Thursday, February 26, 2026

Rekor Baru Jepang, Pasar Spekulasi BOJ Lebih Dovish

 


PT Rifan - Mayoritas bursa Asia-Pasifik bergerak menguat pada Kamis, dipimpin Jepang setelah Nikkei 225 menembus level 59.000 untuk pertama kalinya. Reli ini dikaitkan dengan “Takaichi trade”—taruhan pasar bahwa kebijakan pro-pertumbuhan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menopang saham, sementara arah moneter cenderung lebih longgar dan menekan yen.

Nikkei 225 sempat menyentuh area 59.000 sebelum menutup sesi di 58.753,39 (rekor penutupan), sementara Topix juga mencetak puncak baru dan ditutup di 3.880,34. Dorongan datang setelah pemerintah Jepang menunjuk Ayano Sato (Aoyama Gakuin University) dan Toichiro Asada (Chuo University) sebagai kandidat anggota dewan kebijakan BOJ yang dipandang lebih dovish/reflationist, sejalan dengan pendekatan ekonomi Takaichi.

Di kawasan lain, Korea Selatan ikut menguat tajam setelah KOSPI melesat menembus 6.300, sementara Bank of Korea menahan suku bunga acuan di 2,50% dan memberi sinyal jeda kebijakan yang lebih panjang. Sentimen juga terbantu reli saham teknologi—termasuk pemasok rantai AI seiring pasar mencerna hasil Nvidia.

Namun, penguatan Asia tidak merata. Hang Seng Hong Kong melemah, sedangkan bursa China daratan cenderung hati-hati menjelang agenda kebijakan berikutnya. Secara umum, sentimen risk-on terbantu oleh performa teknologi global, tetapi investor masih selektif karena isu geopolitik dan kekhawatiran valuasi sektor tech tetap membayangi.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 25, 2026

Nikkei Menguat Tajam, Volatilitas Ikut Naik

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(25/2), didorong kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Pada penutupan perdagangan di Tokyo, indeks Nikkei 225 melonjak 2,22% dan mencetak rekor tertinggi baru, mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap aset berisiko di bursa Jepang.

Dari sisi emiten, penguatan dipimpin saham Mitsui Mining and Smelting yang naik 8,17% ke 35.740. Sumitomo Metal Mining menguat 7,77% ke 11.650, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 7,57% ke 23.370. Sejumlah saham tersebut juga dilaporkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, mempertegas kuatnya momentum reli pada sesi ini.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa saham besar. Nippon Steel turun 5,51% ke 627,30, Resona Holdings melemah 5,01% ke 1.830,00, dan Takashimaya turun 4,62% ke 2.107,50. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan bersifat cukup luas meski ada kantong-kantong koreksi.

Pasar juga mencermati indikator volatilitas. Indeks Volatilitas Nikkei naik 15,10% ke 30,80, mengindikasikan ekspektasi fluktuasi yang lebih tinggi. Di pasar komoditas, WTI naik ke sekitar $66,04/barel dan Brent menguat ke $71,00/barel, sementara emas berjangka naik ke sekitar $5.213,81/oz. Di pasar valas, USD/JPY turun tipis ke 155,70 dan indeks dolar AS berjangka melemah ke 97,59, mencerminkan pergerakan dolar yang cenderung lebih lunak pada sesi tersebut.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 24, 2026

Bursa Jepang Menguat, Nikkei Terdorong Properti & Keuangan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa(24/2), ditopang kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil yang mendorong sentimen pasar. Di Tokyo, Nikkei 225 naik 0,83%, menandai sesi yang solid setelah aksi beli kembali mengalir ke sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Di jajaran penggerak utama, Furukawa Electric melonjak 15,32% ke 26.910 dan menyentuh level tertinggi lima tahun, sementara Murata Manufacturing naik 10,07% ke 4.045 (tertinggi tiga tahun). Fujikura juga menguat 10,00% ke 25.190 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menegaskan rotasi minat ke saham-saham yang sensitif terhadap siklus dan belanja modal.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa nama besar. Trend Micro anjlok 13,75% ke 4.906 dan jatuh ke level terendah lima tahun, sedangkan Sumitomo Dainippon Pharma turun 9,47% ke 2.241. Fujitsu melemah 8,73% ke 3.313, menjadi salah satu penekan utama di sisi negatif indeks.

Secara keseluruhan, bursa Tokyo menunjukkan bias positif: jumlah saham yang naik (2.076) melampaui yang turun (1.571), sementara 184 saham ditutup stagnan. Dari sisi sentimen, Nikkei Volatility Index turun 7,95% ke 26,76, mencetak level terendah baru dalam satu bulan—menggambarkan meredanya permintaan proteksi (hedging) di pasar opsi.

Di pasar komoditas, WTI naik 0,69% ke $66,77/barel dan Brent bertambah 0,68% ke $71,59/barel. Sementara itu, emas berjangka April terkoreksi 0,63% ke $5.192,94/oz, sejalan dengan pergeseran risk appetite. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,22% ke 154,98 dan EUR/JPY menguat 0,17% ke 182,57, sementara indeks dolar AS berjangka naik tipis 0,10% ke 97,74.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, February 23, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.

Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.

Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).

Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, February 22, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.


Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.


Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.


Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).


Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 19, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Sentimen Risiko Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang melemah pada Jumat (20/2), mengakhiri reli dua hari sebelumnya, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi dan perbankan. Indeks Nikkei 225 turun 1% ke sekitar 56.900, sementara Topix melemah 1,2% ke 3.805, seiring investor kembali mengurangi eksposur risiko.

Sentimen global memburuk di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran pasar, ketika Presiden Donald Trump disebut mempertimbangkan opsi tindakan untuk menekan Teheran agar lebih serius di meja perundingan. Kondisi ini menahan selera risiko dan mendorong pasar Asia bergerak lebih defensif.

Investor juga cenderung menunggu rilis data ekonomi penting AS yang dapat membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. Kewaspadaan meningkat setelah risalah rapat terbaru menunjukkan sebagian pejabat masih membuka peluang suku bunga dinaikkan lagi apabila inflasi tetap bertahan tinggi, sehingga arah suku bunga ke depan kembali menjadi faktor besar bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi utama dan inflasi inti Jepang melambat pada Januari, mencerminkan efek kebijakan pemerintah untuk meredakan tekanan biaya hidup. Di level saham, pelemahan dipimpin oleh Tokyo Electron (-3,5%), SoftBank Group (-3,3%), dan Mitsubishi UFJ (-2,2%). Meski terkoreksi pada Jumat, kedua indeks acuan masih berada di jalur untuk menutup pekan relatif stabil.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 18, 2026

Nikkei Rebound, Ekspor Kuat Angkat Sentimen Jepang

 


PT Rifan Financindo - Indeks saham Jepang menguat pada Rabu(18/2), dengan Nikkei 225 naik 1,02% dan ditutup di 57.144, sementara Topix melesat 1,21% ke 3.807. Penguatan ini membantu pasar memulihkan kerugian di awal pekan, setelah Jepang melaporkan pertumbuhan ekspor yang kuat—faktor yang memperbaiki prospek ekonomi dan menopang sentimen investor.

Dari sisi politik, Perdana Menteri Sanae Takaichi resmi terpilih kembali usai kemenangan pemilu yang menentukan. Fokus pemerintah kini bergeser ke percepatan pembahasan anggaran serta implementasi kesepakatan dagang yang telah dicapai dengan Presiden AS Donald Trump. Takaichi juga mengonfirmasi tahap awal proyek dari komitmen investasi Jepang senilai $550 miliar yang dikaitkan dengan kesepakatan bilateral tersebut.

Di sisi lain, IMF mendorong Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dan menghindari pelonggaran fiskal, sembari mengingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi dapat “mengikis ruang fiskal” dan meningkatkan risiko fiskal. Terlepas dari peringatan tersebut, pasar tetap solid, dengan saham sektor keuangan memimpin reli—termasuk Mitsubishi UFJ, Mizuho, dan Sumitomo Mitsui yang menguat sekitar 0,5% hingga 2,8%.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 17, 2026

AI Tak Lagi Menakutkan? Bursa Tokyo Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan yang memicu perkembangan kecerdasan buatan (AI), setidaknya untuk sementara waktu. Penguatan ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko, dengan mengembalikan investor pada sektor-sektor yang dinilai diuntungkan.

Kenaikan dipimpin oleh saham-saham finansial. Dai-ichi Life Holdings tercatat naik 2,4%, sementara Resona Holdings menguat 2,9%, menandai minat beli yang kuat pada emiten perbankan dan asuransi.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 153,11, dibandingkan 152,88 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Selasa. Pergerakan yen ini juga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi prospek laba perusahaan dan arah aliran dana asing ke ekuitas Jepang.

Investor juga mencermati langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi, termasuk rincian rencana investasi Jepang senilai $36 miliar di Amerika Serikat. Investasi tersebut meliputi sektor mineral kritis, infrastruktur minyak dan gas, serta pembangkit listrik, yang dinilai berpotensi berdampak pada strategi industri dan energi Jepang ke depan.

Sejalan dengan sentimen positif tersebut, Nikkei Stock Average naik 0,8% ke level 57.017,46. Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan pemerintah dan arus investasi lintas negara, yang dapat menentukan penguatan indeks dalam beberapa sesi mendatang.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, February 12, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor, Kekhawatiran AI Balik Menekan

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada Jumat (13/2), mengikuti tekanan dari Wall Street yang kembali diguncang kekhawatiran soal belanja modal (capex) AI yang dinilai terlalu tinggi dan belum tentu berujung pada keuntungan yang sepadan. Indeks Nikkei 225 turun 1,2% hingga kembali di bawah 57.000, sementara Topix melemah 0,7% ke 3.855—menjauh dari rekor tertinggi yang sempat dicapai sebelumnya.

Gelombang jual di AS terjadi karena pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan “booming” investasi AI, sekaligus mengantisipasi potensi disrupsi terhadap model bisnis tradisional yang menekan berbagai sektor. Efeknya cepat menular ke Asia, termasuk Jepang, terutama pada saham-saham yang dipandang punya eksposur besar terhadap tema AI.

Di Tokyo, SoftBank Group—yang kerap dianggap barometer AI Jepang—anjlok lebih dari 5%, meski perusahaan baru saja kembali mencatat laba kuartalan berkat kenaikan valuasi terkait OpenAI. Tekanan juga menghantam saham lain: Recruit Holdings turun sekitar 7%, sedangkan konglomerat industri Hitachi melemah 4%.

Namun tidak semua ikut tenggelam. Kioxia Holdings justru melonjak 12% setelah membukukan kinerja kuartalan yang kuat, terbantu reli harga NAND yang kembali menguat seiring dorongan permintaan bertema AI. Kioxia jadi pengecualian yang menonjol di tengah sentimen pasar yang sedang defensif.

Meski Jumat terkoreksi, indeks acuan Jepang secara umum masih berpeluang menutup pekan dengan kenaikan. Sentimen jangka menengah tetap ditopang optimisme bahwa agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mendorong pertumbuhan domestik tanpa merusak posisi fiskal Jepang—meski investor tetap waspada terhadap volatilitas global yang dipicu isu AI.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 11, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Tapi Rali Jepang Dinilai Rentan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yang lebih agresif. Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis baru melewati 56.000, 57.000, dan bahkan mendekati 58.000—dalam rali yang sering disebut pasar sebagai “Takaichi trade”.

Namun, sejumlah pengamat menilai rali ini berpotensi rapuh karena muncul jarak antara lonjakan harga saham dan kondisi fundamental ekonomi. Pada Selasa, Nikkei sempat menyentuh kisaran 57.960 dan indeks disebut sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, tetapi sebagian analis menilai penguatan tersebut lebih banyak digerakkan oleh sentimen, likuiditas, dan narasi kebijakan, bukan perbaikan data ekonomi yang solid.

Katalis utamanya adalah keyakinan bahwa mandat politik yang kuat akan membuka ruang untuk belanja fiskal lebih besar, keringanan pajak, dan dorongan investasi—khususnya sektor-sektor yang dianggap strategis. Pasar pada dasarnya menyukai kepastian politik, apalagi bila disertai prospek stimulus dan agenda pro-pertumbuhan.

Meski begitu, euforia tersebut dinilai bisa berjalan lebih cepat daripada kejelasan mengenai “biaya” dan sumber pendanaan kebijakan. Jepang berada dalam tekanan karena beban utang pemerintah yang sangat tinggi, sehingga ekspansi fiskal berisiko memperbesar kekhawatiran pasar obligasi dan memicu volatilitas nilai tukar—dua faktor yang bisa cepat mengguncang saham jika arah pasar berubah

Dari sisi data, ekonomi Jepang sempat menunjukkan pelemahan pada pertengahan 2025: PDB riil kuartal Juli–September 2025 tercatat turun 0,4% (qoq) atau -1,8% annualized, kontraksi pertama dalam enam kuartal. Artinya, fondasi makro belum sepenuhnya menguat meski bursa bergerak sangat agresif. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Nikkei Pecah Rekor Lagi, “Sanaenomics” Mulai Dipercaya

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all-time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terutama setelah hasil pemilu majelis rendah yang dinilai memperkuat peluang pemerintahannya bertahan lebih lama.

J.P. Morgan memperkirakan pemerintahan Takaichi berpotensi berlangsung panjang dan mendorong percepatan kebijakan yang disebut “Sanaenomics”. Konsep ini mengarah pada kebijakan fiskal yang proaktif namun tetap memperhatikan suku bunga dan nilai tukar, mendorong investasi korporasi, serta mempercepat reformasi perusahaan.

Secara sektoral, penguatan Nikkei ditopang lonjakan sejumlah saham unggulan. Furukawa Electric melesat 23%, sementara Nissan Chemical naik 17%, mencerminkan minat beli yang kuat pada saham-saham yang dinilai akan diuntungkan dari dorongan investasi dan reformasi.

Nikkei ditutup naik 2,3% ke level 57.650,54. Sementara itu, yen menguat terhadap dolar AS, dengan USD/JPY berada di 155,33, dibanding 156,40 pada penutupan pasar saham Tokyo sehari sebelumnya—memberi sinyal arus risiko masih masuk meski pasar tetap mencermati dinamika nilai tukar.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Nikkei Naik 1,5%, Saham Teknologi Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada hari Selasa, melanjutkan euforia setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasar mulai memasang ekspektasi lebih besar pada arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan baru, yang dinilai dapat mendorong belanja dan dukungan terhadap strategi sektor-sektor.

Indeks Nikkei 225 naik 1,5% menjadi 57.205,64, dengan penguatan saham yang dipimpin teknologi, elektronik, dan mesin. Sektor-sektor ini menjadi sorotan karena biasanya paling cepat diuntungkan saat pasar berharap ada stimulus atau dukungan kebijakan untuk industri.

Sejumlah saham besar melesat: SoftBank Group menguat 5,8%, IHI Corp naik 5,9%, dan NEC Corp naik 5,5%. Lonjakan ini menunjukkan pasar bukan hanya naik tipis merata, tapi benar-benar memilih “pemenang” dari sektor yang dianggap paling punya peluang.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,20, sedikit lebih rendah dibandingkan 156,40 saat penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Yen yang bergerak sensitif belakangan ini masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan fiskal Jepang, serta kemungkinan respons otoritas jika pelemahan yen kembali berlebihan.

Ke depan, investor masih menunggu detail lebih jelas soal paket kebijakan Takaichi, sambil menyatukan musim rilis laporan keuangan emiten. Kombinasi “janji kebijakan” dan kinerja korporasi inilah yang akan menentukan apakah reli ini bisa bertahan, atau hanya euforia awal yang cepat memudar.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangkat indeks Nikkei 225 hingga mencetak rekor baru, sementara Topix ikut menembus puncak tertinggi.

Pada perdagangan pagi, Nikkei sempat naik sekitar 4% dan Topix menguat lebih dari 2%. Kenaikan dipimpin sektor elektronik dan perbankan, seiring perburuan investor terhadap saham-saham yang dinilai paling diuntungkan jika pemerintah membuka keran belanja untuk strategi industri seperti pemerintah dan AI.

Koalisi penguasa yang dipimpin Takaichi meraih mayoritas besar di parlemen, memberi ruang kebijakan yang lebih luas untuk mendorong stimulus fiskal. Janji kampanyenya soal penghentian sementara konsumsi pajak untuk makanan juga ikut menyulut minat di saham ritel dalam beberapa pekan terakhir.

Analis menilai hasil pemilu ini melampaui perkiraan awal dan bisa menjadi “pemantik” untuk gelombang kebijakan ekspansif berikutnya. Fokus pasar mengarah ke emiten pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, saham-saham terkait ruang angkasa, sektor keuangan, hingga perusahaan yang dekat dengan rantai pasok pangan.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 



PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Saham Jepang Rebound Tipis, Pasar Fokus ke Pemilu Akhir Pekan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tipis pada Kamis, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya ketika perhatian investor mulai terkunci ke pemilu majelis rendah yang digelar akhir pekan ini. Nikkei 225 naik sekitar 0,2%, sementara Topix menguat lebih solid 0,4%—menggambarkan sentimen yang mulai stabil setelah volatilitas di sektor global, terutama teknologi.

Fokus utama pasar adalah langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang memanggil pemilu dadakan untuk mengamankan dukungan terhadap agenda kebijakan, termasuk peningkatan belanja dan prioritas fiskal lainnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai pasang posisi jelang rilis PDB Jepang kuartal IV pekan depan, yang diperkirakan rebound setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

Dari pergerakan saham, penguatan dipimpin oleh nama-nama besar yang punya bobot tinggi di indeks. Toyota melaju sekitar +1,7%, disusul Hitachi +1,1%, Lasertec +0,8%, Shin-Etsu Chemical +0,7%, dan JX Advanced Metals +2,3%. Kinerja saham-saham ini membantu menahan pasar tetap hijau meski investor masih cenderung selektif.

Di ranah korporasi, sorotan datang dari Renesas Electronics yang melonjak sekitar +7% setelah mengumumkan rencana menjual bisnis Timing ke SiTime senilai US$3 miliar. Aksi korporasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk merapikan portofolio dan memperkuat fokus bisnis inti.

Kesimpulannya, pasar Jepang sedang masuk fase “wait and see”: pemilu dan PDB menjadi dua katalis terdekat yang bisa menentukan arah yen, obligasi, dan saham—terutama karena kebijakan fiskal (belanja/pajak) berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan Jepang ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 3, 2026

Nikkei Siap Koreksi Setelah Cetak Rekor, Ada Apa?

 


Indeks saham Jepang diperkirakan melemah setelah reli kencang yang mengantarkan pasar ke rekor tertinggi pada Selasa. Setelah euforia, pelaku pasar mulai mengantisipasi aksi ambil untung—apalagi ketika sentimen global mulai kurang ramah.

Tekanan datang dari Wall Street: saham teknologi AS turun semalam, dan itu bisa “menular” ke sektor teknologi di Jepang yang sebelumnya ikut jadi mesin penggerak reli.

Sinyal awal sudah terlihat di pasar derivatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 turun 1,0% ke 54.025 di Singapore Exchange—indikasi pasar membuka hari dengan nada lebih hati-hati.

Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY berada di 155,78, menguat dibanding 155,43 saat penutupan pasar saham Tokyo pada Selasa. Pergerakan yen bisa ikut memengaruhi saham eksportir dan sentimen risiko secara keseluruhan.

Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan. Dua emiten besar yang dinanti hari Rabu adalah Marubeni dan Mitsubishi Heavy Industries—hasilnya bisa jadi “penentu arah” setelah indeks sudah naik terlalu cepat.

Sebagai konteks, pada Selasa Nikkei Stock Average melesat 3,9% dan menutup hari di level tertinggi sepanjang masa 54.720,66. Setelah lonjakan segila itu, pasar biasanya masuk fase uji: koreksi sehat dulu, atau justru lanjut terbang?(asd) Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Monday, February 2, 2026

Nikkei Lompat 2,2% Dipimpin Elektronik & Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat luas pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei naik sekitar 2,2% ke 53.808,67. Sentimen membaik karena data aktivitas pabrik AS menunjukkan pemulihan yang kuat, ditambah yen yang melemah sehingga menguntungkan emiten yang berorientasi ekspor.

Dorongan utama datang dari data manufaktur AS: indeks manufaktur Institute for Supply Management naik ke 52,6 (zona perluasan) dari 47,9. Angka ini membuat pasar menilai ekonomi AS masih cukup “sehat”, sehingga minat risiko kembali naik.

Di pasar valas, yen melemah—USD/JPY berada di sekitar 155,5, naik dari penutupan Tokyo sebelumnya. Yen yang lebih lemah biasanya membantu pendapatan perusahaan Jepang (karena nilai ekspor naik saat konversi), sehingga saham-saham elektronik ikut kencang.

Di level saham, Kioxia Holdings melesat sekitar 11%, sementara Japan Post Bank naik sekitar 4–5%. Penguatan Kioxia juga terbantu ekspektasi jelang rilis laporan keuangan yang dijadwalkan 12 Februari 2026.

Pasar juga menunggu rilis kinerja emiten besar hari ini: Denso diperkirakan melaporkan pendapatan pada Selasa, 3 Februari 2026, sementara Mitsui & Co. mengumumkan hasil untuk periode sembilan bulan pada 3 Februari 2026 (12:00 JST). Kombinasi data AS + arah yen + musim laporan keuangan inilah yang membuat Jepang jadi salah satu pasar paling “hidup” pagi ini. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, February 1, 2026

Nikkei Hijau Tipis, Saham Auto & Pharma Ngebut

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin, dengan Nikkei naik 0,4% ke 53.534,49. Pendorong utamanya datang dari pelemahan yen yang membuat prospek laba perusahaan exportir terlihat lebih menarik.

Yen yang lebih lemah biasanya jadi “angin belakang” untuk emiten Jepang, karena pendapatan luar negeri saat dikonversi ke yen bisa terlihat lebih besar. Hari ini, USD/JPY berada di 154,92, naik dari 153,89 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat—dan pasar langsung merespons dengan bias positif.

Sektor otomotif memimpin kenaikan, mencerminkan optimisme bahwa pelemahan yen bisa membantu kinerja perusahaan yang banyak menjual produk ke luar negeri. Toyota Motor menjadi salah satu motor penggerak setelah sahamnya naik 2,9%.

Dari sisi defensif, sektor farmasi ikut menguat—tanda investor tidak sepenuhnya “risk-on” membabi buta, tapi tetap pilih saham yang dianggap punya daya tahan. Saham Shionogi naik 2,3%, ikut menopang  Fokus pasar sekarang mengarah ke musim laporan keuangan kuartalan. Investor memantau rilis earnings yang bisa mengubah mood pasar dalam hitungan jam, termasuk dari Daiwa Securities Group dan Murata Manufacturing yang dijadwalkan merilis hasil kinerja pada hari yang sama.

Di luar faktor yen dan earnings, perhatian juga tertuju pada arah kebijakan ekonomi. Rencana ekonomi dari **Sanae Takaichi ikut jadi bahan pertimbangan pelaku pasar menjelang pemilihan umum pada 8 Februari, karena kebijakan fiskal/industri bisa memengaruhi sentimen sektor-sektor kunci.

Intinya, kenaikan Nikkei hari ini lebih didorong kombinasi “yen melemah + harapan earnings” ketimbang euforia baru. Pasar terlihat sedang cari alasan untuk lanjut naik, tapi tetap sensitif: kalau laporan kinerja mengecewakan atau yen mendadak berbalik menguat, momentum bisa cepat berubah.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker