Sunday, February 22, 2026

Saham Jepang Turun di Tengah Aksi Risk-Off

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Jumat (20/2), seiring pelaku pasar beralih ke mode risk-off setelah tensi AS–Iran meningkat dan menekan minat asset berisiko. Nikkei 225 turun 1,12% ke 56.826, sementara Topix melemah 1,13% ke 3.808, sekaligus memutus reli dua hari beruntun.


Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran punya waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.


Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi Jepang—baik headline maupun core—melandai pada Januari. Ini mencerminkan langkah pemerintah yang berupaya meredam tekanan biaya hidup, meski pasar tetap sensitif terhadap arah risiko global.


Aksi jual dipimpin oleh saham teknologi dan perbankan. Sejumlah emiten besar mencatat penurunan, termasuk Kioxia (-3,3%), Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), serta saham bank Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,2%) dan Mizuho Financial Group (-1,8%).


Di sisi korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, diduga karena aksi ambil untung setelah perusahaan mengantongi persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Meski turun tajam pada Jumat, kedua indeks acuan disebut masih berada di jalur untuk menutup pekan ini relatif datar secara keseluruhan.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 19, 2026

Saham Jepang Terkoreksi, Sentimen Risiko Melemah

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang melemah pada Jumat (20/2), mengakhiri reli dua hari sebelumnya, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi dan perbankan. Indeks Nikkei 225 turun 1% ke sekitar 56.900, sementara Topix melemah 1,2% ke 3.805, seiring investor kembali mengurangi eksposur risiko.

Sentimen global memburuk di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran pasar, ketika Presiden Donald Trump disebut mempertimbangkan opsi tindakan untuk menekan Teheran agar lebih serius di meja perundingan. Kondisi ini menahan selera risiko dan mendorong pasar Asia bergerak lebih defensif.

Investor juga cenderung menunggu rilis data ekonomi penting AS yang dapat membentuk ekspektasi kebijakan The Fed. Kewaspadaan meningkat setelah risalah rapat terbaru menunjukkan sebagian pejabat masih membuka peluang suku bunga dinaikkan lagi apabila inflasi tetap bertahan tinggi, sehingga arah suku bunga ke depan kembali menjadi faktor besar bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, data menunjukkan inflasi utama dan inflasi inti Jepang melambat pada Januari, mencerminkan efek kebijakan pemerintah untuk meredakan tekanan biaya hidup. Di level saham, pelemahan dipimpin oleh Tokyo Electron (-3,5%), SoftBank Group (-3,3%), dan Mitsubishi UFJ (-2,2%). Meski terkoreksi pada Jumat, kedua indeks acuan masih berada di jalur untuk menutup pekan relatif stabil.(mrv) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, February 18, 2026

Nikkei Rebound, Ekspor Kuat Angkat Sentimen Jepang

 


PT Rifan Financindo - Indeks saham Jepang menguat pada Rabu(18/2), dengan Nikkei 225 naik 1,02% dan ditutup di 57.144, sementara Topix melesat 1,21% ke 3.807. Penguatan ini membantu pasar memulihkan kerugian di awal pekan, setelah Jepang melaporkan pertumbuhan ekspor yang kuat—faktor yang memperbaiki prospek ekonomi dan menopang sentimen investor.

Dari sisi politik, Perdana Menteri Sanae Takaichi resmi terpilih kembali usai kemenangan pemilu yang menentukan. Fokus pemerintah kini bergeser ke percepatan pembahasan anggaran serta implementasi kesepakatan dagang yang telah dicapai dengan Presiden AS Donald Trump. Takaichi juga mengonfirmasi tahap awal proyek dari komitmen investasi Jepang senilai $550 miliar yang dikaitkan dengan kesepakatan bilateral tersebut.

Di sisi lain, IMF mendorong Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dan menghindari pelonggaran fiskal, sembari mengingatkan bahwa pemotongan pajak konsumsi dapat “mengikis ruang fiskal” dan meningkatkan risiko fiskal. Terlepas dari peringatan tersebut, pasar tetap solid, dengan saham sektor keuangan memimpin reli—termasuk Mitsubishi UFJ, Mizuho, dan Sumitomo Mitsui yang menguat sekitar 0,5% hingga 2,8%.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 17, 2026

AI Tak Lagi Menakutkan? Bursa Tokyo Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada perdagangan terbaru, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan yang memicu perkembangan kecerdasan buatan (AI), setidaknya untuk sementara waktu. Penguatan ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko, dengan mengembalikan investor pada sektor-sektor yang dinilai diuntungkan.

Kenaikan dipimpin oleh saham-saham finansial. Dai-ichi Life Holdings tercatat naik 2,4%, sementara Resona Holdings menguat 2,9%, menandai minat beli yang kuat pada emiten perbankan dan asuransi.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 153,11, dibandingkan 152,88 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Selasa. Pergerakan yen ini juga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi prospek laba perusahaan dan arah aliran dana asing ke ekuitas Jepang.

Investor juga mencermati langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi, termasuk rincian rencana investasi Jepang senilai $36 miliar di Amerika Serikat. Investasi tersebut meliputi sektor mineral kritis, infrastruktur minyak dan gas, serta pembangkit listrik, yang dinilai berpotensi berdampak pada strategi industri dan energi Jepang ke depan.

Sejalan dengan sentimen positif tersebut, Nikkei Stock Average naik 0,8% ke level 57.017,46. Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan pemerintah dan arus investasi lintas negara, yang dapat menentukan penguatan indeks dalam beberapa sesi mendatang.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Thursday, February 12, 2026

Nikkei Terkoreksi dari Rekor, Kekhawatiran AI Balik Menekan

 


PT Rifan - Saham Jepang melemah pada Jumat (13/2), mengikuti tekanan dari Wall Street yang kembali diguncang kekhawatiran soal belanja modal (capex) AI yang dinilai terlalu tinggi dan belum tentu berujung pada keuntungan yang sepadan. Indeks Nikkei 225 turun 1,2% hingga kembali di bawah 57.000, sementara Topix melemah 0,7% ke 3.855—menjauh dari rekor tertinggi yang sempat dicapai sebelumnya.

Gelombang jual di AS terjadi karena pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan “booming” investasi AI, sekaligus mengantisipasi potensi disrupsi terhadap model bisnis tradisional yang menekan berbagai sektor. Efeknya cepat menular ke Asia, termasuk Jepang, terutama pada saham-saham yang dipandang punya eksposur besar terhadap tema AI.

Di Tokyo, SoftBank Group—yang kerap dianggap barometer AI Jepang—anjlok lebih dari 5%, meski perusahaan baru saja kembali mencatat laba kuartalan berkat kenaikan valuasi terkait OpenAI. Tekanan juga menghantam saham lain: Recruit Holdings turun sekitar 7%, sedangkan konglomerat industri Hitachi melemah 4%.

Namun tidak semua ikut tenggelam. Kioxia Holdings justru melonjak 12% setelah membukukan kinerja kuartalan yang kuat, terbantu reli harga NAND yang kembali menguat seiring dorongan permintaan bertema AI. Kioxia jadi pengecualian yang menonjol di tengah sentimen pasar yang sedang defensif.

Meski Jumat terkoreksi, indeks acuan Jepang secara umum masih berpeluang menutup pekan dengan kenaikan. Sentimen jangka menengah tetap ditopang optimisme bahwa agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mendorong pertumbuhan domestik tanpa merusak posisi fiskal Jepang—meski investor tetap waspada terhadap volatilitas global yang dipicu isu AI.(mrv) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, February 11, 2026

Nikkei Cetak Rekor, Tapi Rali Jepang Dinilai Rentan

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, didorong optimisme politik setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dan ekspektasi agenda ekonomi yang lebih agresif. Indeks Nikkei 225 menembus level psikologis baru melewati 56.000, 57.000, dan bahkan mendekati 58.000—dalam rali yang sering disebut pasar sebagai “Takaichi trade”.

Namun, sejumlah pengamat menilai rali ini berpotensi rapuh karena muncul jarak antara lonjakan harga saham dan kondisi fundamental ekonomi. Pada Selasa, Nikkei sempat menyentuh kisaran 57.960 dan indeks disebut sudah naik sekitar 15% sepanjang tahun ini, tetapi sebagian analis menilai penguatan tersebut lebih banyak digerakkan oleh sentimen, likuiditas, dan narasi kebijakan, bukan perbaikan data ekonomi yang solid.

Katalis utamanya adalah keyakinan bahwa mandat politik yang kuat akan membuka ruang untuk belanja fiskal lebih besar, keringanan pajak, dan dorongan investasi—khususnya sektor-sektor yang dianggap strategis. Pasar pada dasarnya menyukai kepastian politik, apalagi bila disertai prospek stimulus dan agenda pro-pertumbuhan.

Meski begitu, euforia tersebut dinilai bisa berjalan lebih cepat daripada kejelasan mengenai “biaya” dan sumber pendanaan kebijakan. Jepang berada dalam tekanan karena beban utang pemerintah yang sangat tinggi, sehingga ekspansi fiskal berisiko memperbesar kekhawatiran pasar obligasi dan memicu volatilitas nilai tukar—dua faktor yang bisa cepat mengguncang saham jika arah pasar berubah

Dari sisi data, ekonomi Jepang sempat menunjukkan pelemahan pada pertengahan 2025: PDB riil kuartal Juli–September 2025 tercatat turun 0,4% (qoq) atau -1,8% annualized, kontraksi pertama dalam enam kuartal. Artinya, fondasi makro belum sepenuhnya menguat meski bursa bergerak sangat agresif. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 10, 2026

Nikkei Pecah Rekor Lagi, “Sanaenomics” Mulai Dipercaya

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei kembali ditutup di rekor tertinggi, melanjutkan reli setelah capaian all-time high pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong optimisme pasar terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terutama setelah hasil pemilu majelis rendah yang dinilai memperkuat peluang pemerintahannya bertahan lebih lama.

J.P. Morgan memperkirakan pemerintahan Takaichi berpotensi berlangsung panjang dan mendorong percepatan kebijakan yang disebut “Sanaenomics”. Konsep ini mengarah pada kebijakan fiskal yang proaktif namun tetap memperhatikan suku bunga dan nilai tukar, mendorong investasi korporasi, serta mempercepat reformasi perusahaan.

Secara sektoral, penguatan Nikkei ditopang lonjakan sejumlah saham unggulan. Furukawa Electric melesat 23%, sementara Nissan Chemical naik 17%, mencerminkan minat beli yang kuat pada saham-saham yang dinilai akan diuntungkan dari dorongan investasi dan reformasi.

Nikkei ditutup naik 2,3% ke level 57.650,54. Sementara itu, yen menguat terhadap dolar AS, dengan USD/JPY berada di 155,33, dibanding 156,40 pada penutupan pasar saham Tokyo sehari sebelumnya—memberi sinyal arus risiko masih masuk meski pasar tetap mencermati dinamika nilai tukar.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, February 9, 2026

Nikkei Naik 1,5%, Saham Teknologi Pimpin Reli

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada hari Selasa, melanjutkan euforia setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pasar mulai memasang ekspektasi lebih besar pada arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintahan baru, yang dinilai dapat mendorong belanja dan dukungan terhadap strategi sektor-sektor.

Indeks Nikkei 225 naik 1,5% menjadi 57.205,64, dengan penguatan saham yang dipimpin teknologi, elektronik, dan mesin. Sektor-sektor ini menjadi sorotan karena biasanya paling cepat diuntungkan saat pasar berharap ada stimulus atau dukungan kebijakan untuk industri.

Sejumlah saham besar melesat: SoftBank Group menguat 5,8%, IHI Corp naik 5,9%, dan NEC Corp naik 5,5%. Lonjakan ini menunjukkan pasar bukan hanya naik tipis merata, tapi benar-benar memilih “pemenang” dari sektor yang dianggap paling punya peluang.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,20, sedikit lebih rendah dibandingkan 156,40 saat penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Yen yang bergerak sensitif belakangan ini masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan fiskal Jepang, serta kemungkinan respons otoritas jika pelemahan yen kembali berlebihan.

Ke depan, investor masih menunggu detail lebih jelas soal paket kebijakan Takaichi, sambil menyatukan musim rilis laporan keuangan emiten. Kombinasi “janji kebijakan” dan kinerja korporasi inilah yang akan menentukan apakah reli ini bisa bertahan, atau hanya euforia awal yang cepat memudar.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Sunday, February 8, 2026

Takaichi Menang Telak, Bursa Tokyo Langsung Ngebut

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat tajam di Tokyo setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu hari Minggu memicu ekspektasi belanja pemerintah bakal semakin besar. Optimisme itu langsung mengangkat indeks Nikkei 225 hingga mencetak rekor baru, sementara Topix ikut menembus puncak tertinggi.

Pada perdagangan pagi, Nikkei sempat naik sekitar 4% dan Topix menguat lebih dari 2%. Kenaikan dipimpin sektor elektronik dan perbankan, seiring perburuan investor terhadap saham-saham yang dinilai paling diuntungkan jika pemerintah membuka keran belanja untuk strategi industri seperti pemerintah dan AI.

Koalisi penguasa yang dipimpin Takaichi meraih mayoritas besar di parlemen, memberi ruang kebijakan yang lebih luas untuk mendorong stimulus fiskal. Janji kampanyenya soal penghentian sementara konsumsi pajak untuk makanan juga ikut menyulut minat di saham ritel dalam beberapa pekan terakhir.

Analis menilai hasil pemilu ini melampaui perkiraan awal dan bisa menjadi “pemantik” untuk gelombang kebijakan ekspansif berikutnya. Fokus pasar mengarah ke emiten pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, saham-saham terkait ruang angkasa, sektor keuangan, hingga perusahaan yang dekat dengan rantai pasok pangan.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Thursday, February 5, 2026

Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 



PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Newsmaker


Wednesday, February 4, 2026

Saham Jepang Rebound Tipis, Pasar Fokus ke Pemilu Akhir Pekan

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tipis pada Kamis, memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya ketika perhatian investor mulai terkunci ke pemilu majelis rendah yang digelar akhir pekan ini. Nikkei 225 naik sekitar 0,2%, sementara Topix menguat lebih solid 0,4%—menggambarkan sentimen yang mulai stabil setelah volatilitas di sektor global, terutama teknologi.

Fokus utama pasar adalah langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang memanggil pemilu dadakan untuk mengamankan dukungan terhadap agenda kebijakan, termasuk peningkatan belanja dan prioritas fiskal lainnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai pasang posisi jelang rilis PDB Jepang kuartal IV pekan depan, yang diperkirakan rebound setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

Dari pergerakan saham, penguatan dipimpin oleh nama-nama besar yang punya bobot tinggi di indeks. Toyota melaju sekitar +1,7%, disusul Hitachi +1,1%, Lasertec +0,8%, Shin-Etsu Chemical +0,7%, dan JX Advanced Metals +2,3%. Kinerja saham-saham ini membantu menahan pasar tetap hijau meski investor masih cenderung selektif.

Di ranah korporasi, sorotan datang dari Renesas Electronics yang melonjak sekitar +7% setelah mengumumkan rencana menjual bisnis Timing ke SiTime senilai US$3 miliar. Aksi korporasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk merapikan portofolio dan memperkuat fokus bisnis inti.

Kesimpulannya, pasar Jepang sedang masuk fase “wait and see”: pemilu dan PDB menjadi dua katalis terdekat yang bisa menentukan arah yen, obligasi, dan saham—terutama karena kebijakan fiskal (belanja/pajak) berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap prospek pertumbuhan Jepang ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, February 3, 2026

Nikkei Siap Koreksi Setelah Cetak Rekor, Ada Apa?

 


Indeks saham Jepang diperkirakan melemah setelah reli kencang yang mengantarkan pasar ke rekor tertinggi pada Selasa. Setelah euforia, pelaku pasar mulai mengantisipasi aksi ambil untung—apalagi ketika sentimen global mulai kurang ramah.

Tekanan datang dari Wall Street: saham teknologi AS turun semalam, dan itu bisa “menular” ke sektor teknologi di Jepang yang sebelumnya ikut jadi mesin penggerak reli.

Sinyal awal sudah terlihat di pasar derivatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 turun 1,0% ke 54.025 di Singapore Exchange—indikasi pasar membuka hari dengan nada lebih hati-hati.

Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY berada di 155,78, menguat dibanding 155,43 saat penutupan pasar saham Tokyo pada Selasa. Pergerakan yen bisa ikut memengaruhi saham eksportir dan sentimen risiko secara keseluruhan.

Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan. Dua emiten besar yang dinanti hari Rabu adalah Marubeni dan Mitsubishi Heavy Industries—hasilnya bisa jadi “penentu arah” setelah indeks sudah naik terlalu cepat.

Sebagai konteks, pada Selasa Nikkei Stock Average melesat 3,9% dan menutup hari di level tertinggi sepanjang masa 54.720,66. Setelah lonjakan segila itu, pasar biasanya masuk fase uji: koreksi sehat dulu, atau justru lanjut terbang?(asd) Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Monday, February 2, 2026

Nikkei Lompat 2,2% Dipimpin Elektronik & Bank

 


PT Rifan - Saham Jepang menguat luas pada perdagangan Selasa, dengan Nikkei naik sekitar 2,2% ke 53.808,67. Sentimen membaik karena data aktivitas pabrik AS menunjukkan pemulihan yang kuat, ditambah yen yang melemah sehingga menguntungkan emiten yang berorientasi ekspor.

Dorongan utama datang dari data manufaktur AS: indeks manufaktur Institute for Supply Management naik ke 52,6 (zona perluasan) dari 47,9. Angka ini membuat pasar menilai ekonomi AS masih cukup “sehat”, sehingga minat risiko kembali naik.

Di pasar valas, yen melemah—USD/JPY berada di sekitar 155,5, naik dari penutupan Tokyo sebelumnya. Yen yang lebih lemah biasanya membantu pendapatan perusahaan Jepang (karena nilai ekspor naik saat konversi), sehingga saham-saham elektronik ikut kencang.

Di level saham, Kioxia Holdings melesat sekitar 11%, sementara Japan Post Bank naik sekitar 4–5%. Penguatan Kioxia juga terbantu ekspektasi jelang rilis laporan keuangan yang dijadwalkan 12 Februari 2026.

Pasar juga menunggu rilis kinerja emiten besar hari ini: Denso diperkirakan melaporkan pendapatan pada Selasa, 3 Februari 2026, sementara Mitsui & Co. mengumumkan hasil untuk periode sembilan bulan pada 3 Februari 2026 (12:00 JST). Kombinasi data AS + arah yen + musim laporan keuangan inilah yang membuat Jepang jadi salah satu pasar paling “hidup” pagi ini. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, February 1, 2026

Nikkei Hijau Tipis, Saham Auto & Pharma Ngebut

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang menguat pada perdagangan Senin, dengan Nikkei naik 0,4% ke 53.534,49. Pendorong utamanya datang dari pelemahan yen yang membuat prospek laba perusahaan exportir terlihat lebih menarik.

Yen yang lebih lemah biasanya jadi “angin belakang” untuk emiten Jepang, karena pendapatan luar negeri saat dikonversi ke yen bisa terlihat lebih besar. Hari ini, USD/JPY berada di 154,92, naik dari 153,89 pada penutupan bursa Tokyo hari Jumat—dan pasar langsung merespons dengan bias positif.

Sektor otomotif memimpin kenaikan, mencerminkan optimisme bahwa pelemahan yen bisa membantu kinerja perusahaan yang banyak menjual produk ke luar negeri. Toyota Motor menjadi salah satu motor penggerak setelah sahamnya naik 2,9%.

Dari sisi defensif, sektor farmasi ikut menguat—tanda investor tidak sepenuhnya “risk-on” membabi buta, tapi tetap pilih saham yang dianggap punya daya tahan. Saham Shionogi naik 2,3%, ikut menopang  Fokus pasar sekarang mengarah ke musim laporan keuangan kuartalan. Investor memantau rilis earnings yang bisa mengubah mood pasar dalam hitungan jam, termasuk dari Daiwa Securities Group dan Murata Manufacturing yang dijadwalkan merilis hasil kinerja pada hari yang sama.

Di luar faktor yen dan earnings, perhatian juga tertuju pada arah kebijakan ekonomi. Rencana ekonomi dari **Sanae Takaichi ikut jadi bahan pertimbangan pelaku pasar menjelang pemilihan umum pada 8 Februari, karena kebijakan fiskal/industri bisa memengaruhi sentimen sektor-sektor kunci.

Intinya, kenaikan Nikkei hari ini lebih didorong kombinasi “yen melemah + harapan earnings” ketimbang euforia baru. Pasar terlihat sedang cari alasan untuk lanjut naik, tapi tetap sensitif: kalau laporan kinerja mengecewakan atau yen mendadak berbalik menguat, momentum bisa cepat berubah.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, January 28, 2026

Nikkei Hijau, Tapi Pasar Jepang Masih “Tarik Ulur”

 


PT Rifan Financindo - Di pergerakan saham, Japan Post Bank melesat 3,3% dan Kioxia Holdings naik 6,0%. Sebaliknya, Aeon Co. turun 3,2% dan Recruit Holdings melemah 3,3%. Sementara itu, indeks yang lebih luas Topix justru turun 0,4% ke 3.521,08, menandakan penguatan pasar tidak merata.

Di pasar mata uang, USD/JPY berada di 153,08, naik dari 152,62 pada penutupan bursa Tokyo Rabu. Investor kini menanti musim laporan keuangan, dengan Takeda Pharmaceutical, Fujitsu, dan Canon dijadwalkan merilis hasil hari ini. Selain itu, pasar juga memantau arah rencana ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang pemilu awal Februari. (az) PT Rifan Financindo.

Sumber: NewsMaker

Tuesday, January 27, 2026

Nikkei Tersandung, Yen Mendadak Menguat

 


Rifan Financindo - Saham Jepang melemah pada awal perdagangan, karena penguatan yen membuat pasar waspada soal kekuatan laba emiten. Indeks Nikkei turun sekitar 0,8% ke area 52.893.

Tekanan paling besar datang dari eksportir saham, terutama sektor otomotif dan farmasi. Toyota turun sekitar 2,7%, sementara Daiichi Sankyo melemah sekitar 4,8%. Penguatan yen biasanya membuat pendapatan perusahaan eksportir terlihat “lebih kecil” saat konversi, sehingga investor cepat-cepat mengurangi risiko.

Di pasar valuta, USD/JPY turun tajam ke sekitar 152,53 dari sekitar 154,57 saat penutupan bursa Tokyo sebelumnya. Investor juga menunggu komentar pejabat Jepang soal yen, plus menyusun rencana ekonomi PM Sanae Takaichi jelang pemilu awal Februari—karena arah kebijakan bisa ikut menggerakkan yen dan sentimen saham.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 26, 2026

Yen Menguat, Nikkei Kepeleset Tipis

 


PT Rifan - Saham Jepang dibuka melemah tipis karena penguatan yen bikin investor khawatir laba perusahaan—terutama eksportir—bisa tertekan. Nikkei turun sekitar 0,2% ke 52.780,86 pada perdagangan awal.

Sektor otomotif dan farmasi memimpin penurunan. Nissan turun sekitar 2,2%, sementara Otsuka Holdings melemah sekitar 4,0%. Penguatan yen biasanya jadi “rem” buat emiten yang banyak jualan ke luar negeri karena pendapatan ekspor bisa terlihat lebih kecil saat dikonversi.

Di pasar mata uang, USD/JPY berada di sekitar 154,16, sedikit di bawah level penutupan pasar saham Tokyo pada Senin. Pelaku pasar sekarang fokus memantau komentar pejabat Jepang soal yen dan menunggu detail rencana ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menjelang pemilu umum awal Februari.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 25, 2026

Yen Menguat, Saham Jepang Tumbang—Ada Sinyal Intervensi

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang turun pada awal perdagangan, terutama saham-saham eksportir seperti produsen mobil. Penyebab utamanya: yen menguat terhadap dolar, memicu kekhawatiran laba perusahaan eksportir bisa tertekan.

Topix Index turun 1,8% ke 3,563.37 pada 9:11 a.m. waktu Tokyo. Sementara Nikkei melemah 1,7% ke 52,914.77.

Tekanan paling terasa di saham besar. Toyota Motor Corp. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah sahamnya jatuh 3,9%.

Gambaran pasarnya juga lagi berat sebelah: dari 1,663 saham di Topix, hanya 173 yang naik, 1,460 turun, dan 30 tidak berubah. Artinya, penurunan ini cukup merata, bukan cuma di satu sektor.

Menurut Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab, penguatan yen memang cenderung “membebani” saham Jepang. Ia juga menilai yen berpotensi menguat sampai 145 per dolar, jadi investor bakal ekstra fokus ke pergerakan yen.

Selain mata uang, sentimen juga ditekan isu politik. Kekhawatiran soal pemilu dadakan Jepang ikut membayangi, apalagi sejumlah polling media lokal menunjukkan dukungan terhadap kabinet PM Sanae Takaichi mulai menurun.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Thursday, January 22, 2026

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan. Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI.

Performa terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut. Saham-saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kerangka kerja untuk perjanjian di masa depan. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 21, 2026

Nikkei Melonjak 1,1% Usai Tensi Greenland Mereda


Rifan Financindo - Saham Jepang menguat pada perdagangan hari ini, terbantu meredanya ketegangan antara AS dan Eropa terkait isu Greenland. Sentimen pasar membaik karena pelaku pasar menilai risiko geopolitik berkurang, sehingga minat ke aset berisiko kembali naik.

Indeks Nikkei Stock Average naik 1,1% ke level 53.350,93. Penguatan ini dipimpin oleh saham chip dan perbankan, dua sektor yang paling sensitif saat sentimen global membaik.

Di kelompok teknologi, Tokyo Electron naik sekitar 2,9%, sementara dari sektor keuangan Mizuho Financial Group menguat sekitar 2,6%. Kenaikan dua sektor ini memberi dorongan besar ke Nikkei karena bobotnya cukup kuat di indeks.

Dari sisi mata uang, USD/JPY berada di sekitar 158,43, sedikit lebih tinggi dibanding 158,15 saat penutupan bursa Tokyo pada Rabu. Pergerakan yen ini ikut dipantau karena bisa memengaruhi saham eksportir Jepang.

Pelaku pasar juga menunggu komentar pemimpin bisnis dan pemerintah di World Economic Forum (Davos) yang bisa mengubah arah sentimen global. Di dalam negeri, situasi politik menjelang pemilu awal Februari ikut jadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kebijakan ekonomi dan pasar obligasi.(asd) Rifan Financindo.


Sumber: NewsMaker


Tuesday, January 20, 2026

Nikkei Tersungkur! Jepang Kena Efek Tarif & Hasil Gejolak

 


PT Rifan - Saham-saham Jepang melemah pada pagi hari karena sentimen investor masih rapuh. Pasar terseret kekhawatiran baru setelah Donald Trump mengancam tarif terhadap sekutu Eropa, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tetap bergejolak dan membuat investor semakin hati-hati.

Indeks Topix turun 1,3% menjadi 3.580,19 pada 09:12 waktu Tokyo. Sementara Nikkei 225 turun 1,2% menjadi 52.339,27, menandakan tekanan penjualan terjadi cukup merata sejak pembukaan.

Menurut Kazunori Tatebe, kepala strategi di Daiwa Asset Management, saham-saham siklikal dan “high-beta” berpotensi paling rentan karena sangat sensitif terhadap arah indeks. Ia menilai ketegangan dagang AS–Eropa terkait Greenland, ditambah dengan hasil panen di Jepang sebelumnya, menjadi kombinasi negatif untuk pasar saham.

Tekanan penjualan juga merembet ke saham-saham pertumbuhan, termasuk sektor semikonduktor. Pelemahan saham teknologi besar di AS dan kekhawatiran terhadap kenaikan imbal hasil membuat investor mengurangi posisi di saham yang biasanya bergerak agresif saat pasar berubah arah.

Saham-saham siklikal seperti perbankan, otomotif, dan mesin juga ikut melemah. Investor cenderung menahan diri karena volatilitas obligasi meningkatkan pembiayaan pendanaan dan prospek pertumbuhan.

Di level emiten, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah turun 2,6%. Dari total 1.664 saham dalam indeks, hanya 129 yang naik, sementara 1.499 turun dan 36 tidak berubah—menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.(asd) PT Rifan.


Sumber: NewsMaker


Monday, January 19, 2026

Nikkei Tergelincir 1,3%, Toyota & Panasonic Menekan Bursa Jepang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa, seiring pasar masih dibayangi ketidakpastian hubungan dagang AS–Eropa yang memanas akibat isu Greenland. Sentimen risk-off membuat investor lebih hati-hati, terutama pada sektor yang sensitif terhadap perdagangan global.

Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% ke 52.888,66, dengan tekanan terbesar datang dari saham otomotif dan elektronik. Dua sektor ini biasanya paling cepat terkena dampak ketika pasar mulai mengantisipasi gangguan ekspor dan rantai pasok.

Di papan saham, Toyota Motor turun 2,0%, sementara Panasonic Holdings melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham besar ini ikut menyeret pergerakan indeks secara keseluruhan karena bobotnya yang kuat di pasar Jepang.

Di pasar valuta, USD/JPY berada di 158,13, sedikit lebih tinggi dibanding level 157,88 pada penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 2,300%, menandakan pasar juga memperhitungkan risiko dan kebijakan ke depan.

Investor kini memantau dua hal utama: perkembangan terbaru tensi Greenland yang bisa mempengaruhi perdagangan global, serta langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menopang ekonomi menjelang pemilu awal Februari. Arah kebijakan fiskal dan strategi stimulus akan jadi kunci, karena bisa mempengaruhi yen, obligasi, dan pergerakan saham Jepang dalam beberapa pekan ke depan.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 18, 2026

Nikkei Mendadak Turun! Naik lagi Kapan?

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah setelah sebelumnya sempat naik tajam dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi ini muncul ketika pelaku pasar mulai mengunci profit, sementara perhatian investor beralih ke detail pemilu yang dinilai bakal menentukan arah kebijakan ekonomi Jepang.

Indeks Nikkei Stock Average turun 0,7% ke level 53.535,91. Penurunan ini terutama diseret oleh saham sektor otomotif dan elektronik yang kompak melemah, menandakan tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar.

Di sektor otomotif, Toyota Motor tercatat turun 2,1%. Sementara dari kelompok elektronik, Olympus melemah 2,5%. Dua sektor ini memang sensitif terhadap sentimen global dan nilai tukar, jadi ketika pasar mulai defensif, sahamnya biasanya cepat ikut goyah.

Dari sisi mata uang, USD/JPY berada di 157,77, turun dari 158,38 pada penutupan pasar Tokyo hari Jumat. Pergerakan yen yang menguat tipis seperti ini sering bikin saham eksportir agak tertekan, karena keuntungan dalam yen bisa terlihat “lebih kecil” saat kurs berubah.

Investor kini fokus memantau detail pemilu dan arah strategi ekonomi PM Sanae Takaichi, terutama soal rencana menguatkan pertumbuhan dan membangun kepercayaan publik. Ketidakpastian kebijakan pasca-pemilu bikin pasar cenderung menahan diri dulu.

Ke depan, sentimen Nikkei bakal sangat tergantung dua hal: seberapa jelas peta hasil pemilu dan seberapa “meyakinkan” paket kebijakan ekonomi yang akan dibawa pemerintah. Kalau arah kebijakan terasa pro-pertumbuhan dan stabil, potensi rebound tetap ada—tapi kalau detailnya kabur, volatilitas bisa lanjut. (asd) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Wednesday, January 14, 2026

Nikkei Mendadak Turun! Apa yang Lagi Ditakutin Pasar Jepang?

 


Rifan Financindo - Saham Jepang dibuka melemah di awal perdagangan, setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal pekan. Indeks Nikkei turun sekitar 0,7% ke area 53.976,72, menandakan pasar mulai “ngerem” setelah reli cepat.

Tekanan terbesar datang dari sektor elektronik dan teknologi. Sejumlah big caps ikut menyeret indeks, dengan Tokyo Electron turun 3,0% dan SoftBank Group turun 2,9%—dua nama yang biasanya jadi barometer sentimen risk-on di Tokyo.

Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke sekitar 158,50, turun dari 159,31 pada penutupan bursa Tokyo hari Rabu. Pergerakan yen ini bikin pasar makin sensitif, karena kurs bisa cepat memengaruhi saham eksportir dan ekspektasi kebijakan pemerintah.

Fokus investor sekarang tertuju ke satu isu: wacana pemilu cepat di Jepang. Detail rencana pemilu dan arahnya dianggap bisa mengubah ekspektasi pasar soal stimulus, arah fiskal, sampai sikap terhadap pelemahan yen.

Karena itu, pelaku pasar juga menunggu komentar pejabat pemerintah terkait melemahnya yen. Kalau muncul sinyal keras soal intervensi atau kebijakan.(asd) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Tuesday, January 13, 2026

Nikkei Pecahkan Rekor! Yen Melemah, Pasar Asia Tahan Napas

 


PT Rifan - Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat rekor baru pada hari Rabu(14/1), terdorong oleh spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi bisa mengumumkan pemilihan umum sela, kemungkinan pada bulan Februari. Kenaikan ini membuat Nikkei melampaui angka 54.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix juga mencetak rekor baru, naik 0,6%. Sejak Selasa, Nikkei sudah naik lebih dari 3%, menandai momentum yang kuat bagi pasar saham Jepang.

Sementara itu, yen Jepang melemah melewati level 159 terhadap dolar AS, mencapai titik terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini membuat otoritas Jepang harus turun tangan untuk menahan pelemahan mata uangnya. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan mata uang dan saham secara bersamaan.

Di pasar Asia lainnya, pergerakan cukup bervariasi. Kospi Korea Selatan berada di garis datar, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,37%. Indeks S&P/ASX 200 Australia datar, dan Hang Seng Hong Kong (HSI) berjangka menunjukkan pembukaan lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya, memberi sinyal hati-hati namun optimis di kawasan Asia.

Sementara itu, Wall Street semalam mencatat koreksi karena investor bereaksi terhadap serangkaian proposal Presiden AS Donald Trump. S&P 500 turun 0,19%, Dow Jones turun 0,8%, dan Nasdaq turun 0,1%, dipicu aksi jual saham JPMorgan meski hasil laporan keuangan lebih baik dari perkiraan. Hal ini membuat pasar global menahan napas menunggu perkembangan politik dan ekonomi lebih lanjut. (az) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 12, 2026

Yen Melemah, Nikkei Ngebut-Ada Kartu Politik Takaichi?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham-saham Jepang menguat tajam di awal perdagangan, didorong melemahnya yen yang biasanya menguntungkan emiten berorientasi ekspor. Indeks Nikkei melonjak 3,2% ke 53.584,31 setelah pasar Jepang kembali buka usai libur nasional pada Senin.

Penguatan pasar juga ditopang harapan politik: Perdana Menteri Sanae Takaichi disebut mempertimbangkan pemilihan umum bulan depan, yang dinilai bisa memperkuat posisinya. Investor pun memantau arah kebijakan yang mungkin diambil Takaichi, terutama yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi dan pergerakan yen.

Sejumlah saham unggulan memimpin reli, terutama dari sektor otomotif, keuangan, dan mesin. Toyota naik 5,0%, Nomura melonjak 5,2%, dan Kawasaki Heavy Industries menguat 6,0%. Di pasar valuta, USD/JPY berada di 158,01, naik dari 157,38 saat penutupan bursa Tokyo pada Jumat—menandakan yen makin tertekan dan memberi “angin belakang” buat saham Jepang. (az) PT Rifan Financindo Berjangka. 


Sumber : NewsMaker


Sunday, January 11, 2026

Saham Jepang Menguat Dipimpin Fast Retailing

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat(9/1), dipimpin oleh lonjakan saham Fast Retailing, pemilik merek Uniqlo, yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan saham di sektor real estat, perbankan, dan tekstil mendorong indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,60%, mencerminkan sentimen positif investor di pasar Tokyo.


Fast Retailing menjadi motor utama penguatan pasar setelah sahamnya melonjak 10,67% atau 6.050 poin ke level 62.750, level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Penguatan juga didukung oleh saham teknologi dan otomotif, di antaranya Renesas Electronics yang naik 4,36% dan Mazda Motor yang menguat 4,33% pada perdagangan akhir.


Di sisi lain, tekanan jual menimpa saham ritel dan logistik. Aeon menjadi saham dengan kinerja terburuk setelah anjlok 7,68%, disusul Yamato Holdings yang turun 5,30% dan Fujikura yang melemah 2,84%. Meski demikian, secara keseluruhan pasar menunjukkan penguatan luas, dengan jumlah saham yang naik jauh melampaui saham yang turun di Bursa Efek Tokyo.


Optimisme pasar turut tercermin dari turunnya Indeks Volatilitas Nikkei sebesar 1,68%, menandakan meredanya kekhawatiran investor. Di pasar global, harga minyak dan emas bergerak menguat, sementara yen melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/JPY naik ke level 157,42, memberikan tambahan sentimen bagi saham-saham eksportir Jepang.(alg) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, January 8, 2026

Nikkei Naik 0,7% Ditopang Saham Otomotif dan Keuangan

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan, didorong pelemahan yen dan sinyal ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Kondisi ini meningkatkan minat beli pada saham-saham berorientasi ekspor dan sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga.

Penguatan yen yang melemah membuat pendapatan eksportir Jepang berpotensi lebih kompetitif saat dikonversi kembali ke mata uang domestik. Pasangan USD/JPY berada di 156,89, naik dibanding 156,57 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Kamis.

Saham otomotif menjadi motor utama kenaikan, seiring pelemahan yen yang umumnya menguntungkan produsen kendaraan. Honda Motor tercatat menguat sekitar 2,6% pada awal sesi.

Dari sektor keuangan, saham-saham finansial juga ikut mengangkat indeks. Nomura Holdings naik sekitar 2,0%, mencerminkan sentimen positif di tengah perhatian pasar pada arah ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap pasar obligasi serta suku bunga.

Meski pasar menguat, investor tetap mencermati perkembangan ketegangan diplomatik antara China dan Jepang yang berpotensi memicu volatilitas. Isu geopolitik kawasan kerap menjadi faktor risiko bagi aset berisiko di Asia.

Secara keseluruhan, Nikkei Stock Average naik 0,7% ke level 51.491,91. Pelaku pasar juga menanti rilis data tenaga kerja AS yang dijadwalkan keluar hari ini, karena hasilnya dapat mempengaruhi arah dolar, imbal hasil obligasi, dan sentimen di pasar saham global.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker

Wednesday, January 7, 2026

Nikkei Merah Gara-Gara China?

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan pagi, seiring meningkatnya ketegangan diplomatik antara Jepang dan China yang membuat pasar lebih waspada terhadap prospek ekonomi Jepang ke depan.

Tekanan jual paling terasa di sektor elektronik dan keuangan, yang jadi penarik utama pelemahan indeks. Sejumlah investor memilih mengurangi risiko dulu sambil menunggu kejelasan perkembangan hubungan dua negara tersebut.

Di saham-saham besar, Hitachi Ltd. turun sekitar 1,5%, sementara Sumitomo Mitsui Financial Group melemah 1,6%. Pergerakan ini ikut menambah beban ke indeks karena keduanya termasuk emiten berkapitalisasi besar.

Dari sisi mata uang, USD/JPY berada di 156,77, lebih tinggi dibanding 156,31 pada penutupan pasar saham Tokyo sehari sebelumnya. Pergerakan yen ini ikut dipantau karena bisa memengaruhi sentimen ekspor dan arah pasar saham Jepang.

Secara keseluruhan, Nikkei Stock Average turun 0,5% ke level 51.687,44. Pelaku pasar kini fokus memantau lanjutan isu China–Jepang, sekaligus menunggu rilis data ekonomi AS yang bisa memengaruhi arah global risk sentiment.


Inti Poin (5 Hal):

- Nikkei turun 0,5% ke 51.687,44 pada awal perdagangan.

- Sentimen tertekan oleh ketegangan diplomatik Jepang–China.

- Sektor elektronik dan keuangan memimpin pelemahan.

- Hitachi -1,5% dan Sumitomo Mitsui -1,6% jadi sorotan.

- USD/JPY 156,77, pasar juga menunggu data ekonomi AS. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, January 6, 2026

Nikkei Terkoreksi Tipis, Saham Otomotif Jadi Beban

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan pagi ini, setelah sehari sebelumnya indeks acuan Nikkei melonjak tajam dan sempat mencetak rekor baru. Kali ini, aksi ambil untung (profit-taking) membuat pergerakan pasar sedikit tertahan.

Indeks Nikkei Stock Average turun sekitar 0,3% ke level 52.363,15. Koreksi ini terjadi tidak lama setelah Nikkei menyentuh rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, sehingga wajar jika sebagian investor memilih mengamankan profit lebih dulu.

Tekanan terbesar datang dari sektor otomotif dan properti. Saham Honda Motor turun 2,4%, sementara Sumitomo Realty & Development melemah 2,6%, menjadi dua penekan utama di awal sesi.

Di pasar mata uang, USD/JPY berada di 156,74, sedikit lebih tinggi dibanding 156,40 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Selasa. Pergerakan yen ini ikut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kinerja saham eksportir Jepang.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati dua isu utama: dampak larangan ekspor China ke Jepang untuk barang yang berpotensi memiliki penggunaan militer, serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang bisa mengubah ekspektasi arah suku bunga dan sentimen global.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Monday, January 5, 2026

Indeks Nikkei 225 turun pada perdagangan terakhir tahun 2025

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4% menjadi 50.339 pada sesi perdagangan terakhir tahun 2025, terbebani oleh kerugian di sektor logam dan saham perusahaan pialang. Meskipun terjadi penurunan di akhir sesi, indeks acuan ini naik sekitar 26% sepanjang tahun, menandai kenaikan tahunan ketiga berturut-turut, sebagian besar didorong oleh kekuatan saham produsen chip dan saham terkait konstruksi.


Indeks Topix yang lebih luas turun 0,5% menjadi 3.409 pada hari Selasa tetapi masih menutup tahun dengan kenaikan 22% pada rekor tertinggi akhir tahun, didukung oleh pemulihan ekonomi yang stabil, pendapatan yang tangguh, dan meredanya hambatan perdagangan global, meskipun ada kekhawatiran atas kenaikan suku bunga bertahap Bank Sentral Jepang. Di antara saham-saham yang berkinerja baik, Kioxia Holdings melonjak lebih dari enam kali lipat pada tahun 2025, sementara SoftBank Group naik 92%.


Kontraktor umum besar Taisei dan Shimizu mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat berkat peningkatan belanja modal perusahaan dan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur. Ke depan, investor akan mengalihkan perhatian mereka ke langkah-langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat perekonomian. Pasar dibuka kembali pada hari Senin, 5 Januari.(Cay) PT Rifan Financindo.


Sumber : RFBNews

Sunday, January 4, 2026

Indeks Nikkei 225 turun pada perdagangan terakhir tahun 2025

 

Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4% menjadi 50.339 pada sesi perdagangan terakhir tahun 2025, terbebani oleh kerugian di sektor logam dan saham perusahaan pialang. Meskipun terjadi penurunan di akhir sesi, indeks acuan ini naik sekitar 26% sepanjang tahun, menandai kenaikan tahunan ketiga berturut-turut, sebagian besar didorong oleh kekuatan saham produsen chip dan saham terkait konstruksi.

Indeks Topix yang lebih luas turun 0,5% menjadi 3.409 pada hari Selasa tetapi masih menutup tahun dengan kenaikan 22% pada rekor tertinggi akhir tahun, didukung oleh pemulihan ekonomi yang stabil, pendapatan yang tangguh, dan meredanya hambatan perdagangan global, meskipun ada kekhawatiran atas kenaikan suku bunga bertahap Bank Sentral Jepang. Di antara saham-saham yang berkinerja baik, Kioxia Holdings melonjak lebih dari enam kali lipat pada tahun 2025, sementara SoftBank Group naik 92%.

Kontraktor umum besar Taisei dan Shimizu mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat berkat peningkatan belanja modal perusahaan dan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur. Ke depan, investor akan mengalihkan perhatian mereka ke langkah-langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat perekonomian. Pasar dibuka kembali pada hari Senin, 5 Januari.(Cay) Rifan Financindo.

Sumber : RFBNews

Thursday, January 1, 2026

Nikkei 225 Bikin Investor Geleng Kepala!

 


PT Rifan - Pasar saham Tokyo pagi ini menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih tinggi untuk indeks Nikkei 225, yang dibuka di sekitar 50.691,22 poin. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya, sinyal bahwa investor mencoba menjaga tren positif di tengah aktivitas pasar yang cenderung tipis menjelang akhir tahun.

Sentimen pasar pagi ini dipengaruhi oleh berita global dan data ekonomi Jepang. Meskipun indeks masih tinggi secara tahunan, naik lebih dari 25% dalam setahun, investor tetap waspada terhadap likuiditas yang berkurang dan ketidakpastian menjelang libur panjang akhir tahun. Banyak pelaku pasar memilih berhati‑hati sambil menunggu data ekonomi dan kebijakan moneter yang bisa mengubah arah pergerakan harga saham.

Sampai saat ini, rentang pergerakan harian menunjukkan volatilitas moderat, dengan Nikkei bergerak antara sekitar 50.347 hingga 50.707 poin dalam sesi pembukaan. Meskipun volume perdagangan masih rendah karena musim liburan, pembukaan positif ini memberi sedikit harapan bahwa pasar Jepang bisa bertahan di wilayah tinggi sebelum hitungan tahun baru. (az) PT Rifan.

 

Sumber : NewsMaker