PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (31/08) di level 65.668,51, turun sekitar 1,1% dari penutupan Jumat di 66.405,56. Tekanan jual kemudian membesar dan sempat membawa indeks merosot lebih dari 2% dalam beberapa menit pertama perdagangan.
Pelemahan terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham teknologi dan semikonduktor setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat tetap tinggi atau kembali dinaikkan. Advantest, SoftBank Group, dan Tokyo Electron menjadi beberapa saham yang mengalami tekanan besar.
Dolar AS juga menguat hingga mendekati 160 yen, sementara investor kembali mencermati konflik Iran dan perkembangan di Selat Hormuz. Pelemahan yen biasanya mendukung saham eksportir Jepang, tetapi sentimen tersebut belum mampu mengimbangi aksi jual saham teknologi dan meningkatnya kehati-hatian pasar.
Menurut analisis Newsmaker, pembukaan negatif ini menunjukkan sentimen risk-off masih mendominasi pasar Jepang. Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila imbal hasil obligasi AS naik dan aksi jual saham teknologi berlanjut, meski pelemahan yen dapat memberikan bantalan bagi saham otomotif serta eksportir. PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker
No comments:
Post a Comment