Wednesday, July 8, 2026

Nikkei Anjlok, Minyak Melonjak

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (08/7), tertekan oleh penurunan di sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Indeks Nikkei 225 turun 1,85% pada akhir perdagangan di Tokyo.

Beberapa saham masih mencatat penguatan di tengah tekanan pasar. Tokyo Electric Power naik 3,81% ke level 479,90. Mercari menguat 3,39% ke 4.665 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Inpex naik 3,26% ke 3.388, didukung oleh kenaikan harga minyak.

Namun, tekanan besar datang dari saham teknologi dan material. Taiyo Yuden menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 8,50% ke 14.965. Hoya melemah 6,77% ke 23.910, sementara Mitsui Mining and Smelting turun 6,12% ke 33.730.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibanding yang menguat di Bursa Tokyo. Sebanyak 2.217 saham turun, 1.299 saham naik, dan 226 saham tidak berubah. Meski pasar melemah, indeks volatilitas Nikkei justru turun 20,50% ke level 29,70.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak naik tajam. WTI untuk pengiriman Agustus naik 3,22% ke US$72,71 per barel, sementara Brent September menguat 3,26% ke US$76,58 per barel. Di sisi lain, emas berjangka Agustus turun 0,63% ke US$4.131,20 per troy ounce.

Dari pasar mata uang, USD/JPY naik 0,15% ke 162,22, sementara EUR/JPY menguat 0,16% ke 185,29. Indeks dolar AS futures juga naik tipis 0,01% ke 100,79. Pergerakan ini menunjukkan pasar Jepang masih berada di bawah tekanan, terutama karena kenaikan minyak dan sentimen global yang lebih berhati-hati.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


No comments:

Post a Comment