Tuesday, March 31, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


Rifan Financindo - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, March 26, 2026

Saham Jepang Melemah Hari Kedua, Pasar Ragu De-eskalasi Cepat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat pagi, seiring pasar masih menimbang ketidakpastian perang Iran dan dampaknya terhadap harga minyak. Topix turun 0,5% ke 3.622,85 pada 09:12 waktu Tokyo, sementara Nikkei 225 melemah 1,2% ke 52.934,51.

Pergerakan indeks kali ini cenderung tipis dan terbelah: dari 1.655 saham anggota Topix, 777 menguat, 785 turun, dan 93 stagnan. Tokyo Electron menjadi pemberat terbesar pada Topix setelah turun 3,9%, mencerminkan tekanan yang lebih kuat pada saham-saham teknologi.

Tekanan pada teknologi terjadi meski Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran. Namun reli minyak yang kuat sepanjang bulan ini—di tengah volatilitas ekstrem—membuat pasar Jepang tetap defensif karena Jepang sangat sensitif terhadap biaya impor energi dan risiko inflasi.

Sumitomo Mitsui DS Asset Management menilai reaksi pasar terhadap perpanjangan tenggat AS terbatas, karena negosiasi diperkirakan akan berjalan panjang dan pelaku pasar belum melihat alasan kuat untuk optimistis. Dengan latar tersebut, pergerakan minyak diperkirakan tetap menjadi pendorong utama sentimen ekuitas Jepang dalam jangka dekat. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Topix Menguat Terbatas, Pasar Masih Selektif di Tengah Konflik Iran

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Kamis pagi, mengikuti kenaikan Wall Street setelah optimisme soal upaya gencatan senjata konflik Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun reli dibatasi oleh harga minyak yang masih tinggi, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi energi dan dampaknya ke biaya impor Jepang.

Topix naik 0,5% ke 3.670,43 pada 09:25 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,7% ke 54.122,55. Kenaikan berlangsung tidak merata: dari 1.655 saham Topix, 781 naik dan 775 turun, mencerminkan pasar yang masih selektif.

SoftBank Group menjadi penopang utama, sempat naik hingga 7,2%. Penguatan juga terlihat pada otomotif, mesin, kimia, dan trading house. Sektor pertambangan, pelayaran, dan produk minyak ikut menguat, sementara farmasi dan ritel tertinggal.

Nomura menilai meski penyelesaian perang masih jauh, ada langkah-langkah untuk menghindari skenario terburuk. Namun pasar tetap meragukan efektivitas pembicaraan karena AS tetap mengirim pasukan ke kawasan. Dalam kondisi ini, saham terkait semikonduktor mulai dipandang lebih “defensif” karena dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi konflik Iran dan harga minyak. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Nikkei-Topix Melonjak, Pasar Mencium Gencatan Senjata AS–Iran

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Rabu pagi seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah, setelah ekspektasi pasar mengarah pada upaya AS mendorong gencatan senjata satu bulan dengan Iran. Perbaikan sentimen ini mendorong risk appetite kembali masuk ke ekuitas Asia.

Indeks Topix naik 2,3% ke 3.642,45 pada 09:23 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 2,7% ke 53.648,87. Kenaikan berlangsung luas, dengan 1.555 dari 1.657 saham anggota Topix menguat, hanya 79 yang turun, dan 23 tidak berubah.

Kontributor terbesar datang dari Toyota Motor yang naik 3,1%, membantu mengangkat indeks. Pelaku pasar menilai saham-saham yang sebelumnya banyak dijual mulai mendapat perhatian kembali, terutama kelompok yang sensitif terhadap sentimen makro.

Strategis Daiwa Asset Management, Kazunori Tatebe, menilai ada tanda-tanda eskalasi AS–Iran mereda. Ia menyebut pasar Jepang cenderung “menguji rebound” secara hati-hati, dengan saham yang sebelumnya tertekan—termasuk yang terkait semikonduktor—berpeluang memimpin pemulihan.

Di kawasan, MSCI AC Asia Pacific naik 1,3%, menunjukkan pemulihan risiko yang lebih luas. Secara kinerja, Topix tercatat naik 6,8% year-to-date, melampaui MSCI AC Asia Pacific yang naik 4,1%, menandakan saham Jepang relatif lebih kuat dibanding rata-rata regional.

Dari sisi valuasi, saham anggota Topix diperdagangkan di sekitar 16,3 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. Ke depan, pasar akan tetap sangat peka terhadap headline diplomasi dan stabilitas energi; harapan gencatan senjata bisa menopang reli, tetapi ketidakpastian geopolitik tetap berpotensi menjaga volatilitas. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 16, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Nikkei Turun di Tengah Lonjakan Minyak, Volatilitas Opsi Naik Tajam

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis(12/3), dengan indeks Nikkei 225 turun 1,05% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, mencerminkan sentimen yang kembali defensif di tengah kenaikan harga energi.

Di antara saham yang menguat, Shin-Etsu Chemical naik 4,08% ke 6.401 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. Kawasaki Heavy Industries menguat 3,82% ke 16.715, sementara Mitsubishi Heavy Industries naik 3,57% ke 4.781.

Di sisi pelemahan, Denka turun 6,01% ke 3.346, Japan Exchange Group melemah 5,58% ke 1.861,50, dan SUMCO turun 4,87% ke 1.623. Secara keseluruhan, breadth pasar sangat negatif: 3.128 saham turun versus 536 saham naik, dengan 142 tidak berubah.

Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 31,92% ke 42,94, menandakan premi risiko di pasar opsi meningkat setelah sesi-sesi sebelumnya yang bergejolak. Lonjakan volatilitas ini sejalan dengan pergerakan tajam lintas aset dan sensitivitas pasar terhadap headline energi dan geopolitik.

Di komoditas, WTI April melonjak 5,42% ke US$91,98 per barel dan Brent Mei naik 5,86% ke US$97,37, memperkuat tekanan biaya energi yang berpotensi membebani sentimen ekuitas. Emas berjangka April turun tipis 0,13% ke US$5.172,59 per troy ons. Di FX, USD/JPY relatif datar di 158,94 dan EUR/JPY turun 0,16% ke 183,57, sementara indeks dolar berjangka naik 0,16% ke 99,39.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Nikkei Naik Dipimpin Real Estat dan Bank, Volatilitas Opsi Turun Tajam

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(11/3), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,51% di Tokyo. Kenaikan didorong penguatan sektor real estat, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko setelah sesi-sesi pasar yang berfluktuasi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar memimpin penguatan. Resonac Holdings melonjak 10,42% ke 11.925, Nintendo naik 8,90% ke 9.932, sementara Furukawa Electric menguat 8,36% ke 29.750 pada penutupan.

Di sisi pelemahan, Olympus turun 4,97% ke 1.349 dan menyentuh level terendah lima tahun. NEC melemah 4,20% ke 4.311 dan Shift turun 3,83% ke 688,10.

Secara keseluruhan, breadth pasar positif dengan 2.393 saham naik, 1.179 turun, dan 244 tidak berubah. Indeks Volatilitas Nikkei yang mengukur volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 merosot 42,89% ke 32,55, mengindikasikan pasar opsi menurunkan premi risiko setelah periode pergerakan tajam.

Di pasar lain, WTI April stabil di US$83,45 per barel, sementara Brent Mei turun 0,62% ke US$87,26. Emas berjangka April terkoreksi 0,72% ke US$5.204,26 per troy ons. Pada FX, USD/JPY turun tipis ke 157,99, EUR/JPY naik ke 183,79, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,06% ke 98,75.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Nikkei Tembus 55.000, Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Jepang

 


PT Rifan - Saham Jepang kembali menguat pada perdagangan Rabu, mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,1% hingga menembus level 55.000, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 1,6% ke 3.723. Penguatan ini didorong oleh turunnya harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang kembali meningkat.

Harga minyak bergerak turun lebih lanjut setelah International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya. Langkah ini bahkan disebut melampaui pelepasan 182 juta barel yang pernah dilakukan pada 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina. Penurunan harga energi tersebut ikut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Saham-saham teknologi Jepang menjadi pemimpin kenaikan setelah Oracle melonjak hampir 9% dalam perdagangan lanjutan, didukung pendapatan yang kuat dan meningkatkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Beberapa saham yang mencatat kenaikan besar antara lain Kioxia Holdings yang naik 6,3%, SoftBank Group 5%, dan Fujikura 4,8%.

Selain itu, Nintendo ikut melonjak 6% setelah mengajukan keluhan resmi untuk meminta pengembalian dana atas tarif yang dipungut Amerika Serikat. Sementara itu, Japan Display kembali melesat 30% setelah muncul laporan bahwa AS dan Jepang sedang mempertimbangkan rencana pembangunan pabrik display di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, kombinasi turunnya harga minyak dan kuatnya sentimen teknologi memberi dorongan besar bagi bursa Jepang.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 9, 2026

Nikkei Rebound, Minyak Koreksi Redakan Kekhawatiran Stagflasi


 

PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,8% menembus 54.000 pada Selasa(10/3), sementara Topix naik 2% ke 3.650, memulihkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dipicu turunnya harga minyak kembali ke bawah US$100 per barel yang membantu meredakan kekhawatiran stagflasi di pasar global.

Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal perang Iran dapat segera berakhir dan mengungkap rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Di saat yang sama, menteri keuangan negara G7 menyatakan kelompok tersebut “siap” melepas minyak dari cadangan strategis bila diperlukan, memperkuat persepsi bahwa otoritas akan berupaya menahan lonjakan biaya energi.

Sebelumnya, saham global tertekan di tengah ketidakpastian konflik Iran, sementara reli harga minyak memicu kekhawatiran dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi. Penurunan minyak kali ini menekan premi risiko energi dan memberi ruang bagi pelaku pasar untuk kembali mengambil risiko pada ekuitas, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya input dan suku bunga.

Dari sisi domestik, revisi naik pertumbuhan PDB Jepang kuartal IV menjadi 0,3% dari estimasi awal 0,1%—didukung permintaan domestik yang kuat—ikut memperkuat narasi pemulihan. Saham teknologi memimpin reli, dengan Kioxia Holdings naik 11%, Fujikura 10%, dan Advantest 5,5%. Saham unggulan di sektor keuangan, konsumen, dan pertahanan juga menguat.

Ke depan, pasar akan memantau arah konflik Iran dan tindak lanjut kebijakan untuk menstabilkan harga minyak, termasuk potensi pelepasan cadangan strategis. Pergerakan minyak tetap menjadi variabel kunci karena berpengaruh langsung pada ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global, yang pada gilirannya menentukan daya tahan reli ekuitas Jepang.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Nikkei Naik, Sektor Energi dan Perbankan Memimpin Kenaikan Saham Tokyo

 

Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (5/3), dengan Nikkei 225 naik 1,72%, didorong oleh kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Kenaikan tersebut bersifat luas, tercermin dalam dominasi saham yang naik di Bursa Saham Tokyo: 3.438 saham naik, 300 turun, dan 85 tidak berubah.

Di antara pendorong indeks, Inpex melonjak 7,46% menjadi 4.161, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Nippon Electric Glass naik 7,05% menjadi 6.740, sementara Resona Holdings naik 6,52% menjadi 1.788,5, menyoroti peran saham energi dan keuangan dalam memicu reli tersebut.

Namun, tidak semua saham bergerak ke arah yang sama. Nitori turun 3,59% menjadi 2.819, Kyowa Kirin melemah 3,00% menjadi 2.164, dan Nexon turun 2,90% menjadi 2.983, menunjukkan rotasi selektif di tengah penguatan indeks utama.

Di balik kenaikan harga saham, ukuran ketidakpastian pasar justru meningkat. Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 76,95% menjadi 53,05, level tertinggi dalam enam bulan, menunjukkan pelaku pasar masih memberikan premi pada risiko meskipun indeks ditutup lebih tinggi.

Di pasar global, komoditas memberikan latar belakang yang mendukung untuk energi: WTI untuk April naik 2,57% menjadi US$76,58 per barel dan Brent untuk Mei naik 0,79% menjadi US$83,16. Emas untuk April naik 0,83% menjadi US$5.177,26 per troy ounce. Sementara itu, USD/JPY sedikit turun 0,03% menjadi 157,02, dengan indeks dolar berjangka naik 0,25% menjadi 98,97. (alg) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Bursa Jepang Terkoreksi, Sektor Transport Terpukul

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah tajam pada Rabu(4/3), dengan Nikkei 225 turun 3,70%. Tekanan jual dipimpin oleh sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan sentimen risk-off yang masih kuat di pasar global.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham tetap mencatat kinerja positif. BayCurrent Consulting memimpin penguatan dengan naik sekitar 5,61%, diikuti ZOZO dan Oriental Land yang menguat moderat hingga penutupan.

Namun tekanan terbesar datang dari saham-saham yang anjlok tajam. Kyowa Kirin turun sekitar 18,31%, sementara DOWA Holdings dan Sumitomo Metal Mining merosot lebih dari 10%. Secara keseluruhan, saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Efek Tokyo, menegaskan pelemahan yang bersifat luas.

Dari sisi indikator risiko, Nikkei Volatility Index justru turun sekitar 14,32% ke 29,98, menandakan ekspektasi volatilitas tersirat mulai mereda meski harga saham jatuh. Di pasar komoditas, WTI April naik ke sekitar $76,71/barel dan Brent Mei ke $83,95/barel, sementara emas April menguat ke sekitar $5.170/ons—kenaikan energi yang biasanya menambah tekanan bagi pasar saham melalui risiko inflasi dan biaya.

Di pasar valas, USD/JPY melemah tipis ke 157,44 dan EUR/JPY turun ke 182,81, sementara Dollar Index Futures relatif stabil di sekitar 99,03. Ke depan, arah Nikkei akan sangat bergantung pada kombinasi pergerakan harga energi, perkembangan geopolitik, dan perubahan selera risiko global—jika minyak bertahan tinggi, tekanan pada saham Jepang berpotensi berlanjut.(alg) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Nikkei terpukul saat minyak naik; risiko inflasi mengaburkan jalur kebijakan BOJ

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah tajam pada Selasa, dengan Nikkei 225 turun 3,06% ke 56.279 dan Topix terkoreksi 3,24% ke 3.772, memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya ketika eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi global.

Tekanan ini menempatkan Jepang pada kombinasi yang tidak nyaman: risiko pertumbuhan yang melambat bersamaan dengan tekanan harga yang tetap bertahan. Bagi pasar, lonjakan energi bukan sekadar isu komoditas ia langsung menyasar neraca impor energi Jepang, menekan daya beli rumah tangga, dan berpotensi memperumit disinflasi yang diharapkan.

Di sisi kebijakan, narasi menjadi semakin “dua arah”. Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino sebelumnya menyampaikan bank sentral berniat melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap menuju stance yang lebih netral, sejalan dengan penilaian bahwa inflasi dasar bergerak naik meski belum “pasti” bertahan di 2%. Namun, eskalasi geopolitik dan gejolak pasar belakangan membuat sebagian pelaku pasar menilai BOJ berpotensi lebih berhati-hati; Reuters melaporkan sumber-sumber yang menyebut peluang BOJ menahan suku bunga pada pertemuan 18–19 Maret meningkat, dengan ekspektasi kenaikan bergeser ke April.

Penurunan di bursa Tokyo bersifat luas. Hampir semua sektor ikut melemah, dengan tekanan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar mulai dari manufaktur dan otomotif hingga teknologi mencerminkan repricing cepat terhadap risiko biaya energi, margin, dan permintaan global.

Yang akan dipantau pasar dari sini bukan hanya arah Nikkei, melainkan indikator transmisi: apakah reli minyak bertahan (dan sejauh mana memicu kekhawatiran inflasi), respons yen terhadap risk-off, serta nada BOJ yang menyeimbangkan normalisasi kebijakan dengan risiko “stagflation-lite” domestik.(Cp) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 2, 2026

Nikkei Jatuh 2,3%: Jepang Tersungkur

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah tajam pada awal pekan, terseret kekhawatiran pasar soal stabilitas di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Sentimen risk-off bikin investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap ketidakpastian global.

Tekanan paling berat datang dari sektor keuangan dan maskapai, yang langsung kena imbas saat risiko geopolitik naik dan biaya energi diperkirakan makin mahal. Nomura Holdings anjlok 7,3%, sementara Japan Airlines turun 6,2%.

Di sisi lain, saham energi justru jadi pengecualian. Inpex melonjak 12% karena harga minyak yang menguat memberi prospek pendapatan lebih baik bagi perusahaan eksplorasi migas.

Di pasar valuta, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat, menandakan demand dolar naik saat investor cari aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, Nikkei tercatat turun 2,3% ke 57.478,55, dengan pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah dan pergerakan minyak.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 1, 2026

Nikkei Cetak Rekor Lagi, Real Estat & Bank Angkat Indeks

 



Rifan Financindo - Saham-saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat, didorong penguatan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Nikkei 225 naik 0,36% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru di akhir sesi.

Penguatan juga terlihat dari breadth pasar yang sangat dominan: jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 3.064 : 600, sementara 167 saham stagnan. Namun, di balik kenaikan indeks, volatilitas justru ikut meningkat. Nikkei Volatility Index melonjak 16,07% ke 31,21, menandakan pasar tetap sensitif terhadap pergerakan tajam antar-sektor.

Di papan top gainers, Sumitomo Metal Mining (5713) melesat 11,28% ke 12.625, disusul DOWA Holdings (5714) yang naik 10,63% ke 11.550, serta JGC Corp (1963) yang menguat 8,02% ke 2.477. Sejumlah saham bahkan dilaporkan menyentuh level tertinggi baru (all-time high/level tinggi multi-tahun), menegaskan rotasi minat beli masih aktif pada saham-saham tertentu.

Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham terkait teknologi/semikonduktor. Advantest (6857) turun 4,53% ke 26.850, Disco (6146) melemah 4,51% ke 75.500, dan Dainippon Screen (7735) turun 3,23% ke 22.925. Koreksi ini menunjukkan pasar tidak bergerak seragam meski indeks menguat.

Di pasar komoditas, minyak ikut menguat: WTI April naik 0,83% ke $65,75/barel, sementara Brent Mei naik 0,66% ke $71,31/barel. Emas berjangka April naik tipis 0,16% ke $5.202,50 per troy ounce, menjaga bias defensif tetap ada.

Dari pasar valuta asing, USD/JPY melemah tipis 0,12% ke 155,95 dan EUR/JPY turun 0,04% ke 184,06. Sementara Indeks Dolar AS Berjangka turun tipis 0,04% ke 97,70, memberi sedikit ruang bagi aset berisiko di Asia namun belum cukup untuk menghapus kenaikan volatilitas.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker