Sunday, November 30, 2025

Nikkei Melemah, Ada Awan Gelap di Atas Pasar Jepang?

 


PT Rifan - Pasar saham Jepang dibuka lesu dan langsung terseret turun oleh kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat serta prospek pendapatan perusahaan di dalam negeri. Sektor elektronik dan farmasi menjadi penekan terbesar, dengan NEC Corp. turun 2,2% dan Sumitomo Pharma merosot 4,3%. Di sisi mata uang, USD/JPY melemah ke 155,85, lebih rendah dibanding penutupan hari Jumat di 156,39, menambah tekanan pada sentimen pasar.

Para investor kini menunggu sinyal jelas dari pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, terutama terkait rencananya memperkuat ekonomi Jepang dan menghangatkan hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Namun ketidakpastian global masih mendominasi, membuat Indeks Nikkei terkoreksi 0,3% ke 50.094,96. Dengan kondisi yang rapuh ini, pasar disebut berada dalam mode “waspada penuh.” (az) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Thursday, November 27, 2025

Indeks Hang Seng Ditutup Menguat Tipis di Penutupan

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Hang Seng menguat 18 poin, atau sekitar 0,1%, pada perdagangan Kamis (27/11), menandai penguatan selama empat sesi berturut-turut yang terutama ditopang oleh saham-saham sektor keuangan.

Sentimen pasar mendapat dukungan dari rencana baru Beijing untuk mendorong konsumsi, termasuk program peningkatan barang konsumsi di pedesaan serta dukungan untuk sektor seperti hewan peliharaan dan mainan. Kenaikan tipis di bursa saham Tiongkok daratan juga membantu selera risiko, di tengah optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) domestik. Namun, dari sisi data, angka bulan Oktober menunjukkan laba industri Tiongkok turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, mencerminkan lemahnya permintaan dalam negeri dan tantangan ekspor.

Aktivitas perdagangan cenderung sepi karena pasar AS tutup untuk libur Thanksgiving dan hanya akan buka setengah hari pada Jumat. Dari sisi korporasi, pengembang properti milik negara China Vanke mengajukan penundaan pembayaran obligasi onshore untuk pertama kalinya, sehingga kembali memicu kekhawatiran terhadap sektor properti. Beberapa saham yang menonjol antara lain Pop Mart International yang naik 7,1%, Smoore Holdings naik 4,3%, Laopu Gold naik 4,1%, dan Akeso Inc. menguat 3,8%.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, November 26, 2025

Nikkei Tembus Lagi 50.000, Saham Jepang Ikut Panas

 


PT Rifan Financindo - Saham Jepang dibuka menguat pada Kamis pagi, mengikuti sentimen positif dari Wall Street setelah data ekonomi AS makin menguatkan alasan bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga. Indeks Topix naik 0,7% ke level 3.378,59 pada pukul 09.40 waktu Tokyo, dengan 1.057 saham menguat, 512 melemah, dan 96 stagnan. SoftBank Group menjadi pendorong utama kenaikan indeks, dengan lonjakan harga saham sekitar 5,5%.

Indeks Nikkei juga menguat 1,4% ke 50.267,12 dan kembali bertahan di atas level psikologis 50.000 untuk pertama kalinya dalam sepekan. Saham-saham sektor peralatan listrik, perbankan, dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI) ramai diborong pelaku pasar. Kenaikan ini selaras dengan penguatan saham teknologi AS, khususnya perusahaan semikonduktor yang memberikan efek rambatan positif ke sektor terkait di Jepang.

Menurut Takashi Ito, senior strategist di Nomura Securities, data ekonomi AS terbaru sedikit memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga, sehingga membantu menopang Nikkei di area 50.000. Ia menambahkan, lonjakan tajam saham semikonduktor AS berpotensi terus menguntungkan saham-saham chip dan teknologi Jepang dalam jangka pendek, selama narasi “rate cut” The Fed tetap terjaga.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, November 25, 2025

Ada Apa di Balik Reli Saham Jepang?

 


Rifan Financindo - Saham-saham Jepang naik di awal sesi karena pasar masih berharap The Fed bakal menurunkan suku bunga, setelah Wall Street juga menguat semalam. Sektor elektronik dan teknologi jadi motor penggerak, dengan saham Lasertec naik 2,8%, Murata Manufacturing naik 2,7%, dan SoftBank Group juga ikut rebound naik 2,3% setelah sebelumnya sempat melemah.


Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY bergerak di sekitar level 156,16, turun sedikit dari 156,74 pada penutupan pasar Tokyo hari Selasa. Investor juga terus memperhatikan kebijakan ekonomi dari Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk melihat arah penguatan ekonomi Jepang ke depan. Secara keseluruhan, indeks Nikkei naik sekitar 0,9% dan berada di level 49.119,64. (az) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, November 24, 2025

Nikkei Menguat, Saham Chip Jadi Motor Kenaikan

 


PT Rifan - Indeks Nikkei dibuka menguat sekitar 0,7% ke level 48.976,51 pada awal perdagangan Selasa, mengikuti rebound saham teknologi di Wall Street semalam. Kenaikan indeks dipimpin saham-saham chip yang jadi buruan investor.

Kioxia Holdings melonjak sekitar 11%, sementara Advantest naik sekitar 5,3%, mencerminkan kuatnya minat pasar pada sektor semikonduktor. Di pasar mata uang, USD/JPY bergerak stabil di kisaran 156,85, nyaris tak berubah dibanding posisi akhir perdagangan Senin.

Investor juga mencermati perkembangan kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi yang ditunggu pasar untuk mendorong pertumbuhan. Kombinasi sentimen positif global dan harapan stimulus domestik membuat ruang penguatan Nikkei masih terbuka.(asd) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Sunday, November 23, 2025

Nikkei Plunges 2.3%, But Why Are More Stocks Rising?

 


PT Rifan Financindo Berjangka - The Japanese stock market closed lower on Friday, with the Nikkei 225 index falling 2.30%. The paper & pulp, transportation, and communications sectors were the main drags on the index. Despite the steep decline, the market mood wasn't entirely negative, as several large stocks still rallied.

Among the top gainers, M3 Inc rose 6.9%, Obayashi Corp surged nearly 5% to hit an all-time high of 3,125, and Nitori Holdings rallied around 4.1%. Overall, the number of stocks rising was far greater: 2,522 rose, 1,117 fell, and 190 remained unchanged on the Tokyo Stock Exchange. This means that the main pressure on the index came more from the sharp declines of a few large stocks, rather than from the overall market.

On the other hand, three major stocks that weighed heavily on the Nikkei were Mitsui Mining and Smelting, which fell 12.28%, Advantest, which fell 12.10%, and SoftBank Group, which plummeted 10.90%. Interestingly, the Nikkei volatility index actually fell 18.41% to 29.83, indicating that market participants did not view this turmoil as a major panic, but rather as a sharp correction in several major names.

In terms of commodities and exchange rates, oil prices also weakened: WTI crude for January delivery fell 1.51% to $58.11 per barrel, and Brent for January delivery fell 1.37% to $62.51 per barrel. December gold futures also fell 0.78% to around $4,028 per troy ounce. In the forex market, USD/JPY fell slightly to 157.12 and EUR/JPY weakened to 181.35, while US Dollar Index futures were nearly flat at around 100.04, reflecting a cautious global market sentiment. (asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Source : NewsMaker


Thursday, November 20, 2025

Nikkei Turun 2,2% Ikuti Kejatuhan Wall Street

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei Jepang melemah 2,2% ke level 48.720,59 pada perdagangan pagi, mengikuti penurunan tajam di Wall Street semalam. Sentimen negatif masih dipicu kekhawatiran baru soal potensi “gelembung” saham-saham berbasis AI, yang mendorong investor mengurangi eksposur di aset berisiko.

Sektor teknologi dan perbankan menjadi penekan utama indeks. Saham Panasonic turun sekitar 1,2%, sementara Mizuho Financial melemah 0,8% dan Mitsubishi UFJ Financial tergelincir 1,5%. Beberapa saham konsumsi juga ikut tertekan, dengan Fast Retailing turun 0,4%.

Di pasar valuta asing, pergerakan mata uang relatif tenang. Pasangan USD/JPY tercatat bergerak datar di sekitar 157,42, menandakan belum ada reaksi besar dari pasar yen terhadap koreksi di bursa saham Jepang.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker