PT Rifan - Saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (11/05), dengan Nikkei 225 turun 0,2% ke sekitar 62.600, terkoreksi dari level rekor terbaru. Tekanan datang saat harga minyak melonjak menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian, membuat Selat Hormuz dinilai tetap efektif tertutup.
Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan membebani sentimen di negara pengimpor minyak seperti Jepang. Dalam konteks ini, biaya input yang lebih tinggi berpotensi menggerus margin korporasi sekaligus mendorong pasar menilai ulang prospek kebijakan dan daya beli, sehingga aset berisiko cenderung kehilangan dukungan.
Di level saham, pelemahan terlihat pada SoftBank Group (-6,3%), Advantest (-2%), dan Furukawa Electric (-1,6%). Nintendo juga turun 8,3% setelah memperingatkan penjualan hardware dan software diperkirakan menurun, sementara kenaikan biaya chip memori menekan profitabilitas.
Di sisi lain, Sony Group naik 8,5% setelah mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar dan memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, ditopang pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar. Ke depan, arah Nikkei kemungkinan tetap sensitif terhadap dinamika harga minyak, perkembangan di Selat Hormuz, serta respons emiten terhadap tekanan biaya dan prospek permintaan global. (asd) PT Rifan.
Sumber : Newsmaker
No comments:
Post a Comment