Wednesday, April 29, 2026

Nikkei Melemah Usai BOJ Hold, Ini Rinciannya

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 0,6% ke bawah 60.200 pada Selasa (28/04), mundur dari rekor tertinggi terbaru seiring pasar merespons keputusan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga kebijakan di 0,75% untuk pertemuan keempat berturut-turut. Keputusan itu sesuai ekspektasi, namun arah komunikasi bank sentral dinilai lebih ketat setelah BOJ menaikkan proyeksi inflasi.

Dalam pembaruan proyeksi, BOJ juga menurunkan outlook pertumbuhan FY2026 untuk mencerminkan dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Tiga dari sembilan anggota dewan kebijakan disebut mendukung kenaikan suku bunga, menandai meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dikaitkan dengan perang Iran. Kombinasi revisi proyeksi dan komposisi suara tersebut memperkuat persepsi bahwa risiko kebijakan bergerak ke arah yang lebih hawkish meski keputusan utama masih “hold”.

Fokus pasar juga tertahan oleh perkembangan geopolitik setelah Iran mengajukan proposal baru kepada AS, sementara perbedaan terkait program nuklir Teheran masih menjadi hambatan utama. Dalam konteks ini, sentimen risiko cenderung rapuh: ekspektasi pengetatan domestik berpotensi menekan valuasi, sementara ketidakpastian geopolitik menjaga volatilitas tetap tinggi.

Di sisi korporasi, tekanan datang dari saham teknologi dan saham terkait AI. Advantest melemah sekitar 5% meski membukukan kinerja laba yang kuat, sementara SoftBank Group anjlok hampir 10% di tengah munculnya kembali kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan. Penurunan juga terlihat pada Hitachi (-5,8%), Tokyo Electron (-4,1%), dan Fanuc (-4,1%), menambah beban pada pergerakan indeks hari ini. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 28, 2026

Nikkei Melemah Usai BOJ Hold, Ini Rinciannya

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 turun 0,6% ke bawah 60.200 pada Selasa (28/04), mundur dari rekor tertinggi terbaru seiring pasar merespons keputusan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga kebijakan di 0,75% untuk pertemuan keempat berturut-turut. Keputusan itu sesuai ekspektasi, namun arah komunikasi bank sentral dinilai lebih ketat setelah BOJ menaikkan proyeksi inflasi.

Dalam pembaruan proyeksi, BOJ juga menurunkan outlook pertumbuhan FY2026 untuk mencerminkan dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Tiga dari sembilan anggota dewan kebijakan disebut mendukung kenaikan suku bunga, menandai meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dikaitkan dengan perang Iran. Kombinasi revisi proyeksi dan komposisi suara tersebut memperkuat persepsi bahwa risiko kebijakan bergerak ke arah yang lebih hawkish meski keputusan utama masih “hold”.

Fokus pasar juga tertahan oleh perkembangan geopolitik setelah Iran mengajukan proposal baru kepada AS, sementara perbedaan terkait program nuklir Teheran masih menjadi hambatan utama. Dalam konteks ini, sentimen risiko cenderung rapuh: ekspektasi pengetatan domestik berpotensi menekan valuasi, sementara ketidakpastian geopolitik menjaga volatilitas tetap tinggi.

Di sisi korporasi, tekanan datang dari saham teknologi dan saham terkait AI. Advantest melemah sekitar 5% meski membukukan kinerja laba yang kuat, sementara SoftBank Group anjlok hampir 10% di tengah munculnya kembali kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan. Penurunan juga terlihat pada Hitachi (-5,8%), Tokyo Electron (-4,1%), dan Fanuc (-4,1%), menambah beban pada pergerakan indeks hari ini. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 27, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Saham Real Estate dan Perbankan Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Senin (27/04), dengan Nikkei 225 naik 0,97% dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan didorong oleh penguatan di sektor real estate, perbankan, dan tekstil, meski kondisi pasar secara keseluruhan tidak sepenuhnya solid.

Di level saham, penguatan terbesar datang dari Fanuc yang melonjak 15,98% ke 7.256, diikuti Keyence yang naik 15,83% ke 73.180, serta Panasonic yang menguat 7,78% ke 3.103. Di sisi lain, tekanan terlihat pada Chugai Pharmaceutical yang turun 15,83% ke 7.445, Nomura Research Institute yang melemah 13,41% ke 4.409, dan Rohm yang turun 9,19% ke 3.419.

Lebar pasar cenderung rapuh karena saham turun lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo, dengan 2.114 turun, 1.459 naik, dan 222 tidak berubah. Sementara itu, indikator volatilitas Nikkei naik 9,11% ke 29,59, mengindikasikan pelaku pasar masih memasang premi risiko meski indeks mencetak rekor.

Dari sisi lintas aset, kenaikan harga minyak tetap menjadi faktor yang dipantau, dengan WTI naik 1,82% ke US$96,12 per barel dan Brent naik 1,98% ke US$101,09. Yen relatif stabil dengan USD/JPY turun tipis ke 159,26, sementara indeks dolar melemah ringan; kombinasi ini menjaga sentimen risk-on di ekuitas Jepang, meski volatilitas dan pergerakan komoditas menandakan pasar masih sensitif terhadap perubahan risiko global. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 26, 2026

Nikkei Naik, Saham AI Tahan Pasar di Tengah Risiko Hormuz

 


PT Rifan Financindo - Nikkei 225 menguat pada perdagangan pagi Selasa seiring optimisme bahwa kinerja emiten teknologi domestik dan AS akan tetap solid dan menopang permintaan saham berbasis AI, terutama pembuat chip. Nikkei 225 naik 0,4% ke 59.973,86, sementara Topix turun 0,4% ke 3.701,82 (09.04 Tokyo), menandakan penguatan yang lebih meyakinkan.


Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab menilai saham AI cenderung tetap kuat karena ekspektasi laba yang baik, dan relatif lebih tahan terhadap ekonomi ekonomi serta kenaikan harga minyak. Dari pasar global, sentimen teknologi ikut terbantu setelah indeks saham chip di AS naik hingga hari ke-18 pada hari Jumat dan Intel menyentuh rekor, sementara SAP melaporkan pertumbuhan pendapatan layanan cloud yang melampaui ekspektasi.


Namun pemaksaan pasar dibatasi oleh kebuntuan melanjutkan upaya perundingan damai terkait perang Iran, dengan Selat Hormuz masih efektif tertutup. Harga minyak yang menguat menambah kehati-hatian, dengan Brent sempat naik hingga 2,5% menjadi $107,97 per barel, menjaga kekhawatiran inflasi dan biaya input tetap tinggi.


Di Topix, pelemahan dipimpin saham-saham tertentu seperti Mitsui & Co. yang turun 2,6%. Dari 1.650 saham anggota indeks, 527 naik, 1.002 turun, dan 121 tidak berubah, menunjukkan luasnya pasar melemah meski Nikkei ditopang reli saham teknologi.(asd)* PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, April 23, 2026

Bursa Jepang Ditutup Merah, Nikkei 225 Terkoreksi 0,74%

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/04), dengan Nikkei 225 turun 0,74% di akhir sesi Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh tekanan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong mayoritas saham bergerak di zona merah.

Di level saham, penguatan terbesar datang dari Socionext yang naik 7,09% ke 2.002,50, disusul Renesas Electronics yang melonjak 6,69% ke 3.300,00 dan mencetak level tertinggi 52 minggu, serta Mitsubishi Heavy Industries yang menguat 5,46% ke 4.754,00. Namun, penguatan beberapa saham besar ini belum cukup mengimbangi tekanan luas di pasar.

Sementara itu, pelemah terdalam dipimpin Nikon yang jatuh 10,36% ke 1.695,50, diikuti BayCurrent Consulting turun 9,73% ke 5.416,00 dan Konica Minolta melemah 6,70% ke 552,60. Secara keseluruhan, saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, dengan 2.758 saham melemah, 831 menguat, dan 203 stagnan.

Dari sisi sentimen risiko, Nikkei Volatility (indikator volatilitas tersirat opsi Nikkei 225) turun 0,80% ke 29,73, mengindikasikan volatilitas yang sedikit mereda meski indeks ditutup negatif. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,11% ke 159,68 dan EUR/JPY naik 0,10% ke 186,89, sementara US Dollar Index Futures menguat tipis 0,07% ke 98,48.

Di komoditas, minyak menguat dengan WTI naik 1,59% ke US$94,44/barel dan Brent naik 1,41% ke US$103,35/barel, sementara emas berjangka turun 0,48%. Kombinasi penguatan energi dan penguatan tipis dolar/yen berpotensi menjaga tekanan pada sebagian saham sensitif biaya dan aset defensif, sehingga pasar akan memantau apakah pergerakan di FX (USD/JPY) dan harga energi berlanjut dan kembali mempengaruhi rotasi sektor pada sesi berikutnya. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, April 22, 2026

Nikkei Tembus 60k, Saham Chip Pimpin di Tengah Waspada Konflik AS–Iran

 


PT Rifan - Indeks Saham Nikkei sempat menembus level 60.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh kenaikan saham-saham terkait semikonduktor, meskipun pasar tetap berhati-hati terkait perkembangan konflik AS-Iran. Nikkei naik 0,5% menjadi 59.865,70 setelah sebelumnya naik hingga 0,7% menjadi 60.013,98.

Kenaikan indeks didukung oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, dengan SoftBank Group naik 5,2% dan Renesas Electronics naik 6,7%. Saham-saham chip menjadi pendorong utama pergerakan Nikkei selama sesi perdagangan.

Namun, kenaikan tersebut tidak merata, seperti yang tercermin dalam indeks Topix, yang turun 0,1% menjadi 3.741,63. Ini menunjukkan bahwa reli lebih terkonsentrasi pada saham-saham tertentu daripada dukungan pasar secara luas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di angka 159,40 yen, dibandingkan dengan 159,18 yen pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Tokyo pada hari Rabu. Investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah, karena para mediator terus berupaya menghidupkan kembali proses diplomatik untuk mengakhiri perang di Iran, yang terus menjadi sumber ketidakpastian global. (Asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, April 21, 2026

Saham Jepang Melemah, Talks AS-Iran Gagal?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah pada perdagangan pagi setelah rencana putaran baru pembicaraan damai AS-Iran dilaporkan gagal, meski Presiden AS menyerukan gencatan senjata tanpa batas waktu hingga negosiasi selesai. Topix turun 0,8% ke 3.741,06 (09.20 Tokyo), sementara Nikkei 225 turun 0,1% ke 59.270,89.

Tekanan jual meluas di pasar, dengan Toyota Motor menjadi kontributor terbesar pelemahan Topix setelah turun 2,2%. Dari 1.651 saham anggota indeks, 1.206 melemah, 367 menguat, dan 78 tidak berubah, sementara saham terkait AI termasuk produsen kabel ikut terkoreksi dan sektor sensitif makro seperti otomotif serta trading houses juga melemah.

Pelaku pasar juga mencermati faktor kebijakan domestik, termasuk ekspektasi yang menurun terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan pada April yang berpotensi menekan saham perbankan. Chief strategist Daiwa Asset Management Kazunori Tatebe menilai meski pertempuran tidak berlanjut, proses kesepakatan yang lebih lama dapat menunda stabilisasi harga minyak dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.(Asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 20, 2026

Saham Jepang Lanjut Menguat, Chip dan AI Pimpin Reli

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat untuk hari kedua seiring munculnya sinyal Iran akan bergabung dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat menjelang tenggat gencatan senjata konflik Timur Tengah. Sentimen pasar terbantu oleh harapan de-eskalasi, meski risiko tetap tinggi karena negosiasi belum sepenuhnya pasti.

Pada perdagangan Selasa pagi, Topix naik 0,1% ke 3.779,91 (09.42 Tokyo), sementara Nikkei menguat 1% ke 59.401,00. Dari 1.651 saham anggota Topix, 850 menguat, 711 turun, dan 90 tidak berubah, menunjukkan penguatan yang relatif selektif.

Dari sisi sektoral, electric appliances dan nonferrous metals memimpin kenaikan, sementara perbankan dan otomotif termasuk yang melemah. Saham terkait semikonduktor seperti Tokyo Electron dan Advantest menjadi kontributor utama, mengikuti penguatan SOX index di Wall Street.

Katalis geopolitik tetap menjadi perhatian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kecil kemungkinan memperpanjang gencatan senjata dua pekan dengan Iran, sehingga urgensi kesepakatan meningkat. Hideyuki Ishiguro, chief strategist Nomura Asset Management, menilai ekspektasi dimulainya putaran kedua negosiasi AS-Iran mendukung pasar karena memunculkan harapan perang berakhir, sementara kenaikan saham semikonduktor di AS ikut mengangkat minat pada saham chip dan AI di Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 19, 2026

Saham Jepang Menguat, Harapan Perundingan AS-Iran Angkat Sentimen

 


Rifan Financindo - Saham Jepang dibuka menguat seiring membaiknya sentimen pasar setelah muncul harapan akan putaran baru pembicaraan damai antara AS dan Iran. Kenaikan dipimpin sektor peralatan listrik dan mesin, saat investor memantau perkembangan diplomatik yang berpotensi meredakan ketegangan kawasan.

Indeks Topix naik 0,7% ke 3.788,93 per pukul 09.19 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,6% ke 58.814,06. Pergerakan mengindikasikan minat risiko kembali membaik di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Kontributor terbesar terhadap kenaikan Topix datang dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. yang naik 4,4%. Dari 1.651 saham anggota indeks, 968 menguat, 596 turun, dan 87 tidak berubah, menunjukkan mayoritas saham bergerak positif pada sesi pagi.

Shoji Hirakawa, Chief Global Strategist Tokai Tokyo Intelligence Lab, menyatakan fokus pasar saat ini adalah apakah pembicaraan AS-Iran benar-benar terealisasi. Ia menilai kecil kemungkinan Iran pada akhirnya membatalkan rencana perundingan, sehingga meski investor masih berhati-hati, pasar juga sulit mengambil posisi yang cenderung bearish.

Menurut Hirakawa, keputusan Iran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz serta peluang putaran kedua pembicaraan AS-Iran menjadi perkembangan yang mendukung sentimen. Meski masih ada sejumlah berita negatif, ia menilai secara keseluruhan prospek jangka pendek “sedikit positif” bagi pasar Jepang.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, April 16, 2026

Nikkei Cetak Rekor Baru, Sentimen Risiko Membaik Usai Reli Wall Street

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,38% dan ditutup di 59.518 pada Kamis (16/04), mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan didorong optimisme pasar atas peluang kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, setelah laporan menyebut Washington dan Teheran mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata dua minggu guna memberi ruang negosiasi.

Meski ada harapan de-eskalasi, pasar tetap mencermati risiko Selat Hormuz yang disebut masih efektif tertutup di bawah situasi blokade ganda. Kondisi ini menjaga sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan potensi gangguan energi, meski fokus risk appetite pada sesi ini lebih dominan.

Saham Jepang juga mengikuti reli Wall Street semalam yang mencetak rekor, ditopang kombinasi laba bank yang solid dan kembalinya minat pada saham teknologi. Sektor teknologi dan saham bertema AI memimpin penguatan, dengan SoftBank Group naik 5,1%, Kioxia Holdings 4,5%, dan Fujikura 4,7%.

Di luar tema teknologi, Daikin Industries melesat 9,1% setelah investor aktivis Elliott Investment Management mengungkap kepemilikan saham dan mendorong reformasi untuk membuka nilai pemegang saham. Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen di Nikkei tidak hanya ditopang faktor global, tetapi juga katalis korporasi spesifik yang menarik aliran beli selektif. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 15, 2026

Topix Menguat, Arus Dana Asing Berbalik Masuk ke Saham Jepang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Topix melanjutkan penguatan dan menuju sesi kenaikan selama tiga nkali berturut-turut, ditopang arus masuk besar dari investor asing. Data awal Kementerian Keuangan Jepang (MOF) menunjukkan dana luar negeri membukukan pembelian bersih saham Jepang dalam jumlah rekor pada pekan lalu, memperkuat dorongan terhadap indeks.

Arus beli tersebut menandai pembalikan penting pada kuartal II, setelah sebelumnya terjadi arus keluar pada Maret ketika perang Iran memicu pelepasan aset berisiko. Pergeseran aliran dana ini dinilai memperbaiki sentimen, karena pasar membaca minat asing kembali menguat di tengah berkurangnya tekanan jual yang sempat dominan saat eskalasi konflik.

Secara teknikal, Topix kini hanya sekitar 3% dari puncak yang tercatat pada Februari. Kedekatan ke level puncak itu berpotensi menambah keyakinan pasar, terutama saat saham AS berada di rekor tertinggi, yang ikut memperkuat nada risk-on global.

Ke depan, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Bank of Japan, yang secara luas diperkirakan menahan suku bunga bulan ini. Kombinasi arus dana asing yang menguat, dukungan sentimen global, dan ekspektasi kebijakan yang stabil menjadi faktor utama yang dipantau untuk menentukan apakah reli Topix dapat berlanjut atau mulai kehilangan momentum. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 14, 2026

Nikkei Naik 2,44% ke Level Tertinggi Sebulan Terakhir

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang (Nikkei 2255) ditutup menguat pada Selasa (14/04), sebesar 2,44%. Pertumbuhan ini juga mencetak level penutupan tertinggi selama satu bulan terakhir. Penguatan tersebut dipimpin sektor real estate, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko di pasar domestik di tengah pergerakan komoditas dan mata uang yang lebih stabil.

Dari sisi konstituen, SoftBank Group menjadi pendorong utama setelah melonjak 12,70% dan ditutup di 4.242, diikuti Advantest yang naik 8,52% ke 27.000 serta Renesas Electronics yang menguat 7,96% ke 2.732,5. Kinerja saham-saham berorientasi pertumbuhan dan teknologi ini memberi dorongan besar pada indeks sepanjang sesi.

Di sisi lain, tekanan muncul pada sejumlah emiten, dengan Haseko turun 5,65% ke 2.722, Archion melemah 4,67% ke 408, dan Toho turun 4,56% ke 1.582. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak daripada yang turun di Bursa Tokyo, menunjukkan kenaikan bersifat cukup luas meski tidak merata.

Indikator risiko pasar juga cenderung mereda. Nikkei Volatility Index turun 1,78% ke 32,03, mengindikasikan permintaan lindung nilai (hedging) melemah saat investor lebih nyaman menambah eksposur. Di pasar valuta asing, USD/JPY turun 0,26% ke 159,03, sementara EUR/JPY relatif datar di 187,48.

Dari sisi komoditas, minyak melemah: WTI Mei turun 2,19% ke US$96,91/barel dan Brent Juni turun 0,61% ke US$98,75/barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas Juni naik 0,93% ke US$4.811,51/oz, selaras dengan pelemahan Dollar Index Futures yang turun 0,21% ke 97,96, menambah dukungan bagi aset berdenominasi dolar. (asd)* PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 13, 2026

Nikkei Ditutup Turun, Saham Jepang Tertekan di Akhir Sesi

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin, (13/04) dengan indeks Nikkei 225 turun 0,62% di Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh penurunan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong indeks bergerak di zona negatif hingga penutupan.

Di level saham, Dentsu menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,10% ke 3.155. Archion menguat 7,54% ke 428, sementara Yaskawa Electric naik 7,05% ke 5.239, menahan penurunan indeks agar tidak lebih dalam.

Tekanan terbesar datang dari TOTO yang merosot 7,15% ke 5.322. Ibiden turun 5,08% ke 9.386 dan Yokohama Rubber melemah 4,79% ke 6.040, mencerminkan pelebaran tekanan di beberapa saham besar pada sesi tersebut.

Secara luas, saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik di Tokyo Stock Exchange, dengan 1.767 saham melemah dan 974 menguat, sementara 179 stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 3,66% ke 32,61, menandakan meredanya implied volatility opsi Nikkei meski indeks ditutup negatif.

Di pasar komoditas, minyak bergerak menguat tajam: WTI kontrak Mei naik 6,80% ke US$103,14 per barel, sementara Brent kontrak Juni naik 6,40% ke US$101,29. Emas berjangka Juni turun 0,58% ke US$4.759,72 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,24% ke 159,68, sementara EUR/JPY turun tipis 0,03% ke 186,65. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 12, 2026

Nikkei Ditutup Menguat Tertinggi dalam Sebulan, Namun Volatilitas Turun

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup menguat pada Jumat, ditopang kenaikan sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 1,90% dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan pasar dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi besar, dengan sektor siklikal ikut menopang pergerakan. Di saat yang sama, sebagian pelaku pasar mencermati dinamika lintas aset karena pergerakan komoditas dan nilai tukar masih sensitif terhadap sentimen global.

Di jajaran penggerak utama, Fast Retailing melonjak 11,99% ke 75.540 dan mencetak all-time high. Fujikura juga naik 11,97% ke 5.630 (all-time high), sementara Lasertec menguat 7,44% ke 41.580 dan mencapai level tertinggi 52 minggu.

Di sisi pelemahan, BayCurrent Consulting turun 5,84% ke 4.516, Shift turun 5,59% ke 628, dan Mercari melemah 4,87% ke 3.613. Secara luas, jumlah saham turun lebih banyak daripada yang naik di Bursa Tokyo (2.410 turun vs 1.125 naik; 248 tidak berubah). Indeks volatilitas Nikkei Volatility turun 6,21% ke 33,85, menandakan persepsi risiko jangka pendek mereda.

Dari pasar global, minyak menguat: WTI Mei naik 0,79% ke $98,64/barel, sementara Brent Juni naik 1,02% ke $96,90/barel. Kontrak emas berjangka Juni turun 0,99% ke $4.770,15/oz. Di FX, USD/JPY naik 0,20% ke 159,27 dan EUR/JPY naik 0,05% ke 186,11, sementara US Dollar Index Futures menguat 0,14% ke 98,73. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, April 9, 2026

Saham Jepang Menguat, Pasar Pantau Timur Tengah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang menguat pada perdagangan Jumat (10/4), didukung sentimen risk-on setelah pasar kembali berharap ada penyelesaian konflik AS-Iran. Penguatan ini terjadi di tengah fokus investor pada perkembangan terbaru di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap harga minyak.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,2% ke 56.591,12, dengan saham teknologi dan elektronik memimpin kenaikan. Penguatan sektor ini mencerminkan minat beli pada emiten berorientasi siklus ketika kekhawatiran geopolitik dinilai sedikit mereda.

Di kelompok saham individual, Kioxia Holdings menguat 6,4% dan Fanuc naik 4,0%, mencatatkan kinerja menonjol di antara saham-saham berkapitalisasi besar. Kenaikan pada emiten elektronik memperkuat kontribusi sektor terhadap pergerakan indeks.

Sementara itu, Fast Retailing naik 6,6% setelah pemilik merek Uniqlo tersebut menaikkan proyeksi laba. Revisi panduan kinerja perusahaan ikut menjadi katalis yang memperluas penguatan, terutama pada saham consumer besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 159,17 yen, dibanding 158,89 yen pada penutupan bursa saham Tokyo sehari sebelumnya. Pergerakan yen menjadi salah satu variabel yang dipantau pelaku pasar, mengingat sensitivitas pendapatan eksportir Jepang terhadap arah kurs.

Ke depan, perhatian pasar tetap tertuju pada berita-berita dari Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga minyak mentah, yang dapat memengaruhi inflasi, biaya input, serta selera risiko global. Arah lanjutan Nikkei diperkirakan tetap dipandu oleh kombinasi perkembangan geopolitik, pergerakan energi, dan dinamika nilai tukar. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 8, 2026

Risk-On Kembali, Nikkei Melonjak ke Level Sebulan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang melonjak pada Rabu (8/4) setelah AS, Iran, dan Israel menyepakati gencatan senjata dua pekan untuk membuka ruang negosiasi menuju potensi kesepakatan mengakhiri perang. Nikkei 225 melesat 5,39% dan ditutup di 56.308, sementara Topix naik 3,32% ke 3.775, dengan keduanya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran dalam apa yang ia sebut “double-sided ceasefire”. Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz selama dua pekan, dengan ketentuan transit dikoordinasikan dengan Angkatan Bersenjata Iran. Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi disebut mengupayakan pembicaraan terpisah dengan pemimpin AS dan Iran, seiring dorongan menjaga perdamaian dan keamanan pasokan energi Jepang.

Penguatan dipimpin saham teknologi seiring risk appetite kembali. Kioxia Holdings melonjak 18,6%, Advantest 13,6%, Fujikura 11,6%, Disco Corp 7,3%, dan SoftBank Group 7,2%. Saham utilitas listrik, perbankan, dan otomotif juga ikut reli, mencerminkan perbaikan sentimen setelah pasar menilai risiko gangguan energi dari kawasan Teluk mereda, setidaknya untuk sementara. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 7, 2026

Ceasefire AS–Iran Angkat Nikkei, Pasar Jepang Putar Haluan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang diperkirakan menghentikan kampanye militer AS–Israel, dengan imbal balik Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong perbaikan sentimen risiko, seiring pasar menilai peluang eskalasi konflik dan gangguan energi mereda, meski sifatnya masih sementara.

Pada perdagangan Rabu (8/04) pagi di Tokyo, Topix naik 3,3% ke 3.773,70 (pukul 09.06 waktu setempat), sementara Nikkei melonjak 4,1% ke 55.624,89. Kenaikan bersifat luas: dari 1.652 saham anggota Topix, sebanyak 1.514 menguat, 39 melemah, dan 99 stagnan, mencerminkan penguatan risk appetite yang menyebar di berbagai sektor.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Topix setelah naik 3,9%. Di pasar valuta asing, yen menguat terhadap dolar AS setelah penundaan serangan, selaras dengan pergeseran posisi investor dari aset defensif ke aset berisiko di kawasan, sekaligus merespons perubahan arah berita geopolitik.

Masahiro Ichikawa, chief market strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management, menilai syarat pembukaan Selat Hormuz yang disebut Trump sebagai kondisi gencatan senjata sebagai hal yang “mengejutkan”. Meski jeda serangan hanya dua pekan, ia menyebut langkah tersebut tetap jelas mengangkat sentimen investor karena menurunkan ketidakpastian jangka pendek yang sebelumnya membebani pasar.

Kazunori Tatebe dari Daiwa Asset Management menambahkan, tenggat dua pekan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa perkembangan konkret bisa muncul dalam periode itu. Ia menilai fokus berpotensi kembali ke sektor siklikal, tema kecerdasan buatan, dan logam non-ferrous yang sempat tertekan sejak konflik Iran. Di tingkat regional, MSCI AC Asia Pacific naik 2,4%; Topix tercatat naik 11% sepanjang tahun berjalan dibanding MSCI AC Asia Pacific naik 6,5%, sementara valuasi anggota Topix berada di sekitar 16,7 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 6, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 5, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 1, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker