu menahan tekanan lebih dalam pada pasar Jepang.(asd)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker