PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.
Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.
Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).
Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.
Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.
Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.
Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : Newsmaker
No comments:
Post a Comment