Sunday, September 6, 2026

Nikkei Melonjak, Saham Teknologi Jepang Pimpin Reli

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (7/9), dengan indeks Nikkei 225 melonjak hampir 2% dan bergerak di atas level 66.000. Kenaikan ini memperpanjang reli untuk sesi kedua berturut-turut, didorong terutama oleh saham teknologi dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Data Trading Economics menunjukkan indeks JP225 bergerak sekitar 66.280 pada perdagangan pagi, naik sekitar 1,94%.

Reli saham Jepang mengikuti penguatan saham chip dan teknologi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Optimisme terhadap prospek permintaan semikonduktor dan AI kembali mengangkat sentimen terhadap sektor teknologi Asia. SoftBank Group termasuk salah satu penggerak utama dengan kenaikan sekitar 6%, sementara saham terkait semikonduktor seperti Advantest, Tokyo Electron, Fujikura, dan Kioxia Holdings juga mencatat penguatan kuat.

Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan masih dibayangi perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu kembali meningkatkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Ekspektasi bunga yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global dan berpotensi menjadi tekanan bagi saham-saham dengan valuasi tinggi, termasuk sektor teknologi.

Di Jepang, perhatian investor juga tertuju pada Bank of Japan. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September semakin besar karena tekanan inflasi masih bertahan dan pergerakan yen tetap menjadi perhatian utama pembuat kebijakan. Ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah Jepang, sementara investor terus memantau apakah BOJ akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

Di tengah reli teknologi, tidak semua sektor bergerak positif. Saham keuangan dan konsumer cenderung tertinggal, dengan Mitsubishi UFJ dan Nintendo mengalami tekanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks masih cukup terkonsentrasi pada saham teknologi dan AI, sementara sebagian investor tetap berhati-hati menghadapi risiko kenaikan suku bunga baik di AS maupun Jepang.  PT Rifan.


Sumber : Newsmaker

No comments:

Post a Comment