Thursday, May 28, 2026

Nikkei Turun, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang!

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada Kamis (28/05), dengan Nikkei 225 turun 0,47% dan ditutup di 64.693, sementara Topix turun 0,41% ke 3.902. Koreksi ini terjadi setelah reli yang membawa indeks ke rekor, ketika tekanan kembali muncul di saham-saham teknologi.

Sentimen global ikut menambah kehati-hatian setelah laporan serangan terbaru AS ke Iran. Di saat yang sama, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan udara AS tanpa menyebut lokasi, membuat pasar kembali menilai risiko eskalasi meski pembicaraan masih berjalan.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda sebelumnya memperingatkan tekanan inflasi yang meningkat akibat harga minyak yang lebih tinggi, namun tidak memberi sinyal jelas apakah BoJ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Kombinasi inflasi energi dan ketidakpastian kebijakan menjaga pasar cenderung defensif.

Sektor teknologi memimpin pelemahan. SoftBank Group turun 2%, Fujikura melemah 2,4%, Advantest turun 2,9%, dan Lasertec jatuh 3,4%, menandai aksi ambil untung dan rotasi yang lebih selektif setelah reli kuat. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 25, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Naik 3,0% Dipimpin Real Estate dan Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (25/05), dengan Nikkei 225 naik 3,04% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, menandai perbaikan sentimen risiko di bursa Tokyo.

Di jajaran penggerak utama, Taiyo Yuden melonjak 16,51% ke rekor tertinggi, sementara Fujikura naik 14,43% dan Kioxia Holdings menguat 14,02% juga ke rekor. Sebaliknya, tekanan terlihat pada Archion yang turun 8,41%, serta Pan Pacific International (-4,88%) dan Aeon (-4,76%) yang masing-masing menyentuh level terendah 52 minggu.

Dari lebar pasar, saham yang turun masih lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, mencerminkan reli yang kuat namun tetap selektif. Nikkei Volatility tercatat stabil di 28,35, mengindikasikan pasar opsi belum menambah premi volatilitas meski indeks berada di puncak baru.

Pergerakan aset global turut memberi konteks. Minyak melemah tajam, dengan WTI Juli turun 5,42% ke US$91,36 dan Brent Agustus turun 4,81% ke US$95,39, sementara kontrak emas Agustus naik 0,91% ke US$4.597,70 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,16% ke 158,94, sedangkan EUR/JPY naik 0,16% ke 185,02. Kontrak berjangka US Dollar Index juga melemah 0,23% ke 98,96, menjaga latar “risk-on” yang mendukung ekuitas Jepang, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perbaikan sentimen. (asd) PT Rifan.

Sumber: Newsmaker.id

Sunday, May 24, 2026

Nikkei Naik 1,8%, Cetak Rekor Intraday

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Stock Average menguat 1,8% ke 64.463,08 dan sempat menyentuh rekor intraday di 64.515,84. Penguatan didorong meningkatnya harapan pasar terhadap potensi kesepakatan damai AS-Iran, yang meredakan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan dipimpin saham chip dan konstruksi. Kioxia Holdings naik 5,3%, sementara Taisei menguat 7,8%, mencerminkan minat beli pada sektor yang sensitif terhadap sentimen risiko dan prospek aktivitas ekonomi.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 158,91 yen, sedikit lebih rendah dibanding 159,07 yen pada penutupan pasar saham Tokyo hari Jumat. Pergerakan yen yang menguat tipis ini terjadi seiring investor menyesuaikan posisi terhadap berita geopolitik dan arah dolar.

Pelaku pasar tetap memantau perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan ia tidak terburu-buru untuk merampungkan kesepakatan mengakhiri perang dengan Iran. Nada “tidak tergesa-gesa” ini membuat investor menunggu kejelasan lanjutan, meski untuk sementara sentimen pasar masih mendukung aset berisiko seperti saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Thursday, May 21, 2026

Nikkei Naik Didorong Lonjakan SoftBank dan Saham Teknologi

 


PT Rifan Financindo - Pasar saham Jepang menguat pada perdagangan Kamis (21/05), dengan Nikkei 5225 Index melonjak 3,14% menutup di 61.684 dan Topix Index naik 1,64% ke 3.854. Kenaikan ini menandai rebound setelah penurunan awal pekan dan didorong oleh optimisme baru terhadap permintaan terkait kecerdasan buatan.

Sentimen investor juga mendapat dorongan dari kinerja laba kuat Nidia yang memengaruhi pasar teknologi global, serta kabar bahwa Samsung Electronics berhasil menghindari potensi mogok kerja, yang mendukung saham-saham terkait semikonduktor. Di Jepang, SoftBank Group memimpin reli dengan lonjakan hampir 20% setelah laporan mengenai persiapan OpenAI untuk penawaran saham publik.

Saham teknologi lain juga mencatatkan kenaikan signifikan, termasuk Kioxia Holdings (7,9%), Fujikura (4,8%), Advantest (4,4%), Ibiden (14,3%), dan Tokyo Electron (5,9%). Pergerakan ini menunjukkan fokus investor pada sektor teknologi sebagai pendorong utama penguatan pasar domestik.

Selain faktor industri, berita geopolitik turut memengaruhi pasar, dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Iran. Hal ini meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz yang strategis dapat segera dibuka kembali, menambah sentimen positif bagi saham Jepang secara luas. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, May 20, 2026

Saham Jepang Turun 1,34% di Tengah Kerugian Sektor, Tekanan Minyak dan Valuta Asing

 


Rifan Financindo - Saham Jepang berakhir lebih rendah pada hari Rabu, dengan Nikkei 225 turun 1,34% karena sentimen pasar yang lebih luas melemah. Kerugian terkonsentrasi di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan posisi investor yang hati-hati menjelang pergerakan komoditas dan mata uang global.

Ube Industries memimpin kenaikan di Nikkei 225, melonjak 20,92% menjadi 2.890,50, sementara Ryohin Keikaku dan Archion Corp masing-masing naik 3,48% dan 3,13%. Sebaliknya, Okuma Corp. turun 9,99% menjadi 4.055,00, Fujikura Ltd. turun 8,52%, dan Taisei Corp. kehilangan 6,12%, menyoroti kinerja sektor yang tidak merata. Secara keseluruhan, saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik dengan rasio lebih dari 4 banding 1, dengan 2.937 saham turun dibandingkan 686 saham yang naik, sementara 159 saham tetap tidak berubah.

Perkembangan komoditas dan mata uang menambah tekanan pada ekuitas. Minyak mentah WTI Juli turun 1,08% menjadi $102,89 per barel, minyak mentah Brent turun 0,93% menjadi $109,95, dan emas berjangka Juni turun 0,12% menjadi $4.479,84 per ons. USD/JPY turun 0,08% menjadi 158,95, sementara EUR/JPY turun 0,14% menjadi 184,35. Indeks Volatilitas Nikkei naik tipis 0,49% menjadi 30,94, mencerminkan ketidakpastian pasar berbasis opsi yang meningkat.

Pasar sekarang mengamati interaksi antara tren harga minyak, pergeseran mata uang, dan sentimen risiko, yang dapat memengaruhi rotasi sektor dan arah ekuitas secara keseluruhan. Investor dapat memantau data komoditas yang akan datang dan petunjuk keuangan global untuk mengukur momentum pasar lebih lanjut. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, May 19, 2026

Nikkei 225 Turun 0,12% Dibebani oleh Sektor Transportasi dan Komunikasi

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah pada Selasa (19/05), dengan Nikkei 225 turun 0,12% di akhir perdagangan Tokyo. Tekanan datang terutama dari pelemahan di sektor Paper & Pulp, Transport, serta Communication, yang menahan indeks tetap di zona negatif meski ada sejumlah penguatan saham individual.

Di level saham, penguatan terbesar dipimpin Konami yang naik 9,18% ke 20.455, diikuti BayCurrent Consulting yang menguat 8,24% ke 5.756 dan Archion naik 8,19% ke 383. Di sisi lain, pelemahan tajam terlihat pada Fujikura yang turun 16,95% ke 4.695, sementara Furukawa Electric melemah 8,37% ke 50.250 dan DOWA Holdings turun 6,79% ke 10.370.

Di pasar yang lebih luas, jumlah saham yang naik sebenarnya lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo, dengan 2.303 saham menguat berbanding 1.265 melemah, sementara 202 tidak berubah. Namun, ukuran indeks yang sensitif terhadap bobot saham-saham tertentu membuat pergerakan beberapa emiten besar yang melemah tetap cukup untuk menahan indeks.

Sinyal kehati-hatian juga tercermin dari kenaikan Nikkei Volatility sebesar 3,64% ke 30,79, menunjukkan premi volatilitas opsi meningkat. Di saat yang sama, komoditas cenderung melemah: WTI Juli turun 0,53% ke US$103,83/barel dan Brent Juli turun 1,33% ke US$110,61/barel, sementara emas berjangka Juni turun 0,20% ke US$4.548,70/ons.

Di pasar valas, USD/JPY naik 0,20% ke 159,09 dan EUR/JPY menguat tipis 0,01% ke 185,13, sementara US Dollar Index Futures turun 0,04% ke 99,07. Ke depan, pelaku pasar biasanya memantau apakah kenaikan volatilitas berlanjut, arah pergerakan yen terhadap dolar, serta bagaimana kombinasi sentimen risiko dan pergerakan energi memengaruhi rotasi sektor di bursa Tokyo. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 18, 2026

Nikkei Turun, Volatilitas Naik Tipis

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Senin, dengan indeks Nikkei 225 turun 1,08%. Pelemahan dipimpin oleh sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, sementara jumlah saham turun lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo.

Di sisi penggerak indeks, beberapa saham justru melonjak. Terumo naik 18,57%, Recruit Holdings menguat 16,58%, dan Kioxia Holdings naik 15,75% serta mencetak all-time high.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari Marui Group yang turun 8,53% dan menyentuh level terendah 52 minggu, disusul Nikon turun 7,95% dan Subaru melemah 7,11%.

Dari pasar lain, volatilitas Nikkei naik tipis ke 29,71. Harga minyak menguat, dengan WTI Juli naik ke sekitar US$102,77/barel dan Brent Juli naik ke US$110,88/barel, sementara emas berjangka turun ke sekitar US$4.549,60/ons; USD/JPY naik tipis ke 158,89.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, May 17, 2026

Nikkei Turun Tiga Sesi

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada Senin, mengikuti penurunan Wall Street dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah yang menjaga harga minyak tetap tinggi.

Indeks Nikkei 225 turun 0,7% ke sekitar 61.000, sementara Topix melemah 0,5% ke 3.845. Pasar menilai risiko inflasi kembali menguat seiring gangguan geopolitik yang berpotensi mempertahankan harga energi di level tinggi.

Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump memperingatkan Teheran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Washington kian menipis. Media Iran juga melaporkan kedua pihak masih berjauhan dalam negosiasi, memperpanjang ketidakpastian terkait konflik.

Sentimen juga terbebani oleh kenaikan yield obligasi AS pada Jumat, setelah aksi jual tajam di pasar Treasury. Lonjakan yield itu didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk meredam tekanan inflasi yang terkait konflik Iran.

Kenaikan yield biasanya memperketat kondisi finansial dan menekan valuasi saham, terutama sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan. Dalam kondisi ini, reli harga minyak memperkuat narasi “suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama” yang menjadi hambatan bagi aset berisiko.

Di bursa Tokyo, saham teknologi memimpin pelemahan. Kioxia Holdings turun 8,3%, Fujikura melemah 2,4%, dan SoftBank Group turun 1,7%.

Pada sisi korporasi, Mizuho Financial jatuh hampir 7% setelah laporan menyebut perusahaan mempertimbangkan potensi investasi di Rakuten Bank. Pasar akan memantau arah harga minyak, pergerakan yield AS, serta perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai penentu sentimen berikutnya.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber: NewsMaker


Tuesday, May 12, 2026

Nikkei Naik 0,44% Dipimpin Real Estate dan Perbankan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Selasa (12/05), dengan Nikkei 225 naik 0,44% dipimpin oleh kenaikan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Namun, breadth pasar cenderung lemah karena saham yang turun masih lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo.

Penguatan indeks ditopang lonjakan beberapa emiten besar, dipimpin Furukawa Electric yang melonjak 16,12% dan menorehkan level tertinggi sepanjang masa. Fujikura naik 11,59% dan juga mencetak rekor baru, sementara Shimizu menguat 10,67% pada perdagangan akhir sesi.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada sejumlah saham, dengan LY Corp turun 8,62%, Comsys Holdings melemah 8,50%, dan Yamaha turun 7,63%. Meski demikian, indikator volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 (Nikkei Volatility) turun 7,06% ke 31,75, mengindikasikan meredanya premi risiko jangka pendek di pasar derivatif.

Di pasar global, harga minyak naik, dengan WTI Juni menguat 2,57% ke US$100,59 per barel dan Brent Juli naik 2,16% ke US$106,46, sementara emas berjangka Juni turun 0,49% ke US$4.705,54 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,26% ke 157,52 dan indeks dolar berjangka menguat 0,28% ke 98,10, menambah konteks risk-repricing saat investor menimbang dampak energi dan dolar terhadap aset berisiko. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, May 11, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor saat Lonjakan Minyak Terjadi

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (11/05), dengan Nikkei 225 turun 0,2% ke sekitar 62.600, terkoreksi dari level rekor terbaru. Tekanan datang saat harga minyak melonjak menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perdamaian, membuat Selat Hormuz dinilai tetap efektif tertutup.

Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan membebani sentimen di negara pengimpor minyak seperti Jepang. Dalam konteks ini, biaya input yang lebih tinggi berpotensi menggerus margin korporasi sekaligus mendorong pasar menilai ulang prospek kebijakan dan daya beli, sehingga aset berisiko cenderung kehilangan dukungan.

Di level saham, pelemahan terlihat pada SoftBank Group (-6,3%), Advantest (-2%), dan Furukawa Electric (-1,6%). Nintendo juga turun 8,3% setelah memperingatkan penjualan hardware dan software diperkirakan menurun, sementara kenaikan biaya chip memori menekan profitabilitas.

Di sisi lain, Sony Group naik 8,5% setelah mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar dan memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, ditopang pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar. Ke depan, arah Nikkei kemungkinan tetap sensitif terhadap dinamika harga minyak, perkembangan di Selat Hormuz, serta respons emiten terhadap tekanan biaya dan prospek permintaan global. (asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, May 10, 2026

Nikkei dan Topix Koreksi Tipis, Namun Tetap Cetak Kenaikan Mingguan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup melemah pada Jumat (08/05), dengan Nikkei 225 turun 0,19% ke 62.713 dan Topix turun 0,29% ke 3.829, seiring sentimen pasar tertekan oleh kembalinya eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran geopolitik.

Meski demikian, kinerja mingguan tetap solid. Nikkei naik 5,38% dan Topix menguat 2,7% dalam sepekan, ditopang reli sebelumnya pada saham teknologi dan emiten yang terkait tema AI.

Dari sisi korporasi, Sony mengumumkan rencana buyback hingga ¥500 miliar serta memproyeksikan kenaikan laba operasi 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, didorong pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambar smartphone. Sementara itu, Nintendo menyatakan akan menaikkan harga ritel Switch 2 setelah memperkirakan penjualan konsol andalannya melemah di tengah kelangkaan chip memori.

Di sektor otomotif, Toyota melaporkan penurunan laba operasi kuartal keempat sebesar 49% akibat dampak tarif AS terhadap kinerja. Ke depan, pelaku pasar cenderung memantau perkembangan risiko geopolitik yang berpotensi mengubah selera risiko, serta dinamika sektor teknologi dan eksportir yang sensitif terhadap sentimen global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Thursday, May 7, 2026

Nikkei Naik Tajam, SoftBank Jadi Teratas!

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 melonjak 5,58% dan ditutup di 62.834 pada perdagangan Kamis (07/05) pasca-libur, menembus rekor tertinggi baru. Kenaikan ini mencerminkan aksi “catch-up” saham Jepang terhadap reli global berbasis teknologi.

Sentimen menguat setelah kinerja laba perusahaan teknologi besar memperkuat optimisme terkait adopsi kecerdasan buatan, yang pada gilirannya meningkatkan minat pada saham-saham terkait semikonduktor. SoftBank Group memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 18% ke level tertinggi enam bulan, menjadi performa harian terkuatnya sejak 2020.

Saham-saham rantai pasok chip juga menguat tajam. Advantest naik 6,8% dan Tokyo Electron menguat 9%, sementara penguatan turut terlihat pada nama-nama teknologi besar lain seperti Fujikura, Lasertec, dan Disco Corp.

Dorongan tambahan datang dari laporan bahwa AS dan Iran mendekati kesepakatan memorandum satu halaman berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik, termasuk langkah yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan membangun kerangka negosiasi nuklir yang lebih luas. Jika persepsi risiko geopolitik mereda, tekanan risk premium pada aset berisiko cenderung turun, sehingga mendukung penguatan ekuitas.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan narasi laba sektor teknologi, pergerakan saham semikonduktor, serta perkembangan konkret pembicaraan AS–Iran yang bisa memengaruhi stabilitas jalur energi global dan sentimen risiko secara keseluruhan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, May 6, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, May 5, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker



Monday, May 4, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Sunday, May 3, 2026

Saham Jepang Menguat Tipis, Yen Batasi Ruang Kenaikan Nikkei

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat (01/05), dengan Nikkei 225 naik 0,38% ke 59.513 dan TOPIX bertambah 0,04% ke 3.729, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya. Pergerakan cenderung hati-hati seiring pelaku pasar menilai kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih berubah cepat.

Kenaikan tertahan setelah yen menguat tajam, yang dinilai terkait potensi intervensi otoritas. Penguatan yen umumnya menekan emiten berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan proyeksi laba dalam nilai yen, sekaligus mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing ketika volatilitas valas meningkat.

Di level saham, penguatan ditopang saham teknologi tertentu. SoftBank Group naik 3,9%, Tokyo Electron melonjak 6,9%, dan Keyence menguat 7,2%, membantu menjaga indeks tetap di zona hijau meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Fokus risiko juga datang dari geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan AS akan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran menyatakan tidak akan meninggalkan program nuklirnya dan memberi sinyal kontrol berlanjut atas Selat Hormuz. Pasar akan memantau arah pergerakan yen, respons sektor eksportir, serta perkembangan isu Selat Hormuz yang dapat memengaruhi premi risiko dan selera risiko global. (srh) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker