Thursday, April 9, 2026

Saham Jepang Menguat, Pasar Pantau Timur Tengah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang menguat pada perdagangan Jumat (10/4), didukung sentimen risk-on setelah pasar kembali berharap ada penyelesaian konflik AS-Iran. Penguatan ini terjadi di tengah fokus investor pada perkembangan terbaru di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap harga minyak.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,2% ke 56.591,12, dengan saham teknologi dan elektronik memimpin kenaikan. Penguatan sektor ini mencerminkan minat beli pada emiten berorientasi siklus ketika kekhawatiran geopolitik dinilai sedikit mereda.

Di kelompok saham individual, Kioxia Holdings menguat 6,4% dan Fanuc naik 4,0%, mencatatkan kinerja menonjol di antara saham-saham berkapitalisasi besar. Kenaikan pada emiten elektronik memperkuat kontribusi sektor terhadap pergerakan indeks.

Sementara itu, Fast Retailing naik 6,6% setelah pemilik merek Uniqlo tersebut menaikkan proyeksi laba. Revisi panduan kinerja perusahaan ikut menjadi katalis yang memperluas penguatan, terutama pada saham consumer besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks.

Di pasar valuta asing, dolar berada di 159,17 yen, dibanding 158,89 yen pada penutupan bursa saham Tokyo sehari sebelumnya. Pergerakan yen menjadi salah satu variabel yang dipantau pelaku pasar, mengingat sensitivitas pendapatan eksportir Jepang terhadap arah kurs.

Ke depan, perhatian pasar tetap tertuju pada berita-berita dari Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga minyak mentah, yang dapat memengaruhi inflasi, biaya input, serta selera risiko global. Arah lanjutan Nikkei diperkirakan tetap dipandu oleh kombinasi perkembangan geopolitik, pergerakan energi, dan dinamika nilai tukar. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 8, 2026

Risk-On Kembali, Nikkei Melonjak ke Level Sebulan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang melonjak pada Rabu (8/4) setelah AS, Iran, dan Israel menyepakati gencatan senjata dua pekan untuk membuka ruang negosiasi menuju potensi kesepakatan mengakhiri perang. Nikkei 225 melesat 5,39% dan ditutup di 56.308, sementara Topix naik 3,32% ke 3.775, dengan keduanya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran dalam apa yang ia sebut “double-sided ceasefire”. Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz selama dua pekan, dengan ketentuan transit dikoordinasikan dengan Angkatan Bersenjata Iran. Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi disebut mengupayakan pembicaraan terpisah dengan pemimpin AS dan Iran, seiring dorongan menjaga perdamaian dan keamanan pasokan energi Jepang.

Penguatan dipimpin saham teknologi seiring risk appetite kembali. Kioxia Holdings melonjak 18,6%, Advantest 13,6%, Fujikura 11,6%, Disco Corp 7,3%, dan SoftBank Group 7,2%. Saham utilitas listrik, perbankan, dan otomotif juga ikut reli, mencerminkan perbaikan sentimen setelah pasar menilai risiko gangguan energi dari kawasan Teluk mereda, setidaknya untuk sementara. (Arl) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, April 7, 2026

Ceasefire AS–Iran Angkat Nikkei, Pasar Jepang Putar Haluan

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan yang diperkirakan menghentikan kampanye militer AS–Israel, dengan imbal balik Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong perbaikan sentimen risiko, seiring pasar menilai peluang eskalasi konflik dan gangguan energi mereda, meski sifatnya masih sementara.

Pada perdagangan Rabu (8/04) pagi di Tokyo, Topix naik 3,3% ke 3.773,70 (pukul 09.06 waktu setempat), sementara Nikkei melonjak 4,1% ke 55.624,89. Kenaikan bersifat luas: dari 1.652 saham anggota Topix, sebanyak 1.514 menguat, 39 melemah, dan 99 stagnan, mencerminkan penguatan risk appetite yang menyebar di berbagai sektor.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Topix setelah naik 3,9%. Di pasar valuta asing, yen menguat terhadap dolar AS setelah penundaan serangan, selaras dengan pergeseran posisi investor dari aset defensif ke aset berisiko di kawasan, sekaligus merespons perubahan arah berita geopolitik.

Masahiro Ichikawa, chief market strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management, menilai syarat pembukaan Selat Hormuz yang disebut Trump sebagai kondisi gencatan senjata sebagai hal yang “mengejutkan”. Meski jeda serangan hanya dua pekan, ia menyebut langkah tersebut tetap jelas mengangkat sentimen investor karena menurunkan ketidakpastian jangka pendek yang sebelumnya membebani pasar.

Kazunori Tatebe dari Daiwa Asset Management menambahkan, tenggat dua pekan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa perkembangan konkret bisa muncul dalam periode itu. Ia menilai fokus berpotensi kembali ke sektor siklikal, tema kecerdasan buatan, dan logam non-ferrous yang sempat tertekan sejak konflik Iran. Di tingkat regional, MSCI AC Asia Pacific naik 2,4%; Topix tercatat naik 11% sepanjang tahun berjalan dibanding MSCI AC Asia Pacific naik 6,5%, sementara valuasi anggota Topix berada di sekitar 16,7 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, April 6, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, April 5, 2026

Nikkei Menguat di Awal Pekan, Saham Chip dan Elektronik Pimpin Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang dibuka menguat pada awal pekan, dengan saham chip dan elektronik menjadi motor utama kenaikan. Sentimen pasar tampak ditopang oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat setelah data tenaga kerja terbaru memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih cukup kuat. Di tengah suasana global yang masih dibayangi konflik AS-Iran, pelaku pasar Jepang untuk sementara memilih menyoroti peluang pertumbuhan dan ketahanan permintaan teknologi. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memang membantu menjaga selera risiko global dan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum kehilangan tenaga.

Kenaikan di Tokyo juga mencerminkan bagaimana pasar Asia saat ini bergerak di antara dua narasi besar: optimisme terhadap ekonomi AS di satu sisi, dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di sisi lain. Reuters melaporkan laporan ketenagakerjaan AS terbaru memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dan tidak buru-buru melonggarkan kebijakan. Buat pasar saham Jepang, pembacaan ini cukup positif untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap siklus global, terutama teknologi dan elektronik, karena investor melihat permintaan eksternal masih punya penyangga.

Meski begitu, kenaikan Nikkei belum berarti risiko telah hilang. Perhatian investor tetap tertuju pada perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan listrik Iran bila Selat Hormuz tidak dibuka. Ancaman ini penting bagi Jepang karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi, sehingga gejolak di kawasan Teluk bisa dengan cepat memukul biaya impor, menekan yen, dan mengubah sentimen pasar domestik. Reuters juga mencatat pelemahan yen dan lonjakan harga energi sebelumnya sempat menekan aset-aset Jepang dan memicu peringatan keras dari otoritas Tokyo.

Jadi, penguatan awal Nikkei lebih tepat dibaca sebagai reli yang didorong rasa lega jangka pendek, bukan hilangnya kekhawatiran secara penuh. Selama data AS tetap solid, saham teknologi Jepang masih punya ruang mendapat dukungan. Namun bila ketegangan Iran kembali meningkat dan gangguan energi memburuk, pasar Jepang bisa cepat kembali defensif. Dengan kata lain, untuk saat ini investor masih mau mengambil risiko, tetapi mereka belum benar-benar lepas dari bayang-bayang geopolitik.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, April 1, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 31, 2026

Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008

 


Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.

Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 30, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


Rifan Financindo - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 29, 2026

Topix Naik Tipis, Nikkei Turun: Chip Jadi Pemberat Utama

 


PT Rifan - Saham Jepang bergerak campuran pada hari Jumat, dengan saham-saham terkait semikonduktor memimpin pelemahan di tengah seputar perang Iran dan dampaknya terhadap tren harga minyak. Topix ditutup naik 0,2% ke 3.649,69, sementara Nikkei 225 turun 0,4% ke 53.373,07, mencerminkan pasar yang selektif mendekati akhir pekan.

Sentimen tetap rapuh setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, sehingga pasar masih menebak kapan gencatan senjata bisa tercapai. Lonjakan minyak sejak pecahnya perang telah memperkuat tekanan inflasi dan berpotensi menyulitkan Bank of Japan dalam normalisasi kebijakan melalui kenaikan suku bunga bertahap.

Tekanan utama datang dari sektor teknologi. Tokyo Electron dan saham-saham chip lain mengikuti penurunan rekan sejenis di AS setelah Philadelphia Semiconductor Index jatuh 4,8%. Manajer investasi menilai saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan volatil tinggi sehingga mudah menarik indeks turun ketika selera risiko melemah.

Meski demikian, Topix kembali menguat pada sesi menjelang periode ex-dividen pada hari Senin menjadi lebih dari 1.000 emiten. Pasar memperkirakan sekitar ¥2,2 triliun aliran reinvestasi dividen dapat masuk ke bursa, yang berpotensi memicu pembelian moderat menjelang penutupan dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. (asd) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, March 26, 2026

Saham Jepang Melemah Hari Kedua, Pasar Ragu De-eskalasi Cepat

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat pagi, seiring pasar masih menimbang ketidakpastian perang Iran dan dampaknya terhadap harga minyak. Topix turun 0,5% ke 3.622,85 pada 09:12 waktu Tokyo, sementara Nikkei 225 melemah 1,2% ke 52.934,51.

Pergerakan indeks kali ini cenderung tipis dan terbelah: dari 1.655 saham anggota Topix, 777 menguat, 785 turun, dan 93 stagnan. Tokyo Electron menjadi pemberat terbesar pada Topix setelah turun 3,9%, mencerminkan tekanan yang lebih kuat pada saham-saham teknologi.

Tekanan pada teknologi terjadi meski Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang tenggat rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran. Namun reli minyak yang kuat sepanjang bulan ini—di tengah volatilitas ekstrem—membuat pasar Jepang tetap defensif karena Jepang sangat sensitif terhadap biaya impor energi dan risiko inflasi.

Sumitomo Mitsui DS Asset Management menilai reaksi pasar terhadap perpanjangan tenggat AS terbatas, karena negosiasi diperkirakan akan berjalan panjang dan pelaku pasar belum melihat alasan kuat untuk optimistis. Dengan latar tersebut, pergerakan minyak diperkirakan tetap menjadi pendorong utama sentimen ekuitas Jepang dalam jangka dekat. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 25, 2026

Topix Menguat Terbatas, Pasar Masih Selektif di Tengah Konflik Iran

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Kamis pagi, mengikuti kenaikan Wall Street setelah optimisme soal upaya gencatan senjata konflik Timur Tengah membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun reli dibatasi oleh harga minyak yang masih tinggi, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi energi dan dampaknya ke biaya impor Jepang.

Topix naik 0,5% ke 3.670,43 pada 09:25 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 0,7% ke 54.122,55. Kenaikan berlangsung tidak merata: dari 1.655 saham Topix, 781 naik dan 775 turun, mencerminkan pasar yang masih selektif.

SoftBank Group menjadi penopang utama, sempat naik hingga 7,2%. Penguatan juga terlihat pada otomotif, mesin, kimia, dan trading house. Sektor pertambangan, pelayaran, dan produk minyak ikut menguat, sementara farmasi dan ritel tertinggal.

Nomura menilai meski penyelesaian perang masih jauh, ada langkah-langkah untuk menghindari skenario terburuk. Namun pasar tetap meragukan efektivitas pembicaraan karena AS tetap mengirim pasukan ke kawasan. Dalam kondisi ini, saham terkait semikonduktor mulai dipandang lebih “defensif” karena dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi konflik Iran dan harga minyak. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 24, 2026

Nikkei-Topix Melonjak, Pasar Mencium Gencatan Senjata AS–Iran

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada Rabu pagi seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah, setelah ekspektasi pasar mengarah pada upaya AS mendorong gencatan senjata satu bulan dengan Iran. Perbaikan sentimen ini mendorong risk appetite kembali masuk ke ekuitas Asia.

Indeks Topix naik 2,3% ke 3.642,45 pada 09:23 waktu Tokyo, sementara Nikkei menguat 2,7% ke 53.648,87. Kenaikan berlangsung luas, dengan 1.555 dari 1.657 saham anggota Topix menguat, hanya 79 yang turun, dan 23 tidak berubah.

Kontributor terbesar datang dari Toyota Motor yang naik 3,1%, membantu mengangkat indeks. Pelaku pasar menilai saham-saham yang sebelumnya banyak dijual mulai mendapat perhatian kembali, terutama kelompok yang sensitif terhadap sentimen makro.

Strategis Daiwa Asset Management, Kazunori Tatebe, menilai ada tanda-tanda eskalasi AS–Iran mereda. Ia menyebut pasar Jepang cenderung “menguji rebound” secara hati-hati, dengan saham yang sebelumnya tertekan—termasuk yang terkait semikonduktor—berpeluang memimpin pemulihan.

Di kawasan, MSCI AC Asia Pacific naik 1,3%, menunjukkan pemulihan risiko yang lebih luas. Secara kinerja, Topix tercatat naik 6,8% year-to-date, melampaui MSCI AC Asia Pacific yang naik 4,1%, menandakan saham Jepang relatif lebih kuat dibanding rata-rata regional.

Dari sisi valuasi, saham anggota Topix diperdagangkan di sekitar 16,3 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. Ke depan, pasar akan tetap sangat peka terhadap headline diplomasi dan stabilitas energi; harapan gencatan senjata bisa menopang reli, tetapi ketidakpastian geopolitik tetap berpotensi menjaga volatilitas. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 16, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan.


Sumber : Newsmaker


Sunday, March 15, 2026

Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.

Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.

Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.

Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.

Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Thursday, March 12, 2026

Nikkei Turun di Tengah Lonjakan Minyak, Volatilitas Opsi Naik Tajam

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis(12/3), dengan indeks Nikkei 225 turun 1,05% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, mencerminkan sentimen yang kembali defensif di tengah kenaikan harga energi.

Di antara saham yang menguat, Shin-Etsu Chemical naik 4,08% ke 6.401 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. Kawasaki Heavy Industries menguat 3,82% ke 16.715, sementara Mitsubishi Heavy Industries naik 3,57% ke 4.781.

Di sisi pelemahan, Denka turun 6,01% ke 3.346, Japan Exchange Group melemah 5,58% ke 1.861,50, dan SUMCO turun 4,87% ke 1.623. Secara keseluruhan, breadth pasar sangat negatif: 3.128 saham turun versus 536 saham naik, dengan 142 tidak berubah.

Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 31,92% ke 42,94, menandakan premi risiko di pasar opsi meningkat setelah sesi-sesi sebelumnya yang bergejolak. Lonjakan volatilitas ini sejalan dengan pergerakan tajam lintas aset dan sensitivitas pasar terhadap headline energi dan geopolitik.

Di komoditas, WTI April melonjak 5,42% ke US$91,98 per barel dan Brent Mei naik 5,86% ke US$97,37, memperkuat tekanan biaya energi yang berpotensi membebani sentimen ekuitas. Emas berjangka April turun tipis 0,13% ke US$5.172,59 per troy ons. Di FX, USD/JPY relatif datar di 158,94 dan EUR/JPY turun 0,16% ke 183,57, sementara indeks dolar berjangka naik 0,16% ke 99,39.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, March 11, 2026

Nikkei Naik Dipimpin Real Estat dan Bank, Volatilitas Opsi Turun Tajam

 


Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(11/3), dengan indeks Nikkei 225 naik 1,51% di Tokyo. Kenaikan didorong penguatan sektor real estat, perbankan, dan tekstil, mencerminkan membaiknya selera risiko setelah sesi-sesi pasar yang berfluktuasi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar memimpin penguatan. Resonac Holdings melonjak 10,42% ke 11.925, Nintendo naik 8,90% ke 9.932, sementara Furukawa Electric menguat 8,36% ke 29.750 pada penutupan.

Di sisi pelemahan, Olympus turun 4,97% ke 1.349 dan menyentuh level terendah lima tahun. NEC melemah 4,20% ke 4.311 dan Shift turun 3,83% ke 688,10.

Secara keseluruhan, breadth pasar positif dengan 2.393 saham naik, 1.179 turun, dan 244 tidak berubah. Indeks Volatilitas Nikkei yang mengukur volatilitas tersirat opsi Nikkei 225 merosot 42,89% ke 32,55, mengindikasikan pasar opsi menurunkan premi risiko setelah periode pergerakan tajam.

Di pasar lain, WTI April stabil di US$83,45 per barel, sementara Brent Mei turun 0,62% ke US$87,26. Emas berjangka April terkoreksi 0,72% ke US$5.204,26 per troy ons. Pada FX, USD/JPY turun tipis ke 157,99, EUR/JPY naik ke 183,79, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,06% ke 98,75.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Tuesday, March 10, 2026

Nikkei Tembus 55.000, Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Jepang

 


PT Rifan - Saham Jepang kembali menguat pada perdagangan Rabu, mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,1% hingga menembus level 55.000, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 1,6% ke 3.723. Penguatan ini didorong oleh turunnya harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi yang kembali meningkat.

Harga minyak bergerak turun lebih lanjut setelah International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya. Langkah ini bahkan disebut melampaui pelepasan 182 juta barel yang pernah dilakukan pada 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina. Penurunan harga energi tersebut ikut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Saham-saham teknologi Jepang menjadi pemimpin kenaikan setelah Oracle melonjak hampir 9% dalam perdagangan lanjutan, didukung pendapatan yang kuat dan meningkatkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Beberapa saham yang mencatat kenaikan besar antara lain Kioxia Holdings yang naik 6,3%, SoftBank Group 5%, dan Fujikura 4,8%.

Selain itu, Nintendo ikut melonjak 6% setelah mengajukan keluhan resmi untuk meminta pengembalian dana atas tarif yang dipungut Amerika Serikat. Sementara itu, Japan Display kembali melesat 30% setelah muncul laporan bahwa AS dan Jepang sedang mempertimbangkan rencana pembangunan pabrik display di Amerika Serikat. Secara keseluruhan, kombinasi turunnya harga minyak dan kuatnya sentimen teknologi memberi dorongan besar bagi bursa Jepang.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 9, 2026

Nikkei Rebound, Minyak Koreksi Redakan Kekhawatiran Stagflasi


 

PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 2,8% menembus 54.000 pada Selasa(10/3), sementara Topix naik 2% ke 3.650, memulihkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dipicu turunnya harga minyak kembali ke bawah US$100 per barel yang membantu meredakan kekhawatiran stagflasi di pasar global.

Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal perang Iran dapat segera berakhir dan mengungkap rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Di saat yang sama, menteri keuangan negara G7 menyatakan kelompok tersebut “siap” melepas minyak dari cadangan strategis bila diperlukan, memperkuat persepsi bahwa otoritas akan berupaya menahan lonjakan biaya energi.

Sebelumnya, saham global tertekan di tengah ketidakpastian konflik Iran, sementara reli harga minyak memicu kekhawatiran dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi. Penurunan minyak kali ini menekan premi risiko energi dan memberi ruang bagi pelaku pasar untuk kembali mengambil risiko pada ekuitas, terutama sektor yang sensitif terhadap biaya input dan suku bunga.

Dari sisi domestik, revisi naik pertumbuhan PDB Jepang kuartal IV menjadi 0,3% dari estimasi awal 0,1%—didukung permintaan domestik yang kuat—ikut memperkuat narasi pemulihan. Saham teknologi memimpin reli, dengan Kioxia Holdings naik 11%, Fujikura 10%, dan Advantest 5,5%. Saham unggulan di sektor keuangan, konsumen, dan pertahanan juga menguat.

Ke depan, pasar akan memantau arah konflik Iran dan tindak lanjut kebijakan untuk menstabilkan harga minyak, termasuk potensi pelepasan cadangan strategis. Pergerakan minyak tetap menjadi variabel kunci karena berpengaruh langsung pada ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global, yang pada gilirannya menentukan daya tahan reli ekuitas Jepang.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Sunday, March 8, 2026

Nikkei Anjlok 6% karena Saham Chip dan Keuangan Tertekan

 


PT Rifan Financindo - Indeks Saham Nikkei turun tajam sebesar 6,0% pada hari Senin, 9 Maret, menjadi 52.270,16. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran tentang kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda baru melemahnya pasar tenaga kerja AS, yang membebani sentimen risiko.

Saham sektor chip dan keuangan memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 10%, SoftBank Group turun 10%, sementara Mizuho Financial Group turun 7,4% di tengah aksi jual yang meluas.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di 158,39 yen, dibandingkan dengan 157,82 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen dan dolar menjadi fokus karena berpotensi memengaruhi prospek pendapatan emiten, terutama yang sensitif terhadap nilai tukar.

Investor kini memantau dengan cermat perkembangan di Iran, dinamika harga minyak, dan langkah-langkah kebijakan pemerintah Jepang untuk menanggapi kenaikan biaya energi. Arah pasar diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh apakah tekanan harga energi akan berlanjut dan bagaimana pemerintah menanggapi risiko inflasi dan daya beli domestik. (asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, March 5, 2026

Nikkei Naik, Sektor Energi dan Perbankan Memimpin Kenaikan Saham Tokyo

 

Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (5/3), dengan Nikkei 225 naik 1,72%, didorong oleh kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Kenaikan tersebut bersifat luas, tercermin dalam dominasi saham yang naik di Bursa Saham Tokyo: 3.438 saham naik, 300 turun, dan 85 tidak berubah.

Di antara pendorong indeks, Inpex melonjak 7,46% menjadi 4.161, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Nippon Electric Glass naik 7,05% menjadi 6.740, sementara Resona Holdings naik 6,52% menjadi 1.788,5, menyoroti peran saham energi dan keuangan dalam memicu reli tersebut.

Namun, tidak semua saham bergerak ke arah yang sama. Nitori turun 3,59% menjadi 2.819, Kyowa Kirin melemah 3,00% menjadi 2.164, dan Nexon turun 2,90% menjadi 2.983, menunjukkan rotasi selektif di tengah penguatan indeks utama.

Di balik kenaikan harga saham, ukuran ketidakpastian pasar justru meningkat. Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 76,95% menjadi 53,05, level tertinggi dalam enam bulan, menunjukkan pelaku pasar masih memberikan premi pada risiko meskipun indeks ditutup lebih tinggi.

Di pasar global, komoditas memberikan latar belakang yang mendukung untuk energi: WTI untuk April naik 2,57% menjadi US$76,58 per barel dan Brent untuk Mei naik 0,79% menjadi US$83,16. Emas untuk April naik 0,83% menjadi US$5.177,26 per troy ounce. Sementara itu, USD/JPY sedikit turun 0,03% menjadi 157,02, dengan indeks dolar berjangka naik 0,25% menjadi 98,97. (alg) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker.id


Wednesday, March 4, 2026

Bursa Jepang Terkoreksi, Sektor Transport Terpukul

 


PT Rifan - Saham Jepang ditutup melemah tajam pada Rabu(4/3), dengan Nikkei 225 turun 3,70%. Tekanan jual dipimpin oleh sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan sentimen risk-off yang masih kuat di pasar global.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham tetap mencatat kinerja positif. BayCurrent Consulting memimpin penguatan dengan naik sekitar 5,61%, diikuti ZOZO dan Oriental Land yang menguat moderat hingga penutupan.

Namun tekanan terbesar datang dari saham-saham yang anjlok tajam. Kyowa Kirin turun sekitar 18,31%, sementara DOWA Holdings dan Sumitomo Metal Mining merosot lebih dari 10%. Secara keseluruhan, saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Efek Tokyo, menegaskan pelemahan yang bersifat luas.

Dari sisi indikator risiko, Nikkei Volatility Index justru turun sekitar 14,32% ke 29,98, menandakan ekspektasi volatilitas tersirat mulai mereda meski harga saham jatuh. Di pasar komoditas, WTI April naik ke sekitar $76,71/barel dan Brent Mei ke $83,95/barel, sementara emas April menguat ke sekitar $5.170/ons—kenaikan energi yang biasanya menambah tekanan bagi pasar saham melalui risiko inflasi dan biaya.

Di pasar valas, USD/JPY melemah tipis ke 157,44 dan EUR/JPY turun ke 182,81, sementara Dollar Index Futures relatif stabil di sekitar 99,03. Ke depan, arah Nikkei akan sangat bergantung pada kombinasi pergerakan harga energi, perkembangan geopolitik, dan perubahan selera risiko global—jika minyak bertahan tinggi, tekanan pada saham Jepang berpotensi berlanjut.(alg) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, March 3, 2026

Nikkei terpukul saat minyak naik; risiko inflasi mengaburkan jalur kebijakan BOJ

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang melemah tajam pada Selasa, dengan Nikkei 225 turun 3,06% ke 56.279 dan Topix terkoreksi 3,24% ke 3.772, memperpanjang tekanan dari sesi sebelumnya ketika eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi global.

Tekanan ini menempatkan Jepang pada kombinasi yang tidak nyaman: risiko pertumbuhan yang melambat bersamaan dengan tekanan harga yang tetap bertahan. Bagi pasar, lonjakan energi bukan sekadar isu komoditas ia langsung menyasar neraca impor energi Jepang, menekan daya beli rumah tangga, dan berpotensi memperumit disinflasi yang diharapkan.

Di sisi kebijakan, narasi menjadi semakin “dua arah”. Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino sebelumnya menyampaikan bank sentral berniat melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap menuju stance yang lebih netral, sejalan dengan penilaian bahwa inflasi dasar bergerak naik meski belum “pasti” bertahan di 2%. Namun, eskalasi geopolitik dan gejolak pasar belakangan membuat sebagian pelaku pasar menilai BOJ berpotensi lebih berhati-hati; Reuters melaporkan sumber-sumber yang menyebut peluang BOJ menahan suku bunga pada pertemuan 18–19 Maret meningkat, dengan ekspektasi kenaikan bergeser ke April.

Penurunan di bursa Tokyo bersifat luas. Hampir semua sektor ikut melemah, dengan tekanan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar mulai dari manufaktur dan otomotif hingga teknologi mencerminkan repricing cepat terhadap risiko biaya energi, margin, dan permintaan global.

Yang akan dipantau pasar dari sini bukan hanya arah Nikkei, melainkan indikator transmisi: apakah reli minyak bertahan (dan sejauh mana memicu kekhawatiran inflasi), respons yen terhadap risk-off, serta nada BOJ yang menyeimbangkan normalisasi kebijakan dengan risiko “stagflation-lite” domestik.(Cp) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, March 2, 2026

Nikkei Jatuh 2,3%: Jepang Tersungkur

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah tajam pada awal pekan, terseret kekhawatiran pasar soal stabilitas di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak setelah serangan AS dan Israel ke Iran. Sentimen risk-off bikin investor mengurangi posisi di saham-saham yang sensitif terhadap ketidakpastian global.

Tekanan paling berat datang dari sektor keuangan dan maskapai, yang langsung kena imbas saat risiko geopolitik naik dan biaya energi diperkirakan makin mahal. Nomura Holdings anjlok 7,3%, sementara Japan Airlines turun 6,2%.

Di sisi lain, saham energi justru jadi pengecualian. Inpex melonjak 12% karena harga minyak yang menguat memberi prospek pendapatan lebih baik bagi perusahaan eksplorasi migas.

Di pasar valuta, USD/JPY menguat ke 156,43 dari 155,90 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat, menandakan demand dolar naik saat investor cari aset yang dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, Nikkei tercatat turun 2,3% ke 57.478,55, dengan pasar terus memantau perkembangan Timur Tengah dan pergerakan minyak.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, March 1, 2026

Nikkei Cetak Rekor Lagi, Real Estat & Bank Angkat Indeks

 



Rifan Financindo - Saham-saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat, didorong penguatan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Nikkei 225 naik 0,36% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru di akhir sesi.

Penguatan juga terlihat dari breadth pasar yang sangat dominan: jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 3.064 : 600, sementara 167 saham stagnan. Namun, di balik kenaikan indeks, volatilitas justru ikut meningkat. Nikkei Volatility Index melonjak 16,07% ke 31,21, menandakan pasar tetap sensitif terhadap pergerakan tajam antar-sektor.

Di papan top gainers, Sumitomo Metal Mining (5713) melesat 11,28% ke 12.625, disusul DOWA Holdings (5714) yang naik 10,63% ke 11.550, serta JGC Corp (1963) yang menguat 8,02% ke 2.477. Sejumlah saham bahkan dilaporkan menyentuh level tertinggi baru (all-time high/level tinggi multi-tahun), menegaskan rotasi minat beli masih aktif pada saham-saham tertentu.

Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham terkait teknologi/semikonduktor. Advantest (6857) turun 4,53% ke 26.850, Disco (6146) melemah 4,51% ke 75.500, dan Dainippon Screen (7735) turun 3,23% ke 22.925. Koreksi ini menunjukkan pasar tidak bergerak seragam meski indeks menguat.

Di pasar komoditas, minyak ikut menguat: WTI April naik 0,83% ke $65,75/barel, sementara Brent Mei naik 0,66% ke $71,31/barel. Emas berjangka April naik tipis 0,16% ke $5.202,50 per troy ounce, menjaga bias defensif tetap ada.

Dari pasar valuta asing, USD/JPY melemah tipis 0,12% ke 155,95 dan EUR/JPY turun 0,04% ke 184,06. Sementara Indeks Dolar AS Berjangka turun tipis 0,04% ke 97,70, memberi sedikit ruang bagi aset berisiko di Asia namun belum cukup untuk menghapus kenaikan volatilitas.(alg) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 26, 2026

Rekor Baru Jepang, Pasar Spekulasi BOJ Lebih Dovish

 


PT Rifan - Mayoritas bursa Asia-Pasifik bergerak menguat pada Kamis, dipimpin Jepang setelah Nikkei 225 menembus level 59.000 untuk pertama kalinya. Reli ini dikaitkan dengan “Takaichi trade”—taruhan pasar bahwa kebijakan pro-pertumbuhan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menopang saham, sementara arah moneter cenderung lebih longgar dan menekan yen.

Nikkei 225 sempat menyentuh area 59.000 sebelum menutup sesi di 58.753,39 (rekor penutupan), sementara Topix juga mencetak puncak baru dan ditutup di 3.880,34. Dorongan datang setelah pemerintah Jepang menunjuk Ayano Sato (Aoyama Gakuin University) dan Toichiro Asada (Chuo University) sebagai kandidat anggota dewan kebijakan BOJ yang dipandang lebih dovish/reflationist, sejalan dengan pendekatan ekonomi Takaichi.

Di kawasan lain, Korea Selatan ikut menguat tajam setelah KOSPI melesat menembus 6.300, sementara Bank of Korea menahan suku bunga acuan di 2,50% dan memberi sinyal jeda kebijakan yang lebih panjang. Sentimen juga terbantu reli saham teknologi—termasuk pemasok rantai AI seiring pasar mencerna hasil Nvidia.

Namun, penguatan Asia tidak merata. Hang Seng Hong Kong melemah, sedangkan bursa China daratan cenderung hati-hati menjelang agenda kebijakan berikutnya. Secara umum, sentimen risk-on terbantu oleh performa teknologi global, tetapi investor masih selektif karena isu geopolitik dan kekhawatiran valuasi sektor tech tetap membayangi.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 25, 2026

Nikkei Menguat Tajam, Volatilitas Ikut Naik

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu(25/2), didorong kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil. Pada penutupan perdagangan di Tokyo, indeks Nikkei 225 melonjak 2,22% dan mencetak rekor tertinggi baru, mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap aset berisiko di bursa Jepang.

Dari sisi emiten, penguatan dipimpin saham Mitsui Mining and Smelting yang naik 8,17% ke 35.740. Sumitomo Metal Mining menguat 7,77% ke 11.650, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 7,57% ke 23.370. Sejumlah saham tersebut juga dilaporkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, mempertegas kuatnya momentum reli pada sesi ini.

Di sisi lain, tekanan terlihat pada beberapa saham besar. Nippon Steel turun 5,51% ke 627,30, Resona Holdings melemah 5,01% ke 1.830,00, dan Takashimaya turun 4,62% ke 2.107,50. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Efek Tokyo, menandakan penguatan bersifat cukup luas meski ada kantong-kantong koreksi.

Pasar juga mencermati indikator volatilitas. Indeks Volatilitas Nikkei naik 15,10% ke 30,80, mengindikasikan ekspektasi fluktuasi yang lebih tinggi. Di pasar komoditas, WTI naik ke sekitar $66,04/barel dan Brent menguat ke $71,00/barel, sementara emas berjangka naik ke sekitar $5.213,81/oz. Di pasar valas, USD/JPY turun tipis ke 155,70 dan indeks dolar AS berjangka melemah ke 97,59, mencerminkan pergerakan dolar yang cenderung lebih lunak pada sesi tersebut.(alg) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, February 24, 2026

Bursa Jepang Menguat, Nikkei Terdorong Properti & Keuangan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Selasa(24/2), ditopang kenaikan di sektor real estat, perbankan, dan tekstil yang mendorong sentimen pasar. Di Tokyo, Nikkei 225 naik 0,83%, menandai sesi yang solid setelah aksi beli kembali mengalir ke sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Di jajaran penggerak utama, Furukawa Electric melonjak 15,32% ke 26.910 dan menyentuh level tertinggi lima tahun, sementara Murata Manufacturing naik 10,07% ke 4.045 (tertinggi tiga tahun). Fujikura juga menguat 10,00% ke 25.190 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, menegaskan rotasi minat ke saham-saham yang sensitif terhadap siklus dan belanja modal.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa nama besar. Trend Micro anjlok 13,75% ke 4.906 dan jatuh ke level terendah lima tahun, sedangkan Sumitomo Dainippon Pharma turun 9,47% ke 2.241. Fujitsu melemah 8,73% ke 3.313, menjadi salah satu penekan utama di sisi negatif indeks.

Secara keseluruhan, bursa Tokyo menunjukkan bias positif: jumlah saham yang naik (2.076) melampaui yang turun (1.571), sementara 184 saham ditutup stagnan. Dari sisi sentimen, Nikkei Volatility Index turun 7,95% ke 26,76, mencetak level terendah baru dalam satu bulan—menggambarkan meredanya permintaan proteksi (hedging) di pasar opsi.

Di pasar komoditas, WTI naik 0,69% ke $66,77/barel dan Brent bertambah 0,68% ke $71,59/barel. Sementara itu, emas berjangka April terkoreksi 0,63% ke $5.192,94/oz, sejalan dengan pergeseran risk appetite. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,22% ke 154,98 dan EUR/JPY menguat 0,17% ke 182,57, sementara indeks dolar AS berjangka naik tipis 0,10% ke 97,74.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, February 23, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.

Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.

Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).

Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv)  Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Sunday, February 22, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.


Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.


Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.


Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).


Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 19, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Sentimen Risiko Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang melemah pada Jumat (20/2), mengakhiri reli dua hari sebelumnya, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi dan perbankan. Indeks Nikkei 225 turun 1% ke sekitar 56.900, sementara Topix melemah 1,2% ke 3.805, seiring investor kembali mengurangi eksposur risiko.

Sentimen global memburuk di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran pasar, ketika Presiden Donald Trump disebut mempertimbangkan opsi tindakan untuk menekan Teheran agar lebih serius di meja perundingan. Kondisi ini menahan selera risiko dan mendorong pasar Asia bergerak lebih defensif.

Investor juga cenderung menunggu rilis data ekonomi penting AS yang dapat membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. Kewaspadaan meningkat setelah risalah rapat terbaru menunjukkan sebagian pejabat masih membuka peluang suku bunga dinaikkan lagi apabila inflasi tetap bertahan tinggi, sehingga arah suku bunga ke depan kembali menjadi faktor besar bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi utama dan inflasi inti Jepang melambat pada Januari, mencerminkan efek kebijakan pemerintah untuk meredakan tekanan biaya hidup. Di level saham, pelemahan dipimpin oleh Tokyo Electron (-3,5%), SoftBank Group (-3,3%), dan Mitsubishi UFJ (-2,2%). Meski terkoreksi pada Jumat, kedua indeks acuan masih berada di jalur untuk menutup pekan relatif stabil.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 18, 2026

Nikkei Rebound, Ekspor Kuat Angkat Sentimen Jepang

 


PT Rifan Financindo - Indeks saham Jepang menguat pada Rabu(18/2), dengan Nikkei 225 naik 1,02% dan ditutup di 57.144, sementara Topix melesat 1,21% ke 3.807. Penguatan ini membantu pasar memulihkan kerugian di awal pekan, setelah Jepang melaporkan pertumbuhan ekspor yang kuat—faktor yang memperbaiki prospek ekonomi dan menopang sentimen investor.

Dari sisi politik, Perdana Menteri Sanae Takaichi resmi terpilih kembali usai kemenangan pemilu yang menentukan. Fokus pemerintah kini bergeser ke percepatan pembahasan anggaran serta implementasi kesepakatan dagang yang telah dicapai dengan Presiden AS Donald Trump. Takaichi juga mengonfirmasi tahap awal proyek dari komitmen investasi Jepang senilai $550 miliar yang dikaitkan dengan kesepakatan bilateral tersebut.

Di sisi lain, IMF mendorong Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dan menghindari pelonggaran fiskal, sembari mengingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi dapat “mengikis ruang fiskal” dan meningkatkan risiko fiskal. Terlepas dari peringatan tersebut, pasar tetap solid, dengan saham sektor keuangan memimpin reli—termasuk Mitsubishi UFJ, Mizuho, dan Sumitomo Mitsui yang menguat sekitar 0,5% hingga 2,8%.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 17, 2026

AI Tak Lagi Menakutkan? Bursa Tokyo Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan yang memicu perkembangan kecerdasan buatan (AI), setidaknya untuk sementara waktu. Penguatan ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko, dengan mengembalikan investor pada sektor-sektor yang dinilai diuntungkan.

Kenaikan dipimpin oleh saham-saham finansial. Dai-ichi Life Holdings tercatat naik 2,4%, sementara Resona Holdings menguat 2,9%, menandai minat beli yang kuat pada emiten perbankan dan asuransi.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 153,11, dibandingkan 152,88 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Selasa. Pergerakan yen ini juga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi prospek laba perusahaan dan arah aliran dana asing ke ekuitas Jepang.

Investor juga mencermati langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi, termasuk rincian rencana investasi Jepang senilai $36 miliar di Amerika Serikat. Investasi tersebut meliputi sektor mineral kritis, infrastruktur minyak dan gas, serta pembangkit listrik, yang dinilai berpotensi berdampak pada strategi industri dan energi Jepang ke depan.

Sejalan dengan sentimen positif tersebut, Nikkei Stock Average naik 0,8% ke level 57.017,46. Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan pemerintah dan arus investasi lintas negara, yang dapat menentukan penguatan indeks dalam beberapa sesi mendatang.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, February 12, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor, Kekhawatiran AI Balik Menekan

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada Jumat (13/2), mengikuti tekanan dari Wall Street yang kembali diguncang kekhawatiran soal belanja modal (capex) AI yang dinilai terlalu tinggi dan belum tentu berujung pada keuntungan yang sepadan. Indeks Nikkei 225 turun 1,2% hingga kembali di bawah 57.000, sementara Topix melemah 0,7% ke 3.855—menjauh dari rekor tertinggi yang sempat dicapai sebelumnya.

Gelombang jual di AS terjadi karena pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan “booming” investasi AI, sekaligus mengantisipasi potensi disrupsi terhadap model bisnis tradisional yang menekan berbagai sektor. Efeknya cepat menular ke Asia, termasuk Jepang, terutama pada saham-saham yang dipandang punya eksposur besar terhadap tema AI.

Di Tokyo, SoftBank Group—yang kerap dianggap barometer AI Jepang—anjlok lebih dari 5%, meski perusahaan baru saja kembali mencatat laba kuartalan berkat kenaikan valuasi terkait OpenAI. Tekanan juga menghantam saham lain: Recruit Holdings turun sekitar 7%, sedangkan konglomerat industri Hitachi melemah 4%.

Namun tidak semua ikut tenggelam. Kioxia Holdings justru melonjak 12% setelah membukukan kinerja kuartalan yang kuat, terbantu reli harga NAND yang kembali menguat seiring dorongan permintaan bertema AI. Kioxia jadi pengecualian yang menonjol di tengah sentimen pasar yang sedang defensif.

Meski Jumat terkoreksi, indeks acuan Jepang secara umum masih berpeluang menutup pekan dengan kenaikan. Sentimen jangka menengah tetap ditopang optimisme bahwa agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mendorong pertumbuhan domestik tanpa merusak posisi fiskal Jepang—meski investor tetap waspada terhadap volatilitas global yang dipicu isu AI.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 11, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Tapi Rali Jepang Dinilai Rentan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yang lebih agresif. Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis baru melewati 56.000, 57.000, dan bahkan mendekati 58.000—dalam rali yang sering disebut pasar sebagai “Takaichi trade”.

Namun, sejumlah pengamat menilai rali ini berpotensi rapuh karena muncul jarak antara lonjakan harga saham dan kondisi fundamental ekonomi. Pada Selasa, Nikkei sempat menyentuh kisaran 57.960 dan indeks disebut sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, tetapi sebagian analis menilai penguatan tersebut lebih banyak digerakkan oleh sentimen, likuiditas, dan narasi kebijakan, bukan perbaikan data ekonomi yang solid.

Katalis utamanya adalah keyakinan bahwa mandat politik yang kuat akan membuka ruang untuk belanja fiskal lebih besar, keringanan pajak, dan dorongan investasi—khususnya sektor-sektor yang dianggap strategis. Pasar pada dasarnya menyukai kepastian politik, apalagi bila disertai prospek stimulus dan agenda pro-pertumbuhan.

Meski begitu, euforia tersebut dinilai bisa berjalan lebih cepat daripada kejelasan mengenai “biaya” dan sumber pendanaan kebijakan. Jepang berada dalam tekanan karena beban utang pemerintah yang sangat tinggi, sehingga ekspansi fiskal berisiko memperbesar kekhawatiran pasar obligasi dan memicu volatilitas nilai tukar—dua faktor yang bisa cepat mengguncang saham jika arah pasar berubah

Dari sisi data, ekonomi Jepang sempat menunjukkan pelemahan pada pertengahan 2025: PDB riil kuartal Juli–September 2025 tercatat turun 0,4% (qoq) atau -1,8% annualized, kontraksi pertama dalam enam kuartal. Artinya, fondasi makro belum sepenuhnya menguat meski bursa bergerak sangat agresif. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Nikkei Pecah Rekor Lagi, “Sanaenomics” Mulai Dipercaya

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all-time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terutama setelah hasil pemilu majelis rendah yang dinilai memperkuat peluang pemerintahannya bertahan lebih lama.

J.P. Morgan memperkirakan pemerintahan Takaichi berpotensi berlangsung panjang dan mendorong percepatan kebijakan yang disebut “Sanaenomics”. Konsep ini mengarah pada kebijakan fiskal yang proaktif namun tetap memperhatikan suku bunga dan nilai tukar, mendorong investasi korporasi, serta mempercepat reformasi perusahaan.

Secara sektoral, penguatan Nikkei ditopang lonjakan sejumlah saham unggulan. Furukawa Electric melesat 23%, sementara Nissan Chemical naik 17%, mencerminkan minat beli yang kuat pada saham-saham yang dinilai akan diuntungkan dari dorongan investasi dan reformasi.

