Wednesday, September 2, 2026

Nikkei Rontok Hampir 3%!

 


PT Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 2,96% pada perdagangan Rabu karena tekanan jual melanda bursa Jepang. Saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, dengan perbandingan 3.047 berbanding 513.

Lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan biaya impor Jepang. WTI diperdagangkan di sekitar US$90,64 per barel, sedangkan Brent mencapai US$95,49 akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.

Sumitomo Metal Mining menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah ambruk 11,55%. Kyowa Kirin merosot 11,05%, sedangkan Mitsubishi Materials kehilangan 9,80% pada akhir perdagangan.

Sebaliknya, sejumlah saham farmasi bertahan di zona hijau. Sumitomo Dainippon Pharma naik 2,74%, Daiichi Sankyo menguat 1,14%, dan Shionogi bertambah 1,08%. Yen juga menguat terhadap dolar AS ke sekitar 159,60.

Nikkei masih berisiko tertekan apabila harga minyak, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga terus meningkat. Penguatan yen dapat menambah tekanan terhadap saham eksportir, sementara sektor defensif seperti farmasi berpotensi menjadi tempat berlindung investor. PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker

Tuesday, September 1, 2026

Yield 3% Hantam Nikkei

 

'' failed to upload. Invalid response: RpcError

Rifan Financindo - Indeks Nikkei 225 merosot 2,5% ke bawah level 64.600 pada perdagangan Rabu (02/09), menyentuh posisi terendah dalam empat pekan. Indeks Topix juga turun 1,6% ke level 4.115 karena lonjakan imbal hasil obligasi dan harga minyak menekan pasar saham Jepang.

Harga minyak melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga akibat meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi tersebut memperbesar risiko gangguan pasokan energi sekaligus memicu kekhawatiran bahwa inflasi global akan kembali meningkat.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mencapai 3% untuk pertama kalinya sejak 1996. Kenaikan tersebut turut dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga pada bulan ini untuk meredam tekanan inflasi.

Saham teknologi dan kecerdasan buatan memimpin penurunan. Tokyo Electron serta SoftBank Group masing-masing anjlok 4,6%, Advantest turun 2,3%, Fujikura melemah 1,4%, dan Kioxia Holdings kehilangan 1,1%. Saham keuangan, konsumen, dan industri juga mencatat penurunan tajam.

Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila harga minyak dan imbal hasil obligasi terus meningkat. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dapat memberikan dukungan kepada yen, tetapi pada saat yang sama berisiko menekan valuasi saham teknologi dan meningkatkan biaya pendanaan perusahaan. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker