Monday, July 20, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 


PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Sunday, July 19, 2026

Nikkei Anjlok, Saham Tech Rontok

 



Rifan Financindo - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7), terseret aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% ke level 64.140, sementara Topix turun 2,72% ke level 3.919.

Kedua indeks utama Jepang tersebut mencatat posisi penutupan terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan jual meningkat seiring meluasnya pelemahan saham chip global, terutama karena investor mulai khawatir terhadap besarnya belanja terkait AI dan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Saham teknologi dan AI menjadi pemberat utama pasar Jepang. Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron turun 8,1%, SoftBank Group melemah 9%, Advantest terkoreksi 7,2%, dan Taiyo Yuden jatuh 11,9%.

Sentimen pasar juga makin tertekan oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik, sehingga kembali memicu kekhawatiran inflasi dan risiko suku bunga yang lebih tinggi.

Sepanjang pekan ini, Nikkei 225 mencatat pelemahan 6,4%, sementara Topix turun 2,9%. Dampaknya ke market, tekanan pada saham teknologi Jepang bisa berlanjut jika aksi jual sektor chip global belum mereda. Namun, jika harga minyak stabil dan kekhawatiran valuasi AI mulai mereda, peluang rebound teknikal masih bisa terbuka.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Thursday, July 16, 2026

Saham Jepang Tertekan, Nikkei Jatuh 2,8%


PT Rifan - Saham Jepang bergerak melemah tajam pada perdagangan Jumat, mengikuti penurunan Wall Street semalam. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 2,8% ke bawah level 65.000, sedangkan indeks Topix melemah 1,3% ke kisaran 3.975.

Tekanan terutama datang dari saham teknologi dan semikonduktor setelah indeks saham chip Philadelphia di Wall Street anjlok 4,3%. Nasdaq juga turun 1,47% karena investor kembali melakukan aksi jual terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya telah mencatat kenaikan tinggi.

Di Jepang, saham Kioxia Holdings merosot sekitar 15%, SoftBank Group turun 6,3%, Advantest melemah 5,9%, dan Tokyo Electron kehilangan 4,5%. Investor mulai mempertanyakan apakah valuasi tinggi perusahaan chip dan kecerdasan buatan masih sejalan dengan prospek pertumbuhan industrinya.

Selain pelemahan sektor teknologi, meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk sentimen pasar. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak lebih tinggi serta menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga global. Nikkei kini mengarah pada penurunan mingguan hampir 6%, sementara Topix berpotensi turun sekitar 2%.

Penyebab utama: aksi jual saham semikonduktor di Wall Street, kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham AI, serta meningkatnya risiko geopolitik dan inflasi akibat konflik Amerika Serikat–Iran.(CP) PT Rifan.


Sumber : NewsMaker


Wednesday, July 15, 2026

Nikkei Menguat, Saham Chip Melaju

 


PT Rifan Financindo Berjangka - Bursa saham Jepang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (15/7), didorong oleh kenaikan sektor real estate, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 naik 1,49% pada penutupan perdagangan di Tokyo, menunjukkan sentimen positif kembali masuk ke pasar Jepang.

Saham Lasertec menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,18% ke level 49.690. Ibiden juga menguat 7,56% ke 19.340, sementara Fujikura naik 7,19% ke 5.145. Kenaikan saham-saham tersebut membantu memperkuat laju indeks sepanjang sesi.

Meski pasar ditutup hijau, beberapa saham tetap mencatat tekanan. Nichirei turun 8,17% ke level 1.940, BayCurrent Consulting melemah 6,79%, dan Fujitsu turun 4,74%. Namun secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih jauh lebih banyak dibandingkan saham yang turun di Bursa Tokyo.

Dari sisi volatilitas, Nikkei Volatility turun 4,94% ke level 35,39, menandakan tekanan ketidakpastian mulai mereda. Di pasar komoditas, minyak mentah ikut menguat, dengan WTI naik ke US$80,24 per barel dan Brent naik ke US$85,91 per barel. Sementara itu, kontrak emas berjangka turun ke sekitar US$4.038 per troy ounce.

Dampaknya ke market, penguatan Nikkei menunjukkan investor mulai kembali mengambil risiko, terutama di saham teknologi dan sektor siklikal. Namun, pasar tetap perlu mencermati pergerakan yen, harga minyak, dan arah kebijakan The Fed, karena ketiganya masih bisa memengaruhi sentimen saham Jepang dalam jangka pendek.(asd) PT Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : NewsMaker


Tuesday, July 14, 2026

Nikkei Bangkit, Saham Chip Jepang Rebound

 

PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang berbalik menguat pada perdagangan Selasa (14/7) setelah sebelumnya sempat melemah. Indeks Nikkei 225 naik 0,74% dan ditutup di level 67.743, didorong oleh rebound saham semikonduktor dan teknologi.

Kenaikan ini terjadi karena investor mulai melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham yang dianggap sudah turun terlalu dalam. Saham-saham teknologi Jepang mampu bergerak positif meskipun Wall Street sebelumnya tertekan oleh pelemahan saham chip.

Beberapa saham teknologi yang menjadi penopang Nikkei antara lain Kioxia Holdings yang naik 3%, SoftBank Group menguat 3,3%, Advantest naik 3,3%, SUMCO Corp bertambah 3,4%, dan SCREEN Holdings menguat 2,3%.

Meski begitu, investor masih mencermati risiko dari Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk kembali memberlakukan blokade terhadap kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini membuat harga minyak melonjak tajam dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Dampaknya ke market, rebound saham teknologi membantu menopang bursa Jepang dalam jangka pendek. Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi kembali menjadi ancaman, bank sentral global berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya lagi. Kondisi ini masih bisa membatasi kenaikan indeks ke depan.(asd) PT Rifan Financindo.


Sumber : NewsMaker


Monday, July 13, 2026

Nikkei Tertekan, Tech Jepang Memerah

 

Rifan Financindo - Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Senin (13/07) setelah sentimen pasar Asia memburuk akibat serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membuat investor mengurangi risiko, terutama di saham-saham teknologi.

Indeks Topix turun 0,7% ke level 4.007,49 pada penutupan perdagangan Tokyo. Dari 1.637 saham dalam indeks tersebut, sebanyak 999 saham melemah, 585 saham menguat, dan 53 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks Nikkei anjlok 1,9% ke level 67.242,73.

Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan manufaktur. Murata Manufacturing menjadi salah satu penekan utama Topix setelah turun 8,1%. Di indeks Nikkei, Yaskawa Electric juga menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk setelah merosot 14%, usai laporan laba operasional kuartal pertama perusahaan berada di bawah estimasi analis.

Sentimen negatif juga terasa di kawasan Asia lainnya. Kospi Korea Selatan sempat jatuh hingga 9,3% setelah awalnya dibuka menguat. Perubahan arah yang tajam ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran dan ketidakpastian status Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan energi global.

Meski indeks utama melemah, sejumlah saham masih mencatat penguatan. Ryohin Keikaku, operator jaringan ritel Muji, melonjak 17% setelah menaikkan proyeksi laba operasional setahun penuh dan melampaui ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ruang kenaikan indeks besar masih terbatas, pergerakan saham individu tetap berpotensi aktif mengikuti kinerja masing-masing emiten.(asd) Rifan Financindo.


Sumber : Newsmaker


Sunday, July 12, 2026

Ketegangan Hormuz Tekan Sentimen Bursa Jepang

 


PT Rifan - Newsmaker.id - Saham Jepang bergerak tanpa arah yang jelas pada perdagangan Senin (13/7), seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,2% ke kisaran 68.400, sedangkan indeks Topix menguat 0,6% menuju level 4.060.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal pada akhir pekan. Konflik tersebut berlangsung di tengah perselisihan mengenai aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3%.

Kenaikan harga energi menjadi perhatian utama bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya produksi, memperkuat tekanan inflasi, dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di antara saham individual, Kioxia Holdings turun 1,8%, Taiyo Yuden melemah 4,8%, dan Yaskawa Electric anjlok 14,2%. Sebaliknya, SUMCO Corp naik 7,9%, SoftBank Group menguat 2%, dan Mitsubishi UFJ bertambah 2,4%. Investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk menguji kekuatan reli saham berbasis kecerdasan buatan.

Dampak terhadap Market :

Bursa Jepang: Nikkei berpotensi tetap tertekan apabila konflik AS-Iran semakin luas dan harga minyak terus meningkat. Saham transportasi, industri, dan perusahaan dengan konsumsi energi tinggi menjadi kelompok yang paling rentan.

Yen Jepang: Kenaikan biaya impor energi dapat menekan yen karena memperburuk neraca perdagangan Jepang. USD/JPY berpotensi kembali menguat apabila dolar terus diburu sebagai aset aman.

Minyak: Risiko gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz dapat menjaga harga Brent dan WTI tetap tinggi serta meningkatkan volatilitas pasar energi.

Emas: Konflik geopolitik dapat mendukung permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi sehingga membatasi penguatan emas.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker