Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang diperkirakan menghentikan kampanye militer AS–Israel, dengan imbal balik Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong perbaikan sentimen risiko, seiring pasar menilai peluang eskalasi konflik dan gangguan energi mereda, meski sifatnya masih sementara.
Pada perdagangan Rabu (8/04) pagi di Tokyo, Topix naik 3,3% ke 3.773,70 (pukul 09.06 waktu setempat), sementara Nikkei melonjak 4,1% ke 55.624,89. Kenaikan bersifat luas: dari 1.652 saham anggota Topix, sebanyak 1.514 menguat, 39 melemah, dan 99 stagnan, mencerminkan penguatan risk appetite yang menyebar di berbagai sektor.
Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Topix setelah naik 3,9%. Di pasar valuta asing, yen menguat terhadap dolar AS setelah penundaan serangan, selaras dengan pergeseran posisi investor dari aset defensif ke aset berisiko di kawasan, sekaligus merespons perubahan arah berita geopolitik.
Masahiro Ichikawa, chief market strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management, menilai syarat pembukaan Selat Hormuz yang disebut Trump sebagai kondisi gencatan senjata sebagai hal yang “mengejutkan”. Meski jeda serangan hanya dua pekan, ia menyebut langkah tersebut tetap jelas mengangkat sentimen investor karena menurunkan ketidakpastian jangka pendek yang sebelumnya membebani pasar.
Kazunori Tatebe dari Daiwa Asset Management menambahkan, tenggat dua pekan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa perkembangan konkret bisa muncul dalam periode itu. Ia menilai fokus berpotensi kembali ke sektor siklikal, tema kecerdasan buatan, dan logam non-ferrous yang sempat tertekan sejak konflik Iran. Di tingkat regional, MSCI AC Asia Pacific naik 2,4%; Topix tercatat naik 11% sepanjang tahun berjalan dibanding MSCI AC Asia Pacific naik 6,5%, sementara valuasi anggota Topix berada di sekitar 16,7 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. (asd) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker