Tuesday, April 7, 2026

Ceasefire AS–Iran Angkat Nikkei, Pasar Jepang Putar Haluan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang diperkirakan menghentikan kampanye militer AS–Israel, dengan imbal balik Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong perbaikan sentimen risiko, seiring pasar menilai peluang eskalasi konflik dan gangguan energi mereda, meski sifatnya masih sementara.

Pada perdagangan Rabu (8/04) pagi di Tokyo, Topix naik 3,3% ke 3.773,70 (pukul 09.06 waktu setempat), sementara Nikkei melonjak 4,1% ke 55.624,89. Kenaikan bersifat luas: dari 1.652 saham anggota Topix, sebanyak 1.514 menguat, 39 melemah, dan 99 stagnan, mencerminkan penguatan risk appetite yang menyebar di berbagai sektor.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Topix setelah naik 3,9%. Di pasar valuta asing, yen menguat terhadap dolar AS setelah penundaan serangan, selaras dengan pergeseran posisi investor dari aset defensif ke aset berisiko di kawasan, sekaligus merespons perubahan arah berita geopolitik.

Masahiro Ichikawa, chief market strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management, menilai syarat pembukaan Selat Hormuz yang disebut Trump sebagai kondisi gencatan senjata sebagai hal yang “mengejutkan”. Meski jeda serangan hanya dua pekan, ia menyebut langkah tersebut tetap jelas mengangkat sentimen investor karena menurunkan ketidakpastian jangka pendek yang sebelumnya membebani pasar.

Kazunori Tatebe dari Daiwa Asset Management menambahkan, tenggat dua pekan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa perkembangan konkret bisa muncul dalam periode itu. Ia menilai fokus berpotensi kembali ke sektor siklikal, tema kecerdasan buatan, dan logam non-ferrous yang sempat tertekan sejak konflik Iran. Di tingkat regional, MSCI AC Asia Pacific naik 2,4%; Topix tercatat naik 11% sepanjang tahun berjalan dibanding MSCI AC Asia Pacific naik 6,5%, sementara valuasi anggota Topix berada di sekitar 16,7 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 6, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 5, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 1, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 31, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


Rifan Financindo - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker