Tuesday, February 9, 2021

Samsung Ungkap Galaxy M12, Punya Baterai 6.000mAh

 Samsung

Rifanfinancindo -  Samsung Galaxy M12 akhirnya resmi diperkenalkan. Smartphone anyar Samsung ini pertama kali diperkenalkan untuk pasar Vietnam.

Dikutip dari GSM Arena, Selasa (9/2/2021), smartphone ini diketahui berbasis Galaxy A12, tapi memiliki baterai lebih besar, yakni 6.000mAh. Galaxy M12 juga mendukung fitur fast charging 15W dan memiliki port USB Type-C.

Galaxy M12 memiliki layar LCD berukuran 6,5 inci dengan resolusi 720 piksel. Smartphone ini memiliki layar dengan desain Infinity-V sebagai tempat diletakkannya kamera depan.

Baca Juga :

Samsung membenamkan chipset octa-core 2.0GHz untuk perangkat ini, tapi memang disebut secara spesifik jenisnya.

Ada tiga opsi memori yang tersedia untuk Galaxy M12, yakni RAM 3GB/ROM 32GB, RAM 4GB/ROM 64GB, dan RAM 6GB/ROM 128GB.

Beralih ke urusan fotografi, smartphone ini hadir dengan lensa utama 48MP. Ikut mendampinginya ada lensa depth sensor 2MP, lensa ultra wide 5MP, dan lensa makro 2MP.

Untuk kebutuhan selfie, ada kamera depan beresolusi 8MP. Galaxy M12 saat ini baru tersedia untuk pasar Vietnam dan belum diketahui kapan menyambangi pasar di negara lain.

Samsung Mulai Produksi Massal Galaxy M12 

Untuk diketahui, kabar soal Samsung sedang menyiapkan Galaxy M12 sudah diketahui sejak tahun lalu. Sejumlah informasi tentang smartphone tersebut juga sudah beredar di ranah internet.

Dilansir dari GSM Arena, Rabu (30/12/2020), berdasarkan informasi baru, Samsung sudah memulai produksi massal Galaxy M12. Smartphone tersebut diproduksi di pabrik Samsung di Noida, India.

Beberapa foto yang diklaim sebagai Galaxy M12 juga telah bermunculan.

Salah satunya memperlihatkan komponen layar sentuh di dalam frame Galaxy M12. Pada foto tersebut, Galaxy M12 tampak memiliki desain waterdrop untuk kamera selfie. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Monday, February 8, 2021

Hyundai dan Kia Setop Perbincangan dengan Apple Terkait Mobil Listrik

Pabrik Hyundai di Korea Selatan

Rifan Financindo - Bulan lalu, Hyundai mengkonfirmasi pihaknya tengah dalam perbincangan dengan Apple untuk produksi kendaraan listrik otonom Apple Car.

Menurut rencana, kalau keduanya setuju, kesepakatan bisa diumumkan pada akhir Maret 2021, dilanjutkan dengan produksi kendaraan listrik Apple Car oleh anak perusahaan Hyundai, Kia.

Namun, beberapa hari yang lalu, dilaporkan bahwa [Apple](4474378 "") dan Hyundai menghentikan pembicaraan seputar bisnis kendaraan listrik ini.

Baca Juga :

Kia sebagai pihak yang akan memproduksi mobil untuk Apple juga menghentikan pembicaraan seputar produksi Apple Car.

Mengutip Gizmochina, Senin (8/2/2021), dalam pengajuan, Hyundai dan Kia mengatakan kedua perusahaan telah menerima permintaan dari beberapa perusahaan mengenai pengembangan mobil listrik tanpa kemudi.

Kendati demikian, belum ada keputusan yang dibuat karena pembicaraan masih dalam tahap awal.

Ambisi Produksi 100.000 Mobil hingga 2024
Dalam pembicaraan dengan Apple, dikatakan Hyundai akan memproduksi kendaraan di Amerika Serikat dengan membuka pabrik di Georgia yang dikendalikan oleh Kia. Pabrik ini bertujuan untuk memproduksi 100.000 mobil hingga 2024.

Pembuatan pabrik ini akan digadang-gadang melibatkan investasi sekitar USD 3,6 miliar (sekitar Rp 50,4 triliun) dari Apple agar bisa berjalan.

Pembicaraan Hyundai dan Kia dengan Apple berakhir begitu saja tanpa mencapai kesepakatan. Kini, status pembicaraan dengan Apple belum diketahui.

Rencana Agresif untuk Apple Car
Sebelumnya dilaporkan, selain dengan Hyundai dan Kia, Apple tengah dalam pembicaraan dengan setidaknya 6 perusahaan pembesut mobil dari Jepang.

Berdasarkan laporan lalu, Apple berencana membesut kendaraan komersil pada 2024. Namun target ini tampaknya terlalu agresif hingga dipertanyakan oleh banyak orang, termasuk analis Apple terkemuka Ming-Chi Kuo.

Sebagian laporan juga mengindikasikan, setidaknya dibutuhkan waktu antara 5-7 tahun bagi Apple Car untuk memasuki proses produksi. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Sunday, February 7, 2021

iPhone 12 Mini Bakal Setop Produksi Karena Tak Laku?

 iPhone 12

PT Rifan Financindo - Sudah bukan rahasia lagi kalau penjualan iPhone 12 Mini paling tertinggal di antara seri iPhone 12 lainnya, sejak dirilis Oktober 2020. Kini ada kabar bahwa iPhone 12 paling kecil itu akan dihentikan produksinya.

Menurut analis firma perbankan dan investasi JPMorgan Chase William Yang, rantai pasokan Apple akan menghentikan produksi iPhone 12 Mini pada kuartal kedua 2021 karena sedikitnya permintaan.

Prediksi ini bukan hanya ramalan belaka, melainkan melihat data bahwa model iPhone 12 lain, yakni iPhone 12, iPhone 12 Pro, dan iPhone 12 Pro Max terjual lebih baik ketimbang iPhone 12 Mini.

Baca Juga :

Bahkan menurut layanan finansial Morgan Stanley, Apple memangkas produksi iPhone 12 Mini hingga 2 juta unit karena rendahnya permintaan dan lebih menekankan produksi iPhone 12 Pro.

Mengutip laporan WCC F Tech, Senin (8/2/2021), data sebelumnya memperlihatkan bahwa iPhone 12 mini menjadi yang terlaris dari keempat iPhone 12 di AS pada Oktober hingga November 2020.

Sayangnya, ada alasan yang membuat iPhone 12 Mini tak membuat konsumen puas, yakni penawaran Apple lainnya yang lebih murah.

Orang Pilih Beli iPhone 11 dan iPhone SE (2020)
Di AS misalnya, konsumen bisa memiliki iPhone SE 2020 dengan USD 399 dan iPhone 11 dengan hanya USD 500.

Harga yang kompetitif membuat kedua produk ini populer, oleh karenanya iPhone 11 dan iPhone SE 2020 menyumbang lebih dari 50 persen dari seluruh penjualan di AS untuk kuartal 3 2020. Sayangnya popularitas ini menggerogoti iPhone 12 Mini.

Sementara itu, mengutip Tom's Guide, iPhone 12 Mini sebenarnya merupakan perangkat dengan layar kecil yang memiliki kinerja powerfull. Sayangnya konsumen banyak ngeluhkan baterai perangkat yang dianggap boros.

Baterai iPhone 12 Mini Kurang Awet
Dalam uji coba baterai iPhone 12 Mini yang dilakukan Tom's Guide, perangkat tersebut hanya bertahan 7 jam 28 menit.

Sementara iPhone 12 Pro bertahan selama 9 jam 6 menit, iPhone 12 Pro Max bisa tahan 10 jam 53 menit, dan iPhone 11 bertahan selama 11 jam 16 menit.

Baterai bukan satu-satunya alasan yang membuat penjualan iPhone 12 Mini agak ketinggalan dari model lainnya.

Seperti dianalisa sebelumnya, rupanya positioning iPhone 12 Mini yang punya bodi mirip dengan iPhone SE 2020 namun dengan perbedaan harga yang jauh lah yang membuat konsumen enggan membeli produk ini. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : liputan 6

Thursday, February 4, 2021

Nokia 3650 Bakal Rilis Kembali pada 2021?

Nokia 3650

Rifanfinancindo - HMD Global diketahui kerap menghadirkan kembali sejumlah ponsel lawas Nokia dalam tampilan baru. Dimulai dari Nokia 3310, perusahaan juga memperbarui sejumlah model lain, seperti Nokia 8110 4G dan Nokia 2720.

Menyusul deretan ponsel tersebut, kini laporan terbaru dari situs asal Rusia menyebut HMD Global juga diketahui bakal kembali merilis Nokia 3650.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis (4/2/2021), ponsel ini akan diperkenalkan pada akhir 2021. Namun informasi mengenai ponsel ini belum diketahui, termasuk apakah perusahaan masih mempertahankan desain orisinalnya.

Baca Juga :

Untuk itu, menarik menunggu pengumuman resmi apakah ponsel ini akan benar-benar dihadirkan kembali oleh HMD Global.

Untuk diketahui, Nokia 3650 pertama kali rilis pada 2003. Ponsel ini sempat menarik perhatian, sebab memiliki desain yang unik.

Nokia 3650 hadir dengan desain candybar, tapi memiliki desain keyboard tidak biasa. Keyboard ponsel ini dibuat membulat, tidak disusun horizontal seperti ponsel kebanyakan.

Ponsel ini memiliki layar TFT berukuran 2,1 inci. Nokia 3650 memiliki kamera belakang VGA, baterai 850mAh, dan menjalankan Symbian OS Series 60. Rifanfinancindo.


Sumber : Liputan 6

Wednesday, February 3, 2021

Bocoran Poco X3 Pro Muncul di Internet

Poco X3 NFC

Rifan Financindo - Poco dikabarkan tengah menyiapkan varian Pro dari Poco X3 NFC yang diperkenalkan tahun lalu. Kehadiran varian anyar dari Poco ini diketahui dari laman sertifikasi FCC.

Mengutip informasi dari GSM Arena, Rabu (3/2/2021), Poco X3 Pro diketahui telah mendapat sertifikasi dari FCC. Smartphone ini diketahui memiliki nomor model M2102J20SG.

Berdasarkan laman itu pula diketahui perangkat ini menjalankan MIUI 12, konektivitas NFC, dan dual-band Wi-Fi. Laman hanya menyebut dukungan 4G LTE, sehingga kemungkinkan besar Poco X3 Pro tidak mendukung jaringan 5G.

Baca Juga :

Nama Poco X3 Pro juga dipastikan dari pencarian IMEI yang sudah didaftarkan. Mengingat smartphone ini muncul di beberapa badan sertifikasi, besar kemungkinan Poco akan merilisnya untuk pasar global.

Untuk diketahui, Poco X3 NFC sendiri baru diperkenalkan di Indonesia pada Oktober 2020. Menyasar segmen kelas menengah, smartphone ini hadir dengan chipset Snapdragon 732G.

Poco membekali smartphone ini dengan layar berukuran 6,67 inci, refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz yang dijamin akan memuaskan pengguna, terutama gamer. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Tuesday, February 2, 2021

Google Putuskan Berhenti Bikin Gim untuk Stadia

Stadia

PT Rifan Financindo - Google menutup divisi pengembangan gim internalnya untuk Stadia.

Google menyebut, alih-alih membuat gim sendiri, perusahaan memfokuskan ulang tujuan Stadia, yakni menjadi rumah streaming gim milik banyak pengembang.
 

"Membuat gim terbaik di kelasnya butuh waktu bertahun-tahun dan investasi signifikan. Biayanya meningkat secara eksponensial," kata Wakil Presiden di Google dan Manajer Umum Stadia Phil Harrison dalam unggahan blog Google, dikutip dari The Verge, Selasa (2/2/2021).

"Mengingat fokus kami dalam membangun teknologi Stadia yang terbukti memperdalam kemitraan, kami memutuskan tidak akan berinvestasi lebih jauh dalam menghadirkan konten ekslusif dari tim pengembangan internal SG&E, di luar gim yang direncanakan hadir dalam waktu dekat," kata Harrison.

Baca Juga :

Perusahaan pun menutup studio gim Los Angeles dan Montreal. Keduanya berada di bawah bandera Stadia Games & Entertainment (SG&E).

Lebih lanjut, Google mengatakan, sebagian besar tim SG&E akan dipindahkan ke pekerjaan baru. Namun, veteran industri Ubisoft dan EA Jade Raymond sebagai pemimpin tim Studio Stadia akan meninggalkan Google sepenuhnya.

Stadia Masih Tetap Ada, Tapi...
Di samping layanan berlangganan Stadia Pro, Stadia akan terus ada. Google pun bisa terus mencoba mendapatkan gim pihak ketiga yang bersifat ekslusif untuk ditawarkan melalui Stadia.

Gim yang sebelumnya direncanakan bakal segera dirilis juga tetap akan rilis di Stadia. Kendati demikian, penutupan studio internal Stadia menjadi pukulan serius bagi ambisi Google di bidang gim.

Sebelumnya Google bersedia investasi di beberapa studio gim. Google juga sempat bermaksud untuk membuat gim dengan memanfaatkan teknologi cloud-nya.

Kedua hal ini menandai upaya serius perusahaan untuk memperkenalkan ekslusivitas di bidang gaming yang suatu saat diproyeksikan bisa bersaing dengan Microsoft, Sony, dan Nintendo yang masing-masing bergantung pada studio mandirinya.

Kenyataan bahwa Stadia tak lagi berada dalam bisnis pembuatan gim cukup masuk akal. Pasalnya mengembangkan sebuah judul gim baru menjadi upaya yang sangat mahal.

Sempat Ambisius Rilis 20 Gim Baru untuk Stadia
Sebelumnya di pertengahan tahun 2020, Google mengungkap rencananya untuk merilis 20 gim baru di layanan cloud gaming Stadia. Hal ini terungkap dalam livestream Stadia Connect.

Dilansir GSM Arena, Jumat (17/7/2020), Google memperlihatkan 20 judul gim baru di livestream Stadia Connect.

Semua gim tersebut akan dirilis secara bertahap hingga Januari 2021, dan sudah ada yang tersedia.

Gim-gim tersebut termasuk:

- One Hand Clapping: sudah tersedia

- PUBG Season 8: 30 Juli

- Serious Sam 4: Agustus

- PGA Tour 2K21: 21 Agustus

- Super Bomberman R Online: Musim gugur 2020

- NBA 2k21: Musim gugur 2020

- Sekiro: Shadows Die Twice: Musim gugur 2020

- Dead by Daylight: September

- Hitman: 1 September

- Hitman 2: 1 September

- Hitman 3: Januari 2021

- WWE 2K Battlegrounds: 18 September

- Hello Neighbor: 20 September

- Outriders: Liburan 2020

- Hello Neighbor: Hide & Seek: Liburan 2020

Selain itu, pengembang Splash Damage akan merilis Outcasters eksklusif di Stadia. Sementara pengembang Harmonix, Supermassive Games, dan Uppercut Games sedang mengerjakan judul gim baru untuk Stadia. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Teknologi Layar Gulung dan Geser Buatan Samsung Siap Debut 2021

Samsung Galaxy S8

Rifanfinancindo - Samsung diketahui tengah mempersiapkan produk yang hadir dengan layar gulung maupun geser. Informasi ini diketahui dari laporan keuangan Samsung Display beberapa hari lalu.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (1/2/2021), dalam laproan keuangan itu, VP Samsung Display Choi Kwon-young mengungkapkan pihaknya akan pertama kali merilis layar gulung dan lipat di tahun ini.

Belum ada konfirmasi mengenai apakah teknologi tersebut akan langsung digunakan oleh divisi mobile Samsung. Besar kemungkinan, teknologi baru ini memang akan diadopsi pertama kali untuk produk Samsung sendiri.

Baca Juga :

Di sisi lain, Samsung juga diketahui bakal mengadopsi teknologi baru untuk perangkat flip dan fold besutannya. Namun informasi soal ini juga belum dikonfirmasi.

Sebagai informasi, selain Samsung, LG menjadi salah satu perusahaan yang juga turut memperkenalkan teknologi layar gulung. Teknologi itu diungkap saat gelaran CES (Consumer Electronic Show) 2021.

Diberi nama LG Rollable, perusahaaan memperlihatkan seperti apa bentuk smartphone dengan layar yang dapat berubah dari ukuran standar ponsel menjadi tablet.

Smartphone Layar Gulung LG Rollable Akan Meluncur 2021
Walau hanya sebatas cuplikan video singkat, Nikkei Asia mengungkap informasi lebih lanjut tentang smartphone LG Rollable tersebut.

Dikutip dari Nikkei Asia via GSM Arena, Rabu (13/1/2021), juru bicara LG mengonfirmasi smartphone layar gulung milik perusahaaan tersebut akan meluncur di pasaran akhir 2021.

Sayang, pihak LG sungkan untuk mengungkap informasi tanggal pasti kapan LG Rollable ini akan dirilis dan harganya. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6