PT Rifan Financindo Berjangka - Indeks Nikkei 225 bergerak melemah pada perdagangan awal Kamis (10/9), melanjutkan tekanan setelah ditutup turun pada sesi sebelumnya. Indeks sempat turun sekitar 0,6% ke kisaran 64.760 sebelum tekanan berlanjut, dengan indikator pasar Jepang kemudian bergerak di sekitar 64.570 atau melemah sekitar 0,9%.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga energi setelah Brent bertahan di atas US$100 per barel. Konflik Amerika Serikat dan Iran yang terus meningkat memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah, sekaligus meningkatkan risiko inflasi dan biaya operasional perusahaan Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
Sektor konstruksi dan ritel menjadi salah satu kelompok yang tertekan pada awal perdagangan. Taisei turun sekitar 4,9%, sementara Ryohin Keikaku melemah sekitar 2,4%. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti Tokyo Electron dan Fast Retailing juga bergerak lebih rendah, meski beberapa saham perbankan mampu mencatatkan kenaikan.
Investor juga tetap mencermati pergerakan yen menjelang pertemuan Bank of Japan pekan depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ semakin kuat setelah yield obligasi pemerintah Jepang meningkat, sementara penguatan yen dalam beberapa hari terakhir telah menjadi tekanan tambahan bagi perusahaan eksportir.
Selain faktor domestik, pelemahan Wall Street semalam turut membatasi selera risiko. Bursa AS ditutup turun setelah harga minyak menembus US$100 dan yield Treasury 10 tahun bertahan tinggi di sekitar 4,84%, meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat membuat suku bunga global tetap tinggi lebih lama. PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : Newsmaker
No comments:
Post a Comment