Monday, October 19, 2026

Nikkei 225 Ditutup Melemah, Saham Jepang Tertekan di Tengah Gejolak Pasar Global

 


PT Rifan - Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026), dengan indeks Nikkei 225 turun 0,46%. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan jual pada saham-saham sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian pasar global, meskipun sejumlah saham Jepang berhasil mencatat kenaikan cukup tajam sepanjang perdagangan.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham justru tampil menguat. Toho Co., Ltd. menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 7,04% ke level 1.633,50 yen. Penguatan juga terjadi pada Shift Inc. yang naik 5,48% menjadi 1.116 yen, disusul BayCurrent Inc. yang bertambah 5,35% ke posisi 10.740 yen. Kenaikan tersebut membawa saham BayCurrent mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa minat beli investor masih terlihat pada sejumlah emiten tertentu.

Sebaliknya, tekanan jual terbesar terjadi pada saham Taiyo Yuden yang anjlok 4,85% menjadi 9.582 yen. Saham Trend Micro juga melemah 4,21% ke level 7.037 yen, sementara Mercari turun 3,95% menjadi 3.670 yen. Secara keseluruhan, sebanyak 2.064 saham mencatat penurunan di Bursa Efek Tokyo, dibandingkan 1.413 saham yang menguat dan 254 saham yang tidak mengalami perubahan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham Jepang. PT Rifan.


Sumber : NewsMaker

No comments:

Post a Comment