Thursday, July 30, 2026

Nikkei Bangkit Ditopang Laba Emiten, Topix Tertekan Saham Bank

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei Jepang menguat pada perdagangan Kamis (30/07) setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar mendorong aksi beli. Nikkei naik 0,7% ke 61.867,43, sedangkan Topix turun 0,5% menjadi 3.952,50.

Penguatan Nikkei dipimpin saham Advantest yang melonjak hingga 17% setelah menaikkan proyeksi laba di atas perkiraan pasar. NEC dan Hitachi juga menguat berkat laporan kinerja yang positif.

Saham Kioxia naik 2,9% setelah bergerak sangat fluktuatif, sempat melonjak 17% sebelum berbalik turun 6%. Sementara itu, saham terkait AI seperti Taiyo Yuden dan Fujikura masih bergerak melemah.

Kinerja perusahaan yang solid memicu pembelian kembali saham AI setelah aksi jual tajam sepanjang pekan. Namun, kekhawatiran mengenai tingginya valuasi dan keberlanjutan investasi AI masih membatasi minat risiko investor.

Topix tertahan oleh pelemahan saham perbankan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Ekspektasi Bank of Japan juga akan menahan kebijakan membuat investor belum agresif membeli saham sektor keuangan.

Saham Tamron menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 26% setelah perusahaan menerima proposal akuisisi tidak mengikat dari Sony Group. Dampaknya, Nikkei masih berpeluang menguat apabila laporan keuangan terus positif, tetapi tekanan saham AI dan perbankan dapat menjaga pasar Jepang tetap fluktuatif.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, July 29, 2026

Nikkei Jatuh 1%, Saham Teknologi Tekan Bursa Jepang

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/7). Indeks Nikkei 225 turun 1,03% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan, tertekan oleh sektor kertas, transportasi, dan komunikasi.

Saham Dainippon Screen menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 17,25%. Kioxia Holdings turun 13,85%, sedangkan Murata Manufacturing melemah 12,89% di tengah tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor.

Di sisi lain, sejumlah saham masih mencatat kenaikan kuat. Konami melonjak 12,74%, Keyence naik 9,36%, dan Komatsu menguat 7,63% pada akhir perdagangan.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.960 saham menguat, 1.573 melemah, dan 214 tidak berubah. Namun, indeks volatilitas Nikkei melonjak 26,94% menjadi 41,14, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor.

Harga minyak turut menguat, dengan WTI naik ke US$82,09 per barel dan Brent mencapai US$84,64. Sementara itu, emas relatif stabil di US$4.039,90 dan USD/JPY turun ke 163,53. Tekanan pada saham teknologi berpotensi menjaga Nikkei tetap berfluktuasi dalam perdagangan berikutnya. (asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 28, 2026

Nikkei 225 Anjlok 3,83%, Saham Jepang Sentuh Level Terendah Sebulan

 


PT Rifan - Pasar saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (28/07). Indeks Nikkei 225 merosot 3,83% dan menyentuh level terendah dalam satu bulan, dipimpin pelemahan sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.

Tekanan jual terlihat luas di Bursa Efek Tokyo. Jumlah saham yang melemah mencapai 2.470 saham, jauh melampaui 1.032 saham yang menguat, sedangkan 256 saham lainnya ditutup stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen investor terhadap pasar Jepang masih cenderung negatif.

Kioxia Holdings menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 18,33%, disusul SUMCO yang merosot 16,53%dan Lasertec turun 14,05%. Sebaliknya, Shift menguat 7,69%, Fujitsu naik 6,26%, dan Nitori Holdings bertambah 4,15%.

Pelemahan pasar Jepang terjadi di tengah penurunan harga minyak dan emas. Minyak mentah turun ke US$80,91 per barel, Brent melemah ke US$84,01 per barel, sedangkan emas berjangka turun ke US$4.048,20 per troy ounce. Sementara itu, pasangan USD/JPY relatif stabil di sekitar163,71.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 27, 2026

Nikkei Naik 0,66%, Saham Properti dan Perbankan Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Senin. Indeks Nikkei 225 naik 0,66%, mendorong kenaikan saham sektor properti, perbankan, dan tekstil.

Saham Shift melonjak 9,32%, BayCurrent Consulting naik 8,95%, dan Shiseido menguat 7,62%. Sebaliknya, Shin-Etsu Chemical turun 8,30%, Chugai Pharmaceutical melemah 7,66%, dan Fujikura turun 5,83%.

Sentimen pasar secara keseluruhan cukup positif, dengan 2.836 saham menguat, 682 melemah, dan 243 tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 5,57% menjadi 32,88, menandakan kecemasan investor mulai mereda.

Harga minyak yang turun tajam juga mendukung pasar Jepang. WTI melemah 6,47% menjadi US$83,53 per barel dan Brent turun 5,81% menjadi US$86,35, sementara emas naik menjadi US$4.099,65 per troy ounce dan USD/JPY melemah ke 163,52.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 26, 2026

Bursa Jepang Menguat, Turunnya Minyak Angkat Sentimen

 


PT Rifan Financindo - Indeks Topix Jepang naik 0,8% ke level 4.043,10 pada perdagangan Senin pagi (27/07). Indeks Nikkei juga menguat 0,5% menjadi 64.941,98, didorong kenaikan saham elektronik dan otomotif.

Sentimen pasar membaik setelah harga minyak turun menyusul jeda serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Iran juga menahan serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Saham Hitachi menjadi pendorong terbesar Topix setelah naik 3,3%. Dari total 1.636 saham dalam indeks, sebanyak 1.380 saham menguat, 226 melemah, dan 30 bergerak stabil.

Meski demikian, sejumlah saham semikonduktor seperti Kioxia Holdings dan Advantest masih menekan Nikkei. Pasar berharap jeda konflik dapat membuka jalan menuju perundingan dan menjaga sentimen positif di bursa Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 23, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Penopang

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis (23/07), didukung kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 0,39% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Saham Sumitomo Metal Mining menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,07% ke level 7.902. Lasertec juga menguat 4,98% ke 45.130, sementara Advantest naik 4,11% ke 30.800.

Namun, tidak semua saham bergerak positif. Takashimaya menjadi salah satu pemberat terbesar setelah turun 6,14% ke 2.255. J.Front Retailing melemah 5,39%, sedangkan Isetan Mitsukoshi turun 4,65%.

Secara keseluruhan, saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan saham yang naik di Tokyo Stock Exchange. Sebanyak 1.726 saham turun, 1.723 saham menguat, dan 294 saham bergerak stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 1,45% ke level 32,59.

Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat tajam. WTI naik 2,12% ke US$88,67 per barel, sementara Brent melonjak 2,93% ke US$96,83 per barel. Sebaliknya, kontrak emas Agustus turun 0,72% ke US$4.121,90 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor masih masuk ke saham Jepang, terutama sektor teknologi dan material. Namun, kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko karena dapat memicu inflasi dan menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang. Yen yang masih berada di sekitar 163 per dolar juga membuat pasar tetap waspada terhadap peluang intervensi pemerintah Jepang.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 22, 2026

Nikkei Melemah Tipis, Reli Saham Semikonduktor Mulai Tertahan

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/7) setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Indeks Nikkei 225 turun 0,18% ke level 66.115, berbalik dari penguatan sebelumnya karena reli saham semikonduktor mulai kehilangan tenaga.

Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk Alphabet dan Tesla. Hasil kinerja emiten tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk membaca prospek sektor teknologi global.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, sementara Presiden Donald Trump meredam peluang pembicaraan dalam waktu dekat dengan Teheran. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan inflasi energi tetap tinggi.

Dari pergerakan saham individu, Tokyo Electron turun 0,9%, SoftBank Group melemah 0,8%, dan Fast Retailing terkoreksi 2,8%. Sebaliknya, beberapa saham masih mencatat penguatan, seperti Kioxia Holdings yang naik 5,3%, Taiyo Yuden menguat 6,7%, dan Murata Manufacturing bertambah 4%.

Dari sisi dampak market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih selektif terhadap saham teknologi Jepang setelah reli sebelumnya. Kenaikan minyak dan konflik AS-Iran dapat menambah tekanan inflasi, sementara defisit neraca dagang Jepang pada Juni menjadi beban tambahan bagi sentimen. Jika laporan big tech AS mengecewakan, tekanan pada saham teknologi Jepang berpotensi berlanjut. (asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, July 21, 2026

Nikkei Melonjak 3,29%, Saham Chip Jepang Pimpin Penguatan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (21/07), didorong kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 3,29% pada penutupan perdagangan di Tokyo.

Penguatan terbesar datang dari saham Kioxia Holdings yang melonjak 17,18% atau 8.950 poin ke level 61.060. Saham Ibiden juga menguat 11,03% ke 17.415, sementara Socionext naik 9,11% ke 2.472,50 pada akhir perdagangan.

Meski pasar menguat, beberapa saham masih mencatat tekanan. Nintendo turun 4,13% ke 6.993, Kikkoman melemah 2,49% ke 1.625,50, dan CyberAgent turun 2,36% ke 1.448,50.

Secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.746 saham naik, 805 saham turun, dan 215 saham tidak berubah. Namun, indeks Nikkei Volatility naik 14,22% ke 36,86, menunjukkan bahwa kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar masih cukup tinggi.

Dari sisi komoditas, minyak WTI turun tipis ke US$82,42 per barel, sementara Brent melemah ke US$88,82 per barel. Kontrak emas berjangka justru naik 1,65% ke US$4.082,17 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY bergerak tipis ke 162,54, sedangkan EUR/JPY naik ke 185,71.

Dari sisi dampak market, lonjakan Nikkei menunjukkan sentimen risiko di pasar Jepang mulai membaik, terutama pada saham chip dan teknologi. Namun, kenaikan volatilitas menandakan reli belum sepenuhnya aman. Jika yen tetap lemah, saham eksportir Jepang bisa mendapat dukungan, tetapi investor tetap perlu mencermati harga minyak, emas, dan arah dolar AS karena faktor global masih berpotensi memicu pergerakan tajam. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber: NewsMaker


Monday, July 20, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 19, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 



Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 16, 2026

Saham Jepang Tertekan, Nikkei Jatuh 2,8%


PT Rifan - Saham Jepang bergerak melemah tajam pada perdagangan Jumat, mengikuti penurunan Wall Street semalam. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 2,8% ke bawah level 65.000, sedangkan indeks Topix melemah 1,3% ke kisaran 3.975.

Tekanan terutama datang dari saham teknologi dan semikonduktor setelah indeks saham chip Philadelphia di Wall Street anjlok 4,3%. Nasdaq juga turun 1,47% karena investor kembali melakukan aksi jual terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya telah mencatat kenaikan tinggi.

Di Jepang, saham Kioxia Holdings merosot sekitar 15%, SoftBank Group turun 6,3%, Advantest melemah 5,9%, dan Tokyo Electron kehilangan 4,5%. Investor mulai mempertanyakan apakah valuasi tinggi perusahaan chip dan kecerdasan buatan masih sejalan dengan prospek pertumbuhan industrinya.

Selain pelemahan sektor teknologi, meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk sentimen pasar. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak lebih tinggi serta menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga global. Nikkei kini mengarah pada penurunan mingguan hampir 6%, sementara Topix berpotensi turun sekitar 2%.

Penyebab utama: aksi jual saham semikonduktor di Wall Street, kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham AI, serta meningkatnya risiko geopolitik dan inflasi akibat konflik Amerika Serikat–Iran.(CP) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 15, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Melaju

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/7), didorong oleh kenaikan sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 1,49% pada penutupan perdagangan di Tokyo, menunjukkan sentimen positif kembali masuk ke pasar Jepang.

Saham Lasertec menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,18% ke level 49.690. Ibiden juga menguat 7,56% ke 19.340, sementara Fujikura naik 7,19% ke 5.145. Kenaikan saham-saham tersebut membantu memperkuat laju indeks sepanjang sesi.

Meski pasar ditutup hijau, beberapa saham tetap mencatat tekanan. Nichirei turun 8,17% ke level 1.940, BayCurrent Consulting melemah 6,79%, dan Fujitsu turun 4,74%. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi volatilitas, Nikkei Volatility turun 4,94% ke level 35,39, menandakan tekanan ketidakpastian mulai mereda. Di pasar komoditas, minyak mentah ikut menguat, dengan WTI naik ke US$80,24 per barel dan Brent naik ke US$85,91 per barel. Sementara itu, kontrak emas berjangka turun ke sekitar US$4.038 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor mulai kembali mengambil risiko, terutama di saham teknologi dan sektor siklikal. Namun, pasar tetap perlu mencermati pergerakan yen, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed, karena ketiganya masih bisa memengaruhi sentimen saham Jepang dalam jangka pendek.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 14, 2026

Nikkei Bangkit, Saham Chip Jepang Rebound

 

PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang berbalik menguat pada perdagangan Selasa (14/7) setelah sebelumnya sempat melemah. Indeks Nikkei 225 naik 0,74% dan ditutup di level 67.743, didorong oleh rebound saham semikonduktor dan teknologi.

Kenaikan ini terjadi karena investor mulai melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham yang dianggap sudah turun terlalu dalam. Saham-saham teknologi Jepang mampu bergerak positif meskipun Wall Street sebelumnya tertekan oleh pelemahan saham chip.

Beberapa saham teknologi yang menjadi penopang Nikkei antara lain Kioxia Holdings yang naik 3%, SoftBank Group menguat 3,3%, Advantest naik 3,3%, SUMCO Corp bertambah 3,4%, dan SCREEN Holdings menguat 2,3%.

Meski begitu, investor masih mencermati risiko dari Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan blokade terhadap kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini membuat harga minyak melonjak tajam dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Dampaknya ke market, rebound saham teknologi membantu menopang bursa Jepang dalam jangka pendek. Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi kembali menjadi ancaman, bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya lagi. Kondisi ini masih bisa membatasi kenaikan indeks ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 13, 2026

Nikkei Tertekan, Tech Jepang Memerah

 

Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (13/07) setelah sentimen pasar Asia memburuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membuat investor mengurangi risiko, terutama di saham-saham teknologi.

Indeks Topix turun 0,7% ke level 4.007,49 pada penutupan perdagangan Tokyo. Dari 1.637 saham dalam indeks tersebut, sebanyak 999 saham melemah, 585 saham menguat, dan 53 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks Nikkei anjlok 1,9% ke level 67.242,73.

Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan manufaktur. Murata Manufacturing menjadi salah satu penekan utama Topix setelah turun 8,1%. Di indeks Nikkei, Yaskawa Electric juga menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah merosot 14%, usai laporan laba operasional kuartal pertama perusahaan berada di bawah estimasi analis.

Sentimen negatif juga terasa di kawasan Asia lainnya. Kospi Korea Selatan sempat jatuh hingga 9,3% setelah awalnya dibuka menguat. Perubahan arah yang tajam ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran dan ketidakpastian status Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan energi global.

Meski indeks utama melemah, sejumlah saham masih mencatat penguatan. Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, melonjak 17% setelah menaikkan proyeksi laba operasional setahun penuh dan melampaui ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ruang kenaikan indeks besar masih terbatas, pergerakan saham individu tetap berpotensi aktif mengikuti kinerja masing-masing emiten.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Sunday, July 12, 2026

Ketegangan Hormuz Tekan Sentimen Bursa Jepang

 


PT Rifan - Newsmaker.id - Saham Jepang bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,2% ke kisaran 68.400, sedangkan indeks Topix menguat 0,6% menuju level 4.060.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal pada akhir pekan. Konflik tersebut berlangsung di tengah perselisihan mengenai aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3%.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya produksi, memperkuat tekanan inflasi, dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di antara saham individual, Kioxia Holdings turun 1,8%, Taiyo Yuden melemah 4,8%, dan Yaskawa Electric anjlok 14,2%. Sebaliknya, SUMCO Corp naik 7,9%, SoftBank Group menguat 2%, dan Mitsubishi UFJ bertambah 2,4%. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk menguji kekuatan reli saham berbasis kecerdasan buatan.

Dampak terhadap Market :

Bursa Jepang: Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila konflik AS-Iran semakin luas dan harga minyak terus meningkat. Saham transportasi, industri, dan perusahaan dengan konsumsi energi tinggi menjadi kelompok yang paling rentan.

Yen Jepang: Kenaikan biaya impor energi dapat menekan yen karena memperburuk neraca perdagangan Jepang. USD/JPY berpotensi kembali menguat apabila dolar terus diburu sebagai aset aman.

Minyak: Risiko gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat menjaga harga Brent dan WTI tetap tinggi serta meningkatkan volatilitas pasar energi.

Emas: Konflik geopolitik dapat mendukung permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi sehingga membatasi penguatan emas.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, July 9, 2026

Nikkei Menguat Tajam, SoftBank dan Kioxia Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 melonjak 1,5% ke atas level 68.700 pada perdagangan Jumat (10/7), sementara indeks Topix menguat 0,8% ke posisi 4.052. Bursa Jepang memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut dengan mengikuti penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Sentimen pasar ditopang oleh reli saham semikonduktor yang meningkatkan minat investor terhadap sektor teknologi. Penguatan saham chip di Amerika Serikat turut mendorong optimisme bahwa permintaan terhadap industri teknologi dan kecerdasan buatan masih tetap kuat.

Penurunan harga minyak juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham Jepang. Meredanya harga energi membantu menekan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi beban ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan komoditas energi.

Namun, investor tetap mencermati data harga produsen Jepang yang meningkat ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya masih bertahan, terutama akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dan rantai pasok global.

Saham teknologi memimpin penguatan dengan SoftBank Group melonjak 7,9%, Murata Manufacturing naik 5,5%, dan Kioxia Holdings menguat 5,4%. Advantest juga naik 3,3%, sementara Tokyo Electron bertambah 2,2%.(CP) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Wednesday, July 8, 2026

Nikkei Anjlok, Minyak Melonjak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (08/7), tertekan oleh penurunan di sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 1,85% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Beberapa saham masih mencatat penguatan di tengah tekanan pasar. Tokyo Electric Power naik 3,81% ke level 479,90. Mercari menguat 3,39% ke 4.665 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Inpex naik 3,26% ke 3.388, didukung oleh kenaikan harga minyak.

Namun, tekanan besar datang dari saham teknologi dan material. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 8,50% ke 14.965. Hoya melemah 6,77% ke 23.910, sementara Mitsui Mining and Smelting turun 6,12% ke 33.730.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibanding yang menguat di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.217 saham turun, 1.299 saham naik, dan 226 saham tidak berubah. Meski pasar melemah, indeks volatilitas Nikkei justru turun 20,50% ke level 29,70.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik tajam. WTI untuk pengiriman Agustus naik 3,22% ke US$72,71 per barel, sementara Brent September menguat 3,26% ke US$76,58 per barel. Di sisi lain, emas berjangka Agustus turun 0,63% ke US$4.131,20 per troy ounce.

Dari pasar mata uang, USD/JPY naik 0,15% ke 162,22, sementara EUR/JPY menguat 0,16% ke 185,29. Indeks dolar AS futures juga naik tipis 0,01% ke 100,79. Pergerakan ini menunjukkan pasar Jepang masih berada di bawah tekanan, terutama karena kenaikan minyak dan sentimen global yang lebih berhati-hati.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 7, 2026

Saham Jepang Tertekan, Aksi Jual Teknologi Makin Dalam

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, tertekan aksi jual besar di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 2,12 persen ke level 68.257 dan mencatat posisi terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,97 persen ke level 4.062.

Sentimen regional ikut memburuk setelah saham Samsung Electronics di Korea Selatan sempat anjlok hingga 10 persen, meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Di Jepang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Upah nominal naik 3,2 persen pada Mei, tetapi belanja rumah tangga turun 0,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan tekanan terhadap konsumsi domestik masih menjadi perhatian, meskipun pendapatan pekerja mencatat pertumbuhan.

Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham teknologi utama. Kioxia Holdings anjlok 11,3 persen, Taiyo Yuden turun 11 persen, Murata Manufacturing melemah 10,1 persen, Lasertec terkoreksi 6,4 persen, dan Ibiden Co turun 7 persen.

Namun, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham finansial dan konsumsi masih mampu mencatat kinerja lebih baik. Mitsubishi UFJ naik 2,3 persen, sementara Fast Retailing menguat 1,1 persen, membantu menahan tekanan lebih dalam pada pasar Jepang.(asd)* Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Monday, July 6, 2026

Nikkei Menguat Tipis, Saham Industri Melaju

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (07/6). Indeks Nikkei 225 naik 0,14% di Tokyo, ditopang oleh penguatan sektor real estate, perbankan, dan tekstil.

Saham dengan kinerja terbaik datang dari sektor industri berat. Mitsubishi Heavy Industries melonjak 8,39% ke level 4.110, sementara Japan Steel Works naik 7,48% ke 8.550. IHI Corp juga menguat 7,02% ke level 3.071 pada akhir perdagangan.

Namun, beberapa saham teknologi dan komponen elektronik masih tertekan cukup dalam. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 10,58% ke level 18.385. Ibiden turun 8,37%, sedangkan Murata Manufacturing melemah 7,49%.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.509 saham menguat, 1.036 saham melemah, dan 219 saham tidak berubah. Meski indeks naik tipis, volatilitas pasar meningkat tajam, dengan Nikkei Volatility melonjak 37,87% ke level 34,11.

Di pasar lain, harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus tidak berubah di US$68,69 per barel, sementara Brent September turun tipis 0,17% ke US$72 per barel. Emas berjangka Agustus naik 0,87% ke US$4.161,49 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik 0,56% ke 162,28, sedangkan EUR/JPY menguat 0,43% ke 185,36.(asd)* PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Sunday, July 5, 2026

Nikkei Menguat 1,53%, Sektor Properti dan Perbankan Jadi Penopang

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 1,53%, mencerminkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar saham Jepang.

Dari sisi market analis, penguatan Nikkei ditopang oleh aksi beli pada saham-saham unggulan, terutama di sektor teknologi dan semikonduktor. Rohm Ltd menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 14,18% ke level 5.950. SUMCO Corp. naik 11,30% ke posisi 5.094, sementara Kioxia Holdings menguat 9,23% ke level 83.300.

Meski pasar bergerak positif, beberapa saham tetap mencatat pelemahan. J.Front Retailing turun 3,91% ke level 3.173, Otsuka Holdings melemah 2,54% ke posisi 11.300, dan Resonac Holdings terkoreksi 2,23% menjadi 17.500. Namun, secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah, yaitu 2.692 saham naik, 847 turun, dan 225 tidak berubah.

Saham Rohm berhasil menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun, sementara SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility turun 26,76% ke level 24,74, yang menjadi posisi terendah dalam tiga bulan. Penurunan volatilitas ini menunjukkan tekanan risiko di pasar mulai mereda.

Di pasar komoditas, minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik 0,35% ke US$68,93 per barel, sementara Brent September menguat 0,50% ke US$72,16 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus naik 1,50% ke US$4.187,60 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY turun 0,09% ke 160,87, EUR/JPY naik tipis 0,04% ke 184,24, dan indeks dolar AS berjangka melemah 0,15% ke 100,47. (asd)  PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber: NewsMaker

Thursday, July 2, 2026

Nikkei Anjlok, Jelang NFP Malam ini!

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (02/7). Indeks Nikkei 225 turun 2,33% di Tokyo, tertekan oleh pelemahan sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.

Meski indeks utama turun, beberapa saham masih mencatat penguatan besar. Otsuka Holdings menjadi salah satu saham terbaik setelah naik 8,72% ke level 11.595. Shift Inc juga menguat 7,27%, sementara Mercari naik 6,62% pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari Kioxia Holdings yang anjlok 13,47% ke level 76.260. Mitsui Mining and Smelting juga turun 11,38%, sedangkan Taiyo Yuden melemah 9,95%. Pelemahan saham-saham besar ini ikut menyeret indeks Nikkei ke zona merah.

Namun, secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di Bursa Tokyo masih lebih banyak dibanding saham yang turun. Sebanyak 2.668 saham menguat, 887 saham melemah, dan 208 saham tidak berubah. Indeks volatilitas Nikkei juga turun 11,80% ke level 33,78, menandakan tekanan ketidakpastian mulai sedikit mereda.

Dari pasar lainnya, harga minyak mentah ikut melemah. WTI turun 1,46% ke US$67,58 per barel, sementara Brent turun 1,34% ke US$70,61 per barel. Emas berjangka Agustus naik tipis 0,08% ke US$4.085,60 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY turun 0,44% ke 161,84, EUR/JPY melemah 0,29% ke 184,40, sementara indeks dolar AS futures turun 0,16% ke 100,99.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Wednesday, July 1, 2026

Nikkei Naik 0,60%, SUMCO dan Taiyo Yuden Jadi Motor Penguatan

 


Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (01/07), didorong oleh kenaikan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Di akhir perdagangan Tokyo, indeks Nikkei 225 naik 0,60%, mencerminkan sentimen positif yang masih bertahan di pasar saham Jepang.

Penguatan terbesar datang dari saham SUMCO Corp. yang melonjak 17,37% atau 700 poin ke level 4.729. Taiyo Yuden Co., Ltd. juga naik 12,43% atau 2.505 poin ke posisi 22.655, sementara Dainippon Screen Mfg. Co., Ltd. menguat 9,46% atau 1.685 poin menjadi 19.490.

Meski indeks utama bergerak naik, sejumlah saham besar tetap mencatat pelemahan. Furukawa Electric Co., Ltd. turun 8,01% ke level 4.351, Sapporo Holdings Ltd. melemah 7,78% ke posisi 1.872, dan Kawasaki Heavy Industries, Ltd. terkoreksi 7,66% menjadi 2.698,50.

Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, yaitu 1.777 saham turun berbanding 1.727 saham naik. Sementara itu, 243 saham ditutup tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan Nikkei lebih banyak ditopang oleh saham-saham tertentu yang mencatat lonjakan besar.

Saham SUMCO naik ke level tertinggi dalam lima tahun, sedangkan Taiyo Yuden dan Dainippon Screen mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, indeks Nikkei Volatility, yang mengukur ekspektasi volatilitas opsi Nikkei 225, turun 11,67% ke level 38,30.

Di pasar lainnya, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik tipis 0,09% ke US$69,56 per barel, sementara Brent September menguat 0,16% ke US$73,07 per barel. Kontrak emas berjangka Agustus turun 1,32% ke US$3.985,37 per troy ounce. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,10% ke 162,68, EUR/JPY turun 0,06% ke 185,51, dan indeks dolar AS berjangka menguat 0,12% ke 101,07. (asd) Rifan Financindo.


Sumber: Newsmaker