Nikkei ditutup naik 2,3% ke level 57.650,54. Sementara itu, yen menguat terhadap dolar AS, dengan USD/JPY berada di 155,33, dibanding 156,40 pada penutupan pasar saham Tokyo sehari sebelumnya—memberi sinyal arus risiko masih masuk meski pasar tetap mencermati dinamika nilai tukar.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Nikkei Naik 1,5%, Saham Teknologi Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada hari Selasa, melanjutkan euforia setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasar mulai memasang ekspektasi lebih besar pada arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan baru, yang dinilai dapat mendorong belanja dan dukungan terhadap strategi sektor-sektor.

Indeks Nikkei 225 naik 1,5% menjadi 57.205,64, dengan penguatan saham yang dipimpin teknologi, elektronik, dan mesin. Sektor-sektor ini menjadi sorotan karena biasanya paling cepat diuntungkan saat pasar berharap ada stimulus atau dukungan kebijakan untuk industri.

Sejumlah saham besar melesat: SoftBank Group menguat 5,8%, IHI Corp naik 5,9%, dan NEC Corp naik 5,5%. Lonjakan ini menunjukkan pasar bukan hanya naik tipis merata, tapi benar-benar memilih “pemenang” dari sektor yang dianggap paling punya peluang.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,20, sedikit lebih rendah dibandingkan 156,40 saat penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Yen yang bergerak sensitif belakangan ini masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan fiskal Jepang, serta kemungkinan respons otoritas jika pelemahan yen kembali berlebihan.

Ke depan, investor masih menunggu detail lebih jelas soal paket kebijakan Takaichi, sambil menyatukan musim rilis laporan keuangan emiten. Kombinasi “janji kebijakan” dan kinerja korporasi inilah yang akan menentukan apakah reli ini bisa bertahan, atau hanya euforia awal yang cepat memudar.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangkat indeks Nikkei 225 hingga mencetak rekor baru, sementara Topix ikut menembus puncak tertinggi.

Pada perdagangan pagi, Nikkei sempat naik sekitar 4% dan Topix menguat lebih dari 2%. Kenaikan dipimpin sektor elektronik dan perbankan, seiring perburuan investor terhadap saham-saham yang dinilai paling diuntungkan jika pemerintah membuka keran belanja untuk strategi industri seperti pemerintah dan AI.

Koalisi penguasa yang dipimpin Takaichi meraih mayoritas besar di parlemen, memberi ruang kebijakan yang lebih luas untuk mendorong stimulus fiskal. Janji kampanyenya soal penghentian sementara konsumsi pajak untuk makanan juga ikut menyulut minat di saham ritel dalam beberapa pekan terakhir.

Analis menilai hasil pemilu ini melampaui perkiraan awal dan bisa menjadi “pemantik” untuk gelombang kebijakan ekspansif berikutnya. Fokus pasar mengarah ke emiten pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, saham-saham terkait ruang angkasa, sektor keuangan, hingga perusahaan yang dekat dengan rantai pasok pangan.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 



PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Saham Jepang Rebound Tipis, Pasar Fokus ke Pemilu Akhir Pekan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tipis pada Kamis, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya ketika perhatian investor mulai terkunci ke pemilu majelis rendah yang digelar akhir pekan ini. Nikkei 225 naik sekitar 0,2%, sementara Topix menguat lebih solid 0,4%—menggambarkan sentimen yang mulai stabil setelah volatilitas di sektor global, terutama teknologi.

Fokus utama pasar adalah langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang memanggil pemilu dadakan untuk mengamankan dukungan terhadap agenda kebijakan, termasuk peningkatan belanja dan prioritas fiskal lainnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai pasang posisi jelang rilis PDB Jepang kuartal IV pekan depan, yang diperkirakan rebound setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

Dari pergerakan saham, penguatan dipimpin oleh nama-nama besar yang punya bobot tinggi di indeks. Toyota melaju sekitar +1,7%, disusul Hitachi +1,1%, Lasertec +0,8%, Shin-Etsu Chemical +0,7%, dan JX Advanced Metals +2,3%. Kinerja saham-saham ini membantu menahan pasar tetap hijau meski investor masih cenderung selektif.

Di ranah korporasi, sorotan datang dari Renesas Electronics yang melonjak sekitar +7% setelah mengumumkan rencana menjual bisnis Timing ke SiTime senilai US$3 miliar. Aksi korporasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk merapikan portofolio dan memperkuat fokus bisnis inti.

Kesimpulannya, pasar Jepang sedang masuk fase “wait and see”: pemilu dan PDB menjadi dua katalis terdekat yang bisa menentukan arah yen, obligasi, dan saham—terutama karena kebijakan fiskal (belanja/pajak) berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan Jepang ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 3, 2026

Nikkei Siap Koreksi Setelah Cetak Rekor, Ada Apa?

 


Indeks saham Jepang diperkirakan melemah setelah reli kencang yang mengantarkan pasar ke rekor tertinggi pada Selasa. Setelah euforia, pelaku pasar mulai mengantisipasi aksi ambil untung—apalagi ketika sentimen global mulai kurang ramah.

Tekanan datang dari Wall Street: saham teknologi AS turun semalam, dan itu bisa “menular” ke sektor teknologi di Jepang yang sebelumnya ikut jadi mesin penggerak reli.

Sinyal awal sudah terlihat di pasar derivatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 turun 1,0% ke 54.025 di Singapore Exchange—indikasi pasar membuka hari dengan nada lebih hati-hati.

Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY berada di 155,78, menguat dibanding 155,43 saat penutupan pasar saham Tokyo pada Selasa. Pergerakan yen bisa ikut memengaruhi saham eksportir dan sentimen risiko secara keseluruhan.

Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan. Dua emiten besar yang dinanti hari Rabu adalah Marubeni dan Mitsubishi Heavy Industries—hasilnya bisa jadi “penentu arah” setelah indeks sudah naik terlalu cepat.

Sebagai konteks, pada Selasa Nikkei Stock Average melesat 3,9% dan menutup hari di level tertinggi sepanjang masa 54.720,66. Setelah lonjakan segila itu, pasar biasanya masuk fase uji: koreksi sehat dulu, atau justru lanjut terbang?(asd) Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker